<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513</id><updated>2011-04-22T07:39:00.397+07:00</updated><title type='text'>TP '05 COMMUNITY</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-1312647335641137140</id><published>2008-05-28T17:58:00.006+07:00</published><updated>2008-05-28T18:50:19.787+07:00</updated><title type='text'>STRATEGI MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR</title><content type='html'>STRATEGI MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA&lt;br /&gt;PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS&lt;br /&gt;PADA SEKOLAH DASAR&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh:&lt;br /&gt;Budiono             1102405063&lt;br /&gt;Yanuar Eska P       1102405066&lt;br /&gt;Okta Permata P      1102405041&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Bahasa tidak hanya berasal dari kata-kata yang dikeluarkan oleh ucapan (vokal) namun juga menggunakan bahasa, isyarat atau bahasa gambar. Peradapan manusia kuno sebelum mengenal tulisan adalah menggunakan bahasa gambar. Bahasa itu sendiri berfungsi sebagai alat komunikasi yang diperggunakan secara luas dalam setiap aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, bisnis, hiburan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari  semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain. Selain itu, Pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya&lt;br /&gt;Pada hakikatnya pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh sebab itu, tujuan utama pembelajaran bahasa inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa inggris, baik secara lisan maupun tertulis. Pengertian komunikasi yang dimaksud adalah memahami dan menggungkapkan informasi, pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa inggris (Depdiknas, 2003:4)&lt;br /&gt;Anita Lie, Sekjen Dewan Pendidikan Jatim; Associate Director Asia Teel (Teachers Of English As a Foreign Language) menyatakan bahwa belajar bahasa inggris disekolah dasar (SD) dan menenggah (SMP/SMA/SMK) mempunyai dua tujuan. Pertama, siswa perlu menyiapkan diri agar bis membaca buku teks dalam bahasa inggris ditingkat perguruan tinggi. Kedua, kemampuan berbahasa inggris masih digunakan sebagai factor penentu guna mendapatkan pekerjaan dan Imbalan menarik.&lt;br /&gt;Bahasa inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang  direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara,  membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa inggris diarahkan untuk mengembangkan  keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan  berwacana dalam Bahasa inggris.&lt;br /&gt;Tingkat kemampuan itu mencakup performative, functional, informational, dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).&lt;br /&gt;Pembelajaran bahasa khususnya bahasa inggris memiliki tujuan agar peran siswa terampil berbahasa yang mencakup masalah ketrampilan berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Salah satu metode pembelajaran kosakata yang dirasa cukup menarik adalah pembelajaran dengan menggunakan permainan. Pembelajaran dengan menggunakan permainan akan sangat efektif untuk menjelaskan suatu pengertian niskala (abstrak) atau konsep yang sering sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dengan permainan, siswa dapat merumuskan pemahaman tentang suatu konsep: kaidah-kaidah asas (prinsip), unsur-unsur pokok, proses, hasil, dampak dan seterusnya (Suyatna, 2005 : 12)&lt;br /&gt;Metode pembelajaran dengan permainan (learning games) yang merupakan kombinasi dengan media pembelajaran adalah pembelajaran dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan kosakata pada pembelajaran bahasa inggris SD.&lt;br /&gt;Terdorong oleh hal-hal diatas itulah yang mendorong penulis untuk melakukan penulisan karya ilmiah mengenai “Pemanfaatan Media Gambar untuk meningkatkan  kosakata pada pembelajaran bahasa inggris kelas V SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;Identifikasi masalah yang diajukan membahas tentang :&lt;br /&gt;1. Pembelajaran pada umumnya masih bersifat konvensional. Guru kurang kreatif dan miskin inovasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Bahkan terkesan guru hanya ingin penyampaian materi itu cepat selesai tanpa memperdulikan bagaimana proses pembelajaran yang berlansung dan keluaran yang dihasilkan.&lt;br /&gt;2. Kurangnya motivasi dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas, siswa cenderung kurang aktif sehingga sehingga menyebabkan pembelajaran bersifat teacher-centered. Siswa hanya menerima materi, menulis, dan mengikuti semua yang dilakukan guru, akibatnya pembelajaran hanya bersifat verbalistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, maka Rumusan masalah yang diajukan mengenai :&lt;br /&gt;1. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan kosa kata dengan menggunakan media gambar pada pembelajaran bahasa inggris sekolah dasar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui apakah Pemanfaatan media gambar dapat meningkatkan kemampuan kosakata pada pembelajaran bahasa inggris anak SD.&lt;br /&gt;E. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;Manfaat yang dapat diambil dari penulisan karya ilmiah ini adalah:&lt;br /&gt;1. Memberikan motivasi serta pertimbangan dalam penyediaan dan pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk memperlancar proses belajar mengajar. Selain itu dapat memberikan masukan kepada guru untuk selalu menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.&lt;br /&gt;2. Dapat meningkatkan kemampuan dalam belajar mengajar bahasa inggris di SD terutama yang berkaitan dengan kemampuan kosakata.&lt;br /&gt;3. Memberikan masukan tentang manajemen guru dalam mengelola proses pembelajaran (khususnya dalam penggunaan media ataupun metode yang trpat) agar tujuan pendidikan secara instruksional tercapai optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN TEORI&lt;br /&gt;1. Pembelajaran bahasa inggris&lt;br /&gt;1.1 Pengertian Pembelajaran&lt;br /&gt;Suatu proses belajar harus ad interaksi anatara siswa dan guru. Hal ini harus terjadi agar dalam suatu PBM (proses belajar mengajarar) tidak terasa monoton dan hanya bisa berinterksi satu arah. Interaksi siswa dan guru yang baik akan dapat meningkatakan atau memajukan proses belajar mengajar yamg baik.&lt;br /&gt;Interaksi ini mencakup segala hal yang terjadi dalam proses pembelajaran Saat guru menerangkan suatu pelajaran dan siswa dapat menanggapi dengan baik memperhatikan guru, ini yang disebut interaksi yang tidak monoton. Dalam hal interksi seperti ini jika guru bertanya dan murid bisa menjawab ini juga interaksi yang tidak monoton.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian ini dimaksud dengan interksi dlam proses pembelajaran adalah hubungan timbal balik antara guru dan siswa sehingga mendapatkan suasana yang kondusif dalam upaya memajukan suatu proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Sedangkan belajar merupakan proses memperoleh kecakapan, ketrampilan dan sikap. Gagne (1984) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses dimana organisme berubah perilakunya diakibatkan pengalaman.&lt;br /&gt;Menurut Gagne dalam Yamin, 2005: 17, belajar merupakan kegiatan yang kompleks dimana setelah belajar tidak hanya memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai, akan tetapi siswa harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan pemikirannya karena belajar merupakan proses kognitif. Lingkungan sekitar banyak mempengaruhi sikap dan perilaku masing-masing individu, seperti pola berfikir, bertindak, berbicara, sikap, gaya bahasa, watak dan lain sebagainya. Lingkungan pendidikan terdiri dari rumah tangga, sekolah, dan lingkungan lainnya.&lt;br /&gt;Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu pertanda bahwa seorang telah belajar suatu adalah perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (apektif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Pembelajaran Bahasa Inggris SD&lt;br /&gt;Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan buaya.&lt;br /&gt;Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan menghasilkan teks lisan dan tulis yang direalisasikan dalam 4 keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.&lt;br /&gt;Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu. Tingkat Literasi mencakup performative, fungsional, infomational dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan kedalam bahasa sasaran.&lt;br /&gt;Pembelajaran bahasa Inggris ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat finctional, yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi. Tinggi literasi epistemic dianggap terlalu tinggi untuk dapat dicapai oleh peserta didik karena bahasa Inggris di Indonesia merupakan bahasa asing.&lt;br /&gt;Adapun tujuan dan ruang lingkup pembelajaran bahasa inggris bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional.&lt;br /&gt;2. Memiliki kesadaran tentang hakekat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global.&lt;br /&gt;3. Mengembangkan peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.&lt;br /&gt;Fungsi Mata Pelajaran Bahasa Inggris :&lt;br /&gt;a. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris, baik dalam bentuk lisan atau tertulis. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).&lt;br /&gt;b. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa baik bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu melalui perbandingan kedua bahasa tersebut.&lt;br /&gt;c. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian siswa dapat melintasi budaya dan melibatkan diri dalam keragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Media Gambar&lt;br /&gt;2.1Media gambar sebagai salah satu media pembelajaran&lt;br /&gt;Dalam pengajaran bahasa inggris sebagai bahasa asing media mempunyai peran penting karena beberapa alasan. Media pembelajaran membantu guru dalam mengatur proses pengajarannya serta penggunaan waktu di kelas dengan bijak. Media pembelajaran yang biasa digunakan meliputi permainan, video, CD, VCD, tape, dan sebagainya. Ketersediaan media di suatu kelas akan mempengaruhi pembelajaran siswa dimana penempatan media yang sesuai akan mendukung proses pencapaian pembelajaran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Pengertian Media Gambar&lt;br /&gt;Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai derngan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Alat peraga dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak sekolah dasar.Sehingga tidak tergantung pada gambar dalam buku teks ,tetapi dapat lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar media inggris. Media Intervi menurut Heinrich ( 1981) adalah yang media digunakan untuk membawa pesan dengan suatu tujuan. Jadilah kelebihan alat peraga visual khususnya sebagai salah satu dari media pembelajaran yang efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini beberapa pengertian media gambar, diantaranya :&lt;br /&gt;b. Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk 2 dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, strip, opaque proyektor ( Hamalik, 1994 : 95 )&lt;br /&gt;c. Media gambar adalah media yang paling umum dipakai, yang merupakan bahasan umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja ( Sadiman, 1996 : 29 )&lt;br /&gt;d. Media gambar merupakan peniruan dari benda-benda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa serta ukurannya relatif terhadap lingkungan ( Soelarko, 1980 : 3 )&lt;br /&gt;Manfaatmedia pembelajaran bagi guru adalah :&lt;br /&gt;1. Memudahkan pengertian ketika anak-anak sedang mendengarkan&lt;br /&gt;2. Dapat melafalkan dengan baik arti dari kosa kata&lt;br /&gt;3. Dapat membaca dengan benar&lt;br /&gt;4. Tersedianya suatu topik kata&lt;br /&gt;5. Memudahkan jalan komunikasi antara guru dan murid&lt;br /&gt;Ada berbagai macam yang alat peraga visual yang secara efektif dapat digunakan oleh para guru di dalam kelas.Guru sekolah dasar harus menggunakan beberapa alat peraga visual dalam pembelajaran untuk memudahkan mengajar.Sebagian dari alat peraga visual yang kita dapat digunakan adalah , gambar-gambar, tabel, poster, kartun dan benda nyata.&lt;br /&gt;Gambar yang berwarna – warni dapat membuat murid dalam belajar bahasa inggris menjadi semangat. gambar  ini dapat menerjemahkan konsep abstrak menjadi lebih realistis dan berwujud,sehingga murid tidak hanya dapat membayangkan saja.Dengan mengambil gambar-gambar dari surat kabar, majalah dan kalender tentu tidak membutukan biaya mahal. Disamping itu suasana pembelajaran menjadisemakin menyenangkan. Ini dapat dilakukan disemua tingkatan disekolah dasar.&lt;br /&gt;Simpulannya media gambar adalah perwujudan lambang dari hasil peniruan-peniruan benda, pemandangan, curahan pikiran, atau ide-ide yang divisualisasikan kedalam bentuk 2 dimensi. Bentuknya dapat berupa gambar situasi dan lukisan yang berhu7bungan denagn pokok bahasan.&lt;br /&gt;1. Fungsi Media Gambar&lt;br /&gt;Pemanfaatan media pembelajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu fungsi utama dari media pembelajaran adlah sebagai alat bantu mengajar yang dipergunakan guru. Secara garis besar fungsi utama penggunaan media gambar adalah :&lt;br /&gt;a. Fungsi edukatif; artinya mendidik dan memberikan pengaruh positif pada pendidikan.&lt;br /&gt;b. Fungsi sosial; artinya memberikan informasi yang autentik dan pengalaman berbagai bidang kehidupan dan memberikan konsep yang sama kepada setiap orang.&lt;br /&gt;c. Fungsi ekonomis; artinya memberikan produksi melalui pembinaan prestasi kerja secara maksimal.&lt;br /&gt;d. Fungsi politis; berpengaruh pada politik pembangunan.&lt;br /&gt;e. Fungsi seni budaya dan telekomunikasi, yang mendorong dan menimbulkan ciptaan baru, termasuk pola usaha penciptaan teknologi kemediaan yang modern (Hamalik, 1994 : 12)&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi tersebut diatas terkesan masih bersifat konseptual. Fungsi praktis yang dijalankan oleh media pengajaran adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi pesrta didik, misalnya kaset video rekaman kehidupan di luar sangat diperlukan oleh anak yang tinggal didaerah pegunungan.&lt;br /&gt;b. Mengatasi batas ruang dan kelas, misalnya gambar tokoh pahlawan yang dipasang diruang kelas.&lt;br /&gt;c. Mengatasi keterbatasan kemampuan indera&lt;br /&gt;d. Mengatasi peristiwa alam, misalnya rekaman peristiwa letusan gunung berapi untuk menerangkan gejala alam.&lt;br /&gt;e. Menyederhanakan kompleksitas meteri.&lt;br /&gt;f. Memungkinkan siswa mengadakan kontak langsung dengan masyarakat atau alam sekitar (Rohani ,1997 : 6-7).&lt;br /&gt;2. Karakteristik Media&lt;br /&gt;Menurut Rahadi ( 2003 : 27-28) ada beberapa karakteristik media gambar :&lt;br /&gt;1). Harus autentik, artinya dapat menggambarkan obyek atau peristiwa seperti jika siswa melihat langsung&lt;br /&gt;2). Sederhana, komposisinya cukup jelas menunjukkan bagian-bagian pokok dalam gambar tersebut&lt;br /&gt;3). Ukuran gambar proporsionsl, sehingga siswa mudah membayangkan ukuran yang sesungguhnya benda atau objek yang digambar.&lt;br /&gt;4). Memadukan antara keindahan dengan kesesuiannya untuk mencapai tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;4). Gambar harus message. Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Media Gambar :&lt;br /&gt; Sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal.&lt;br /&gt; Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu&lt;br /&gt; Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita&lt;br /&gt; Memperjelas masalah bidang apa saja&lt;br /&gt; Harganya murah dan mudah didapat serta digunakan ( Sadiman; 1996: 31 )&lt;br /&gt;Adapun kelemahan Media Gambar :&lt;br /&gt; Hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa.&lt;br /&gt; Gambar diinterpretasikan secara personal dan subyektif.&lt;br /&gt; Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran (Rahadi, 2003 :27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sudjana (2001 :12) tentang bagaimana siswa belajar melalui gambar-gambar adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Ilustrasi gambar merupakan perangkat tingkat abstrak yang dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu, melalui penafsiran kata-kata.&lt;br /&gt;b. Ilustrasi gambar merupakan perangkat pengajaran yang dapat menarik minat belajar siswa secara efektif.&lt;br /&gt;c. Ilustrasi gambar membantu para siswa membaca buku pelajaran terutama dalam penafsiran dan mengingat-ingat materi teks yang menyertainya.&lt;br /&gt;d. Dalam booklet, pada umumnya anak-anak lebih menyukai setengah atau 1 halaman penuh bergambar disertai beberapa petunjuk yang jelas.&lt;br /&gt;e. Ilustrasi gambar isinya harus dikaitkan dengan kehidupan nyata, agar minat para siswa menjadi efektif.&lt;br /&gt;f. Ilustrasi gambar isinya hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan dengan gerakan mata pengamat dan bagian-bagian yang paling penting dari ilustrasi itu harus dipusatkan pada bagian sebelah kiri atas medan gambar.&lt;br /&gt;Dengan demikian media gambar merupakan salah satu teknik media pembelajaran yang efektif kerena mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat dan terpadu melaui pengungkapan kata-kata dan gambar.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;3. Tinjauan Tentang Kosakata&lt;br /&gt;Kosakata merupakan semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis. Kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan ( TIM penyusun Kamus Pusat Bahasa, 1995 : 327), sedangkan menurut Zainuddin (1992 : 8), kosakata digunakan untuk mewakili suatu nama, sifat, bentuk dan jenis benda, bisa menggunakan kesatuan bahasa yang bermakna, yang disebut kata atau kelompok kata.&lt;br /&gt;Kualitas keterampilan berbahasa seseorang jelas bergantung kepada kualitas dan kuantitas yang dimilikinya. Semakin kaya kosakata yang dimiliki semakin besar pula kemungkinan terampil berbahasa. Sehingga bisa dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas, tingkatan dan kedalaman kosakata seseorang merupakan indeks pribadi yang terbaik bagi perkembangan mentalnya (Tarigan, 1993 : 2-3). Hal ini selaras dengan pandangan Dale dalam Tarigan (1985 : 3) yang memberikan pandangan tentang pentingnya memahami kosakata sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kuantitas dan kualitas penguasaan kosakata seseorang merupakan indeks pribadi yang terbaik bagi perkembangan mentalnya.&lt;br /&gt;2. Perkembangan kosakata merupakan perkembangan konseptual.&lt;br /&gt;3. Semua pendidikan pada prinsipnya merupakan pengembangan kosakata.&lt;br /&gt;4. Program yang sistematis bagi pengembangan kosakata dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kemampuan dan status sosial.&lt;br /&gt;5. Faktor geografis mempengaruhi perkembangan kosakata, dan&lt;br /&gt;6. Penelaahan kosakaa yang efektif hendaknya beranjak dari kata-kata yang sudah diketahui menuju kata-kata yang belum atau tidak diketahui.&lt;br /&gt;Tujuan pengajaran bahasa ialah agar para siswa terampil berbahasa yang mencakup mesalah keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa keterampilan berbahasa membutuhkan penguasaan kosakata yang memadai. Penguasaan kosakata yang memadai itu menentukan kualitas orang seorang dalam berbahasa.&lt;br /&gt;Dengan menguasai kosakata yang memadai dan pelatihan yang cukup diharapkan dapat mencapai hal berikut :&lt;br /&gt;a. Meningkatkan kemampuan para siswa&lt;br /&gt;b. Meningkatkan taraf perkembangan konseptual para siswa&lt;br /&gt;c. Mempertajam proses berfikir dan&lt;br /&gt;d. Mempelajari kosakata secara umum kita perkenalkan kosakata dasar&lt;br /&gt;(http: // www.ialf.edu)&lt;br /&gt;Pada kelas awal seperti kelas VII SMP/MTs, pembelajaran bahasa asing dengan pengenalan kosakata dasar. Alasannya agar mempermudah siswa mempelajari bahasa, khususnya bahasa Inggris karena dikenalkan dengan kata-kataa sederhana dari lingkungan sekitar dirinya. Kosakata dasar atau basic vocabulary adalah kata0kata yang tidak mudah berubah atau sedikit sekali kemungkinannya dipungut dari bahasa lain (Tarigan,1993 :3) kedalam kosakata dasar ini telah termasuk :&lt;br /&gt;a. Istilah kekerabatan : misalnya ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, bibi, paman, dll&lt;br /&gt;b. Nama bagian tubuh : misalnya kepala, rambut, hidung, telinga, pipi, gigi, kaki, tangan, jari, dll&lt;br /&gt;c. Kata ganti (diri, penunjuk) : misalnya saya, kamu, dia, mereka, kalian, sana, situ, itu, ini, dll&lt;br /&gt;d. Kata bilangan pokok : misalnya satu, dua, tiga, lima, tijuh, sepuluh, duapuluh, seratus, seribu, sepuluh ribu, dll&lt;br /&gt;e. Kata kerja pokok : misalnya  makan, minum, tidur, mandi, memasak, menulis, membaca, dll&lt;br /&gt;f. Kata keadaan pokok : misalnya suka, duka, senang, susah, lapar, malam, siang, pagi, dll&lt;br /&gt;g. Benda-benda universal : misalnya tanah, air, sepi, udara, langit, bulan, bintang, matahari, binatang, tumbuh-tumbuhan, dll&lt;br /&gt;Menurut Tarigan ( 1993 : 23 ), kosakata selain untuk meningkatkan kuntitas dan kualitas kosakata para siswa, namun dapat bertujuan untuk :&lt;br /&gt;a. Meningkatkan taraf kehidupan siswa&lt;br /&gt;b. Meningkatkan taraf kemampuan mental para siswa&lt;br /&gt;c. Meningkatkan perkembangan konseptual para siswa&lt;br /&gt;d. Mempertajam proses berfikir kritis para siswa&lt;br /&gt;e. Memperluas cakrawala pandangan hidup para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Standar Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kelas IV Semester I&lt;br /&gt;No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Mendengarkan&lt;br /&gt;Memahami instruksi&lt;br /&gt;sangat sederhana dengan&lt;br /&gt;tindakan dalam konteks&lt;br /&gt;kelas&lt;br /&gt;Berbicara&lt;br /&gt;Mengungkapkan&lt;br /&gt;instruksi dan informasi&lt;br /&gt;sangat sederhana dalam&lt;br /&gt;konteks kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca&lt;br /&gt;Memahami tulisan&lt;br /&gt;Bahasa inggris sangat&lt;br /&gt;Sederhana dalam konteks kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis&lt;br /&gt;Mengeja dan menyalin&lt;br /&gt;tulisan bahasa inggris&lt;br /&gt;sangat sederhana dalam&lt;br /&gt;konteks kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Merespon dengan melakukan tindakan sesuai instruksi secara berterima dalam konteks kelas&lt;br /&gt; Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal dalam konteks kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri, memberi salam/ sapaan, memberi salam perpisahan, dan memberi aba-aba&lt;br /&gt; Bercakap-cakap untuk meminta/ memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, meminta barang, dan memberi barang&lt;br /&gt; Bercakap-cakap untuk meminta/ memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: berterima kasih, meminta maaf, memberi maaf, melarang, memuji, dan mengajak&lt;br /&gt; Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: thank you, sorry, please, dan excuse me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membaca nyaring dengan melafalkan alphabet dan ucapan yang tepat yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana&lt;br /&gt; Memahami kalimat dan pesan tertulis sangat sederhana&lt;br /&gt; Mengeja ujaran bahasa inggris sangat sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang benar yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana&lt;br /&gt; Menyalin tulisan bahasa inggris sangat sederhana secara tepat dan berterima seperti: ucapan selamat dan pesan tertulis&lt;br /&gt;Kelas IV Semester 2&lt;br /&gt;No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Mendengarkan&lt;br /&gt;Memahami instruksi&lt;br /&gt;Sangat yang sederhana dengan tindakan dalam konteks sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara&lt;br /&gt;Mengungkapkan&lt;br /&gt;instruksi dan informasi&lt;br /&gt;sangat sederhana dalam&lt;br /&gt;konteks sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca&lt;br /&gt;Memahami tulisan&lt;br /&gt;Bahasa inggris sangat Sederhana dalam konteks sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis&lt;br /&gt;Mengeja dan menyalin&lt;br /&gt;Kalimat yang sangat sederhana dalam konteks sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam konteks sekolah&lt;br /&gt; Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk&lt;br /&gt; Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang&lt;br /&gt; Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi informasi, memberi pendapat, dan meminta kejelasan&lt;br /&gt; Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: do you mind ... dan Shall we ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membaca nyaring dengan ucapan, tekanan, dan intonasi secara tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa, kalimat sangat sederhana, dan teks sangat sederhana&lt;br /&gt; Memahami kalimat, pesan tertulis dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengeja kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima&lt;br /&gt; Menyalin dan menulis kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang tepat seperti: ucapan selamat, ucapan terima kasih, dan ucapan simpati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMABAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cara meningkatkan kemampuan kosakata dengan menggunakan media gambar&lt;br /&gt;Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai derngan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Banyak cara yang digunakan guru untuk meningkatkan  kemampuan kosakata, antara lain:&lt;br /&gt;1. Gambar yang berwarna – warni dapat membuat murid dalam belajar bahasa inggris menjadi semangat. gambar  ini dapat menerjemahkan konsep abstrak menjadi lebih realistis dan berwujud,sehingga murid tidak hanya dapat membayangkan saja.Dengan mengambil gambar-gambar dari surat kabar, majalah dan kalender tentu tidak membutukan biaya mahal. Disamping itu suasana pembelajaran menjadisemakin menyenangkan. Ini dapat dilakukan disemua tingkatan disekolah dasar&lt;br /&gt;2.menggunakan benda-benda nyata seperti mainan,  boneka, buah-buahan dari plastik,alat-alat dapur,alat-alat pertukangan,alat-alat olah raga dan lain-lain.Dengan adanya benda-benda nyata tersebut dapat membantu murid-murid untuk melihat,  menyentuh, mempelajari benda-benda tersebut.&lt;br /&gt;3. Para guru dapat juga membuat kartu dengan gambar dan kartu dengan kata-kata, untuk digunakan permainan.Itu memudahkan para siswa untuk mempraktekkan kosa kata mereka. Permainan ini biasanya di lakukan berpasangan atau berkelompok&lt;br /&gt;Dengan cara-cara tersebut siswa dapat dengan mudah memahami dan mengingat banyak kosakata. Yang nantinya dapat mempermudah siswa dalam proses belajar. Penguasaan  kosakata dalam  pembelajaran Bahasa Inggris  sangatlah penting. Misalnya, Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational, dan epistemic.Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).&lt;br /&gt;Pembelajaran bahasa khususnya bahasa inggris memiliki tujuan agar peran siswa terampil berbahasa yang mencakup masalah ketrampilan berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Salah satu metode pembelajaran kosakata yang dirasa cukup menarik adalah pembelajaran dengan menggunakan permainan. Pembelajaran dengan menggunakan permainan akan sangat efektif untuk menjelaskan suatu pengertian niskala (abstrak) atau konsep yang sering sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dengan permainan, siswa dapat merumuskan pemahaman tentang suatu konsep: kaidah-kaidah asas (prinsip), unsur-unsur pokok, proses, hasil, dampak dan seterusnya (Suyatna, 2005 : 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Simpulan&lt;br /&gt;Pada hakikatnya pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh sebab itu, tujuan utama pembelajaran bahasa inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa inggris, baik secara lisan maupun tertulis. Pengertian komunikasi yang dimaksud adalah memahami dan menggungkapkan informasi, pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa inggris.&lt;br /&gt;Para guru dapat juga membuat kartu dengan gambar dan kartu dengan kata-kata, untuk digunakan permainan.Itu memudahkan para siswa untuk mempraktekkan kosa kata mereka. Permainan ini bias dilakukan pasangan atau berkelompok&lt;br /&gt;Alat peraga dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak sekolah dasar.Sehingga tidak tergantung pada gambar dalam buku teks ,tetapi dapat lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar media inggris. Media Interview menurut Heinrich ( 1981) adalah yang media digunakan untuk membawa pesan dengan suatu tujuan. Jadilah kelebihan alat peraga visual khususnya sebagai salah satu dari media pembelajaran yang efektif&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;Para guru dapat juga membuat kartu dengan gambar dan kartu dengan kata-kata, untuk digunakan permainan.Itu memudahkan para siswa untuk mempraktekkan kosa kata mereka. Permainan ini bias dilakukan pasangan atau berkelompok&lt;br /&gt;Kita tidak perlu menggunakan media yang mahal,dapat kita gunakan hal – hal yang ada di sekitar kita yang tidak memerlukan biaya. Guru dapat menggunakan surat kabar dan majalah bekas sebagai sarana untuk media pembelajaran.Hal ini tentu tidak memerlukan biaya banyak..&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamalik. 1994. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti&lt;br /&gt;Sadiman, Arif. 1996. Media Pendidikan. Jakarta: Raja&lt;br /&gt;Soelarko. 1980. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud&lt;br /&gt;Rohani, Ahmad. 1997. Media Instruktsional Edukarif. Jakarta: Rineka Cipta&lt;br /&gt;Rahadi, Ansto. 2003. Media Pembelajaran  Jakarta : Dikjen Dikti Depdikbud&lt;br /&gt;Sudjana. 2001. Media Pengajaran. Jakarta : Sinar Baru Algensindo&lt;br /&gt;Tarigan, Henry. 1985. Penggalan Kosakata. Jakarta: Rineka Cipta&lt;br /&gt;Tarigan, Henry. 1993. Pengajaran Kosakata. Jakarta: Rineka Cipta&lt;br /&gt;Nasution. 1996. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara&lt;br /&gt;Nasution. 2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara&lt;br /&gt;Nasution. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi  Aksara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-1312647335641137140?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/1312647335641137140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=1312647335641137140' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1312647335641137140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1312647335641137140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkan-media-gambar.html' title='STRATEGI MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8364586695527171066</id><published>2008-05-19T09:58:00.002+07:00</published><updated>2008-05-19T10:06:01.849+07:00</updated><title type='text'>PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN  VIDEO CD GUNA MENGIMBANGI TUNTUTAN PENDIDIKAN YANG SEMAKIN KOMPLEK</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NAMA    : ANNA MERINA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NIM        &lt;/span&gt;: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1102405068&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JUR        : KURTEKDIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN  VIDEO CD GUNA MENGIMBANGI TUNTUTAN PENDIDIKAN YANG SEMAKIN KOMPLEK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Salah satu kebijakan pendidikan yang dituangkan dalam Propenas 1999- 2004 adalah peningkatan mutu pendidikan nasional. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dan akan terus dilakukan, di antaranya dengan melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai sarana dan sumber belajar di sekolah. Hal itu sejalan dengan undang-undang No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mensyaratkan agar setiap satuan pendidikan jalur sekolab menyediakan sarana belajar yang memadai sebagai pendukung pelaksanaan pendidikan.&lt;br /&gt;Sesuai dengan sifatnya, media audio visual memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media lainnya. Media audio visual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan.&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini penggunaan media pendidikan, khususnya media audiovisual, sudah merupakan suatu tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan sifat pembelajaran yang semakin kompleks.&lt;br /&gt;Terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai hanya dengan mengandalkan penjelasan guru. Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimat diperlukan adanya pemanfaatan media, salah satunya adalah media audio visual.&lt;br /&gt;Dalam rangka itu maka sesuai tugas dan fungsinya, Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (PUSTEKKOM) telah mengembangkan sejumlah program video pembelajaran yang ditujukan bagi siswa SD, SLIP, dan SMU. Program tersebut saat ni sudah tersebar di beberapa sekolah.&lt;br /&gt;Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa berbagai media yang ada termasuk program video pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini antara lain disebabkan tidak siapnya sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk memanfaatkan program media. Untuk itulah buku ml disusun berbagai upaya agar program video CD pembelajaran bisa dimanfaatkan secara optimal.&lt;br /&gt;B. Pengertian&lt;br /&gt;VideoNCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencema materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik.&lt;br /&gt;Secara fisik Video CD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau CD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor. Program video yang dimaksud dalam pedoman ni adalah program-program yang diproduksi oleh PUSTEKKOM DEPDIKNAS.&lt;br /&gt;C. Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan Umum :&lt;br /&gt;Secara umum tujuan penyusunan pedoman pemanfaatan mi adalah agar pemanfaatan program Video CD Pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.&lt;br /&gt;Tujuan Khusus:&lt;br /&gt;Secara khusus Pedoman mi dimaksudkari untuk membantu agar:&lt;br /&gt;1.    Kepala sekolah dapat mengelola kegiatan pemanfaatan program video pembelajaran di sekolahnya.&lt;br /&gt;2.    Guru dapat memanfaatkan program video pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;3.    Pembina dan pengawas pendidikan dapat membina pemanfaatan VCD pembelajaran pada sekolah-sekolah di wilayahnya.&lt;br /&gt;Pedoman ini ditujukan bagi:&lt;br /&gt;1.    Pembina dan pengawas pendidikan&lt;br /&gt;2.    Para pelaksana perididikan pada tingkat sekolah (kepala sekolah dan guru)&lt;br /&gt;D. Sasaran&lt;br /&gt;Para siswa khususnya SD, SLTP dan SMU&lt;br /&gt;E. Pemanfaatan&lt;br /&gt;Ø    Pola-pola Pemanfaatan&lt;br /&gt;Cara memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan karakteristik materi dan masing-masing program, misalnya:&lt;br /&gt;·    Program diputar dan awal hingga akhir dan dilkuti dengan diskusi atau tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi. &lt;br /&gt;·    Program diputar bagian per bagian, kemudian dapat diselingi dengan diskusi, penjelasan atau bermain peran dan diakhiri dengan evaluasi. &lt;br /&gt;·    Dengan cara lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Pemanfaatan program video pembelajaran mi dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, atau individual.&lt;br /&gt;1. Pola Kiasikal&lt;br /&gt;Pola kiasikal adalah pola pemanfaatan video pembelajaran yang dilakukan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam sistem ini program video bisa berlungsi sebagai pengayaan atas materi yang diajarkan oleh guru di kelas.&lt;br /&gt;Namun demikian program video pembelajaran juga bisa menjadi materi pokok, sedangkan pendalamannya dilakukan melalui penjelasan guru. Hal ini tergantung isi materi yang terdapat dalam program apakah matennya merupakan program pokok atau program pengayaan.&lt;br /&gt;Dalam pemanfaatan secara kiasikal guru hendaknya dapat merangsang siswa agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif, misalnya dengan memberikan sugesti, pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas yang jawaban atau petunjuknya terdapat di dalam program.&lt;br /&gt;Dalam pemanfaatan secara klasikal hendaknya digunakan TV monitor berwarna minimal ukuran 21 inch. Letakkanlah pesawat TV pada ketinggian yang cukup agar siswa yang duduk di bagian paling belakang masih dapat menyaksikan gambar secara jelas. Akan lebih bagus lagi bila penayangannya menggunakan LCD proyektor, karena gambar dapat diproyeksikan dengan ukuran yang Iebih besar.&lt;br /&gt;Bagaimana tempat duduk siswa diatur? Agar siswa bisa menyaksikan gambar pada pesawat TV dengan nyaman, perlu dilakukan pengaturan tempat duduk siswa.&lt;br /&gt;Jarak tempat duduk siswa yang paling dekat dengan TV adalah 4 x lebar layar televisi, sedangkan tempat duduk terjauh adalah 12 x lebar layar TV. Tempat duduk harus berada pada area sudut 90°, karena siswa yang duduk di luar titik pandang itu tidak dapat menyaksikan program dengan baik.&lt;br /&gt;Juga ketinggian letak TV harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tempat duduk siswa. Setelah menyaksikan tayangan program usahakan ada kegiatan tindak lanjut. Tindak lanjut dapat berupa diskusi atau tugas-tugas yang berhubungan dengan materi yang dibicarakan dalam program.&lt;br /&gt;Tugas yang diberikan misalnya secara kelompok meneliti sesuatu dan melaporkan hasilnya atau tugas-tugas terapan Iainnya. Apapun bentuk tugas lanjutan, petunjuk yang diberikan kepada siswa harus jelas.&lt;br /&gt;2. Pola Kelompok Kecil&lt;br /&gt;Jika program video dimaflfaatkan oleh sekelompok kecil siswa (antara 5-10 orang), maka pemanfaatan program tersebut disebut pola kelompok kecil. Pola ini akan lebih efektif bila dikaitkan dengan tugas kelompok. Tiap kelompok diberikan tugas yang berbeda, untuk memanfaatkan program. Pemanfaatannya bisa dilakukan di sekolah atau bisa juga di salah satu rumah siswa di luar jam pelajaran.&lt;br /&gt;Konsekuensinya pihak sekolah hams menyediakan fasilitas kepada siswa untuk dapat memanfaatkan program di luar jam sekolah. Jika pemanfaatannya di salah satu rumah anggota kelompok, maka pihak sekolah cukup menyediakan software (CD) untuk dipinjamkan ke siswa dan ke esokan hannya harus sudah dikembalikan agar dapat dimanfaatkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Kepada tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain (yang tidak sedang presentasi) boleh menyanggah, menambah/menyempurnakan bahkan mengurangi. Dalam presentasi hasH kelompok mi guru berfungsi sebagal fasilitator.&lt;br /&gt;3. Pola individual&lt;br /&gt;Secara individual siswa diperkenankan memanfaatkan program video pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah masing-masing. Pemanfaatan secara individual ini bisa atas inisiatif siswa itu sendiri, atau bisa juga atas inisiatif guru. Tetapi akan lebih bagus bila inisiatif itu datang dan siswa, karena hal ini berarti siswa akan lebih termotivasi. OIeh karena itu guru harus pandai-pandai merangsang siswa agar timbul kebutuhannya untuk menyaksikan program.&lt;br /&gt;Akan lebih baik jika pihak sekolah memiliki kopi program Iebih dan 3 buah untuk setiapjudulnya. Dengan demikian pelayanan pembelajaran kepada siswa akan lebih sempurna, sehingga sekolah diharapkan memiliki tulusan yang lebih berkualitas.&lt;br /&gt;Ø    Langkah Pemanfaatan&lt;br /&gt;1. Persiapan sebelum memanfaatkan program video pembeIajarafl~ guru hendaknya metakukan hat-hal sebagai benkut.&lt;br /&gt;a. Menyusun jadwal pemanfaatafl disesuaikafl dengan topik dan program belajar yang sudah dibuat.&lt;br /&gt;b. Memeriksa kelengkapan peralatan termasuk menyesuaikan tegangan peralatan dengan tegangan listrik yang tersedia di sekolah.&lt;br /&gt;c. Mempelajari bahan penyerta.&lt;br /&gt;d. Mempelajari isi program sekaligus menandai bagian-bagian yang perlu atau tidak perlu disajikan dalam kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;e. Memeriksa kesesuaian isi program video dengan judul yang tertera.&lt;br /&gt;f. Meminta siswa agar mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan lain yang diperlukan.&lt;br /&gt;g. Mengatur tempat duduk siswa agar semua siswa dapat metihat dan mendengar dengan balk.&lt;br /&gt;2. Pelaksanaan&lt;br /&gt;Selama memanfaatkan program video pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;·    Sebelum menghidupkan &amp;amp; memulai program video pembelajaran mengajak siswa agar memperhatikan materi yang akan dipelajari dengan balk.&lt;br /&gt;·    Memberikan penjelasan terhadap materi yang diajarkan&lt;br /&gt;·    Menjelaskan tujuan dan materi pokok dan program yang akan dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8364586695527171066?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8364586695527171066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8364586695527171066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8364586695527171066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8364586695527171066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/pembelajaran-menggunakan-video-cd-guna.html' title='PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN  VIDEO CD GUNA MENGIMBANGI TUNTUTAN PENDIDIKAN YANG SEMAKIN KOMPLEK'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-721642455148341173</id><published>2008-05-15T09:27:00.003+07:00</published><updated>2008-05-15T09:32:01.267+07:00</updated><title type='text'>komentar</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;anindita widya w&lt;br /&gt;1102405070&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komentar untuk kelompoknya fauzi:&lt;br /&gt;presentasi yang disampaikan sudah cukup bagus dengan power point yang menarik, jawaban yang diberikan pada penanya cukup baik dan dapat mempertahankan argumenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-721642455148341173?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/721642455148341173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=721642455148341173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/721642455148341173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/721642455148341173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/komentar_15.html' title='komentar'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-5363246996005204127</id><published>2008-05-15T09:10:00.003+07:00</published><updated>2008-05-15T09:21:34.533+07:00</updated><title type='text'>Komentar Seminar Kelas</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;satriyo abdi yudo&lt;br /&gt;1102405012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelompoknya Saean, dkk :&lt;br /&gt;1. presentasi kurang menarik karena laptop mati dan hanya membaca makalah saja&lt;br /&gt;2. dalam makalah tidak ada pembahasan yang jelas, yaitu "apa masalah yang diangkat dan  bagaimana solusi  pemecahan  masalahnya"&lt;br /&gt;3. latar belakang  masih  terlalu  luas, tidak  mengena  pada  masalah  yang akan  dibahas&lt;br /&gt;4. pembagian tugas sudah cukup  baik, karena  semuanya  menjawab  pertanyaan  yang  diajukan  pembahas dan audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-5363246996005204127?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/5363246996005204127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=5363246996005204127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5363246996005204127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5363246996005204127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/komentar-seminar-kelas.html' title='Komentar Seminar Kelas'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-5535903031265699643</id><published>2008-05-12T18:33:00.000+07:00</published><updated>2008-05-12T18:34:33.333+07:00</updated><title type='text'>Komentar presentasi mata kuliah seminar</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-5535903031265699643?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/5535903031265699643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=5535903031265699643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5535903031265699643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5535903031265699643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/komentar-presentasi-mata-kuliah-seminar.html' title='Komentar presentasi mata kuliah seminar'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-2499356577671330305</id><published>2008-05-10T00:24:00.004+07:00</published><updated>2008-05-10T01:36:03.747+07:00</updated><title type='text'>SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SEhuJx6meyA/SCSJs8v5b0I/AAAAAAAAAAw/gH6ut5WVwTA/s1600-h/pamflet+semnas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SEhuJx6meyA/SCSJs8v5b0I/AAAAAAAAAAw/gH6ut5WVwTA/s200/pamflet+semnas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198431275206668098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN (ANGKT.2005)MEMPERSEMBAHKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEMINAR NASIONAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Pengembangan dan Implementasi TIK untuk Peningkatan Pembelajaran yang Berkualitas”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAGI YANG MAU MENDAFTAR SILAHKAN HUBUNGI cONTACT PERSON KAMI.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;TEMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Pengembangan dan Implementasi TIK untuk Peningkatan Pembelajaran yang Berkualitas”&lt;br /&gt;Sub tema :&lt;br /&gt;1.Pemanfaatan Blog Pembelajaran,&lt;br /&gt;2.Keefektifan pembelajaran dengan pemanfaatan TIK,&lt;br /&gt;3.Implementasi TIK di Satuan Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBICARA:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Budi Putra, S.S (CEO Blogging Network)&lt;br /&gt;2.Dr. Iqbal Wibisono, M.H (Ketua Komisi E Bid. Kesra DPRD Jateng)&lt;br /&gt;3.Mampuono, S.Pd  (Juara I Innovative Teaching Learning&lt;br /&gt;Microsoft se-Asia Pasifik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;PELAKSANAAN KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu Kegiatan&lt;br /&gt;Hari/ tanggal : Kamis, 29 Mei 2008&lt;br /&gt;Waktu : 08-00 – 13.00&lt;br /&gt;Tempat : Gedung Serba Guna (GSG) FIP UNNES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;Biaya Pendaftaran :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Rp. 15.000,- (Mahasiswa S1)&lt;br /&gt;• Rp. 50.000,- (Guru, Dosen S1/S2)&lt;br /&gt;• Rp. 60.000,- (Umum)&lt;br /&gt;• Rp.100.000,-(Pemakalah Pendamping)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Contact Person:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Akaat H. (085647609436)&lt;br /&gt;o Wahyu BL. (085225696423)&lt;br /&gt;o Bentar Sp. (0817297381)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;PALING LAMBAT TANGGAL 27 MEI 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-2499356577671330305?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/2499356577671330305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=2499356577671330305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/2499356577671330305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/2499356577671330305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/seminar-nasional-teknologi-pembelajaran.html' title='SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI PEMBELAJARAN'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SEhuJx6meyA/SCSJs8v5b0I/AAAAAAAAAAw/gH6ut5WVwTA/s72-c/pamflet+semnas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-1035719832000413398</id><published>2008-05-07T10:16:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T10:21:43.793+07:00</updated><title type='text'>komentar</title><content type='html'>nama : sri susilowati 1102405067&lt;br /&gt;komentar untuk kelompok yang kemarin ikut KKTM &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;walaupun belum dapat juara, tetep semangat ya.&lt;br /&gt;yang penting kalian dah bisa masuk KKTM universitas dan jangan takut mencoba lagi tahun depan.&lt;br /&gt;okey!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;friend..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-1035719832000413398?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/1035719832000413398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=1035719832000413398' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1035719832000413398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1035719832000413398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/komentar.html' title='komentar'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-515141446959674795</id><published>2008-05-07T09:50:00.003+07:00</published><updated>2008-05-07T09:54:04.821+07:00</updated><title type='text'>komentar kelompok sepuluh budi dkk</title><content type='html'>R Anggita W 1102405025&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat kelompok 10 kalian bagus bisa menjawab semua pertanyaan dari temen temen dan pembahas. tiap personil sebaiknya ikut menjawab pertanyaan yang ada. kekompakan kalian bagus. kalian sudah berusaha untuk mempertahanankan argumen. SEMANGAT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-515141446959674795?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/515141446959674795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=515141446959674795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/515141446959674795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/515141446959674795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/komentar-kelompok-sepuluh-budi-dkk.html' title='komentar kelompok sepuluh budi dkk'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-4857841990745559204</id><published>2008-04-25T20:36:00.009+07:00</published><updated>2008-05-18T21:56:19.691+07:00</updated><title type='text'>Komentar Hasil Perkuliahan Seminar Teknologi Pendidikan</title><content type='html'>Komentar Hasil Perkuliahan Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Oleh : Cahyo Adi N  1102405049&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 9&lt;br /&gt;anggota : Akaat, Bentar, Fibry&lt;br /&gt;Judul : Aplikasi Macromedia Dreamweaver Untuk Pembelajaran Berbasis Web&lt;br /&gt;Komentar : Penyajian Presentasi dalam powerpoint bagus, pelaksanaan tanya jawab juga baik dan lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 10&lt;br /&gt;anggota : Budiono, Yanuar, Tata&lt;br /&gt;Judul : Pemanfaatan Media Gambar Pada Pembelajaran Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Komentar : Presentasi dengan powerpoint cukup bagus tapi kurang kompak karena salah satu anggota sangat pasif atau hanya diam saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 11&lt;br /&gt;anggota : Dwi Pramono, Tasmuri, Herman Malinton&lt;br /&gt;Judul : Evaluasi Penyelenggaraan TIK Dalam Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;Komentar : Penyajian presentasi dalam powerpoint cukup menarik, tanya jawab cukup bagus, tapi salah satu anggota sempat datang terlambat dalam presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 12&lt;br /&gt;anggota : Eki, Wahyu, Hermawan&lt;br /&gt;Judul : Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media Interaktif Untuk Mengoptimalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Komentar : Presentasi sangat menarik karena tersaji dalam bentuk flash, tanya jawab berjalan baik tapi salah satu anggota terlalu pasif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 15&lt;br /&gt;anggota : M Nur Saean, Miftahul Ulum, Cahyo Adi N&lt;br /&gt;Judul : Konsep Pembelajaran Orang Dewasa Dengan Metode Andragogi&lt;br /&gt;Komentar : Kurang persiapan karena pembagian tugas sudah ditetapkan tapi diulur dan mendadak mengerjakannya dan pengubahan konsep materi yang ada. Presentasi tidak ada powerpoint karena laptop mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 16&lt;br /&gt;anggota : fauzi, Kiki, Devi anjar&lt;br /&gt;Judul : Pengaruh Negatif Media Televisi Terhadap Belajar Anak&lt;br /&gt;Komentar : Presentasi hanya dilakukan satu orang saja karena anggota yang lain tidak hadir karena berhalangan, presentasi bagus dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan. salut buat fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 17&lt;br /&gt;anggota : Lilis andriyani, Eri&lt;br /&gt;Komentar : Presentasi yang disajikan bagus dan lancar, tapi kondisi kurang kondusif karena ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-4857841990745559204?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/4857841990745559204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=4857841990745559204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4857841990745559204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4857841990745559204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/komentar-hasil-perkuliahan-seminar.html' title='Komentar Hasil Perkuliahan Seminar Teknologi Pendidikan'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8068787465651640478</id><published>2008-04-25T19:04:00.003+07:00</published><updated>2008-04-25T19:22:08.170+07:00</updated><title type='text'>komentar untuk kelompok 11</title><content type='html'>oleh:&lt;br /&gt;SATRIYO ABDI YUDO&lt;br /&gt;1102405012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar untuk kelompok 11(Tasmuri, dkk)&lt;br /&gt;1. Pembahasan terlalu luas dan masih bersifat umum.&lt;br /&gt;2. Dalam latar belakang hanya menguraikan harapan yang akan dicapai saja dan tidak menggambarkan     kondisi nyata di lapangan.&lt;br /&gt;3. Penyampaian makalah terlalu cepat, sehingga audiens kurang mengerti maksud dari isi makalah.&lt;br /&gt;4. Tulisan dalam slide terlalu banyak dan kurang animasi-animasi, sehingga kurang menarik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8068787465651640478?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8068787465651640478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8068787465651640478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8068787465651640478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8068787465651640478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/komentar-untuk-kelompok-11.html' title='komentar untuk kelompok 11'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-3913612378633031410</id><published>2008-04-25T10:54:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T10:56:59.285+07:00</updated><title type='text'>analisis lomba karya tulis ilmiah</title><content type='html'>Nama : Eka fitriana&lt;br /&gt;Nim : 1102405064&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul   : Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai Media Interaktif untuk &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                                       Mengoptimalkan Penyampaian MAPEL Bergambar.&lt;br /&gt;Penyaji   : -     Eka fitriani&lt;br /&gt;- Wahyu Budi L.&lt;br /&gt;- Hermawan A.&lt;br /&gt;      Komentar Makalah: Kenapa dalam analisis gambar harus menggunakan flash?&lt;br /&gt;                                       Kenapa tidak memakai yang lain.&lt;br /&gt;      Komentar Media  : -&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Judul  : Sistem Pembelajaran On-Line Berbasis Blog&lt;br /&gt;Penyaji  :  -     Nur Aeni W.&lt;br /&gt;- Adi Supriyadi&lt;br /&gt;- Eri Setyo P.&lt;br /&gt;Komentar Makalah: -     Kenapa harus menggunakan blog?&lt;br /&gt;                                 -     Dalam perkuliahan sistem pembelajaran ini dalam hal  psikologi kurang tepat.&lt;br /&gt;- Jika blog itu dikenakan biaya akan sangat merugikan.&lt;br /&gt;Komentar Media : - Untuk font yang digunakan terlalu kecil dan banyak sehingga    tidak menjangkau semua peserta di dalam ruangan yang luas dan panjang.&lt;br /&gt;- Pembukaan terlalu banyak sehingga waktu yang disediakan untuk presentasi menjadi tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Judul  : Inisiasi dini care sebagai upaya pemberdayaan Posyandu menjadi &lt;br /&gt;                                      menjadi media sosialisasi dini masyarakat.&lt;br /&gt;      Penyaji  :  -     Diah Resti&lt;br /&gt;- Nur Rohmah&lt;br /&gt;- Aritha Rahmadani&lt;br /&gt;Komentar Makalah: Dalam pembahasan tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal   &lt;br /&gt;                                 dan ayat, fokus saja kepada judulnya.   &lt;br /&gt;Komentar Media : Bahwa di Indonesia Posyandu kurang dalam mensosialisasikan &lt;br /&gt;                                Sistem inisiasi dini kepada masyarakat bukan hanya program &lt;br /&gt;                                Ini tetapi juga program lainnya dan juga terbatasnya Posyandu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Judul  : Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi&lt;br /&gt;                                      ( TIK) dalam Pendidikan Di Indonesia.&lt;br /&gt;Penyaji  :  -     Ah. Tasmuri&lt;br /&gt;- Dwi Pramono&lt;br /&gt;- Herman malinton&lt;br /&gt;Komentar Makalah: -     Judul harus diperbaharui&lt;br /&gt;- Penulisan salah dalam kata penulisan&lt;br /&gt;- Judulnya kurang tepat dalam LKTM&lt;br /&gt;Komentar Media : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Judul  : Konsep Smart Card Baru&lt;br /&gt;Penyaji  : - Hidayat dkk.&lt;br /&gt;Komentar Makalah; Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik proses pembelajaran dengan sistem menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media   : Media yang dipakai terlalu sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Judul  : Cooperatif Learning sebagai Model Pembelajaran Alternatif  &lt;br /&gt;Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika.&lt;br /&gt;Penyaji  :  -     Desi Widi H.&lt;br /&gt;- Wahyu widyaningsih&lt;br /&gt;- Ari Suprihatin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah: -     Sangat baik sekali&lt;br /&gt;- Program harus dalam BAB pembahasan bukan pada latar belakang&lt;br /&gt;- Hanya mengangkat permasalahan cooperative learning dalam mata pelajaran matematika. Faktor hanya dari model cooperative learning dalam pembelajaran itu sendiri tidak ada.&lt;br /&gt;Komentar Media : Penulisannnya sangat bagus dan berurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Judul  : Bernyanyi untuk alam sebagai upaya meningkatkan kesadaran,&lt;br /&gt;                                      menjaga lingkungan pada anak-anak.&lt;br /&gt;Penyaji  ; Hendrasyah dkk.&lt;br /&gt;Komentar Makalah: Latar belakangnya terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran-pencurian &lt;br /&gt;Komentar Media   : Terlalu rame dan warna contras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Judul  : Compact Disk Of Autism Children Theraphy (CDAT).&lt;br /&gt;Penyaji  : Dian Bayu P. dkk&lt;br /&gt;Komentar Makalah; Tingkat keefektifannya kurang&lt;br /&gt;Komentar Media : Medianya kurang memberi penjelasan dalam bentuk compact disk sehingga kurang dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Judul  : Penanaman Nilai Modal Melalui PGTK &lt;br /&gt;Penyaji  : Sri Lestari Ningsih dkk.&lt;br /&gt;Komentar Makalah: -     Dalam hal ini anak didik tertarik pada pembawannya bukan   pada tokohnya.&lt;br /&gt;- Pada kata pengantar atau latar belakangnya dalam imajinasi anak belum mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajarannya.&lt;br /&gt;     Komentar Media ; -&lt;br /&gt;                                  &lt;br /&gt;10. Judul  : Laerning Styles Apporropriate (LSA) sebagai metode &lt;br /&gt;                                       pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak usia 8-10 tahun.&lt;br /&gt;      Penyaji  :  -     Gladis&lt;br /&gt;- Nuqsan &lt;br /&gt;      Komentar Makalah: -&lt;br /&gt;      Komentar Media : tulisan dan fontnya  terlalu style dan kecil untuk taraf presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Judul             : Televisi sebagai media pembelajaran untuk membentuk karakter  &lt;br /&gt;                                      Perilaku positif dan meningkatkan hasil belajar.                              &lt;br /&gt;      Penyaji              :  -  Aris Munandar&lt;br /&gt;                                        -  Miftahul Fauzi&lt;br /&gt;                                        -  Devi Anjar&lt;br /&gt;       Komentar Makalah : Tidak menjelaskan bagaimana memanfaatkan televisi yang benar untuk membentuk perilaku yang positif dan meningkatkan hasil belajar para pengguna televisi &lt;br /&gt;Komentar Media   : Tanda baca dalam penulisan kurang jelas dan terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Judul    : Meningkatkan harmonisasi hubungan orang tua-anak bagi &lt;br /&gt;                                         semua kalangan melalui Home Scholing.&lt;br /&gt;Penyaji    : -    Indah Suci Lestari&lt;br /&gt; -    Dzulifah&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Secara administrative penulisnya kurang, karena tidak mencantumkan dan menguraikan kesimpulan dalam makalah.&lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton, sehingga kurang menarik. Dan perlu adanya animasi untuk menarik perhatian peserta LKTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Judul : Coms Program Upaya Untuk Meningkatkan Minat Membaca.&lt;br /&gt;Penyaji : -   Ida Royani &lt;br /&gt;- Nur Kholis Majid&lt;br /&gt;Komentar Makalah   ; - Referensi penulisan salah&lt;br /&gt;- Rumusan masalah masih bersifat umum&lt;br /&gt;- Program itu saja untuk umum mungkin kurang cocok dan belum tepat.&lt;br /&gt;- Bagian saran untuk membaca kurang sesuai dengan isi makalah.&lt;br /&gt;Komentar Media    ; Antara background dan text warnanya terlalu kontras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Judul      : Penanaman nilai moral melalui tokoh bima dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Penyaji     : Sri Lestari Ningsih dkk.&lt;br /&gt;Komentar Makalah  ; Dalam pembelajaran lewat wayang Bima sebagai tokoh yang baik ini, apakah anak-anak sudah mampu untuk mengaplikasikan proses pembelajarannya lewat tokoh tersebut? Padahal imajinasi anak belum sampai pada taraf ini, jadi kurang cocok jika diterapkan untuk anak-anak TK&lt;br /&gt;Komentar Media    : Media yang digunakan sudah cukup baik, karena selain menggunakan slide power point, kelompok ini menggunakan media wayang dan melakonkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-3913612378633031410?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/3913612378633031410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=3913612378633031410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/3913612378633031410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/3913612378633031410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-ilmiah_25.html' title='analisis lomba karya tulis ilmiah'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-1824595784644917733</id><published>2008-04-23T15:02:00.003+07:00</published><updated>2008-04-23T15:12:24.070+07:00</updated><title type='text'>Multiple Inteligen Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Bahasa Indonesia Dalam Pembelajaran</title><content type='html'>MULTIPLE INTELEGEN &lt;br /&gt;UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN&lt;br /&gt;GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Astuti   1102405016&lt;br /&gt;Ratih Anggita W. 1102405025&lt;br /&gt;Khusnul Khoifah  1102405036&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Berbagai dugaan dan fakta menyatakan bahwa mutu pendidikan dan pembelajaran di Indonesia rendah, bahkan sangat rendah. Data Human Development Indexs (HDI) tahun 1999 s.d. 2001 menempatakan Indonesia pada posisi 105 s.d. 109 diantara 175 negara jauh dibawah tiga negara tetangga Indonesia. Hasil survai Political and Economic Rick Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong menunjukan bahwa &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;diantara 12 negara yang disurvai, sistem dan mutu pendidikan Indonesia menempati urutan 12 dibawah Vietnam (Tim BBE, 2001). &lt;br /&gt;Salah satu indikasi dapat dilihat dari nilai rata-rata UAN selama sepuluh tahun terakhir juga menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa-siswa Indonesia tergolong rendah. Berbagai sinyalemen dan dugaan banyak kalangan juga relatif senada. Jika semua dugaan dan data tersebut cermat dan benar, hal ini merupakan isyarat keterpurukan mutu pendidikan khususnya mutu pembelajaran Indonesia; isyarat rendahnya mutu dan prestasi pembelajaran di Indonesia. Rendahnya kualitas pendidikan khususnya pembelajaran di Indonesia merupakan cerminan rendahnya atau kurangnya kualitas profesionalnya guru dalam melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pembelajaran, di samping banyak faktor lain. Secara langsung banyak kalangan &lt;br /&gt;Secara langsung banyak kalangan menyatakan bahwa profesionalitas guru-guru Indonesia secara umum termasuk guru bahasa Indonesia  masih memprihatinkan dibandingkan dengan profesionalitas guru-guru di negara lain.  Kondisi objektif di lapangan memang menunjukkan tanda-tanda masih kurang atau rendahnya profesional, antara lain:&lt;br /&gt;(1)  Masih banyak guru  bahasa Indonesia yang bertugas di SD/MI maupun di SMP/MTs dan SMA/MA yang tidak berlatar pendidikan sesuai dengan ketentuan dan bidang studi yang dibinanya. Contoh di sebagian besar Madura masih banyak guru bahasa Indonesia MI yang berlatar belakang lulusan pondok pesantren. Demikian juga, di sebagian besar Jawa Timur juga masih banyak guru MI yang berlatar belakang pondok pesantren di Banjarnegara juga masih bnayak guru yang mngajarkan mata pelajaran tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya salah satu sekolha yang sepeti itu di daerah kecamatan mandiraja desa jalatunda SDN 2 Jalatunda masih banyak guru yang mengajar banyak materi.&lt;br /&gt;(2) Masih banyak guru  yang kurang terpacu dan termotivasi untuk memberdayakan diri, mengembangkan profesionalitas diri dan memuthakirkan pengetahuan mereka secara terus menerus-menerus dan berkelanjutan meskipun cukup banyak guru Indonesia yang sangat rajin mengikuti program pendidikan.&lt;br /&gt;(3) Masih banyak guru yang kurang terpacu, terdorong dan tergerak secara pribadi untuk mengembangkan profesi mereka sebagai guru. Para guru umumnya masih kurang mampu menulis karya ilmiah bidang pembelajaran, menemukan teknologi sederhana dan tepat guna bidang, membuat alat peraga pembelajaran, dan atau menciptakan karya seni. &lt;br /&gt;(4) Hanya sedikit guru Indonesia yang  secara sungguh-sungguh, penuh kesadaran diri dan kontinu menjalin kesejawatan dan mengikuti pertemuan–pertemuan untuk mengembangkan profesi .&lt;br /&gt;Keempat hal di atas setidak-tidaknya merupakan bukti pendukung bahwa mutu profesionalitas guru di Indonesia masih rendah. Kurang memuaskan, bahkan memprihatinkan meskipun berbagai upaya pengembangan dan peningkatan mutu profesionalitas sudah dilakukan oleh pemerintah. Hal  itu terjadi karena terdapat berbagai kendala pengembangan dan peningkatan mutu profesionalitas guru di Indonesia, di antaranya adalah;&lt;br /&gt;(a)   Kendala personal berupa rendahnya kesadaran guru untuk mengutamakan mutu dalam pengembangan diri, kurang termotivasinya guru untuk memiliki program terbaik bagi pemberdayaan diri, tertanamnya rasa tidak berdaya dan tidak mampu untuk mengembangkan profesi.&lt;br /&gt;(b)    Kendala ekonomis berupa terbatasnya kemampuan financial guru untuk  secara berkelanjutan mengembangkan diri, amat rendahnya penghasilan sebagai guru sehingga memaksa mereka bekerja macam-macam, dan banyaknya  pungutan dan pembiayaan kepada mereka sehingga mengurangi kemampuan ekonomis untuk mengembangkan profesi.&lt;br /&gt;(c)   Kendala struktural berupa banyaknya pihak yang mengatur dan mengawasi guru sehingga mereka tak bisa  bekerja dengan tenang, rumitnya jenjang dan jalur pengembangan profesi dan karier sehingga mereka merasa tidak berdaya dan  terlalu ketat dan kakunya berbagai birokrasi yang mengikat para guru sehinngga tidak mampu mengembangkan kreativitas.&lt;br /&gt;(d)   Kendala sosial berupa rendahnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru, kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pengembangan profesi guru, dan kurangnya fasilitas sosial bagi pengembangan profesi guru.&lt;br /&gt;(e)   Kendala budaya berupa rendahnya  budaya kerja berorientasi mutu hingga para guru bekerja seadanya.&lt;br /&gt;Berbagai kendala tersebut berkorelasi dengan faktor-faktor lain di luar bidang pendidikan dan pembelajaran sehingga membuat para guru tidak berdaya, tidak otonomi dan berdaulat. Kendala-kendala tersebut selain dapat diatasi dengan strategi personal, ekonomis, struktural,  social,  dan kultural juga dapat diatasi dengan  mengembangkan multiple intelegensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdarkan pada latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan dua permasalahan pokok yang akan dijsadikan bahan kajian lebih lanjut.&lt;br /&gt;1. Bagaimana meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar degan multiple intelegensi?&lt;br /&gt;2. Bagaimana dampak multiple intelegensi dalam peningkatan kualitas guru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  Tujuan &lt;br /&gt;Berdasarkan permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan dua  tujuan utama  dari karya tulis ini, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mendiskripsikan multiple intelegensi dalam peningkatan kualitas guru.&lt;br /&gt;2. Mendiskripsikan dampak multiple intelegensi dalam peningkatan kualias guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.  Manfaat&lt;br /&gt;Manfaat yang diharapkan dari penulisan karya tulis ini adalah:&lt;br /&gt;1. Secara teoritis diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang multiple intelegensi dalam peningkatan kualitas guru.      &lt;br /&gt;2. Secara praktis diharapkan prosedur multiple intelegensi dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam pengelolaan kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran bahasa indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Intelegensi Ganda&lt;br /&gt;Gardner mendefinisikan intelgensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata (1983;1993). Dalam pengertian di atas sangat jelas bahwa inteligensi bukan hanya kemampuan seseorang untuk menjawab suatu tes IQ dalam kamar tertutup yang lepas dari lingkungannya. Inteligensi memuat kemampuan untuk memecahkan persoalan yang nyata dalam situasi yang bermacam-macam. Tekanan pada persoalan nyata ini sangat penting bagi Gardner karena seseorang baru sungguh berinteligensi tinggi bila dia dapat menyelesaikan persoalan dalam hidup yang nyata, bukan hanya dalam teori. Semakin tinggi inteligensinya bila ia dapat memecahkan persoalan dalam hidup nyata dan situasi yang bermacam-macam, situasi hidup yang sungguh kompleks. Maka, untuk mengerti inteligensi seseorang yang menonjol perlu dilihat bagaimana orang itu menghadapi persoalan nyata dalam hidup, bukan hanya dengan tes di atas meja. Inilah perbedaannya dengan pengukuran IQ seseorang, IQ diukur dengan tes di atas meja. &lt;br /&gt;1. Kriteria Suatu Inteligensi&lt;br /&gt;Bagi Gardner, suatu kemampuan disebut inteligensi bila menunjukkan suatu kemahiran dan ketrampilan seseorang untuk memecahkan persoalan dan kesulitan yang ditemukan dalam hidupnya. Selanjutnya, dapat juga menciptakan suatu produk baru, dan bahkan dapat menciptakan persoalan berikutnya yang memungkinkan pengembangan kemampuan baru. Jadi, dalam kemampuan itu ada unsur pengetahuan dan keahlian. Kepampuan itu sungguh mempunyai dampak, yaitu dapat memecahkan persoalan yang dialami dalam kehidupan nyata. Namun, tidak berhenti disitu, pengetahuan juga dapat menciptakan persoalan-persoalan lebih lanjut berdasarkan persoalan yang dipecahkan, untuk mengembangkan pengetahuan yang lebih maju dan canggih. Gardner menambahkan bahwa pemecahan persoalan itu terjadi dalam konteks budaya tertentu. Dengan demikian, dapat terjadi cara pemecahan suatu masalah menjadi berbeda-beda karena perbedaan budaya.&lt;br /&gt;Secara umum Gardner memberikan syarat kemampuan yang dapat dipertimbangkan sebagai inteligensi dalam teori inteligensi gandanya, yaitu bersifat universal. Kemampuan itu harus berlaku bagi banyak orang, bukan hanya untuk beberapa orang. Maka, kemampuan makan dan minum banyak tidak dianggap sebagai inteligensi.&lt;br /&gt;Kedua, kemampuan itu dasarnya adalah unsur biologis, yaitu karena otak seseorang, bukan sesuatu yang terjadi karena latihan atau training. Kemampuan itu sudah ada sejak orang lahir, meski dalam pendidikan dapat dikembanngkan&lt;br /&gt;2. Inteligensi Linguistik.&lt;br /&gt;Gardner menjelaskan inteligensi linguistik sebagai kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara oral maupun tertulis seperti dimiliki para pencipta puisi, editor, jurnalis, dramawan, sastrawan, pemain sandiwara, maupun orator. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan bahasa secara umum. Orang yang berinteligensi linguistik tinggi akan berbahasa lancar, baik dan lengkap. Ia mudah untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, mudah belajar beberapa bahasa. Orang tersebut dengan mudah mengerti urutan dan arti kata-kata dalam belajar bahasa. Mereka mudah untuk menjelaskan, mengajarkan, menceritakan pemikirannya kepada orang lain. Mereka lancar dalam berdebat. &lt;br /&gt;Kegiatan atau usaha yang sangat cocok bagi orang yang mempunyai inteligensi linguistik tinggi adalah sebagai penulis puisi, novel, cerita, berita dan sejarah. Pekerjaan sebagai wartawan, jurnalis, editor, kritikus sastra, ahli sastra, cocok juga bagi inteligensi ini. &lt;br /&gt;Orang yang inteligensi linguistiknya tidak tinggi, tetap dapat belajar bahasa dan menggunakan bahasa tersebut. Namun, hasilnya akan kurang lancar.&lt;br /&gt;3. Inteligensi Matematis-logis&lt;br /&gt;Menurut Gardner, inteligensi matematis-logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif, seperti dipunyai seorang matematikus, saintis, programmer, dan logikus. Termasuk dalam inteligensi adalah kepekaan pada pola logika, abstraksi, kategorisasi, dan perhitungan. Orang yang mempunyai inteligensi matematis-logis sangat mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi dalam pemikiran serta cara mereka bekerja. Dalam menghadapi banyak persoalan, dia akan mencoba mengelompokkannya sehingga mudah dilihat mana yang pokok dan yang tidak, mana yang berkaitan antara satu dan yang lain, serta mana yang merupakan persoalan lepas. Mereka juga dengan mudah membuat abstraksi dari suatu persoalan yang luas dan bermacam-macam sehingga dapat melihat inti persoalan yang dihadapi dengan jelas. Mereka suka dengan simbolisasi, termasuk simbolisasi matematis. Pemikiran orang berinteligensi matematis-logis adalah induktif dan deduktif. Jalan pemikirannya bernalar dan dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat. Bila mengahadapi persoalan, ia akan lebih dahulu menganalisisinya secara sistematis, baru kemudian mengambil langkah untuk memecahkannya. Biasanya orang yang menonjol dalam inteligensi ini dapat menjadi organisator yang baik.&lt;br /&gt;Orang yang kuat dalam inteligensi matematis-logis secara menonjol dapat melakukan tugas memikirkan sistem-sistem yang abstrak, seperti matematika dan filsafat. Kebanyakan para filsuf dan ahli matematika memang sangat kuat inteligensi matematis-logisnya. Orang yang berinteligensi matematis-logis mudah belajar berhitung, kalkulus dan bermain dengan angka. Bahkan, ia dengan senang menggeluti simbol angka dalam buku matematika daripada kalimat yang panjang-panjang. Pemikiran orang ini adalah ilmiah, berurutan. Silogismenya kuat sehingga mudah dimengerti dan mudah mempelajari persoalan analitis.&lt;br /&gt;Mereka juga cocok untuk menjelaskan kenyataan fisis seperti yang terjadi dengan sains. Dengan kekuatan pada pemikiran induktif, mereka dapat dengan mudah melihat dan mengumpulkan gejala-gejala fisis, kemudian merangkumkannya dalam suatu kesimpulan ilmiah. Maka, mereka dapat menemukan suatu hukum ataupun teoridari gejala-gejala fisis yang diteliti. Itulah yang dilakukan oleh para saintis. Mereka juga dapat dengan baik melakukan tugas sehari-hari yang berkaitan dengan negosiasi seperti jual beli, berdagang, membuat strategi memecahkan persoalan, merencanakan suatu proyek, dan sebagainya. Tokoh-tokoh yang menonjol dalam inteligensi matematis-logis misalnya Einsten (ahli fisika), John Dewey (ahli pendidikan), Bertrand Russell (filsuf), Stephen Hawking (ahli fisika), Habibi (mantan presiden Indonesia ahli pesawat terbang).&lt;br /&gt;4. Inteligensi Ruang Visual&lt;br /&gt;Menurut Gardner, inteligensi ruang (spatial intelligence) atau kadang disebut inteligensi ruang-visual adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat, seperti dipunyai para pemburu, arsitek, navigator, dan dekorator. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat, melakukan perubahan suatu benda dalam pikirannya dan mengenali perubahan itu, menggambarkan suatu hal/ benda dalam pikiran dan mengubahnya dalam bentuk nyata, serta mengungkap dan data dalam bentuk grafik, juga kepekaan terhadap keseimbangan, relasi, warna, garis, bentuk dan ruang. &lt;br /&gt;Orang yang berinteligensi ruang baik dengan mudah membayangkan benda dalam ruang berdimensi tiga, mereka mudah mengenal relasi benda-benda dalam ruang secara tepat. Meski melihat dari jauh, ia dapat memperkirakan letak benda itu. Itulah yang banyak dipunyai oleh para navigator di tengah lautan yang luas. &lt;br /&gt;Orang yang memiliki inteligensi ruang-visual tinggi punya persepsi yang tepat tentang suatu benda dengan ruang di sekitarnya, ia dapat memandang dari segala sudut. Maka, ia dapat menggambarkan kedudukan ruang dengan baik seperti para arsitek. &lt;br /&gt;Orang yang kuat dalam inteligensi ruang-visual dapat dengan baik melakukan pekerjaan seperti manggambar, melukis, memahat, menghargai hasil seni, membuat peta dan membaca peta, menemukan jalan dan lingkungan baru, mengerti dimensi tiga, bermain catur ataupun permainan yang membutuhkan kemampuan mengingat bentuk dan ruang. Beberapa tokoh berikut dapat dimasukan dalam kelompok berinteligensi ruang-visual tinggi, seperti Pablo Picassa (pelukis), Affandi (pelukis di Yogyakarta), Sidharta (pemahat), dan Michaelangelo (pelukis).&lt;br /&gt;5. Inteligensi Kinestik-Badani&lt;br /&gt;Inteligensi kinestik-badani, menurut Gardner, adalah kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuk untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan seperti ada pada aktor, atlet, penari, pemahat, dan ahli bedah. &lt;br /&gt;Orang yang mempunyai inteligensi kinestik-badani dengan mudah dapat mengungkapkan diri dengan gerak tubuh mereka. Apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan mudah diekspresikan dengan gerak tubuh, dengan tarian dan ekspresi tubuh. Mereka juga dengan mudah dapat memainkan mimik, drama dan peran. Mereka dengan mudah dan cepat melakukan gerak tubuh dalam olahraga dengan segala macam variasinya. Yang sangat menonjol dalam diri mereka adalah koordinasi dan fleksibilitas tubuh yang begitu besar.&lt;br /&gt;Orang yang kuat dalam inteligensi kinestik-badani juga sangat baik dalam menjalankan operasi bila ia seorang dokter bedah. Beberapa tokoh berikut sering dimasukan dalam mereka yang berinteligensi kinestik-badani tinggi, yaitu Martha Graham (penari balet), Charlie Chaplin (pemain pantomim yang ulung), Dustin Hoffman (aktor film), Marcel Marceau (pemain pantomim), Kristi Yamaguchi (penari balet di atas salju), Martina Navratilova (pemain tenis).&lt;br /&gt;6. Inteligensi Musikal&lt;br /&gt;Dalam hidup ini memang ada orang-orang tertentu yang sungguh menonjol bakat dan kemampuannya dalam hal musik. Kita banyak mengenal para komponis musik, seperti Bach, Mozart, Beethoven yang memang sungguh jenius dalam hal musik. Di Indonesia  kita juga mengenal banyak komponis musik baik klasik, rock ataupun pop. Mereka sangat mudah mengekspresikan diri dan gagasan lewat musik dan lagu. Meurut Gardner mereka memiliki inteligensi musical yang menonjol. &lt;br /&gt;Gardner menjelaskan inteligensi musikal sebagai kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikamati bentuk-bentuk musik dan suara. Di dalamnya termasuk kepekaan akan ritme, melodi dan intonasi: kemampuan memainkan alat musik, kemampuan menyanyi, kemampuan untuk mencipta lagu, kemampuan untuk menikmati lagu, musik dan nyanyian. &lt;br /&gt;Orang yang kuat dalam inteligensi musikal biasanya cocok untuk mengerjakan tugas sebagai komposer musik, menginterpretasikan musik, memainkan, dan memimpin pentas musik. Dan jelas mereka juga akan akan sangat senang menjadi pendengar yang baik untuk berbagai bentuk musik.&lt;br /&gt;7. Intelegensi Interpersonal&lt;br /&gt;Inteligensi interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam inteligensi ini. Secara umum inteligensi interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang. Inteligensi ini banyak dipunyai oleh para komunikator, fasilitator, dan penggerak massa.&lt;br /&gt;Siswa yang mempunyai inteligensi interpersonal tinggi mudah bergaul dan berteman. Meskipun sebagai orang baru dalam suatu kelas atau sekolah, ia dengan cepat dapat masuk ke dalam kelompok. Ia mudah berkomunikasi dan mengumpulkan teman lain. Bila dilepas seorang diri, ia akan dengan cepat mencari teman. Dalam konteks belajar, ia lebih suka belajar bersama orang lain, lebih suka mengadakan studi kelompok. Siswa ini kadang mudah berempati dengan teman yang sakit atau sedang punya masalah dan kadang mudah untuk ikut membantu. Dalam suatu kelas, bila guru memberikan pekerjaan atau tugas secara bebas, siswa-siswa yang mempunyai inteligensi interpersonal akan dengan cepat berdiri dan mencari teman yang mau diajak kerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Intelegensi Inrapersonal&lt;br /&gt;Inteligensi personal adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasarkan pengenalan diri itu. Termasuk dalam inteligensi ini adalah kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri. Orang ini punya kesadaran tingi akan gagasan-gagasannya, dan mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan pribadi. Ia sadar akan tujuan hidupnya. Ia dapat mengatur perasaan dan emosinya sehingga kelihatan sangat tenang.&lt;br /&gt;Siswa yang menonjol dalam inteligensinya intrapersonal sering kelihatan pendiam, lebih suka bermenung di kelas. Bila ada waktu istirahat, kalau ada teman-teman lain bermain, ia kadang lebih suka sendirian berefleksi atau berfikir. Ia lebih suka bekerja sendiri. Bila guru memberikan tugas bebas, siswa ini kadang diam lama merenungkan tugas itu sebelum mengerjakan sendiri. Ia tidak tertarik bahwa teman-temannya mengerjakan tugas itu berkelompok. Guru yang tidak tahu sering memarahi siswa ini karena sepertinya ia tidak mendengarkan dan hanya melamun. Padahal ia sebenarnya sedang berfikir dalam.&lt;br /&gt;9. Inteligensi Lingkungan&lt;br /&gt;Gardner menjelaskan inteligensi lingkungan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensi lain dalam alam natural; kemampuan untuk memahami dan menikmati alam; dan menggunakan kemampuannya secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan akan alam. Dalam pembicaraan dengan Durie, Gardner menjelaskan bahwa inteligensi lingkungan adalah kemampuan manusiawi untuk mengenal tanaman, binatang dan bagian-bagian lain dari lingkungan alam seperti awan atau batu-batuan. &lt;br /&gt;Siswa yang mempunyai inteligensi lingkungan tinggi kiranya dapat dilihat pada kemampuannya mengenal, mengklasifikasikan, dan menggolongkan tanaman-tanaman, binatang serta alam mini yang ada di sekolah. Namun, menurut Gardner, kemampuan itu tetap dapat dikembangkan, yaitu dengan mengembangkan daya kategorisasi anak. Misalnya, dengan diberi macam-macam barang berbagai bentuk dan warna, anak diajak untuk dapat melakukan penggolongan yang sistematis.&lt;br /&gt;Siswa yang berinteligensi lingkungan tinggi akan senang bila bicara di luar sekolah, seperti berkemah bersama di pegunungan, karena ia dapat menikmati keindahan alam. Siswa ini juga akan mudah mempelajari biologi dan akan semakin lancar bila ia juga punya inteligensi matematis-logis.&lt;br /&gt;10. Inteligensi Eksistensial&lt;br /&gt;Gardner menyatakan, inteligensi eksistensial. Inteligensi ini lebih menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Orang tidak puas hanya menerima keadaannya, keberadaanya secara otomatis, tetapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. Pertanyaan itu antara lain: mengapa aku ada, mengapa aku mati, apa makna dari hidup ini, bagaimana kita sampai ke tujuan hidup. Inteligensi ini tampaknya sangat berkembang pada banyak filsuf, terlebih filsuf eksistensialis yang selalu mempertanyakan dan mencoba menjawab persoalan eksistensi hidup manusia. Filsuf-filsuf seperti Sokrates, Plato, Thomas Aquinas, Descrates, Kant, Sastre, Neitzsche termasuk mempunyai inteligensi eksistensi tinggi.&lt;br /&gt;Anak yang menonjol dengan intelegensi eksistensial akan mempersoalkan keberadaannya ditengah alam raya yang besar ini. Mengapa kita ada disini? Apa peran kita dalam dunia yang besar ini? Mengapa aku ada disekolah, ditengah teman-teman, untuk apa ini semua? Anak yang menonjol disini sering kali mengajukan pertanyaan yang jarang dipikirkan orang termasuk gurunya sendiri. Misalnya tiba-tiba ia bertanya, ”apa manusia semua akan mati? Kalau semua akan mati, untuk apa aku hidup?”.&lt;br /&gt;11. Keceredasan Spiritual&lt;br /&gt;Kecerdasan spiritual banyak dimiliki oleh para rohaniawan. Kecerdasan ini berkaitan dengan bagaimana manusia berhubungan dengan Tuhannya. Kecerdasan ini dapat dikembangkan pada setiap orang melalui pendidikan agama, kontemplasi kepercayaan, dan refleksi teologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Guru &lt;br /&gt;Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu, belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang profesional harus menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainya perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan prajabatan.&lt;br /&gt;Tugas dan peran guru tidakalah terbatassi dalam masyarakat, bahkan guru pada hakekatnya guru merupakan komponen strategis yang memilih peran penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. &lt;br /&gt;Keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintas perjalanan zaman dengan teknologi yang kian cangggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehudupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamika untuk mengadaptasikan diri.&lt;br /&gt;Semakin akurat para guru melaksanakan fungsinya, semakin terjamin tercipta dan terbinanya kesiapan dan kendala sebagai seorang pembangunan. dengan kata lain, potret dan wajah diri bangsa dimasa depan tercermin dari potret dari guru masa kini, dan gerak maju dinamika kehidupan bangsa berbanding lurus dengan citra para guru di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar&lt;br /&gt;a. Guru Sebagai Demonstrasor&lt;br /&gt;Melalui perannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya nantiasa mengembangkan dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya kerena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa.&lt;br /&gt;b. Guru Sebagai Pengelola Kelas&lt;br /&gt;Dalam perannya sebagai pengelola kelas (Learning manager), guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Lingkungan yang baik ialah yan bersifat menantang dan merangsang siswa unuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Tujuan umum pengelolaan kelas ialah menyediakan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik. Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan  alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diarapkan.&lt;br /&gt;c. Guru Sebagai Mediator dan Fasilitator&lt;br /&gt;Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. &lt;br /&gt;Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang beguna serta dapat menujang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar, baik yang berupa nara sumber, buku, teks, majalah ataupun surat kabar.&lt;br /&gt;d. Guru Sebagai Evaluator&lt;br /&gt;Untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar dikatakan berhasil dan guru mampu mengoreksi selama proses belajar mengajar yang masih perlu untuk diperbaiki atau dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendekatan Penulisan&lt;br /&gt;Pendekatan penulisan dalam karya ini adalah kualitatif deskriptif yang berupaya melihat masalah dalam dunia pendidikan kemudian berupaya merumuskan solusi pemecahan masalahnya secara mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sumber Penulisan&lt;br /&gt;Sumber penulisan dalam karya tulis ini merupakan data sekunder yang diambil dari buku, berita dari internet yang relevan dengan tujuan penulisan karya ini, yaitu mengenai pendidikan, intelegensi ganda, kualitas guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sasaran penulisan&lt;br /&gt;Sasaran penilisan dalam karya tulis ini adalah para praktisi dan akademisi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tahapan Penulisan&lt;br /&gt;Tahapan penulisan karya ini dimulai dari: (1) penelusuran masalah, yaitu mengenai pemanfaatan intelegensi ganda pada siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan. (2) mencari literatur yang relevan (3) kategorisasi data atau tepatnya mengumpulkan data dan menyeleksi teori yang relevan dengan bahasan ini, hasil dari seleksi terdapat dalam bab II tentang landasan teori, (4) analisi data atau teori dengan serangkaian konsep yang ditentukan, hasilnya dipaparkan dalam bab IV, (5) membuat simpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kecerdasan Ganda bagi seorang Guru &lt;br /&gt;Berbekal dari teori multiple intelegansi seorang guru bahasa Indonesia yang profesional secara tidak langsung dapt menguasai dan belajar berbagai metode pembelajaran yang beragam. Penguasaan berbagai metode pembelajaran dapat menempatkan guru bahasa  Indonesia berfungsi sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasehat, pembaharu, model dan teladan, pribadi, peneliti, pendorong kreativitas, pembangkit pandangan, pekerja rutin, pembawa cerita, pemindah kemah, aktor, emansipator, evaluator, pengawet, dan kulminator sehingga anak didik dapat berhasil secara optimal (Mulyasa, 2005). Guru bahasa Indonesia yang ideal itulah, yang dapat menjalankan tugasnya membawa pandangan dan pikiran baru yang lebih komprehensif, akomodatif dan humanistis serta menyegarkan sekaligus menantang dalam pembelajaran bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Dengan demikian guru bahasa Indonesia, setidak-tidaknya memiliki profil sebagai berikut.&lt;br /&gt;1) Guru bahasa Indonesia yang profesional harus dapat dipercaya dan ditiru (pandangan- nya didengarkan dan dipercaya, perilakunya dijadikan  teladan)&lt;br /&gt;2) Menguasai materi pelajaran, mampu memilih dan menyajikan bahan ajar sesuai dengan perkembangan siswa, memahami tingkat kesulitan bahan ajar, memahami        keterkaitan bahan ajar dengan mata pelajaran lain berdasarkan kecerdasan ganda.&lt;br /&gt;3) Menguasai metodologi pembelajaran. Guru harus mampu memahami tujuan dan pembelajaran bahasa Indonesia, mampu merencanakan dan mengelola pembelajaran bahasa Indonesia, serta menerapkan berbagai metodologi pembelajaran yang menyenangkan dan kreatif berdasarkan kecerdasan ganda.&lt;br /&gt;4) Berperan sebagai fasilitator,  motifator, dan inspirator. Guru harus mampu membangun perilaku siswa yang mampu menggali dan mengaji  ilmu dan pengetahuan. Perilaku siswa akan tumbuh dan berkembang manakala guru bahasa Indonesia mampu memfasilitasi belajar siswa, mendorong kemampuan siswa, mendorong belajar siswa, dan mampu memberi teladan dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;5) Guru bahasa Indonesia adalah figur guru yang menyenangkan dan penyayang. Guru bahasa Indonesia tidak boleh menunjukkan perilaku dan sikap  angker dan menakutkan karena membangun kecintaan dan pemahaman anak terhadap bahasa Indonesia  tidak dapat diciptakan dalam kondisi pembelajaran yang menakutkan.&lt;br /&gt;6) Guru bahasa Indonesia adalah seorang pemimpin, artinya guru bahasa Indonesia harus mampu memainkan peran sebagai pemimpin dalam membimbing siwa dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;7) Guru bahasa Indonesia yang profesional adalah memahami dan dapat     menerjemahkan kehidupan masyarakat dalam pembelajaran bahasa di sekolah. sehingga siswa dapat merasakan manfaat dan makna belajar.&lt;br /&gt;8) Guru bahasa Indonesia yang profesional adalah seorang jurnalis. Guru harus mampu membuat catatan-catatan perkembangan siswa dalam belajar bahasa.&lt;br /&gt;9) Guru bahasa Indonesia yang profesional  harus memiliki wawasan IPTEK yang luas. Guru bahasa Indonesia minimal memahami berbagai perkembangan dunia informasi yang memiliki dampak luas dalam dunia pendidikan khususnya kebahasaan di Indonesia.&lt;br /&gt;10)  Guru bahasa  Indonesia yang profesional adalah sebagai pembelajar (learner) . Guru bahasa Indonesia yang profesional harus senantiasa belajar untuk mengikuti perkembangan pendidikan kebahasaan dan kesastraan agar tetap menjadi teladan bagi siswanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Dampak Multiple Intelegensi&lt;br /&gt;Teori inteligensi ganda ternyata membantu banyak perubahan dalam sistem pengajaran dan pendidikan pada banyak sekolah di Amerika Serikat. Sekarang ini banyak sekolah menyesuaikan kurikulum, pembelajaran, pengaturan kelasnya dengan teori inteligensi ganda. Di banyak tempat muncul beberapa pusat pembelajaran yang mengikuti model inteligensi ganda. Di internet kita dapat menjumpai beberapa website yang khusus mengembangkan dan mempromosikan teori ini terlebih dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikan di dalam maupun di luar sekolah. Pertanyaan bagi kita, apakah kita juga dapat mengambil manfaat teori inteligensi ini bagi pengembangan pembelajaran dan pendidikan di Indonesia, dan bagi profesi kita sebagai pendidik?&lt;br /&gt;1. Dampak terhadap kurikulum&lt;br /&gt;Dalam pengertian modern kurikulum lebih dimengerti sebagai semua pengalaman yang direncanakan untuk dialami siswa dalam proses pendidikan sejak awal. Maka, bentuknya dapat berupa: pengalaman dalam kelas, di luar kelas, atau bahkan di luar sekolah. Dalam pengertian ini, kurikulum dapat berisi antara lain materi atau topik pelajaran yang mau dipelajari siswa, metode pembelajaran yang mau dialami siswa dan dibantu oleh guru, peralatan dan buku yang digunakan, pengaturan waktu, cara evaluasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;Teori inteligensi ganda banyak mempengaruhi penyusunan kurikulum, terutama di Amerika Serikat. Pengaruh yang menonjol adalah pemilihan materi pelajaran lewat topik-topik tematik, bukan urutan daftar bab seperti model kurikulum klasik. Banyak sekolah mulai pada awal pelajaran menentukan topik-topik yang mau dipelajari siswa. Topik biasanya gabungan dari yang ditentukan pemerintah lokal dan pilihan siswa. Ini untuk menjembatani ketentuan pemerintah lokal dan minat serta kesenangan siswa. Dengan demikian, diharapkan siswa dalam satu semester sungguh senang belajar karena ikut andil dalam penentuan topik pelajaran. Model topik ini juga memungkinkan pendekatan secara interdisipliner dilihat dari berbagai sudut. Misalnya, topik energi: dapat didekati lewat pendekatan fisis, kimis, biologis, ekonomis, matematis, lingkungan. Dengan pendekatan itu, jelas inteligensi ganda diperlukan dalam pendekatannya, bukan hanya dengan pendekatan matematis dan linguistik.&lt;br /&gt;Multiple intelegensi juga mempengaruhi bagaimana materi itu sendiri disajikan dan dipelajari. Pembelajaran berbeda dengan model klasik yang hanya dengan ceramah dan hitungan, tetapi lebih dengan inteligensi yang bervariasi, sehingga lebih menyenangkan bagi siswa yang sedang belajar. Pendekatan ini juga menekankan pendekatan yang lebih personal dalam pendidikan karena situasi dan kekhasan siswa diperhatikan. Karena proses pembelajaran bervariasi, maka evaluasinya pun berubah. Pengaturan waktu, pengaturan kelas, bahkan pengaturan sekolah banyak pula yang mengalami perubahan. Penyusunan buku teks pun bervariasi dengan memasukan gambar, hitungan, musik, skema, tugas kerja sama, refleksi pribadi. Dan yang tidak kalah penting adalah penggunaan CD-ROM dan peralatan elektronik untuk membantu proses pembelajaran yang menggunakan inteligensi ganda.&lt;br /&gt;Beberapa sekolah memang tetap menggunakan susunan kurikulum klasik, tetapi dilengkapi dengan program dan kegiatan tambahan yang mengembangkan multiple intelegensi. Ini agar tidak terlalu mengubah kurikulum yang ada secara drastic, yang sudah berjalan lama, tetapi tetap ada pembaruan dan dilengkapi dengan unsur inteligensi ganda. Contoh penyesuaiannya adalah seperti Tabel 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak Terhadap Pembelajaran&lt;br /&gt;Teori multiple intelegensi mempunyai pengaruh besar dalam proses pembelajaran di sekolah. Di Amerika Serikat, banyak sekolah seperti Proyek Zero dari Harvard University yang dipimpin Gardner mulai mengembangkan pembelajaran yang menggunakan prinsip teori multiple intelegensi ini. Dan hasil yang dicapai adalah bahwa banyak siswa yang tadinya diperkirakan tidak dapat berhasil dalam study mereka ternyata dapat dibantu, dan berhasil dengan baik berkat pengajaran dengan multiple intelegensi. Demikian juga banyak guru yang tadinya merasa tidak dapat membantu anak didik karena mengajar dengan model yang sama terus-menerus ternyata dapat membantu anak didik untuk berhasil karena mereka dapat mengembangkan pengajaran yang bervariasi.&lt;br /&gt;Apa yang diubah dalam proses mengajar guru serta anggapan mereka dalam relasi guru-siswa akan menjelaskan dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;Table 2. Inteligensi ganda dalam sekolah klasik (SLTP)&lt;br /&gt;Inteligensi Mata Pelajaran Program Tambahan Kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;Linguistik Bahasa, IPS, sejarah, agama, budipekerti, pancasila Ketrampilan bicara, menulis, komunikasi, drama Majalah dinding, majalah sekolah, kelompok bahasa, regu debat, kelompok drama, kelompok pidato&lt;br /&gt;Amtematis-logis Matematika, IPA, ekonomi Ketrampilan berfikir, logika, computer Sains klub, lomba sains&lt;br /&gt;Ruang-visual Menggambar Ketrampilan melukis, menggambara, memahat, membaca peta Klub melukis, klub bangunan, klub catur, klub pencari jejak&lt;br /&gt;Kinestik-badani Olahraga Latihan tari, latihan maam-macam olahraga Tim olahraga, grup drama, grup tari&lt;br /&gt;Musikal  Musik  Latihan alat musik, sejarah musik Grup band, musik, koor, karawitan, kolintang&lt;br /&gt;Interpersonal   Program kepekaan masyarakat, studi grup, proyek bersama, memahami orang lain Dewan siswa, kegiatan siswa bersama, klup rumah sakit&lt;br /&gt;Intrapersonal   Repfeksi, retret, kesadaran diri Tugas renungan di rumah&lt;br /&gt;Lingkungan  Biologi Lingkungan, berkebun, berternak di sekolah Kamping, pecinta alam, cinta lingkungan, gerakan penghijauan&lt;br /&gt;Eksistensial   Dibiasakan bertanya apa tujuan hidupku; latihan kritis Penelitian: tujuan hisup orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi Guru Yang Mengajar&lt;br /&gt;Seorang siswa dengan kecewa mengungkapkan bahwa dia tidak pernah diajar oleh guru matematikanya. Waktu ditanya, apakah guru itu sering bolos, jawabnya “Guru itu selalu masuk.” Lalu, mengapa ia mengatakan tidak pernah diajar gurunya? Ternyata, setiap kali menjelaskan materi guru matematikannya selalu dengan cara yang sama: menuliskan rumus di papan, lalu memberi contoh, dan menyuruh siswa untuk mengerjakan soal. Bagi siswa, ternyata model mengajar seperti itu sama sekali tidak masuk ke dalam otaknya dan selama satu semester dia merasa tidak dibantu untuk mendalami matematika. Setelah diteliti, ternyata anak ini memang mempunyai inteligensi musikal dan kinestik badaniyang menonjol, sedangkan inteligensi matematis-logisnya kurang. Karena guru selalu menggunakan model mengajar matematis-logis, siswa tersebut sama sekali tidak dapat menangkap materi, bahkan merasa tidak diperhatikan. Siswa ini kecewa karena sudah membayar uang sekolah mahal, tetapi tidak mengalami pembelajaran yang tepat. Sayang siswa ini tidak berani bicara dengan guru tersebut.&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, Gardner menemukan banyak guru seperti itu, guru yang mengajar hanya dengan satu model, yaitu yang sesuai dengan inteligensinya sendiri yang menonjol. Banyak guru mengajar selalu dengan cara yang sama. Padahal cara itu tidak sesuai dengan beberapa siswa yang berbeda inteligensinya. Maka, banyak siswa yang meskipun masuk sekolah, tetapi merasa tidak pernah dibantu belajar. Melihat hal itu, Gardner mencoba membantu guru-guru tersebut untuk mengubah cara mengajar mereka, yaitu menggunakan multiple intelegensi yang lebih bervariasi dan disesuaikan dengan inteligensi siswa.&lt;br /&gt;Dalam penelitian dan percobaannya, Gardner menemukan setelah banyak guru mengubah model mengajar mereka, banyak siswa merasa dibantu dalam menekuni pelajaran. Dalam banyak pengalaman, guru sendiri merasa dikembangkan karena ternyata mereka dapat berubah dan menggunakan banyak model pengajaran.&lt;br /&gt;Secara umum dampak multiple intelegensi bagi guru adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Guru perlu mengerti inteligensi siswa-siswa mereka.&lt;br /&gt;2. Guru perlu mengembangkan model mengajar dengan berbagai inteligensi yang menonjol pada dirinya.&lt;br /&gt;3.    Guru perlu mengajar sesuai dengan inteligensi siswa, bukan dengan inteligensi dirinyasendiri yang tidak cocok dengan inteligensi siswa.&lt;br /&gt;4. Dalam mengevaluasi kemajuan siswa, guru perlu menggunakan berbagai   model yang cocok dengan multiple intelegensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagi Siswa yang Belajar&lt;br /&gt;Menurut teori multiple intelegensi, siswa dapat belajar dengan baik, memahami suatu materi bila disajikan sesuai dengan inteligensi mereka yang dominan. Ini berarti, bila siswa mempunyai inteligensi matematis-logis tinggi, ia akan mudah mempelajari ilmu sosial itu disajikan atau diterangkan dengan model inteligensi matematis-logis, yaitu secara skematis, dengan bagan ataupun logika yang jelas. Seorang siswa yang berinteligensi musikal baik akan dengan mudah mendalami fisika, bila bahannya disajikan dalam model musik atau lagu. Siswa yang dominant dengan inteligensi interpersonal akan mudah mempelajari materi IPA bila dilakukan kelompok, dan sebagainya. Maka, untuk dapat membantu siswa belajar, pertama-tama siswa perlu dibantu untuk mengerti inteligensi mereka masing-masing. Selanjutnya, mereka dibantu untuk belajar dengan inteligensi yang kuat pada mereka. Dengan demikian, mereka dapat melihat kekuatan dan cara belajar mana yang cocok dan mana yang kurang itulah nanti yang perlu dibantu oleh guru.&lt;br /&gt;Ada baiknya sejak awal siswa dianjurkan untuk mencoba bermacam-macam cara belajar, sehingga dapat menemukan cara-cara yang bagi mereka cocok dan memajukan beklajar. Sebaiknya siswa tidak merasa puas dengan menemukan satu cara saja, tetapi mau mencoba dengan banyak cara. Ini juga penting bagi guru untuk melihat mana cara yang cocok bagi siswa.&lt;br /&gt;Dalam penelitian Gardner, kadang ada siswa yang merasa sudah puas bila belajar dengan membaca buku lalu mengerjakan soal yang tersedia. Bertahun-tahun dia hanya belajar dengan cara seperti itu. Memang siswa itu sudah mendapatkan sesuatu. Namun, sewaktu dikenalkan dengan berbagai cara belajar berdasarkan multiple intelegensi, siswa itu sendiri kaget karena ternyata ada beberapa cara belajar yang jauh lebih membantunya untuk berkembang. Di sinilah pentingnya guru memperkenalkan berbagai model pembelajaran  dan digunakan.&lt;br /&gt;Untuk membantu siswa belajar lebih baik, perlu juga bila materi pelajaran atau dalam penyusunan buku pelajaran memperhatikan berbagai model dan penyelasan multiple intelegensi. Sebagai contoh, buku sejarah disajikan dengan berbagai cara dan pendekatan, misalnya dengan gambar berwarna, tabel atau lagu yang sesuai, sejauh memungkinkan. Buku matematika juga disajikan dengan beberapa bentuk cerita, musik, visual, dan sebagainya. Tentu semua ini bila mungkin, karena buku setiap studi sering mempunyai kekhasan sendiri berdasarkan keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pendekatan dan Peralatan Kelas&lt;br /&gt;Proses pembelajaran harus bervariasi sehingga setiap siswa dapat menemukan bahwa mereka diperhatikan dan dibantu untuk belajar. Tidak ada model pembelajaran yang satu-satunya untuk segala pelajaran dan semua siswa. Karena pendekatan bisa bervariasi, jelas bahwa peralatan pembelajaran pun perlu bervariasi, bukan hanya dengan paapn tulis dan kapur. Maka, sekolah perlu mempersiapkan dan menyediakan peralatan yang juga bermacam-macam, seperti musik, video, alat tulis, ruang, studi kelompok dan sebagainya. Tanpa peralatang yang sesuai, pembelajaran model multiple intelegensi tidak akan berjalan dan guru cenderung akan kembali kepada pelajaran klasik, yaitu ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dampak Terhadap Pengaturan Kelas&lt;br /&gt;Pendekatan pembelajaran yang berbeda, yang bervariasi karena inteligensi siswa dan guru yang berbeda, juga mempengaruhi pengaturan kelas. Kelas tidak hanya diatur dalam satu kedudukan yang tetapi berbaris dari depan ke belakang. Kadang kelas harus diatur dengan kursi melingkar, atau harus dikosongkan untuk menari, atau berkelompok kecil untuk diskusi, dan sebagainya. Jelas pengaturan kelas pun harus lebih fleksibel, bervariasi sesuai dengan model multiple intelegensi yang mau ditekankan.&lt;br /&gt;Misalnya untuk lebih mengembangkan inteligensi lingkungan, siswa diajak untuk membuat klasifikasi macam-macam benda atau keluar ssekolah melihat hutan, taman, atau alam sekitar. Inteligensi kinestik-badani jelas membutuhkan ruang kelas yang lain dengan kelas ceramah atau penjelasan linguistik. &lt;br /&gt;Perlu dicatat bahwa belajar tidak boleh dibatasi di dalam gedunng kelas atau sekolah. Kadang demi pemahaman yang lebih mendalam dan mudah, belajar harus dilakukan di luar sekolah, bahkan di tempat yang sungguh jauh. Maka, model studi banding, model pengamatan di candi dan pegunungan, semuanya membutuhkan belajar di luar sekolah. Pembelajaran model multiple intelegensi memerlukan model-model tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dampak Terhadap Evaluasi&lt;br /&gt;Karena sistem pembelajaran dan juga pendekatan yang bervariasi, jelas bahwa system evaluasi pun harus berbeda. Sistem evaluasi yang hanya dengan tes tertulis tidaklah cukup karena tidak mengungkapkan inteligensi yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, Gardner menemukan ada seorang siswa yang sangat cerdas dalam menganalisis flora dan fauna, dan sangat kreatif menjelaskan kepada siswa lain. Namun, siswa itu tidak berhasil, karena setiap kali ujian dengan cara menulis esai, dia selalu gagal. Gurunya tidak mengertol mengapa hal itu terjadi, maka siswa itu terpaksa tidak naik kelas. Ternyata siswa ini memang mempunyai intelegensi interpersonal dan juga inteligensi lingkungan tinggi, tetapi kurang menonjol dalam inteligensi linguistik. Jelas siswa seperti itu membutuhkan evaluasi yang lain, barang kali dengan lisan, atau diminta mengekspresikan dengan cara lain.&lt;br /&gt;Menurut Gardner, evaluasi yang tepat haruslah juga menggunakan macam-macam inteligensi yang dipakai dalam pembelajaran. Evaluasi perlu menggunakan model yang memuat kemampuan inteligensi matematis-logis, linguistik, kinestik-badani, musik, ruang-visual, interpersonal dan sebagainya; sekurang-kurangnya sesuai dengan pembelajarannya. Bila mengajarkan dengan cara musikal, perlu ada evaluasi yang bernada musikal; bila ada yang mengajarkanya dengan kinestik-badani, perlu evaluasi dengan cara itu pula. Maka, evaluasi bukan hanya dalam bentuk tertulis.&lt;br /&gt;Evaluasi yang dipandang cocok untuk model pembelajaran multiple intelegensi adalah lewat performa siswa dalam situasi yang real, seperti pentas musik, melakukan kerja nyata, menyelesaikan proyek bersama, lewat praktikum, dan sebagainya. Lewat performa itu siswa dapat menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dan ketahui dalam konteks yang sesuai dengan lingkungannya. Dengan demikian, evauasinya sungguh autentik. Agar evaluasi kita itu sungguh autentik dan menyeluruh, beberapa hal dapat dilakukan seperti berikut ini:&lt;br /&gt;1. Guru perlu melihat bagaimana siswa menunjukkan prestasinya berkaitan dengan setiap inteligensi yang digunakan.&lt;br /&gt;2. Guru dapat mengumpulkan semua dokumen yang dihasilkan siswa selama proses pembelajaran (portofolio) seperti tes formal, informal, tulisan, foto, pekerjaan, video yang dibuat, jurnal yang ditulis, hasil pekerjaan rumah, piagam, hasil interviu, pengamatan selama pembelajaran, keaktifan di kelas dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Guru perlu melihat bagaimana hasil kerja proyek bersama teman-teman.&lt;br /&gt;4. Tes tertulis pun harus bervariasi dan menyertakan multiple intelegensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dampak Terhadap Pendidikan&lt;br /&gt;Multiple intelegensi merupakan pengelompokan kemampuan dalam diri seseorang sehingga dapat berfungsi secara lebih penuh. Inteligensi ini jelas mempengaruhi pula bila kita mau menenamkan naik pada anak. Karena siswa lebih dapat menangkap makna atau pun isi nilai dengan inteligensinya, maka penyampaian pendidikan nilai pun perlu memperhatikan multiple intelegensi tersebut. Misalnya, pendidik mau menyampaikan nilai kejujuran, tidak harus selalu dengan bercerita tentang kejujuran, tetapi bisa melalui kerja kelompok, permainan, pembahasan persoalan, musik, olahraga, tari, dan sebagainya. Dengan demikian, penyajian akan lebih bervariasi dan menarik bagi siswa.&lt;br /&gt;Yang kiranya sangat penting dengan penemuan multiple intelegensi adalah bahwa setiap orang mempunyai inteligensi bermacam-macam. Setiap orang berbeda inteligensinya dan perlu diperlakukan berbeda pula. Dengan lain kata, manusia lebih dihargai sebagai pribadi dengan kekhasan masing-masing.&lt;br /&gt;9. Sekolah Individual&lt;br /&gt;Ide yang muncul dari teori multiple intelegensi, bahwa setiap anak dapat lebih dibantu belajar bila diajar sesuai dengan inteligensinya mereka yang menonjol, dengan cepat menjadi pendorong bagi mereka yang mau membuat sekolah individual. Kursus privat yang membantu siswa berdasarkan kekuatan dan kelemahan pribadi, yang berbeda dengan teman lain, sangat didukung oleh teori ini. Dengan model pendekatan pribadi ini, jelas seorang siswa akan lebih cepat maju dan guru lebih mudah menyesuaikan cara mengajarnya sesuai dengan inteligensi siswa.&lt;br /&gt;Memang yang ideal di kelas besar pun, pendekatannya lebih pribadi dengan memperhatikan kekhasan, kekuatan dan kelemahan pribadi. Namun, karena siswanya terlalu banyak, tampaknya tidak mungkin seorang guru selalu memperhatikan setiap siswa dan mengajar dengan cara yang berbeda.itulah sebabnya ada pengkritik yang mengungkapkan teori Gardner ini terlalu idealistic, terlalu utopi, karena dalam praktek sekolah biasa sulit dilaksanakan. Menurut mereka, teori ini hanya dapat dipraktekkan dalam sekolah individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Mengembangkan Intelegensi Ganda&lt;br /&gt;Secara umum inteligensi ganda yang belum berkembang dapat dibantu menjadi lebih baik lewat pendidikan. Siswa yang tadinya memiliki inteligensi musikal rendah dapat dibantu lewat banyak latihan sehingga inteligensinya berkembang dan cukup untuk hidupnya. Persoalannya, bagaimana kita dapat membantu siswa? Haggerty (dalam Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah) mengungkapkan beberapa prinsip umum untuk membantu mengembangkan inteligensi ganda pada siswa.&lt;br /&gt;Pertama, pendidikan harus memperhatikan semua kemampuan intelektual, maka, mengajar tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan dan inteligensi yang lain. Kemampuan yang hanya logika dan bahasa tidak cukup untuk menjawab persoalan manusia secara menyeluruh. perlu diperkenalkan pula inteligensi lain.&lt;br /&gt;Kedua, pendidikan harusnya individual. Pendidikan harusnya lebih personal, dengan memperhatikan inteligensi setiap siswa. Mengajar semua siswa dengan materi, cara dan waktu yang sama, jelas tidak menguntungkan bagi siswa yang berbeda inteligensinya dan tidak memperhatikan perbedaan yang ada. Guru perlu menggunakan banyak cara untuk membantu siswa.&lt;br /&gt;Ketiga, pendidikan harus menyemangati siswa untuk dapat menentukan tujuan dan program belajar mereka. Siswa perlu diberi kebebasan untuk menggunakan cara belajar dan cara kerja berdasarkan minat mereka. Siswa perlu diberi kebebasan untuk menentukan tujuan belajar dan cara mengevaluasinya. Siswa perlu dibantu untuk mengerti potensi intelektual mereka dan bagaimana mengembangkannya.&lt;br /&gt;Keempat, sekolah sendiri harus menyediakan fasilitas dan sarana yang dapat dipergunakan oleh siswa untuk melatih kemampuan intelektualnya mereka berdasarkan multiple intelegensi. Misalnya, bila siswa membutuhkan bola, alat tari, atau musik untuk mengembangkan inteligensinya, maka peralatan itu harus ada. Bila tidak, siswa nantinya tidak dapat melatih diri.&lt;br /&gt;Kelima, evaluasi belajar harus lebih kontektual dan bukan tes tertulis. Evaluasi lebih harus berupa pengalaman lapangan langsung dan dapat diamati bagaimana performa siswa, apakah sungguh maju atau tidak.&lt;br /&gt;Keenam, pendidikan sebaiknya tidak dibatasi di dalam gedung sekolah. Multiple intelegensi memungkinkan agar pendidikan juga dilaksanakan di luar sekolah, lewat masyarakat, kegiatan ekstra, serta kontak dengan orang luar dan para ahli.&lt;br /&gt;Dalam prinsip umum itu cukup jelas bahwa Haggerty memberikan arah umum bila guru mau membantu siswa berkembang dalam multiple intelegensi mereka. Memang Haggerty tidak menunjukkan bagaimana sikap inteligensi dapat dibantu secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Simpulan             &lt;br /&gt;Secara umum kualitas guru  di Indonesia seperti guru bahasa Indonsia masih rendah. Hal itu, disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor personal, ekonomi, budaya, sosial dan struktural. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas guru dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah dengan mengembangkan multiple intelegensi yang dicetuskan Howard Gardner dalam dunia pendidikan di sekolah.  Teori ini sangat relevan untuk menunjang profesi guru dalam menjalankan tugasnya karena membawa pandangan dan pikiran baru yang lebih komprehensif, akomodatif dan humanistis serta menyegarkan sekaligus menantang dalam pembelajaran di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;Saran yang penulis ajukan dalam karya tulis ini adalah:&lt;br /&gt;1. Pengelolaan multiple intelegensi dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;2. Multiple intelegensi dapat digunakan oleh guru Bahasa Indonesia dalam pemahaman materi yang diberikan dalam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suparno, Paul. 2004. Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.&lt;br /&gt;Usman, Uzer M. 2006. Menjadi Guru Profsional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Moedjiono dan Dimyati, Moh. 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.&lt;br /&gt;Sukmadinata, Nana syaodih. 2001. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT  Remaja Rosdakarya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-1824595784644917733?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/1824595784644917733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=1824595784644917733' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1824595784644917733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1824595784644917733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/multiple-inteligen-untuk-meningkatkan.html' title='Multiple Inteligen Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Bahasa Indonesia Dalam Pembelajaran'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8917794063209359302</id><published>2008-04-23T14:44:00.003+07:00</published><updated>2008-04-23T14:57:56.807+07:00</updated><title type='text'>Komentar makalah  untuk kelompok 10</title><content type='html'>Nama : Siti Astuti&lt;br /&gt;NIM : 1102405016&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : Budiyono, Okta Permata, Yanuar Eska P.&lt;br /&gt; Komentar Media&lt;br /&gt;1. Slide latar belakang barisnya terlalu banyak sehingga tulisan kelihatan kecil serta backgroundnya terlalu ramai.&lt;br /&gt;2. Slide rumusan masalah antara background dan warna tulisan tidak cocok sama sama gelap sehingga tulisan menjadi tidak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Slide landasan teori antara background dan warna tulisan sama-sama gelap sehingga tulisan tidak terlihat.&lt;br /&gt;4. Slide fungsi mata pelajaran Bahasa Inggris terlalu banyak baris.&lt;br /&gt;5. Background yang digunakan pada media lebih dominan ramai dan tidak disesuaikan dengan warna tulisan.&lt;br /&gt; Komentar Persentasi&lt;br /&gt;1. Dalam menyampaikan persentasi hanya membaca makalah dan itupun bacanya terlalu cpat.&lt;br /&gt;2. Kurang bisa menguasai materi&lt;br /&gt;3. Sikap di depan pada saat persentasi kurang baik kelihatan main-main.&lt;br /&gt; Komentar Makalah&lt;br /&gt;1. Di landasan teori ada pengertian pembelajaran akan tetapi hanya menjelaskan pengertian belajar saja.&lt;br /&gt;2. Kata kosakata dalam penulisannya di makalah ada yang disambung ada juga yang dipisah, sebenarnya yang benar yang mana?&lt;br /&gt;3. Tidak terdapat contoh media gambar seperti apa yang digunakan sehingga tidak ada bukti yang kuat untuk makalah anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8917794063209359302?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8917794063209359302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8917794063209359302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8917794063209359302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8917794063209359302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/komentar-makalah-untuk-kelompok-10.html' title='Komentar makalah  untuk kelompok 10'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-3553795322753195571</id><published>2008-04-22T20:41:00.003+07:00</published><updated>2008-04-22T20:47:50.697+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS  MAKALAH DAN MEDIA KARYA ILMIAH MAHASISWA FIP</title><content type='html'>ANALISIS  MAKALAH DAN MEDIA KARYA ILMIAH MAHASISWA FIP&lt;br /&gt;Mata Kuliah  : Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Dosen Pengampu             : Haryono &lt;br /&gt;                              Heri Tri Lukman &lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt; Dewi Indah P.W 1102405040&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Judul : Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media Interaktif Untuk Mengoptimalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Wahyu Budi Laksono (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Eka Fitriani ( Kurtekdik)&lt;br /&gt;Hermawan ( Kurtekdik)&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;Dari tujuan yang disampaikan tidak perlu menggunakan nomor  karena hanya  menjelaskan satu tujuan saja.&lt;br /&gt;Komentar media : &lt;br /&gt;Namun dalam presentasi anda ternyata  penjelasan tujuannya yang banyak harusnya dijela Namun dalam presentasi anda ternyata  penjelasan tujuannya yang banyak harusnya dijelaskan semuanya tiap point tidak hanya 1 point itu saja yang dijelaskan&lt;br /&gt;Media yang digunakan adalah menggunakan flash sudah baik&lt;br /&gt;Dalam penjelasan media yang pasti gugup terlihat anda rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Judul : Pemanfaatan Media Televisi Dalam Membentuk Karakter Perilaku Positif Dan Meningkatkan Hasil Belajar&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Devi Anjar (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Aris Munandar (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Miftachul Fauzi Kurtekdik)&lt;br /&gt;            Komentar makalah : &lt;br /&gt;Dalam penulisan judul terdapat tanda baca koma sehingga tidak sesuai.&lt;br /&gt;Tidak dijelaskan bagaimana cara memanfaatkan televisi yang benar untuk membentuk perilaku positif dan meningkatkan hasil belajar anak.&lt;br /&gt;Komentar media : &lt;br /&gt;Media yang digunakan menarik perhatian audiens dan tulisannya dapat dilihat oleh semua audiens dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Judul : Learning Styles Appropriate (LSA) Sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Anak Usia 8-10 Tahun&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Gladys Dhiokita Maruti (Psikologi)&lt;br /&gt;Nugrah Astriningtias (psikologi)&lt;br /&gt;Qonita (psikologi)&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;Penerapan Metode Learning Styles Appropriate (LSA) kurang penjelasannya pada proses pembelajaran ,dalam hal ini adalah pembelajaran Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;Komentar media : &lt;br /&gt;Tulisan dan Font terlalu stile dan kecil untuk taraf persentasi dalam ruangan besar sehingga audiens yang duduk dibelakang kurang jelas untuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Judul : Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Menjaga Lingkungan  Pada Anak-Anak&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Hendra Syah (Psikologi)&lt;br /&gt;Anon kurniawan (Psikologi)&lt;br /&gt;Septyani Mufida (Psikologi)&lt;br /&gt;            Komentar makalah : &lt;br /&gt;Latar belakang yang dipaparkan terlalu umum dan luas&lt;br /&gt;Di dalam latar belakng tidak dijelaskan tentang perilaku anak-anak menjadikan pembaca karya tulis ini dan pendengar parsentasi kurang memahami maksudnya karena dalam pembahasan menjelaskan menjaga lingkungan pada anak-anak.&lt;br /&gt;            Komentar media : &lt;br /&gt;Slide presentasi terlalu ramai dan warnanya terlalu kontras&lt;br /&gt;Membuat audiens menjadi bosan dan tidak fokus  pada isi yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Judul : Pemanfaatan Blogger sebagai Sistem Pembelajaran On-Line&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Ery Setyo P (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Adi Supriadi (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Nur Aeni W (kurtekdik)&lt;br /&gt;          Komentar makalah : &lt;br /&gt;Dalam perkuliahan sistem pembelajaran on-line berbasis blog sangat cocok diterapkan.&lt;br /&gt;Dalam makalah yang dibuat ternyata Blog juga bisa merepotkan dosen di dalam kegiatan perkuliahan&lt;br /&gt;Makalah yang dibuat oleh kelompok ini bahwa dalam kegiatan perkuliahan dapat disampaikan  di dalam blog sehingga dosen yang penuh dengan ksibukan itu dapat memberikan materi di dalam blog untuk dijadikan materi pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Komentar media : &lt;br /&gt;Media yang digunakan cukup menarik akan tetapi dalam pembukaan terlalu banyak sehingga waktu yang digunakan dalam menjelaskan tidak cukup.&lt;br /&gt;Font yang digunakan terlalu kecil sehingga audien yang duduk di belakang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Judul : Aplikasi Macromedia Dremweaver  Untuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Bentar Saputro    &lt;br /&gt;Siti Nurwachidah F.  &lt;br /&gt;Akaat Hasjiandito  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Komentar makalah : &lt;br /&gt;Kalimat yang digunakan sudah baik akan tetapi dalam penulisannya masih kurang tepat. Sebaiknya dalam penulisan perlu diperhatikan dan dibutuhkan ketelitian. Di dalam makalah yang anda tulis masih ada bahasa asing yang tidak dicetak miring meskipun sudah ada yang ditulis dengan benar. &lt;br /&gt;Sistematika penulisan yang dibuat sudah baik dan urutannya sudah sesuai.&lt;br /&gt;Permasalahan yang ditulis pada rumusan masalah sudah dijawab dengan tepat pada pembahasan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Komentar media : &lt;br /&gt;Media yang digunakan sudah bagus&lt;br /&gt;Tulisan dalam slide jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Judul : Cooperatif Learning Sebagai Model Pembelajaran Alternatif Untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Wahyu Widyaningsih (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Desi Widi Hardini (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Ari Suprihatin (Kyrtekdik)&lt;br /&gt;             Komentar makalah : &lt;br /&gt;Poin-poin dari cooperatif Learning dan mata pelajaran yang dibahas (matematika) ada yang masih kurang&lt;br /&gt;Tugas-tugas yang sulit dan yang sebaiknya diberikan pada yang pintar dan tidak membaginya kepada temannya yang lain &lt;br /&gt;Masalah yang terjadi adalah bahwa siswa yang pintar akan semakin pintar, dan siswa yang bodoh maka akan semakin bodoh.&lt;br /&gt;             Komentar media : &lt;br /&gt;Sangat menarik audien&lt;br /&gt;Seharusnya anda mencari jurnal atau semacamnya yang menyatakan bahwa pelajaran matematika itu menakutkan bagi murid, bukan dengan kata-kata mungkin ataupun kira-kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Judul : Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua-Anak Bagi Semua Kalangan Melalui Home Schooling&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Indah Suci Lestari (PGTK)&lt;br /&gt;Dzulifah (PGTK)&lt;br /&gt;Khoirun Nisa (PGTK)&lt;br /&gt;            Komentar makalah : &lt;br /&gt;Secara administratif penulisannya kurang karena tidak mencantumkan  dan menguraikan kesimpulan&lt;br /&gt;Komentar media :&lt;br /&gt;Monoton sehingga kurang menarik perhatian audien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Judul : Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan Di Indonesia&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;A.H Tasmuri (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Dwi Pramono (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Herman Malinton (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;Judul tidak sesuai dengan isi makalah&lt;br /&gt;Banyak penulisan yang salah&lt;br /&gt;Bahasa asing seharusnya dicetak miring, di dalam makalah tersebut masih ada bahasa asing yang dicetak biasa.&lt;br /&gt;Pada bagian simpulan terlalu banyak padahal yang namanya simpulan hanya ringkasan yang sedikit tetapi dapat mewakili keseluruhan isi makalah&lt;br /&gt;Penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet masih salah seharusnya dituliskan penulisnya dan diambilnya atau di download tanggal berapa&lt;br /&gt;Komentar media : &lt;br /&gt;Antara background dan warna tulisan sudah selaras sehingga tulisan dapat terbaca dengan jelas&lt;br /&gt;Pembuatan slide sudah bagus dan kreatif&lt;br /&gt;Slide sederhana tetapi bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Judul : Pemanfaatan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Pendekatan Contectual Teaching And Learning (CTL) Pada Sekolah Menengah Pertama&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Isud Margaratna (Kurtekdik)&lt;br /&gt;RestiDewi Wijayanti (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Nicky Secoria (Kurtekdik)&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;judul yang digunakan terlalu panjang&lt;br /&gt;Setiap metode pembelajaran pasti akan mengalami hambatan pada pemakaiannya. Dalam makalah anda senaiknya dijelaskan hambatan-hambatan apa yang akan terjadi saat menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning dan dijelaskan pula cara-cara pemecahan masalahnya.&lt;br /&gt;Sistematika penulisan makalah sudah berurutan.&lt;br /&gt;Komentar media : &lt;br /&gt;sudah cukup menarik&lt;br /&gt;Font size pada setiap slide sudah sesuai dan barisnya juga sesuai tidak terlalu banyak&lt;br /&gt;Background slide sederhana dan tidak ramai sehingga kelihatan lebih nyaman dilihat&lt;br /&gt;Kalimat yang digunakan pada slide sedikit tetapi bermakna&lt;br /&gt;Warna background dan warna tulisan cocok sehingga tulisan dapat dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-3553795322753195571?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/3553795322753195571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=3553795322753195571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/3553795322753195571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/3553795322753195571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-makalah-dan-media-karya-ilmiah.html' title='ANALISIS  MAKALAH DAN MEDIA KARYA ILMIAH MAHASISWA FIP'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-7126101388230561171</id><published>2008-04-17T19:51:00.006+07:00</published><updated>2008-04-17T20:10:52.955+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LKTM 2008</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nama : KHUSNUL KHOIFAH&lt;br /&gt;1102405036&lt;br /&gt;KURTEKDIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :   Compact Disc of Autism Children Therapy&lt;br /&gt;Penyaji :  Dian Bayu Puspitasari (Psikologi)&lt;br /&gt; Maristya Yoga Pratama (Psikologi)&lt;br /&gt; Bima  Adi Putra (Psikologi)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk dalam compact disc nya&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat keefektifitasan dalam kenyataaan (format CD)&lt;br /&gt;Komentar Media :  Menggunakan powerpoin kurang menberi penjelasan    dalam bentuk compact disk sehingga kurang dimengerti.&lt;br /&gt;Rangkuman : “Compact Disk of Autism Children Theraphy” Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orangtua memberikan kemudahan bagi para orang tua untuk menerapi anaknya yang autis tanpa harus pergi ke terapis dan orang tua dapat secara langsung mengamati perkembangan anaknya. Paket panduan terapi anak autis ini  diberikan dalam bentuk compact disk, sehingga orangtua dapat mengkonsumsinya berulang- ulang. Paket panduan ini berisi tentang cara-cara terapi yang dapat dilakukan orang tua untuk menerapi anaknya dengan metode permainan, bernyanyi, visual, dan pretend play sehingga terapi ini dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;Judul : Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan  Kesadaran Menjaga Lingkungan Pada Anak-Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  Hendra Syah (PLS)   &lt;br /&gt;Anon Kurniawan (PLS)   &lt;br /&gt;   Septyani Mufida (PLS) &lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis : &lt;br /&gt;Latar belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran dan pencurian&lt;br /&gt;Komentar Media :&lt;br /&gt;Terlalu ramai dan warna terlalu kontras sehingga tulisan sulit dibaca.&lt;br /&gt;Rangkuman :“Bernyanyi untuk Alam” merupkan suatu program yang berupaya untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan pada anak-anak. Program “Bernyanyi untuk Alam” terdiri dari tiga tahap; tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Program “Bernyanyi untuk Alam” merupkan pengembangan dari teori tahapan perkembangan anak, teori perkembangan kognitif, teori belajar sosial dan teori psikolgogi musik.. Pelaksanaan program “Bernyanyi untuk Alam” dilakukan di sekolah. Guru berfungsi sebagai pendamping dan evaluator keberhasilan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  : Cams Program Upaya Untuk Meningkatkan               Minat Membaca Anak Melalui Sastra&lt;br /&gt;Penyaji   :&lt;br /&gt;Idaroyani (PGSD)&lt;br /&gt;Nur Kholis Majid  (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Bagian saran berkesan seperti tidak standart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Antara warna background dan teks kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  : Konsep Smart Card Game Upaya Untuk  Meningkatkan   Kecepatan Berhitung Dan Daya Ingat Pada Anak&lt;br /&gt;Penyaji  :  Hidayah Romadhon (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik proses pembelajaran denagn system menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media :  Terlalu sederhana jadi tidak terlalu menarik.&lt;br /&gt;Rangkuman :Merupakan suatu model pembelajaran yang berisi permainan dengan menggunakan media berupa kartu. &lt;br /&gt;Kelebihan dari model ini :Tidak memberikan tekanan ada siswa sehingga menghilangkan rasa takut Bisa dimainkan di mana saja, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah (semakin sering bermain, semakin pintar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :   Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;Penyaji     : &lt;br /&gt;Nur Aeni W (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Adi Supriyadi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Eri Setyo Pramudi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Blog merepotkan dosen dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Kenapa harus menggunakan blog?&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;Untuk font terlalu kecil&lt;br /&gt;Pembukaan terlalu panjang&lt;br /&gt;Rangkuman : Sistem pembelajaran online yang memanfaatkan internet sebagai medianya mempunyai beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya adalah e-mail, Mailing List, File Transfer Protocol (FTP) dan World Wide Web (WWW). Dan salah satu contoh dari layanan internet adalah Blog yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh (online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :     Cooperatif Learning Sebagai Pembelajaran Alternative Untuk Meningkatkan Motifasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Wahyu widyaningsih (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Desi  Widi Hardini (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Ari Suprihatin (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Masalah yang terjadi yang pintar makin pintar dan yang bodoh semakin bodoh, sehingga guru harus mengkondisikan. &lt;br /&gt;Komentar Media  :  Penulisan konteksnya sangat bagus dan berurutan.&lt;br /&gt;Rangkuman :&lt;br /&gt;Pembelajaran  matematika dengan cooperative learning dapat meningkatkan daya nalar dan daya pikir anak serta  dapat mengurangi kegiatan menghafal. Anak dapat merasakan bahwa berpikir lebih baik dari pada menghafal sehingga mereka akan lebih termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Coopertive learning yang meningkatkan hubungan kerjasama antar teman memacu  anak untuk semakin maju dan bekerja keras dan hasil dari cooperative&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media     Interaktif Untuk Mengoptinalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji    :  Eka Fitiani (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Hermawan (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Wahyu BL (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis : Dari tujuan tidak perlu adanya nomor jika yang dijelaskan hanya satu masalah&lt;br /&gt;Komentar Media :   Dalam penulisan di dalam powerpoint terlalu kecil dan warna yang di gunakan terlalu contras.&lt;br /&gt;Rangkuman :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Penanaman Nilai Moral Melalui PGTK&lt;br /&gt;Penyaji  :  Sri Lestari Ningsih (PGTK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis : &lt;br /&gt;Kata pengantar atau latar belakang dalam imajinasi anak belum mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Konsep yang digunakan dalam media terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Inforamsi   Dan  Komunikasi di Pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;Penyaji    : &lt;br /&gt;Tasmuri (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Dwi Pramono (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Herman Malinton (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  &lt;br /&gt;Judulnya harus diperbarui.&lt;br /&gt;Tata tulis perlu diperhatikan &lt;br /&gt;Tabel banyak yang hilang&lt;br /&gt;Hanya menyajikan suatu evaluasi program didalamnya belum ada.&lt;br /&gt;Komentar Media  : Sudah cukup baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman :TIK telah menjadi salah satu batu fondasi penting dari pembangunan masyarakat modern. Semakin banyak Negara kini semakin menyadari bahwa pemahaman tentang TIK. Kondisi ideal yang diharapkan oleh Negara Indonesia dalam penyelenggaraan TIK adalah Tahap transforming dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan pendidikan. TIK diaplikasikan ssecara penuh baik dalam proses pembelajaran intruksional purpose maupun untuk administrasi akademik (administrational purpose). Kebijakan yang harus diambil Negara Indonesia adalah bagaimana untuk menuju kondisi yang ideal, yaitu sampai pada tahapan Transformasi di dalam pengembangan TIK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Inisiasi Dini Care sebagai Upaya Pemberdayaan   Posyandu Menjadi Media Sosialisasi Program Inisiasi Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji  : Diah Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;Nur Rohmah (Psikologi)  &lt;br /&gt;Arita Rahmadhani (Psikologi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah :  Dengan adanya posyandu, dapat mensosialisasikan program inisiasi dini denagn mudah.&lt;br /&gt;Komentar Media : Di Indonesia kurang dalam mensosialisasikan system    inisiasi dini kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Intisari  : Inisiasi dini care adalah sebuah upaya sosialisasi program inisiasi dini kepada masyarakat melalui Posyandu di masing-masing daerah. Program inisiasi dini care ini digalakkan sebagai bagaian dari upaya menuju Indonesia sehat 2010. Hakekat Inisiasi DiniInisiasi Dini adalah perlakuan yang diberikan ibu untuk menyegerakan permulaan menyusui pada bayi, yaitu setengah sampai satu jam proses kelahiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-7126101388230561171?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/7126101388230561171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=7126101388230561171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7126101388230561171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7126101388230561171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lktm-2008.html' title='ANALISIS LKTM 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8586708501141862571</id><published>2008-04-10T22:06:00.001+07:00</published><updated>2008-04-10T22:08:16.629+07:00</updated><title type='text'>LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2008</title><content type='html'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah  : Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Dosen pengampu : Heri Trilukman, S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanuar Eska Perdhana&lt;br /&gt;1102405066&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Penanaman Nilai Moral Melalui PGTK&lt;br /&gt;Penyaji    :  Sri Lestariningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus &lt;br /&gt;                                                   Sya’diyah (PGTK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Kata pengantar atau latar belakang dalam imajinasi anak belum mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dalam hal ini anak didik tertarik pada pembawaannya bukan pada tokohnya.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;                                                   -     Antara background dan text seragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan   &lt;br /&gt;                                                   Kesadaran Menjaga Lingkungan Pada Anak-Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Hendra Syah (PLS)   &lt;br /&gt;Anon Kurniawan (PLS)   &lt;br /&gt;Septyani Mufida (PLS) &lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  Latar belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran dan pencurian&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Terlalu ramai dan warna terlalu kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :   Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;Penyaji     : &lt;br /&gt;Nur Aeni W (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Adi Supriyadi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Eri Setyo Pramudi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :  Blog merepotkan dosen dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;Untuk font terlalu kecil&lt;br /&gt;Pembukaan terlalu panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :   Kuerelasi Media Pembangun Perilaku Anti Builying (Kekerasan) Di Sekolah&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Kuinnanti Husniyah (Psikologi) &lt;br /&gt;Ferditania Esti Rahayu  (Psikologi)&lt;br /&gt;Luluk Shoviana (Psikologi)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  : &lt;br /&gt;Harusnya diberikan pengertian mengenai builying&lt;br /&gt;Apabila diaplikasikan ada sekolah yang menolak apa yang akan dilakukan&lt;br /&gt;Komentar Media  :  -      Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga &lt;br /&gt;                                                           kurang menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media &lt;br /&gt;                                                   Interaktif Untuk Mengoptinalkan Penyampaian &lt;br /&gt;                                                   Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Eka Fitiani (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Wahyu BL (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Hermawan (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  &lt;br /&gt;Dari tujuan tidak perlu adanya nomor jika yang dijelaskan hanya satu masalah&lt;br /&gt;Kenapa dalam analisis gambar harus menggunakan flash? Kenapa tidak menggunakan yang lain.&lt;br /&gt;Komentar Media  :   -    Terlalu sederhana, background presentasi terlalu &lt;br /&gt;                                                          ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Konsep Smart Card Game Upaya Untuk  &lt;br /&gt;                                                   Meningkatkan   Kecepatan Berhitung Dan Daya Ingat &lt;br /&gt;                                                   Pada Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  Hidayah Romadhon (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis            : &lt;br /&gt;konsep keberhasilan metode ini semakin sering &lt;br /&gt;      digunakan semakin baik proses pembelajaran denagn  &lt;br /&gt;      system menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;                                                   -     Terlalu sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Cams Program Upaya Untuk Meningkatkan Minat Membaca Anak Melalui Sastra&lt;br /&gt;Penyaji    :&lt;br /&gt;Ida royani (pgsd)&lt;br /&gt;Nur Kholis Majid  (pgsd)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Bagian saran berkesan seperti tidak standart&lt;br /&gt;Rumusan masalah tentang Cams kurang jelas &lt;br /&gt;Penulisan referensi salah&lt;br /&gt;Komentar Media  : &lt;br /&gt;                                                   -     Antara warna background dan teks kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Cooperatif Learning Sebagai Pembelajaran &lt;br /&gt;                                                   Alternative Untuk Meningkatkan Motifasi Belajar &lt;br /&gt;                                                   Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Wahyu widyaningsih (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Desi  Widi Hardini (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Ari Suprihatin (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Masalah yang terjadi yang pintar makin pintar dan yang bodoh semakin bodoh, sehingga guru harus mengkondisikan.&lt;br /&gt;Alur berfikir jelas&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;                                                   -      Presentasi bagus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :   Compact Disc of Autism Children Therapy&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Dian Bayu Puspitasari (Psikologi)&lt;br /&gt;Maristya Yoga Pratama (Psikologi)&lt;br /&gt;Bima  Adi Putra (Psikologi)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk dalam compact disc nya&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat keefektifitasan dalam kenyataaan (format CD)&lt;br /&gt;Kurang teori dan contoh dalam makalah&lt;br /&gt;Komentar Media :   -     Menggunakan powerpoin kurang menberi penjelasan    &lt;br /&gt;                                                          dalam bentuk compact disk sehingga kurang &lt;br /&gt;                                                          dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Inforamsi Dan  &lt;br /&gt;                                                   Komunikasi di Pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;Penyaji    : &lt;br /&gt;Tasmuri (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Dwi Pramono (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Herman Malinton (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :  &lt;br /&gt;Judul kurang tepat&lt;br /&gt;Tata tulis perlu diperhatikan &lt;br /&gt;Tabel banyak yang hilang&lt;br /&gt;Komentar Media  :&lt;br /&gt;                                                    -     Media monoton dan kurang menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Inisiasi Dini Care sebagai Upaya Pemberdayaan   &lt;br /&gt;                                                   Posyandu Menjadi Media Sosialisasi Program Inisiasi &lt;br /&gt;                                                   Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Diah Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;Nur Rohmah (Psikologi)  &lt;br /&gt;Arita Rahmadhani (Psikologi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah :  &lt;br /&gt;-     Dengan adanya posyandu, dapat mensosialisasikan &lt;br /&gt;       program inisiasi dini denagn mudah&lt;br /&gt;Pembangunan tudak perlu dicantumkan tentang   &lt;br /&gt;      pasal-pasal dan ayat-ayat, focus kepada inisiasi dini.&lt;br /&gt;Komentar Media :   &lt;br /&gt;Di Indonesia kurang dalam mensosialisasikan system   &lt;br /&gt;      inisiasi dini kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8586708501141862571?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8586708501141862571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8586708501141862571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8586708501141862571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8586708501141862571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/lomba-karya-tulis-ilmiah-mahasiswa-lktm.html' title='LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-2122978240394731153</id><published>2008-04-10T21:58:00.001+07:00</published><updated>2008-04-10T22:00:34.391+07:00</updated><title type='text'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTM) Mohammad Nur Saean</title><content type='html'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTM)&lt;br /&gt;Se-Fakultas Ilmu Pendidikan&lt;br /&gt;Tgl.03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Mohammad Nur Saean   1102405078&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah&lt;br /&gt;Hari Kamis Tgl : 03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Konsep Smart Card Game” ( PGSD)&lt;br /&gt;Penyaji           : Hidayat Romadhon&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu sederhana, background presentasi terlalu ramai&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan     semakin baik dengan proses pembelajaran yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai media interaktif untuk mengoptimalkan penyampaian materi pelajaran bergambar” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : Wahyu Budi Laksono, Eka Fitriani, Hermawan Ardianto&lt;br /&gt;Komentar Media : Media terlalu sulit dipahami untuk umum.&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dari tujuan yang ditulis dalam karya ilmiah no tidak perlu jika yang dijelaskan hanya satu bahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penanaman nilai moral melalui Tokoh Pewayangan yaaitu Bima “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji        : Sri Lestari Ningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus Sya’diyah&lt;br /&gt;Komentar Media  : antara background dan text seragam &lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dalam pembelajaran imajinasi anak sulit untuk mengaplikasikan dengan penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Learning Styles Appropriate(LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak usia 8-10 tahun” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji   : Gladys Dhiokita Maruti, Nugrah Asriningtiyas, Qonita &lt;br /&gt;Komentar Media : Style font terlalu dan kecil untuk presentasi, jadi untuk membaca terlalu sulit.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk anak masih belum sanggup untuk pengaplikasianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beryanyi Untuk Alam” (PLS) &lt;br /&gt;Penyaji  : Hendra Syah, Septyani Mufida, Anon Kurniawan                     Komentar Media : Terlalu Ramai, warna antara text dan background kontrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Latar Belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaranya karena dalam makalah dibahas tentang kebakaran , pencurian yang belum cukup diketahui untuk anak-anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inisiasi Dini Care” sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media SosialisasDini Masyarakat (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji       : Diah Mesti, Nur Rosimah, Arita Rahmadhani&lt;br /&gt;Komentar Media :  Terlalu Monoton,Background kontras                              Komentar Makalah : Dalam pembahasan makalah tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal dan ayat-ayat, fokuskan kepada inisiasi dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sistem Pembelajaran On-Line Berbasis Blog” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji       : Adi Supriadi, Eri Sulistyo, Eni&lt;br /&gt;Komentar Media : Untuk font terlalu kecil serta dalam pembukaan(salam) terlalu lama sehingga penyampaian materi kuarang maksimal &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam perkuliahan sistem pembelajaran ini dalam sisi psikologi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kuerelasi Media Pembangu Perilaku Anti Bullying di Sekolah” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji       :   Kuinanti Husniyah, Ferdifania sti Rahayu, Luluk Shoviana       Komentar Media : Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga kurang menarik&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam makalah terdapat kata yang tidak baku dalam pembahasann yaitu penggabungan antara bahasa indonesia  dengan bahasa asing&lt;br /&gt;      Konsep dari judul yang diambil kurang cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cams Programe Upaya untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak ”(PGSD)                       Penyaji       : Ida royani, Nur Kholis Majid &lt;br /&gt;Komentar Media : Warna kontrast antara teks dan latar&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Penulisan referensi salah &lt;br /&gt;   Penulisan judul dalam kata Programe untuk umum mungkin hanya sedikit yang tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cooperatif Learning sebagai Modal Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji        : Wahyu Widianingsih, Desi Widi Hardini, Ari Suprihatin&lt;br /&gt;Komentar Media : Media cukup menarik dan memenuhi standart ketentuan presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari poin-poin tertentu ada yang kurang dari cooperative learning dari mata pelajaran yang dibahas (matematika)&lt;br /&gt;    Ada penulisan kata yang salah yaitu diminimalisir yang seharusnya diminimalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT) Sebagai Media Training Bagi Orang Tua Agar Dapat Menerapi Anaknya Yang Menderita Autis” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji       : Dyan Bayu  Puspitasari, Bimma Adi Putra, Maristya Yoga P.        Komentar Media : Terlalu monoton untuk sebuah presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Tingkat keefektifan kurang untuk sebuah terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan di Indonesia” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji       : AH Tasmuri, Dwi Pramono, Herman Malinton&lt;br /&gt;Komentar Media : Media monoton dan kurang menarik &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari judul tidak cocok untuk isi pembahasannya &lt;br /&gt;     Judul kurang tepat untuk LKTM harusnya untuk LKTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua Anak Bagi Semua Kalangan Melalui Homeschooling “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji       : Indah Suci Lestari, Dzulifah, Khoirun Nisa&lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton dan warna contrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk kesimpulan dalam presentasi ada tapi dalam cetak tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-2122978240394731153?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/2122978240394731153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=2122978240394731153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/2122978240394731153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/2122978240394731153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_9731.html' title='Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTM) Mohammad Nur Saean'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-7550842666415524908</id><published>2008-04-10T21:47:00.001+07:00</published><updated>2008-04-10T21:49:33.971+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTM)&lt;br /&gt;Se-Fakultas Ilmu Pendidikan&lt;br /&gt;Tgl.03 Maret 2008&lt;br /&gt;Dosen Pengampu : Heri TriLukman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Cahyo Adi Nugroho : 1102405049&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah&lt;br /&gt;Hari Kamis Tgl : 03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Konsep Smart Card Game” ( PGSD)&lt;br /&gt;Penyaji                 : Hidayat Romadhon&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu sederhana, background presentasi terlalu ramai&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan     semakin baik dengan proses pembelajaran yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai media interaktif untuk mengoptimalkan penyampaian materi pelajaran bergambar” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : Wahyu Budi Laksono, Eka Fitriani, Hermawan Ardianto&lt;br /&gt;Komentar Media : Media terlalu sulit dipahami untuk umum.&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dari tujuan yang ditulis dalam karya ilmiah no tidak perlu jika yang dijelaskan hanya satu bahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penanaman nilai moral melalui Tokoh Pewayangan yaaitu Bima “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji   : Sri Lestari Ningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus Sya’diyah&lt;br /&gt;Komentar Media  : antara background dan text seragam&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dalam pembelajaran imajinasi anak sulit untuk mengaplikasikan dengan penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Learning Styles Appropriate(LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak usia 8-10 tahun” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji   : Gladys Dhiokita Maruti, Nugrah Asriningtiyas, Qonita&lt;br /&gt;Komentar Media : Style font terlalu dan kecil untuk presentasi, jadi untuk membaca terlalu sulit.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk anak masih belum sanggup untuk pengaplikasianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beryanyi Untuk Alam” (PLS)&lt;br /&gt;Penyaji   : Hendra Syah, Septyani Mufida, Anon Kurniawan                                                                         &lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu Ramai, warna antara text dan background kontrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Latar Belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaranya karena dalam makalah dibahas tentang kebakaran , pencurian yang belum cukup diketahui untuk anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inisiasi Dini Care” sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media SosialisasDini Masyarakat (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji : Diah Mesti, Nur Rosimah, Arita Rahmadhani&lt;br /&gt;Komentar Media :  Terlalu Monoton,Background kontras                                                                                               &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam pembahasan makalah tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal dan ayat-ayat, fokuskan kepada inisiasi dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sistem Pembelajaran On-Line Berbasis Blog” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji : Adi Supriadi, Eri Sulistyo, Eni&lt;br /&gt;Komentar Media : Untuk font terlalu kecil serta dalam pembukaan(salam) terlalu lama sehingga penyampaian materi kuarang maksimal&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam perkuliahan sistem pembelajaran ini dalam sisi psikologi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kuerelasi Media Pembangu Perilaku Anti Bullying di Sekolah” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji :   Kuinanti Husniyah, Ferdifania sti Rahayu, Luluk Shoviana             &lt;br /&gt;Komentar Media : Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga kurang menarik&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam makalah terdapat kata yang tidak baku dalam pembahasann yaitu penggabungan antara bahasa indonesia  dengan bahasa asing&lt;br /&gt;     Konsep dari judul yang diambil kurang cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cams Programe Upaya untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak ”(PGSD)                                          &lt;br /&gt;Penyaji : Ida royani, Nur Kholis Majid&lt;br /&gt;Komentar Media : Warna kontrast antara teks dan latar&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Penulisan referensi salah&lt;br /&gt;  Penulisan judul dalam kata Programe untuk umum mungkin hanya sedikit yang tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cooperatif Learning sebagai Modal Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji  : Wahyu Widianingsih, Desi Widi Hardini, Ari Suprihatin&lt;br /&gt;Komentar Media : Media cukup menarik dan memenuhi standart ketentuan presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari poin-poin tertentu ada yang kurang dari cooperative learning dari mata pelajaran yang dibahas (matematika)&lt;br /&gt;   Ada penulisan kata yang salah yaitu diminimalisir yang seharusnya diminimalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT) Sebagai Media Training Bagi Orang Tua Agar Dapat Menerapi Anaknya Yang Menderita Autis” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji : Dyan Bayu  Puspitasari, Bimma Adi Putra, Maristya Yoga P.                                                                                          &lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton untuk sebuah presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Tingkat keefektifan kurang untuk sebuah terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan di Indonesia” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : AH Tasmuri, Dwi Pramono, Herman Malinton&lt;br /&gt;Komentar Media : Media monoton dan kurang menarik&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari judul tidak cocok untuk isi pembahasannya&lt;br /&gt;    Judul kurang tepat untuk LKTM harusnya untuk LKTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua Anak Bagi Semua Kalangan Melalui Homeschooling “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji : Indah Suci Lestari, Dzulifah, Khoirun Nisa&lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton dan warna contrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk kesimpulan dalam presentasi ada tapi dalam cetak tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-7550842666415524908?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/7550842666415524908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=7550842666415524908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7550842666415524908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7550842666415524908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_10.html' title=''/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-4008030703064413001</id><published>2008-04-10T17:10:00.005+07:00</published><updated>2008-04-10T17:39:23.142+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA</title><content type='html'>Oleh : Anindita Widya W&lt;br /&gt;( 1102405070 )&lt;br /&gt;Dosen pengampu : Heri Trilukman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul : Evaluasi penyelenggaraan teknologi informasi dan komunikasi    ( TIK ) dalam pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt; Penyaji  : AH. Tasmuri&lt;br /&gt;Dwi Pramono&lt;br /&gt;Herman Malintan&lt;br /&gt; Jurusan : Kurikulum dan Teknologi Pendididkan&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Judul masih kurang tepat untuk lomba karya tulis mahasiswa. Juga pada bagian isinya masih banyak yang kurang sesuai dengan judul, penulisanya juga belum sesuai.&lt;br /&gt; Komentar tentang media :&lt;br /&gt;Untuk media yang digunakan sudah cukup baik namun masih ada sedikit kekurangan – kekurangan, misalnya penyesuaian dengan back ground. Seharusnya warna backgroun disesuaikan dengan warna fort atau huruf, sehingga pada saat presentasi paparan yang disajikan akan terlihat jelas.&lt;br /&gt;Cara penyajiannya masih monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Judul : Meningkatkan harmonisasi hubungan orang tua – anak bagi semua kalangan melalui home scholing.&lt;br /&gt; Penyaji  : Indah Suci Lestari&lt;br /&gt;  Dzulifah&lt;br /&gt;  Jurusan : PGTK&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Pada bagian presentasi terdapat kesimpulan namun didalam makalah tidak terdapat kesimpulan.&lt;br /&gt; Komentar tentang media :&lt;br /&gt;Media yang digunakan masih monoton sehingga terlihat kurang menarik, hal ini akan menjadi salah satu penyebab kurangnya perhatian dari para audience, sebab mereka dapat merasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Judul : Inisiasi dini care sebagai upaya pemberdayaan posyandu menjadi media sosialisasi dini masyarakat.&lt;br /&gt; Penyaji  : Diah Mesti&lt;br /&gt;  Nur Rosimah&lt;br /&gt;  Anita Rahmadani&lt;br /&gt; Jurusan : Psikologi&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Dalam pembahasan seharusnya tidak perlu adanya pencantuman mengenai pasal – pasal dan ayat – ayat.&lt;br /&gt; Komentar tentang media :&lt;br /&gt;Mengenai media sudah cukup bagus, hanya saja masih ada beberapa kekurangan yang mengakibatkan terkesan agak monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Judul : Pemanfaatan micromedia flash sebagai media interaktif untuk mengoptimalkan penyampaian materi pelajaran bergambar.&lt;br /&gt; Penyaji  : Wahyu Budi Laksono&lt;br /&gt;  Eka Fitriani&lt;br /&gt;  Hermawan&lt;br /&gt; Jurusan : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Pada bagian tujuan seharusnya tudak perlu ada nomor, jika hanya yang dijelaskan hanya ada satu.&lt;br /&gt; Komentar tentang media  :&lt;br /&gt;Mengenai media yang digunakan sudah cukup baik, namun perlu ada evaluasi lagi agar dapat lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Judul : Sistem pembelajaran on line berbasis blog.&lt;br /&gt; Penyaji  : Adi Supriadi&lt;br /&gt;  Eri Setyo&lt;br /&gt;  Nur Aeni&lt;br /&gt; Jurusan : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan.&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Apabila pembelajaran ini diterapkan pada perkuliahan maka dalam hal psikologi tidak tepat sebab tidak akan membentuk kepribadian karena kurangnya bimbingan langsung dari dosen atau pendidik.&lt;br /&gt; Komentar tentang media :&lt;br /&gt;Pada bagian pembukaan terlalu banyak sehingga tidak menyingkat waktu. Pada bagian font atau hurufnya terlalu kecil menyebabkan paparan kurang jelas dan mungkin bisa tidak terbaca terutama pada peserta yang hadir pada kursi bagian belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Judul : Cooperative learning bagi model pembelajaran alternative untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika.&lt;br /&gt; Penyaji  : Wahyu Widianingsih&lt;br /&gt;  Desi Widi H&lt;br /&gt;  Ari Suprihatin&lt;br /&gt; Jurusan : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt; Komentar makalah :&lt;br /&gt;Pada paparan makalah ada beberapa poin – poin tertentu ada yang kurang dari cooperative learning dari mata pelajaran yang di bahas sehingga terkesan masi ada yang kurang. Pada kalimat tertentu ada penggunaan kata yang kurang sesuai yaitu pada kata diminimanisir, seharusnya tidak menggunakan kata tersebut. Seharusnya mengguinakan kata diminimalisir.&lt;br /&gt; Komentasr media   :&lt;br /&gt;Pada penggunaan media telah cukup menarik, cukup mampu membawa audien untuk memberi perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Judul : Kuerelasi, media membangun perilaku Anti Bullying ( kekerasan ) di sekolah.&lt;br /&gt; Penyaji  : Kurniati Husniyah&lt;br /&gt;  Ferditania Esti rahayu&lt;br /&gt;  Luluk Shoviana&lt;br /&gt; Jurusan : Psikologi&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Dalam makalahnya terdapat kata – kata yang tidak baku antara bahasa indonesia dan bahasa asing, juga mengenai konsep tidak sesuai antara judul dan isinya kurang pas. Sehingga perlu di teliti lebih lagi.&lt;br /&gt; Komentat tentang media  :&lt;br /&gt;Dalam paparan terlalu banyak slide sehingga membuat keefektifan dari paparanya kurang bagus. Sebab hal ini dapat mempengaruhi motivasi pendengar untuk menyimak. Dan juga ditambah lagi pemaparanya yang bisa dikatakan masih monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Judul : Pemanfaatan media televisi dalam membentuk karakter, perilaku positive, dan meningkatkan prestasi hasil belajar.&lt;br /&gt; Penyaji  : Devi Anjar Ratnawati&lt;br /&gt;  Aris Munandar&lt;br /&gt;  Miftachul Fauzi&lt;br /&gt; Jurusan : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Pada paparan makalah hendaknya dijelaskan bagaimana cara penggunaan televisi atau pemanfaatan televisi yang benar sehingga dapat membentuk karakter positive dan meningkatkan motivasi belajar.&lt;br /&gt; Komentar tentang media  :&lt;br /&gt;Media yang digunakan seharusnya jangan terlalu sederhana sehingga akan dapat lebih menarik perhatian dan tidak terkesan monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Judul : Coms program upaya untuk meningkatkan minat membaca.&lt;br /&gt; Penyaji  : Ida Royani&lt;br /&gt;  Nur Kholismajid&lt;br /&gt; Jurusan : PDSD&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Programnya darasa kurang tepat apabila dipaparkan pada publik umum. Pada rumusan masalahnya juga masih bersifat umum. Beberapa saran untuk para pembaca masih kurang sesuai dengan isi makalah, referensi penulisan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Komentar tentang media :&lt;br /&gt;Pemaparanya kurang menarik sebab warna font dengan warna background kurang sesuai.&lt;br /&gt;10. judul : Bernyanyi untuk alam sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan pada anak.&lt;br /&gt; Penyaji  : Hendra Syah&lt;br /&gt;  Anen Kurniawan&lt;br /&gt;  Septyani Mufyda&lt;br /&gt; Jurusan : Psikologi&lt;br /&gt; Komentar tentang makalah :&lt;br /&gt;Latar belakang tidak menerangkan perilaku anak – anak. Pembaca kurang memahami pembahasanya karena dalam pembahasan menjelaskan tentang menjaga lingkungan pada anak – anak, pada bagian latar belakang juga masih terlalu luas.&lt;br /&gt; Komentar tentang media :&lt;br /&gt;Slide persentari terlalu ramai gambarnya, juga terlalu kontras sehingga membuat pembaca merasa bosan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-4008030703064413001?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/4008030703064413001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=4008030703064413001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4008030703064413001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4008030703064413001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/tugas-seminar-teknologi-pendidikan.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8335245445738303025</id><published>2008-04-10T12:45:00.003+07:00</published><updated>2008-04-17T20:05:15.147+07:00</updated><title type='text'>TUGAS ANALISIS LKTM FIP 2008</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah  : Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Dosen pengampu : Heri Trilukman, S.P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiji Suryani&lt;br /&gt;1102405062&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PADA HARI KAMIS , 3 APRIL 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Judul    : Cams Program Upaya Untuk Meningkatkan          Minat Membaca Anak Melalui Sastra&lt;br /&gt;Penyaji   :&lt;br /&gt;ü Idaroyani (PGSD)&lt;br /&gt;ü Nur Kholis Majid  (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;ü Bagian saran berkesan seperti tidak standart&lt;br /&gt;ü Rumusan masalah tentang Cams kurang jelas &lt;br /&gt;ü Penulisan referensi salah&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Antara warna background dan teks kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari :&lt;br /&gt;Kelebihan cams programe yaitu mampu meningkatkan minat membaca anak. Manfaat cams program yaitu untuk meningkatkan kesadaran orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya membaca bagi anak. Memberikan masukan pada ortu dan guru agar memahami bagaimana membina anak supaya berminat membaca. Memberi solusi yang tepat sesuai karakteristik anak untuk meningkatkan minat baca anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Judul  :   Compact Disc of Autism Children Therapy&lt;br /&gt; Penyaji  :  &lt;br /&gt;ü Dian Bayu Puspitasari (Psikologi)&lt;br /&gt;ü Maristya Yoga Pratama (Psikologi)&lt;br /&gt;ü Bima  Adi Putra (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;ü Bagaimana bentuk dalam compact disc nya&lt;br /&gt;ü Bagaimana tingkat keefektifitasan dalam kenyataaan (format CD)&lt;br /&gt;ü Kurang teori dan contoh dalam makalah&lt;br /&gt;Komentar Media :  &lt;br /&gt;Menggunakan powerpoin kurang menberi penjelasan    dalam bentuk compact disk sehingga kurang dimengerti.&lt;br /&gt;Intisari : “Compact Disk of Autism Children Theraphy” Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orangtua memberikan kemudahan bagi para orang tua untuk menerapi anaknya yang autis tanpa harus pergi ke terapis dan orang tua dapat secara langsung mengamati perkembangan anaknya. Paket panduan terapi anak autis ini  diberikan dalam bentuk compact disk, sehingga orangtua dapat mengkonsumsinya berulang- ulang. Paket panduan ini berisi tentang cara-cara terapi yang dapat dilakukan orang tua untuk menerapi anaknya dengan metode permainan, bernyanyi, visual, dan pretend play sehingga terapi ini dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda bila orang tua pergi ke terapis karena selain biaya yang dikeluarkan mahal, waktu terapinya singkat, orangtua juga belum tentu dapat mengetahui perkembangan anaknya karena hanya diserahkan kepada terapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Judul : Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan  Kesadaran Menjaga Lingkungan Pada Anak-Anak&lt;br /&gt; Penyaji    :  &lt;br /&gt;ü Hendra Syah (PLS)   &lt;br /&gt;ü Anon Kurniawan (PLS)   &lt;br /&gt;ü Septyani Mufida (PLS) &lt;br /&gt; Komentar Karya Tulis : &lt;br /&gt;Latar belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran dan pencurian&lt;br /&gt; Komentar Media :&lt;br /&gt;Terlalu ramai dan warna terlalu kontras sehingga tulisan sulit dibaca.&lt;br /&gt; Intisari :&lt;br /&gt;“Bernyanyi untuk Alam” merupkan suatu program yang berupaya untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan pada anak-anak. Program “Bernyanyi untuk Alam” terdiri dari tiga tahap; tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Program “Bernyanyi untuk Alam” merupkan pengembangan dari teori tahapan perkembangan anak, teori perkembangan kognitif, teori belajar sosial dan teori psikolgogi musik.. Pelaksanaan program “Bernyanyi untuk Alam” dilakukan di sekolah. Guru berfungsi sebagai pendamping dan evaluator keberhasilan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Judul  : Konsep Smart Card Game Upaya Untuk  Meningkatkan   Kecepatan Berhitung Dan Daya Ingat Pada Anak&lt;br /&gt;Penyaji  :  &lt;br /&gt;Hidayah Romadhon (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik proses pembelajaran denagn system menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Terlalu sederhana jadi tidak terlalu menarik.&lt;br /&gt;Intisari :&lt;br /&gt;Merupakan suatu model pembelajaran yang berisi permainan dengan menggunakan media berupa kartu. &lt;br /&gt;Kelebihan dari model ini :Tidak memberikan tekanan ada siswa sehingga menghilangkan rasa takut Bisa dimainkan di mana saja, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah (semakin sering bermain, semakin pintar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Judul  :   Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;Penyaji     : &lt;br /&gt;ü Nur Aeni W (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Adi Supriyadi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Eri Setyo Pramudi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt; Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;ü Blog merepotkan dosen dalam pembelajaran&lt;br /&gt;ü Kenapa harus menggunakan blog?&lt;br /&gt;ü Jika blog itu dikenakan biaya akan saangat merugikan.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;ü Untuk font terlalu kecil&lt;br /&gt;ü Pembukaan terlalu panjang&lt;br /&gt;Intisari : &lt;br /&gt;Sistem pembelajaran online yang memanfaatkan internet sebagai medianya mempunyai beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya adalah e-mail, Mailing List, File Transfer Protocol (FTP) dan World Wide Web (WWW). Dan salah satu contoh dari layanan internet adalah Blog yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh (online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Judul  :  Cooperatif Learning Sebagai Pembelajaran Alternative Untuk Meningkatkan Motifasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;ü Wahyu widyaningsih (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Desi  Widi Hardini (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Ari Suprihatin (KURTEKDIK)&lt;br /&gt; Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;ü Masalah yang terjadi yang pintar makin pintar dan yang bodoh semakin bodoh, sehingga guru harus mengkondisikan.&lt;br /&gt;ü Alur berfikir jelas&lt;br /&gt;ü Program harus dalam BAB Pembahasan bukan pada latar belakang.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Penulisan konteksnya sangat bagus dan berurutan.&lt;br /&gt;Intisari :&lt;br /&gt;Pembelajaran  matematika dengan cooperative learning dapat meningkatkan daya nalar dan daya pikir anak serta  dapat mengurangi kegiatan menghafal. Anak dapat merasakan bahwa berpikir lebih baik dari pada menghafal sehingga mereka akan lebih termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Coopertive learning yang meningkatkan hubungan kerjasama antar teman memacu  anak untuk semakin maju dan bekerja keras dan hasil dari cooperative learning akan membantu masyarakat untuk mendapatkan seorang yang bekerja keras dan dapat bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Judul  :  Penanaman Nilai Moral Melalui PGTK&lt;br /&gt;Penyaji  :  Sri Lestari Ningsih (PGTK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis : &lt;br /&gt;ü Kata pengantar atau latar belakang dalam imajinasi anak belum mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;ü Dalam hal ini anak didik tertarik pada pembawaannya bukan pada tokohnya.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Terlalu sederhana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari : Penanaman moral melalui PGTK sangat bagus karena penanamn tersebut bisa diberikan kepada anak-anak kecil dan bisa di berikan pengertian kepada orang tua anak-anak. Mereka bisa mensosialisasikan kepada anak mereka tersebut agar moral yang ditanamkan sejak dini bisa menjadi bekal mereka saat dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Judul  :  Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media Interaktif Untuk Mengoptinalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;ü Eka Fitiani (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Wahyu BL (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Hermawan (KURTEKDIK)&lt;br /&gt; Komentar Karya Tulis :  &lt;br /&gt;ü Dari tujuan tidak perlu adanya nomor jika yang dijelaskan hanya satu masalah&lt;br /&gt;ü Kenapa dalam analisis gambar harus menggunakan flash? Kenapa tidak menggunakan yang lain.&lt;br /&gt;Komentar Media :   Sudah sangat baik&lt;br /&gt;Intisari  : &lt;br /&gt;Media flash dapat digunakan dalam penyampaian pelajaran bergambar karena melihat fungsinya yang efisisan dan efektif. Juga dalam penyampaian menggunakan media tersebut lebih terlihat menarik sehingga tidak membosankan menyampaikan suatu pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Judul  :  Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Inforamsi Dan  Komunikasi di Pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;Penyaji    : &lt;br /&gt;ü Tasmuri (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Dwi Pramono (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;ü Herman Malinton (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  &lt;br /&gt;ü Judulnya harus diperbarui.&lt;br /&gt;ü Tata tulis perlu diperhatikan &lt;br /&gt;ü Tabel banyak yang hilang&lt;br /&gt;ü Hanya menyajikan suatu evaluasi program didalamnya belum ada.&lt;br /&gt;ü Karya tulis tulisan asing harus digaris miring hurufnya.&lt;br /&gt;ü Salah ketik dalam LKTM sebenarnya harus diminimalisir.&lt;br /&gt;Komentar Media  : Sudah cukup baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari  :TIK telah menjadi salah satu batu fondasi penting dari pembangunan masyarakat modern. Semakin banyak Negara kini semakin menyadari bahwa pemahaman tentang TIK. Kondisi ideal yang diharapkan oleh Negara Indonesia dalam penyelenggaraan TIK adalah Tahap transforming dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan pendidikan. TIK diaplikasikan ssecara penuh baik dalam proses pembelajaran intruksional purpose maupun untuk administrasi akademik (administrational purpose). Kebijakan yang harus diambil Negara Indonesia adalah bagaimana untuk menuju kondisi yang ideal, yaitu sampai pada tahapan Transformasi di dalam pengembangan TIK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Judul :  Inisiasi Dini Care sebagai Upaya Pemberdayaan   Posyandu Menjadi Media Sosialisasi Program Inisiasi Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji  :  &lt;br /&gt;ü Diah Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;ü Nur Rohmah (Psikologi)  &lt;br /&gt;ü Arita Rahmadhani (Psikologi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Komentar Makalah :  &lt;br /&gt;ü Dengan adanya posyandu, dapat mensosialisasikan program inisiasi dini denagn mudah&lt;br /&gt;ü Pembangunan tudak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal dan ayat-ayat, focus kepada inisiasi dini.&lt;br /&gt;Komentar Media :&lt;br /&gt;Di Indonesia kurang dalam mensosialisasikan system   inisiasi dini kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari  : Inisiasi dini care adalah sebuah upaya sosialisasi program inisiasi dini kepada masyarakat melalui Posyandu di masing-masing daerah. Program inisiasi dini care ini digalakkan sebagai bagaian dari upaya menuju Indonesia sehat 2010. Hakekat Inisiasi DiniInisiasi Dini adalah perlakuan yang diberikan ibu untuk menyegerakan permulaan menyusui pada bayi, yaitu setengah sampai satu jam proses kelahiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8335245445738303025?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8335245445738303025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8335245445738303025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8335245445738303025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8335245445738303025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/tugas-analisis-lktm-fip-2008.html' title='TUGAS ANALISIS LKTM FIP 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8101598845958123278</id><published>2008-04-10T12:38:00.003+07:00</published><updated>2008-04-17T20:03:57.834+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LKTM 3 APRIL 2008 FIP</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah  : Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Dosen pengampu : Heri Trilukman, S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DWI PUSPITASARI&lt;br /&gt;1102405003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengamati hasil LKTM yang di selenggarakan pada hari kamis tanggal &lt;br /&gt;3 april 2008 dengan hasil analisis sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok I dengan judul : Sistam Pembelajaran Online Berbasis Blog.&lt;br /&gt;Penyaji                                 : ENI. ADI, ERI&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Kenapa harus menggunakan blog?? Padahal Blog merepotkan dosen dalam hal perkuliahan, jika blog itu diknakan biaya akan sangat merugikan dan memekan waktu yang terbuang. (Bp. Lutfi )&lt;br /&gt;Komentar Media : Untuk front terlalu kecil, bab pendahuluan terlalu banyak sehingga waktu tidak cukup.&lt;br /&gt;Analisis : Sistem pembelajaran online yang memanfaatkan internet sebagai medianya mempunyai beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya adalah e-mail, Mailing List, File Transfer Protocol (FTP) dan World Wide Web (WWW). Dan salah satu contoh dari layanan internet adalah Blog yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh (online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok II dengan judul : Pemanfaatan Media Flash sebagai Media Interaktif untuk Mengoptimalkan Penyampaian Meta Pelajaran Bergambar.&lt;br /&gt;Penyaji                                     : Eky, Wahyu, Hendrawan..&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Kenapa dalam Penyampaian Mata Pelajaran Bergambar harus menggunakan Flash? Apa dengan menggunakan media lain tidak bisa?&lt;br /&gt;Komentar Media : Keterngan dalam konsep tersebut kurang atraktif dalam penyampaian kepada audiens.&lt;br /&gt;Analisis                : Pada mata pelajaran Bergambar menggunakan flash sangat dibutuhkan untuk mempermudah dalam penyampaian materi, karena dengan flash bisa mengekspesikan apa yang akan di sampaikan lagi pula dengan flash bisa menarik minat siswa untuk belajar flash.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok III dengan judul : Penanaman Nilai Moral Melalui PGTK.&lt;br /&gt;Penyaji                                    : Sri Lestari Ningsih dkk&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Pada kata pengantar atau layer belakang dalam imaginasi anak-anak belim mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajarannya.Dalam hal ini anak didik tertarik pada pembawaanya bukan pada tokohnya.&lt;br /&gt;Komentar media : Konsep dalam penulisannya terlalu kecil dan kurang dapat terbaca.&lt;br /&gt;Analisis            : Penanaman moral dalam diri kita sangat perlu di tanamkan dalam usia sedini mungkin. Dalam pendidikan maupun dalam kemsyarakatan. Di Tk pembelajaran tentang pendidikan moral sangat di butuhkan untuk mendidik perilaku seoarang siswa untuk mencerminkan perilaku yang baik sampai dia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok IV dengan judul : Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan                                                                       kesadaran Menjaga Lingkungan pada Anak-anak.&lt;br /&gt;Penyaji                                    : Hendrasyah dkk.&lt;br /&gt;Komentar Makalah: Latar belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran, pencurian dll.&lt;br /&gt;Komentar Media : Di dalam penyajiannya dengan menggunakan powerpoint konsepnya terlalu rame dan warna yang digunakan terlalu contrast dalam setiap bab.&lt;br /&gt;Analisis : “Bernyanyi untuk Alam” merupkan suatu program yang berupaya untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan pada anak-anak. Program “Bernyanyi untuk Alam” terdiri dari tiga tahap; tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Program “Bernyanyi untuk Alam” merupkan pengembangan dari teori tahapan perkembangan anak, teori perkembangan kognitif, teori belajar sosial dan teori psikolgogi musik.. Pelaksanaan program “Bernyanyi untuk Alam” dilakukan di sekolah. Guru berfungsi sebagai pendamping dan evaluator keberhasilan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok V dengan judul : Learning Styles Apporropriate (LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia 8-10 tahun.&lt;br /&gt;Penyaji                : &lt;br /&gt;Komentar Media : Tulisan dan Front terlalu style dan kecil untuk taraf presentasi.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Di dalam latar belakang banyak penjelasan yang seharusnya di masukkan dalam bab pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis                     : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok VI dengan judul : Inisiasi Dini Care sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu Menjadi Media Sosialisasi Dini Masyarakat.&lt;br /&gt;Penyaji                                         : Diah Mesi, Nur Rosinah, Anita Rahmadani.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Pembahasaan tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal dan ayat-ayat dalam UU, seharusnya focus kepada inisiasi dini.&lt;br /&gt;Komentar Media : Bahwa di Indonesia Posyandu kurang dalam mesosialkan sistem inisiasi dini kepada masyarakat bukan hanya melalui program ini, tetapi juga prigram lainnya dan juga terbatasnya posyandu.&lt;br /&gt;Analisis : Inisiasi dini care adalah sebuah upaya sosialisasi program inisiasi dini kepada masyarakat melalui Posyandu di masing-masing daerah. Program inisiasi dini care ini digalakkan sebagai bagaian dari upaya menuju Indonesia sehat 2010. Hakekat Inisiasi DiniInisiasi Dini adalah perlakuan yang diberikan ibu untuk menyegerakan permulaan menyusui pada bayi, yaitu setengah sampai satu jam proses kelahiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok VII dengan judul : Cooperative Learning sebagai Model Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika.&lt;br /&gt;Penyaji                                        : Desy, Haning, ari.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Sangat baik sekali, Tetapi di sini hanya mengangkat permasalahan cooperative learning dalam pelajaran matematika factor hanya dari model cooperative learning dalam pembelajaran itu sendiri tidak ada.&lt;br /&gt;Komentar Media : Penulisan konteksnya sangat bagus dan berurutan.&lt;br /&gt;Analisis : Pembelajaran  matematika dengan cooperative learning dapat meningkatkan daya nalar dan daya pikir anak serta  dapat mengurangi kegiatan menghafal. Anak dapat merasakan bahwa berpikir lebih baik dari pada menghafal sehingga mereka akan lebih termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Coopertive learning yang meningkatkan hubungan kerjasama antar teman memacu  anak untuk semakin maju dan bekerja keras dan hasil dari cooperative learning akan membantu masyarakat untuk mendapatkan seorang yang bekerja keras dan dapat bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok VIII dengan judul : Compact Disk of Autism Children Therapy. Paket Panduan Terapi Anak Autia Bagi Orang Tua.&lt;br /&gt;Penyaji                                         : Dian Bayu. P dkk.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Didalam makalah ini tinjauan pustaka kurang penyajian sehingga terkesan kurang dan tidak mudah dimengerti apa maksudnya.&lt;br /&gt;Komentar Media : Memakai powerpoint, kurang memberi penjelasan dalam bentuk compact disk sehingga kurang dimengerti.&lt;br /&gt;Analisis  : “Compact Disk of Autism Children Theraphy” Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orangtua memberikan kemudahan bagi para orang tua untuk menerapi anaknya yang autis tanpa harus pergi ke terapis dan orang tua dapat secara langsung mengamati perkembangan anaknya. Paket panduan terapi anak autis ini  diberikan dalam bentuk compact disk, sehingga orangtua dapat mengkonsumsinya berulang- ulang. Paket panduan ini berisi tentang cara-cara terapi yang dapat dilakukan orang tua untuk menerapi anaknya dengan metode permainan, bernyanyi, visual, dan pretend play sehingga terapi ini dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda bila orang tua pergi ke terapis karena selain biaya yang dikeluarkan mahal, waktu terapinya singkat, orangtua juga belum tentu dapat mengetahui perkembangan anaknya karena hanya diserahkan kepada terapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok IX : Evaluasi Penyelanggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;Penyaji              : Tasmuri, Dwi Pramono, Herman Malington.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Hanya menyajikan suatu evaluasi program didalamnya belum ada.&lt;br /&gt;Komentar Media   :  Judulnya harus diperbaharui, karya tulis untuk tulisan-tulisan asing harus digaris miring. Tabel-tabel yang ada dan huruf-hurufnya sering hilang belum lengkap penulisannya. Dan yang paling penting salah ketik dalam LKTM sebenarnya harus di minimalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis  :TIK telah menjadi salah satu batu fondasi penting dari pembangunan masyarakat modern. Semakin banyak Negara kini semakin menyadari bahwa pemahaman tentang TIK. Kondisi ideal yang diharapkan oleh Negara Indonesia dalam penyelenggaraan TIK adalah Tahap transforming dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan pendidikan. TIK diaplikasikan ssecara penuh baik dalam proses pembelajaran intruksional purpose maupun untuk administrasi akademik (administrational purpose). Kebijakan yang harus diambil Negara Indonesia adalah bagaimana untuk menuju kondisi yang ideal, yaitu sampai pada tahapan Transformasi di dalam pengembangan TIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok X : Konsep Smart Card  Game Upaya untuk Meningkatkan Kecepatan Berhitung dan Daya Ingat pada Anak&lt;br /&gt;Penyaji            : Hidayah Romadhon (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik proses pembelajaran dengan sistem menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media : Desain dalam powerpont terlalu sederhana dalam penyampaian kepada audiens.&lt;br /&gt;Analisis : Merupakan suatu model pembelajaran yang berisi permainan dengan    menggunakan media berupa kartu. &lt;br /&gt;Kelebihan dari model ini :Tidak memberikan tekanan ada siswa sehingga menghilangkan rasa takut Bisa dimainkan di mana saja, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah (semakin sering bermain, semakin pintar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8101598845958123278?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8101598845958123278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8101598845958123278' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8101598845958123278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8101598845958123278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lktm-3-april-2008-fip.html' title='ANALISIS LKTM 3 APRIL 2008 FIP'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-398819704422472251</id><published>2008-04-10T12:00:00.002+07:00</published><updated>2008-04-10T12:06:07.024+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA</title><content type='html'>oleh :&lt;br /&gt;M.Q Zaman&lt;br /&gt;1102405044&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Televisi sebagai media pembelajaran untuk membentuk karakter perilaku positif dan meningkatkan hasil belajar.&lt;br /&gt; Penyaji : 1.  Aris Munandar (Kurtekdik)&lt;br /&gt;1.Miftahul Fauzi (Kurtekdik)&lt;br /&gt;2.Devi Anjar (Kurtekdik) &lt;br /&gt; Komentar Makalah : Tidak menjelaskan bagaimana memanfaatkan televisi yang benar untuk membentuk perilaku yang positif dan meningkatkan hasil belajar para pengguna televisi.&lt;br /&gt; Komentar Media : Tanda baca dalam penulisan kurang jelas dan terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Konsep Smart Card Game&lt;br /&gt; Penyaji : Hidayat Romadhon, dkk (PGSD Semester 1)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Konsep metode ini jika sering digunakan dalam pembelajaran hasilnya akan semakin baik, karena proses pembelajaran dengan sistem ini akan menyenangkan setiap individu dalam belajar.&lt;br /&gt; Komentar Media : Media yang digunakan dalam presentasi terlalu sederhana sehingga kurang menarik perhatian audiens, mungkin perlu ditambah animasi-animasi atau suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai Media Interaktif untuk Mengoptimalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar.&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Wahyu Budi Laksono (Kurtekdik)&lt;br /&gt;   2. Eka Fitriani (Kurtekdik)&lt;br /&gt;   3. Hermawan (Kurtekdik) &lt;br /&gt; Komentar Makalah : Dari tujuan yang dipaparkan tidak perlu ada nomernya karena hanya menerangkan 1 tujuan saja.&lt;br /&gt; Komentar Media : Sudah cukup menarik dan tulisan dapat dilihat semua peserta peserta dalam ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  : Penanaman Nilai Moral melalui Tokoh Bima dalam  Pembelajaran&lt;br /&gt; Penyaji  : Sri Lestari Ningsih, dkk (PGTK) &lt;br /&gt;  Komentar Makalah : Pembelajaran dengan mencontohkan tokoh bima ini                       sebagai pembelajaran moral, apakah anak sudah bisa mencerna?. Karenamengingat kemampuan berpikir anak TK belum sampai pada taraf berpikir abstrak. Jadi kurang cocok menggunakan pencontohan tokoh bima dalam pembelajaran anak TK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Komentar Media : Media yang digunakan sudah cukup baik, karena selain menggunakan Slide Power Point, kelompok ini juga menggunakan  wayang sebagai media dan memperagakannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Learning Styles Appropriate (LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia 8 – 10 tahun.&lt;br /&gt; Penyaji : Gladys, dkk (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Penejelasan mengenai proses pengaplikasian metode LSA dalam pembelajaran bahasa inggris masih kurang jelas.&lt;br /&gt; Komentar Media :  penggunaan tulisan dan font terlalu style dan kecil untuk lingkup presentasi dalam ruangan yang panjang, sehingga peserta yang duduk di belakang kurang jelas untuk membacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Bernyanyi untuk Alam sebagai Upaya meningkatkan Kesadaran Menjaga Lingkungan pada Anak-Anak.&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Hendra Syah (Psikologi) &lt;br /&gt;2.Anen Kurniawan (Psikologi)&lt;br /&gt;3.Septiyani Mufida (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : -  dalam latar belakang tidak diterangkan perilaku anak-anak, sehingga pembaca karya tulis dan pendengar presentasi kurang memahami pembahasannya, karena dalam pembahasan menjelaskan menjaga lingkungan pada anak-anak.&lt;br /&gt;   - Latar belakang terlalu luas dan umum &lt;br /&gt; Komentar Media : Slide presentasi terlalu ramai gambarnya dan warnanya terlalu banyak dan kontras, membuat peserta tidak fokus pada isi yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Sistem Pembelajaran On – Line Berbasis Blog&lt;br /&gt; Penyaji : 1.   Adi Supriadi ( Kurtekdik) &lt;br /&gt;2.Ery Setyo P. (Kurtekdik)&lt;br /&gt;3.Nuraeni (Kurtekdik)&lt;br /&gt; Komentar Makalah :  Menurut pandangan psikologi sistem pembelajaran on-line berbasis blog kurang tepat jika diterapkan pada semua jenjang pendidikan, karena secara psikologi, perkembangan psikologi manusia ada tahap-tahapnya sehingga sistem pembelajaran On-Line berbasis Blog hanya cocok untuk anak-anak sekolah menengah ke atas.&lt;br /&gt; Komentar Media :  Font yang digunakan terlalu kecil dan banyak sehingga tidak menjangkau semua peserta di dalam ruangan yang luas dan panjang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Inisiasi Dini care Sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media Sosialisasi Dini Masyarakat. &lt;br /&gt; Penyaji : 1. Dias Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;2.Nur Rosimah (Psikologi)&lt;br /&gt;3.Arita Rahmadani (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Dalam pembahasan tidak fokus pada inisiasi dini saja karena mencantumkan pasal-pasal dan ayat-ayat yang seharusnya tidak perlu, sehingga mengurangi kejelasan mengenaininisiasi dalam pembahasannya. &lt;br /&gt; Komentar Media : Terlalu banyak Slide presentasi sehingga dalam menerangkan karya tulisnya tidak fokus.pada masalah yang dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Korelasi Media Pembangun Anti Bullying di Sekolah&lt;br /&gt; Penyaji : Mahasiswa Psikologi &lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Banyak kata dalam pembahasan tidak baku antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Banyak kesalahan pada penggunaan kata serapan bahsa asing. &lt;br /&gt;   - Konsep dari judul kurang cocok dengan pembahasannya.&lt;br /&gt; Komentar Media : Terlalu monoton dan banyak slide sehingga kurang menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : Cooperative Learning sebagai Model Pembelajaran Alternatif untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Wahyu Widyaningsih ( Kurtekdik)&lt;br /&gt;2.Desi Widi Hardini (Kurtekdik)&lt;br /&gt;3.Ari Suprihatin (Kurtekdik)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Poin-poin dari Cooperative learning dan mata pelajaran yang dibahas ada yang kurang&lt;br /&gt;Penulisan kata ada yang salah&lt;br /&gt; Komentar Media : Sudah cukup menarik untuk presentasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-398819704422472251?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/398819704422472251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=398819704422472251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/398819704422472251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/398819704422472251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-mahasiswa_4408.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-4702708465872152840</id><published>2008-04-10T11:58:00.001+07:00</published><updated>2008-04-10T11:59:44.399+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA</title><content type='html'>OLEH :&lt;br /&gt;BENY YULIANTO&lt;br /&gt;1102404041&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuerelasi Media Pembangun Perilaku Anti Bullying diSekolah (psikologi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Terlalu monoton&lt;br /&gt;- Terlalu banyak slide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Untuk kata yang diguunakan dalam pembahasan tidak baku, tidak jelas antara &lt;br /&gt;        bahasa Indonesia dan bahasa asing (kata serapan yang salah).&lt;br /&gt;- Konsep daripada judul dengan pembahasan tidak/kurang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cams Programe Upaya Untuk Meningkatkan Minat Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Ida Royani (PGSD)&lt;br /&gt;Nur Kholis Majid (PGSD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media :&lt;br /&gt;- Antara background dan text warna contrast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Referensi penulisan salah rumus dan  masalah terlalu umum.&lt;br /&gt;- Program itu saja untuk  umum mungkin belum tepat.&lt;br /&gt;- Bagian saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cooperative Learning  Sebagai Media Pembelajaran Alternatif untuk     Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayaji :&lt;br /&gt;Wahyu Widianingsih&lt;br /&gt;Desi Widi Hardini&lt;br /&gt;Ari Suprihatin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Sudah cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Dari poin-poin tertentu ada yang kurang sesuai dengan cooperative learning dan mata pelejaran yang dibahas (matematika).&lt;br /&gt;- Ada penulisan kata yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT)&lt;br /&gt;Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah :&lt;br /&gt;- Tingkat keefektifan kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;AH Tasmuri (KTP)&lt;br /&gt;Dwi Pramono (KTP)&lt;br /&gt;Herman Malinton (KTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Judul belum cocok dengan isi pembahasan &lt;br /&gt;- Terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan kata&lt;br /&gt;- Judul kurang tepat untuk LKTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang tua-Anak Bagi Semua Kalangan Melalaui Home Schooling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Indah Suci Lestari (PGTK)&lt;br /&gt;Dzulifah (PGTK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Terlalu monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Dalam presentasi dilengkapi dengan kesimpulan tetapi tidak demikian dengan yang dicetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Smart Card Game&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Hidayat Romadhon (PGSD, semester 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik, proses pembelajaran dengan sistem menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan Macro Media Flash sebagai Media Interaktif untuk Mengoptimalkan Pencapaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Wahyu (KTP)&lt;br /&gt;Eka Fitriani (KTP)&lt;br /&gt;Hermawan (KTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah :&lt;br /&gt;- Seharusnya tidak perlu menggunakan nomor jika dalam penjelasan hanya terdapat 1 nomor saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Learning Styles Appropriate (LSA) sebagai Metode Pembelajran Bahasa Inggris untuk Anak usia 8-10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Gladis (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;Nugraha (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Tulisan terlalu style dan terlalu kecil untuk taraf presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyi untuk Alam sebagai upaya untuk Meningkatkan Keselarasan Menjaga Lingkungan pada Anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media :&lt;br /&gt;- terlalu rame dan warna contrast&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Pembahasan tentang latar belakang tidak sesuai dan dirasakan terlalu berat bagi usia anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Adi (KTP)&lt;br /&gt;Eri (KTP)&lt;br /&gt;Eni (KTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Font terlalu kecil, pembahasan terlalu banyak sehingga waktu tidak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Dalam praktek nyata perkuliahan, pembelajaran ini kaitannya dengan psikologi kurang begitu tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiasi Dini sebagai upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media Sosialisasi Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Diah Mesti (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;Nur Rohmah (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;Anita Rahmadhani (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Dalam pembahasan hendaknya tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal, ayat-ayat dan sebaiknya lebih fokus lagi dengan inisiasi dini saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-4702708465872152840?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/4702708465872152840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=4702708465872152840' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4702708465872152840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4702708465872152840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-mahasiswa_10.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-7926010033764955971</id><published>2008-04-10T11:45:00.005+07:00</published><updated>2008-04-10T11:57:11.398+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA</title><content type='html'>OLEH :&lt;br /&gt;BENY YULIANTO&lt;br /&gt;1102404041&lt;br /&gt;KURTEKDIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuerelasi Media Pembangun Perilaku Anti Bullying diSekolah (psikologi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Terlalu monoton&lt;br /&gt;- Terlalu banyak slide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Untuk kata yang diguunakan dalam pembahasan tidak baku, tidak jelas antara &lt;br /&gt;        bahasa Indonesia dan bahasa asing (kata serapan yang salah).&lt;br /&gt;- Konsep daripada judul dengan pembahasan tidak/kurang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cams Programe Upaya Untuk Meningkatkan Minat Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Ida Royani (PGSD)&lt;br /&gt;Nur Kholis Majid (PGSD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media :&lt;br /&gt;- Antara background dan text warna contrast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Referensi penulisan salah rumus dan  masalah terlalu umum.&lt;br /&gt;- Program itu saja untuk  umum mungkin belum tepat.&lt;br /&gt;- Bagian saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cooperative Learning  Sebagai Media Pembelajaran Alternatif untuk     Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayaji :&lt;br /&gt;Wahyu Widianingsih&lt;br /&gt;Desi Widi Hardini&lt;br /&gt;Ari Suprihatin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Sudah cukup menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Dari poin-poin tertentu ada yang kurang sesuai dengan cooperative learning dan mata pelejaran yang dibahas (matematika).&lt;br /&gt;- Ada penulisan kata yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT)&lt;br /&gt;Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah :&lt;br /&gt;- Tingkat keefektifan kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;AH Tasmuri (KTP)&lt;br /&gt;Dwi Pramono (KTP)&lt;br /&gt;Herman Malinton (KTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Judul belum cocok dengan isi pembahasan &lt;br /&gt;- Terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan kata&lt;br /&gt;- Judul kurang tepat untuk LKTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang tua-Anak Bagi Semua Kalangan Melalaui Home Schooling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Indah Suci Lestari (PGTK)&lt;br /&gt;Dzulifah (PGTK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Terlalu monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;- Dalam presentasi dilengkapi dengan kesimpulan tetapi tidak demikian dengan yang dicetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Smart Card Game&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Hidayat Romadhon (PGSD, semester 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik, proses pembelajaran dengan sistem menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan Macro Media Flash sebagai Media Interaktif untuk Mengoptimalkan Pencapaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Wahyu (KTP)&lt;br /&gt;Eka Fitriani (KTP)&lt;br /&gt;Hermawan (KTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah :&lt;br /&gt;- Seharusnya tidak perlu menggunakan nomor jika dalam penjelasan hanya terdapat 1 nomor saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Learning Styles Appropriate (LSA) sebagai Metode Pembelajran Bahasa Inggris untuk Anak usia 8-10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Gladis (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;Nugraha (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Tulisan terlalu style dan terlalu kecil untuk taraf presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyi untuk Alam sebagai upaya untuk Meningkatkan Keselarasan Menjaga Lingkungan pada Anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media :&lt;br /&gt;- terlalu rame dan warna contrast&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Pembahasan tentang latar belakang tidak sesuai dan dirasakan terlalu berat bagi usia anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji :&lt;br /&gt;Adi (KTP)&lt;br /&gt;Eri (KTP)&lt;br /&gt;Eni (KTP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media : &lt;br /&gt;- Font terlalu kecil, pembahasan terlalu banyak sehingga waktu tidak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Dalam praktek nyata perkuliahan, pembelajaran ini kaitannya dengan psikologi kurang begitu tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiasi Dini sebagai upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media Sosialisasi Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji : &lt;br /&gt;Diah Mesti (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;Nur Rohmah (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;Anita Rahmadhani (PSIKOLOGI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;- Dalam pembahasan hendaknya tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal, ayat-ayat dan sebaiknya lebih fokus lagi dengan inisiasi dini saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-7926010033764955971?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/7926010033764955971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=7926010033764955971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7926010033764955971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7926010033764955971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-mahassiiwa.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-5805842006937550089</id><published>2008-04-10T08:52:00.004+07:00</published><updated>2008-04-10T09:04:57.065+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA</title><content type='html'>Oleh: &lt;br /&gt;SATRIYO ABDI YUDO&lt;br /&gt;1102405012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Judul : Televisi sebagai media pembelajaran untuk membentuk karakter perilaku positif dan meningkatkan hasil belajar.&lt;br /&gt; Penyaji : 1.  Aris Munandar (Kurtekdik)&lt;br /&gt;2.Miftahul Fauzi (Kurtekdik)&lt;br /&gt;3.Devi Anjar (Kurtekdik) &lt;br /&gt; Komentar Makalah : Tidak menjelaskan bagaimana memanfaatkan televisi yang benar untuk membentuk perilaku yang positif dan meningkatkan hasil belajar para pengguna televisi.&lt;br /&gt; Komentar Media : Tanda baca dalam penulisan kurang jelas dan terlalu sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Judul : Konsep Smart Card Game&lt;br /&gt; Penyaji : Hidayat Romadhon, dkk (PGSD Semester 1)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Konsep metode ini jika sering digunakan dalam pembelajaran hasilnya akan semakin baik, karena proses pembelajaran dengan sistem ini akan menyenangkan setiap individu dalam belajar.&lt;br /&gt; Komentar Media : Media yang digunakan dalam presentasi terlalu sederhana sehingga kurang menarik perhatian audiens, mungkin perlu ditambah animasi-animasi atau suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Judul : Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai Media Interaktif untuk Mengoptimalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar.&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Wahyu Budi Laksono (Kurtekdik)&lt;br /&gt;   2. Eka Fitriani (Kurtekdik)&lt;br /&gt;   3. Hermawan (Kurtekdik) &lt;br /&gt; Komentar Makalah : Dari tujuan yang dipaparkan tidak perlu ada nomernya karena hanya menerangkan 1 tujuan saja.&lt;br /&gt; Komentar Media : Sudah cukup menarik dan tulisan dapat dilihat semua peserta peserta dalam ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Judul : Penanaman Nilai Moral melalui Tokoh Bima dalam Pembelajaran&lt;br /&gt; Penyaji : Sri Lestari Ningsih, dkk (PGTK) &lt;br /&gt; Komentar Makalah : Dalam pembelajaran lewat wayang Bima sebagai tokoh yang baik ini, apakah anak-anak sudah mampu untuk mengaplikasikan proses pembelajarannya lewat tokoh tersebut? Padahal imajinasi anak belum sampai pada taraf itu. Jadi kurang cocok jika diterapkan untuk anak-anak TK.&lt;br /&gt; Komentar Media : Media yang digunakan sudah cukup baik, karena selain menggunakan Slide Power Point, kelompok ini menggunakan media wayang dan melakonkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Judul : Learning Styles Appropriate (LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia 8 – 10 tahun.&lt;br /&gt; Penyaji : Gladys, dkk (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Pengaplikasian/Penerapan Metode Learning Styles Appropriate (LSA) kurang diterangkan lebih jelas pada proses pembelajarannya, dalam hal ini adalah pembelajaran Bahasa Inggris. &lt;br /&gt; Komentar Media : Tulisan dan font terlalu style dan kecil untuk taraf presentasi dalam ruangan yang panjang, sehingga peserta yang duduk di belakang kurang jelas untuk membacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Judul : Bernyanyi untuk Alam sebagai Upaya meningkatkan Kesadaran Menjaga Lingkungan pada Anak-Anak.&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Hendra Syah (Psikologi) &lt;br /&gt;2.Anen Kurniawan (Psikologi)&lt;br /&gt;3.Septiyani Mufida (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Latar belakang tidak menerangkan perilaku anak-anak, menjadikan pembaca karya tulis dan pendengar presentasi kurang memahami pembahasannya, karena dalam pembahasan menjelaskan menjaga lingkungan pada anak-anak.&lt;br /&gt;   - Latar belakang terlalu luas dan umum &lt;br /&gt; Komentar Media : Slide presentasi terlalu ramai gambarnya dan warnanya terlalu banyak dan kontras, membuat peserta cepat bosan dan tidak fokus pada isi yang disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Judul : Sistem Pembelajaran On – Line Berbasis Blog&lt;br /&gt; Penyaji : 1.   Adi Supriadi ( Kurtekdik) &lt;br /&gt;2.Ery Setyo P. (Kurtekdik)&lt;br /&gt;3.Nuraeni (Kurtekdik)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Dalam perkuliahan, sistem pembelajaran ini kurang tepat menurut psikologi jika diterapkan pada semua jenjang pendidikan, karena menurut psikologi, perkembangan manusia ada tahap-tahapnya sehingga sistem pembelajaran On-Line berbasis Blog hanya cocok untuk anak-anak sekolah menengah ke atas.&lt;br /&gt; Komentar Media : - Font yang digunakan terlalu kecil dan banyak sehingga tidak menjangkau semua peserta di dalam ruangan yang luas dan panjang.&lt;br /&gt;   - Pembukaan terlalu banyak sehingga waktu yang disediakan untuk presentasi menjadi tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Judul : Inisiasi Dini care Sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media Sosialisasi Dini Masyarakat. &lt;br /&gt; Penyaji : 1. Dias Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;2.Nur Rosimah (Psikologi)&lt;br /&gt;3.Arita Rahmadani (Psikologi)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : Dalam pembahasan tidak fokus pada inisiasi dini saja karena mencantumkan pasal-pasal dan ayat-ayat yang seharusnya tidak perlu, sehingga mengurangi kejelasan dalam pembahasannya. &lt;br /&gt; Komentar Media : Terlalu banyak Slide presentasi sehingga dalam menerangkan karya tulisnya tidak memfokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Judul : Korelasi Media Pembangun Anti Bullying di Sekolah&lt;br /&gt; Penyaji : Mahasiswa Psikologi &lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Kata-kata dalam pembahasan tidak baku antara Bahasa Indonesia dan bahasa asing (kata serapan yang digunakan banyak yang salah) &lt;br /&gt;   - Konsep dari judul kurang cocok dengan pembahasannya.&lt;br /&gt; Komentar Media : Terlalu monoton dan banyak slide sehingga kurang menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Judul : Coms Program Upaya untuk Meningkatkan Minat Membaca&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Ida Royani (PGSD) &lt;br /&gt;   2. Nur Kholis Majid (PGSD)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Referensi penulisan salah&lt;br /&gt;Rumusan masalah masih bersifat umum&lt;br /&gt;Programe itu saja untuk umum mungkin kurang cocok dan belum tepat.&lt;br /&gt;Bagian saran untuk pembaca kurang sesuai dengan isi makalah&lt;br /&gt; Komentar Media : Antara background dan tekx warnanya terlalu kontras. &lt;br /&gt;11.Judul : Cooperative Learning sebagai Model Pembelajaran Alternatif untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Wahyu Widyaningsih ( Kurtekdik)&lt;br /&gt;2.Desi Widi Hardini (Kurtekdik)&lt;br /&gt;3.Ari Suprihatin (Kurtekdik)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Poin-poin dari Cooperative learning dan mata pelajaran yang dibahas (matematika ada yang kurang)&lt;br /&gt;Penulisan kata ada yang salah&lt;br /&gt; Komentar Media : Sudah cukup menarik untuk presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Judul : Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt; Penyaji : 1.  A.H. Tasmuri (Kurtekdik)&lt;br /&gt;2.Dwi Pramono (Kurtekdik)&lt;br /&gt;3.Herman Malinton (Kurtekdik)&lt;br /&gt; Komentar Makalah : - Judul belum cocok untuk isi dan pembahasannya serta kurang tepat untuk Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM)&lt;br /&gt;   - Banyak penulisan yang salah&lt;br /&gt; Komentar Media : Sudah cukup menarik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Judul : Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua – Anak Bagi semua kalangan melalui Home Scholing&lt;br /&gt; Penyaji : 1. Indah Suci Lestari (PGTK)&lt;br /&gt;   2. Dzulifah (PGTK)&lt;br /&gt; Komentar Makalah :  Secara administratif penulisannya kurang, karena tidak mencantumkan dan menguraikan kesimpulan dalam makalah. &lt;br /&gt; Komentar Media :  Terlalu monoton, sehingga kurang menarik. Perlu adanya animasi-animasi untuk menarik perhatian peserta LKTM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-5805842006937550089?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/5805842006937550089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=5805842006937550089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5805842006937550089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5805842006937550089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-mahasiswa.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8908501125892758109</id><published>2008-04-10T08:31:00.001+07:00</published><updated>2008-04-10T08:35:14.177+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Penanaman Nilai Moral Melalui PGTK&lt;br /&gt;Penyaji    :  Sri Lestariningsih (PGTK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  : &lt;br /&gt;- Kata pengantar atau latar belakang dalam imajinasi anak belum mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;- Dalam hal ini anak didik tertarik pada pembawaannya bukan pada tokohnya.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan  Kesadaran Menjaga Lingkungan Pada Anak-Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;- Hendra Syah (PLS)   &lt;br /&gt;- Anon Kurniawan (PLS)   &lt;br /&gt;- Septyani Mufida (PLS) &lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  Latar belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran dan pencurian&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Terlalu ramai dan warna terlalu kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan : “Bernyanyi untuk Alam” merupkan suatu program yang berupaya untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan pada anak-anak. Program “Bernyanyi untuk Alam” terdiri dari tiga tahap; tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Program “Bernyanyi untuk Alam” merupkan pengembangan dari teori tahapan perkembangan anak, teori perkembangan kognitif, teori belajar sosial dan teori psikolgogi musik.. Pelaksanaan program “Bernyanyi untuk Alam” dilakukan di sekolah. Guru berfungsi sebagai pendamping dan evaluator keberhasilan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :   Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;Penyaji     : &lt;br /&gt;- Nur Aeni W (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Adi Supriyadi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Eri Setyo Pramudi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :  Blog merepotkan dosen dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;- Untuk font terlalu kecil&lt;br /&gt;- Pembukaan terlalu panjang&lt;br /&gt;Ringkasan  : Sistem pembelajaran online yang memanfaatkan internet sebagai medianya mempunyai beberapa fasilitas yang tersedia diantaranya adalah e-mail, Mailing List, File Transfer Protocol (FTP) dan World Wide Web (WWW). Dan salah satu contoh dari layanan internet adalah Blog yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh (online).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :   Kuerelasi Media Pembangun Perilaku Anti Builying (Kekerasan) Di Sekolah&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;- Kuinnanti Husniyah (Psikologi) &lt;br /&gt;- Ferditania Esti Rahayu  (Psikologi)&lt;br /&gt;- Luluk Shoviana (Psikologi)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  : &lt;br /&gt;- Harusnya diberikan pengertian mengenai builying&lt;br /&gt;- Apabila diaplikasikan ada sekolah yang menolak apa yang akan dilakukan&lt;br /&gt;Komentar Media  :  -&lt;br /&gt;Ringkasan : Perilaku Anti bullying di Sekolah. KUERELASI merupakan suatu kegiatan yang menggunakan teori – teori behavioristik, teori kognitif, teamwork, kepekaan sosial, relasi, penghormatan terhadap hak individu, dan nilai nilai moral yang digunakan sebagi acuan dalam pelaksanaan KUERELASI ini. Dengan melandaskan teori – teori tersebut siswa – siswa SMA yang mengikuti kegiatan KUERELASI tersebut akan dikondisikan sedemikian rupa untuk mampu mendapatkan insight dari kesadaran dan pengamalan nilai – nilai moral untuk bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari. Jika siswa – siswa tersebut telah memilki kesadaran dan megaplikasikan nilai – nilai moral tersebut maka langkah pertama untuk menekan jumlah bullying telah dilakukan. Sehingga dalam beberapa tahap penekanan bullying secara progresif, dirasa akan mampu untuk mewujudkan pendidikan sekolah yang benar – benar bebas dari bullying. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media Interaktif Untuk Mengoptinalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;- Eka Fitiani (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Wahyu BL (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Hermawan (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  &lt;br /&gt;- Dari tujuan tidak perlu adanya nomor jika yang dijelaskan hanya satu masalah&lt;br /&gt;- Kenapa dalam analisis gambar harus menggunakan flash? Kenapa tidak menggunakan yang lain.&lt;br /&gt;Komentar Media  :   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Konsep Smart Card Game Upaya Untuk  Meningkatkan   Kecepatan Berhitung Dan Daya Ingat Pada Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  Hidayah Romadhon (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan semakin baik proses pembelajaran denagn system menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Terlalu sederhana&lt;br /&gt;Ringkasan : Merupakan suatu model pembelajaran yang berisi permainan dengan menggunakan media berupa kartu. &lt;br /&gt;  Kelebihan dari model ini :Tidak memberikan tekanan ada siswa sehingga menghilangkan rasa takut Bisa dimainkan di mana saja, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah (semakin sering bermain, semakin pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Cams Program Upaya Untuk Meningkatkan Minat Membaca Anak Melalui Sastra&lt;br /&gt;Penyaji    :&lt;br /&gt;- Ida royani (pgsd)&lt;br /&gt;- Nur Kholis Majid  (pgsd)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;- Bagian saran berkesan seperti tidak standart&lt;br /&gt;- Rumusan masalah tentang Cams kurang jelas &lt;br /&gt;- Penulisan referensi salah&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Antara warna background dan teks kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Cooperatif Learning Sebagai Pembelajaran Alternative Untuk Meningkatkan Motifasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;- Wahyu widyaningsih (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Desi  Widi Hardini (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Ari Suprihatin (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;- Masalah yang terjadi yang pintar makin pintar dan yang bodoh semakin bodoh, sehingga guru harus mengkondisikan.&lt;br /&gt;- Alur berfikir jelas&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Presentasi bagus &lt;br /&gt;Ringkasan : Pembelajaran  matematika dengan cooperative learning dapat meningkatkan daya nalar dan daya pikir anak serta  dapat mengurangi kegiatan menghafal. Anak dapat merasakan bahwa berpikir lebih baik dari pada menghafal sehingga mereka akan lebih termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Coopertive learning yang meningkatkan hubungan kerjasama antar teman memacu  anak untuk semakin maju dan bekerja keras dan hasil dari cooperative learning akan membantu masyarakat untuk mendapatkan seorang yang bekerja keras dan dapat bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :   Compact Disc of Autism Children Therapy&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;- Dian Bayu Puspitasari (Psikologi)&lt;br /&gt;- Maristya Yoga Pratama (Psikologi)&lt;br /&gt;- Bima  Adi Putra (Psikologi)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;- Bagaimana bentuk dalam compact disc nya&lt;br /&gt;- Bagaimana tingkat keefektifitasan dalam kenyataaan (format CD)&lt;br /&gt;- Kurang teori dan contoh dalam makalah&lt;br /&gt;Komentar Media :   -     Menggunakan powerpoin kurang menberi penjelasan    dalam bentuk compact disk sehingga kurang dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan  : “Compact Disk of Autism Children Theraphy” Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orangtua memberikan kemudahan bagi para orang tua untuk menerapi anaknya yang autis tanpa harus pergi ke terapis dan orang tua dapat secara langsung mengamati perkembangan anaknya. Paket panduan terapi anak autis ini  diberikan dalam bentuk compact disk, sehingga orangtua dapat mengkonsumsinya berulang- ulang. Paket panduan ini berisi tentang cara-cara terapi yang dapat dilakukan orang tua untuk menerapi anaknya dengan metode permainan, bernyanyi, visual, dan pretend play sehingga terapi ini dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda bila orang tua pergi ke terapis karena selain biaya yang dikeluarkan mahal, waktu terapinya singkat, orangtua juga belum tentu dapat mengetahui perkembangan anaknya karena hanya diserahkan kepada terapis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Inforamsi Dan  Komunikasi di Pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;Penyaji    : &lt;br /&gt;- Tasmuri (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Dwi Pramono (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;- Herman Malinton (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :  &lt;br /&gt;- Judul kurang tepat&lt;br /&gt;- Tata tulis perlu diperhatikan &lt;br /&gt;- Tabel banyak yang hilang&lt;br /&gt;Komentar Media  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Inisiasi Dini Care sebagai Upaya Pemberdayaan   Posyandu Menjadi Media Sosialisasi Program Inisiasi Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;- Diah Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;- Nur Rohmah (Psikologi)  &lt;br /&gt;- Arita Rahmadhani (Psikologi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah :  &lt;br /&gt;-  - Dengan adanya posyandu, dapat mensosialisasikan program inisiasi dini denagn mudah&lt;br /&gt;-  - Pembangunan tudak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal dan ayat-ayat, focus kepada inisiasi dini.&lt;br /&gt;Komentar Media :    Di Indonesia kurang dalam mensosialisasikan system   inisiasi dini kepada masyaraka&lt;br /&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah  : Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Dosen pengampu : Heri Trilukman, S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okta P Putri&lt;br /&gt;1102405041&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8908501125892758109?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8908501125892758109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8908501125892758109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8908501125892758109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8908501125892758109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-ilmiah_10.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8009024675118210698</id><published>2008-04-10T08:23:00.001+07:00</published><updated>2008-04-10T08:30:25.868+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA (LKTM) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Penanaman Nilai Moral Melalui PGTK&lt;br /&gt;Penyaji    :  Sri Lestariningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus &lt;br /&gt;                                                   Sya’diyah (PGTK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Kata pengantar atau latar belakang dalam imajinasi anak belum mempunyai kemampuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dalam hal ini anak didik tertarik pada pembawaannya bukan pada tokohnya.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;                                                   -     Antara background dan text seragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Bernyanyi Untuk Alam Sebagai Upaya Meningkatkan   &lt;br /&gt;                                                   Kesadaran Menjaga Lingkungan Pada Anak-Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Hendra Syah (PLS)   &lt;br /&gt;Anon Kurniawan (PLS)   &lt;br /&gt;Septyani Mufida (PLS) &lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  Latar belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaran karena disini dibahas tentang kebakaran dan pencurian&lt;br /&gt;Komentar Media  :  Terlalu ramai dan warna terlalu kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :   Sistem Pembelajaran Online Berbasis Blog&lt;br /&gt;Penyaji     : &lt;br /&gt;Nur Aeni W (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Adi Supriyadi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Eri Setyo Pramudi (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :  Blog merepotkan dosen dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;Untuk font terlalu kecil&lt;br /&gt;Pembukaan terlalu panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :   Kuerelasi Media Pembangun Perilaku Anti Builying (Kekerasan) Di Sekolah&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Kuinnanti Husniyah (Psikologi) &lt;br /&gt;Ferditania Esti Rahayu  (Psikologi)&lt;br /&gt;Luluk Shoviana (Psikologi)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  : &lt;br /&gt;Harusnya diberikan pengertian mengenai builying&lt;br /&gt;Apabila diaplikasikan ada sekolah yang menolak apa yang akan dilakukan&lt;br /&gt;Komentar Media  :  -      Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga &lt;br /&gt;                                                           kurang menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media &lt;br /&gt;                                                   Interaktif Untuk Mengoptinalkan Penyampaian &lt;br /&gt;                                                   Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Eka Fitiani (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Wahyu BL (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Hermawan (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :  &lt;br /&gt;Dari tujuan tidak perlu adanya nomor jika yang dijelaskan hanya satu masalah&lt;br /&gt;Kenapa dalam analisis gambar harus menggunakan flash? Kenapa tidak menggunakan yang lain.&lt;br /&gt;Komentar Media  :   -    Terlalu sederhana, background presentasi terlalu &lt;br /&gt;                                                          ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Konsep Smart Card Game Upaya Untuk  &lt;br /&gt;                                                   Meningkatkan   Kecepatan Berhitung Dan Daya Ingat &lt;br /&gt;                                                   Pada Anak&lt;br /&gt;Penyaji    :  Hidayah Romadhon (PGSD)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis            : &lt;br /&gt;konsep keberhasilan metode ini semakin sering &lt;br /&gt;      digunakan semakin baik proses pembelajaran denagn  &lt;br /&gt;      system menyenangkan.&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;                                                   -     Terlalu sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Cams Program Upaya Untuk Meningkatkan Minat Membaca Anak Melalui Sastra&lt;br /&gt;Penyaji    :&lt;br /&gt;Ida royani (pgsd)&lt;br /&gt;Nur Kholis Majid  (pgsd)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Bagian saran berkesan seperti tidak standart&lt;br /&gt;Rumusan masalah tentang Cams kurang jelas &lt;br /&gt;Penulisan referensi salah&lt;br /&gt;Komentar Media  : &lt;br /&gt;                                                   -     Antara warna background dan teks kontras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul  :  Cooperatif Learning Sebagai Pembelajaran &lt;br /&gt;                                                   Alternative Untuk Meningkatkan Motifasi Belajar &lt;br /&gt;                                                   Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Wahyu widyaningsih (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Desi  Widi Hardini (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Ari Suprihatin (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis :&lt;br /&gt;Masalah yang terjadi yang pintar makin pintar dan yang bodoh semakin bodoh, sehingga guru harus mengkondisikan.&lt;br /&gt;Alur berfikir jelas&lt;br /&gt;Komentar Media  :  &lt;br /&gt;                                                   -      Presentasi bagus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :   Compact Disc of Autism Children Therapy&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Dian Bayu Puspitasari (Psikologi)&lt;br /&gt;Maristya Yoga Pratama (Psikologi)&lt;br /&gt;Bima  Adi Putra (Psikologi)&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk dalam compact disc nya&lt;br /&gt;Bagaimana tingkat keefektifitasan dalam kenyataaan (format CD)&lt;br /&gt;Kurang teori dan contoh dalam makalah&lt;br /&gt;Komentar Media :   -     Menggunakan powerpoin kurang menberi penjelasan    &lt;br /&gt;                                                          dalam bentuk compact disk sehingga kurang &lt;br /&gt;                                                          dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul     :  Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Inforamsi Dan  &lt;br /&gt;                                                   Komunikasi di Pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;Penyaji    : &lt;br /&gt;Tasmuri (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Dwi Pramono (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;Herman Malinton (KURTEKDIK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Karya Tulis  :  &lt;br /&gt;Judul kurang tepat&lt;br /&gt;Tata tulis perlu diperhatikan &lt;br /&gt;Tabel banyak yang hilang&lt;br /&gt;Komentar Media  :&lt;br /&gt;                                                    -     Media monoton dan kurang menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul :  Inisiasi Dini Care sebagai Upaya Pemberdayaan   &lt;br /&gt;                                                   Posyandu Menjadi Media Sosialisasi Program Inisiasi &lt;br /&gt;                                                   Dini Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji    :  &lt;br /&gt;Diah Mesti (Psikologi)&lt;br /&gt;Nur Rohmah (Psikologi)  &lt;br /&gt;Arita Rahmadhani (Psikologi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah :  &lt;br /&gt;-     Dengan adanya posyandu, dapat mensosialisasikan &lt;br /&gt;       program inisiasi dini denagn mudah&lt;br /&gt;Pembangunan tudak perlu dicantumkan tentang   &lt;br /&gt;      pasal-pasal dan ayat-ayat, focus kepada inisiasi dini.&lt;br /&gt;Komentar Media :   &lt;br /&gt;Di Indonesia kurang dalam mensosialisasikan system   &lt;br /&gt;      inisiasi dini kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah  : Seminar Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;Dosen pengampu : Heri Trilukman, S.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanuar Eska Perdhana&lt;br /&gt;1102405066&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8009024675118210698?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8009024675118210698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8009024675118210698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8009024675118210698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8009024675118210698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-lomba-karya-tulis-ilmiah.html' title='ANALISIS LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN TAHUN 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-490377284206567624</id><published>2008-04-09T14:19:00.013+07:00</published><updated>2008-04-09T14:56:52.911+07:00</updated><title type='text'>kelompok 7 :  PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI PENUNJANG EFEKTIFITAS KTSP</title><content type='html'>oleh : &lt;br /&gt;1. Satriyo Abdi Y&lt;br /&gt;2. M.Q Zaman&lt;br /&gt;3. Anindita Widya W&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Latar belakang&lt;br /&gt;Semakin bertambah pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi, khususnya teknologi informasi telah memberikan akses yang sangat besar terhadap globalisasi. Terjadinya perkembangan dan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara merupakan konsekuensi logis dari era globalisasi, ini perlu segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia global. Persoalan ini, langsung tidak langsung akan berdamapak pada peran serta lembaga pendidikan, dan lebih khusus lagi terhadap penyusunan kurikulum untuk setiap satuan pendidikan.&lt;br /&gt;Disamping sebagai bentuk antisipasi terhadap adanya perubahan dalam kehidupan masyarakat, pengembangan kurikulum pendidikan juga dilatar belakangi oleh pertimbangan akan hadirnya peraturan perundang-undangan tentang otonomi daerah. Pemberlakuan undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah telah membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan kurikulum antara lain pambaruan dan difersifikasi kurikulum, antisipasi keadaan masa datang dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi.&lt;br /&gt;Peraturan perundang-undangan ini diikuti dengan perubahan pengelolaan pendidikan dari bersifat sentalistik ke eksentralistik. Kurikulum tahun 1994 pun diganti dengan kurikulum 2004 yang lebih dikenal dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan pada tahun 2006 disempurnakan menjadi KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang merupakan perwujudan dari desentralisasi pendidikan.&lt;br /&gt;Undang-undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003 (uu20/2003) tentang system pendidikan nasional dan peraturan pemerintah republic Indonesia nomor 19 tahun 2005 (pp19/2005) tentang standar nasional pendidikan mengamanatkan kurikulum KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh sataun pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman kepada panduan yang disusun oleh badan standar nasional pendidikan(BSNP). Selain itu,penyususnan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP19/2005.&lt;br /&gt;Dengan diterapkannya kurikulum tahun 2006 tersebut, setiap sekolah dituntut berperan aktif penuh. Otonomi sekolah benar-benar berlaku, terutama dalam hal relevansi kurikulum. Guru-guru harus dapat menyusun kurikulum dalam pembelajaran di kelas dengan menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indicator-indikator, materi-materi, serta silabus dan system penilaian. Namun dalampelaksanaannya masih banyak guru disekolah belum menguasai bagaimana menyusun kurikulum dan masih sedikit pengetahuan dan informasi tentang keberadaan KTSP.&lt;br /&gt;Selain relevansi kurikulum itu, pembelajrannya juga berubah. Pembelajaran pada kurikulum tahun 1994, peserta didik diberi pengetahuan sesuai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan metode belajar di kelas menggunakan ceramah dan Tanya jawab, siswa hanya mendengarkan,mencatat, dan bertanya,serta diberi soal-soal untuk PR. Sedangkan dalam KBK dan KTSP, guru hanya sebagai fasilitator dan siswa harus berperan aktif dengan menggali materi dan informasi-informasi selain dari guru melalui sumber-sumber lain. Seperti buku-buku,bertanya dengan orang maupun sumber belajar yang lain.&lt;br /&gt;Dengan melihat proses pelaksanaan kurikulum seperti diatas ada beberapa hal yang menjadi kebutuhan bagi guru dan siswa, yang mana yang menjadi kebutuhan guru adalah informasi mengenai kurikulum KTSP dan yang menjadikebutuhan bagi siswa adalah  sumber informasi. Denga melihat kedaan ini maka sangat diperlukan sarana yang bisa mencukupi kebutuhan guru dan siswa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas, maka masalah yang  akan dibahas dalam karya tulis ini adalah &lt;br /&gt;1. Bagaimanakah pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dilapangan?&lt;br /&gt;2. Apa saja kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan kurikulm tingkat satuan pendidikan?&lt;br /&gt;3. Sarana apa yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kendala yang dialami guru dan siswa dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan?&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;Tujuan dari disusunnya karya tulis ini adalah:&lt;br /&gt;1. Menjelaskan bagaimana pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan dilapangan.&lt;br /&gt;2. Memberikan informasi tentang kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam pelaksanaan KTSP&lt;br /&gt;3.  Sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kendala yan dialami oleh guru dan siswa untuk mengatasi kendala pelaksanaan KTSP.&lt;br /&gt;D. Manfaat Penulisan &lt;br /&gt;Manfaat yang dapat diperoleh dari karya tulis ini adalah:&lt;br /&gt;1. Guru bisa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya mengenai perangkat KTSP, dan lebih mudah bagi guru untuk memperoleh bahan materi untuk bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;2. Siswa bisa memperoleh pengetahuan lebih dari internet&lt;br /&gt;3. Bagi pembaca akan mengetahui sarana yang bisa dimanfaatkan untukmengatsi kendala yang dialami oleh guru dalam pelaksanaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                      BAB II&lt;br /&gt;                          KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KTSP&lt;br /&gt;1. Pengertian KTSP&lt;br /&gt;Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP diberlakukan di Indonesia mulai tahun ajaran 2006/2007, menggantikan Kurikulum 2004 (kurikulum berbasis kompetensi). (wikipedia Indonesia,11 maret 2008).&lt;br /&gt;Dalam konsep KTSP perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat kental sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEK sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Mengubah SMA di Indonesia menjadi institusi pembelajaran yang kreatif dan dinamis dimana murid-murid menjadi pembelajar yang lebih termotivasi, selalu ingin tahu, dan kreatif yang berbasis ICT (Information and Communication Technology).&lt;br /&gt;Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dibuat dan ditetapkan oleh kepala sekolah SD, SMP, SMA, SMK dan yang sederajat serta direkomendasi kepala Dinas Pendidikan berdasarkan Sisdiknas (UU No. 20/2003), Standar Pendidikan Nasional (PP 19/2005), Standar Isi Kurikulum (Permen 22/2006), Standar Kelulusan Siswa (Permen 23/2006) dan Pedoman Penyusunan KTSP (Permen 24/2006) umumnya mulai diberlakukan kepada siswa kelas awal tahun pelajaran 2007/2008 ini. Pembuatan, penetapan dan rekomendasi KTSP dilakukan setiap tahun sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga sekolah perlu membuat jadual yang jelas untuk keperluan ini bahkan bagi semua pihak terkait yang salah satunya adalah tim pengembang KTSP. Tim pengembang KTSP umumnya telah ada di setiap sekolah bahkan di tingkat kabupaten, propinsi dan pusat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Menurut badan standar nasional pendidikan (BSNP) pengembangan   KTSP berdasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut : &lt;br /&gt;a) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.&lt;br /&gt;b) Beragam dan terpadu&lt;br /&gt;c) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni&lt;br /&gt;d) Relefan dengan kebutuhan kehidupan&lt;br /&gt;e) Menyeluruh dan berkesinambungan&lt;br /&gt;f) Belajar sepanjamg hayat&lt;br /&gt;g) Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah&lt;br /&gt;3. Acuan operasional penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)&lt;br /&gt; KTSP disusun dengan memperhatikan hal - hal sebagai berikut : &lt;br /&gt;a) Peningkatan iman dan takwa serta ahlak mulia&lt;br /&gt;b) Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembanagan dan kemampuan peserta didik.&lt;br /&gt;c) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan&lt;br /&gt;d) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional&lt;br /&gt;e) Tuntutan dunia kerja&lt;br /&gt;f) Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni&lt;br /&gt;g) Agama &lt;br /&gt;h) Dinamika perkembangan global&lt;br /&gt;i) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan&lt;br /&gt;j) Kondisi social budaya masyarakat setempat&lt;br /&gt;k) Kesetaraan jender&lt;br /&gt;l) Karakteristik satuan pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. INTERNET&lt;br /&gt;Pengertian internet&lt;br /&gt;Internet berawal dari diciptakannya teknologi jaringan komputer sekitar tahun 1960. Apa sebenarnya jaringan komputer itu ? Jaringan komputer adalah beberapa komputer terhubung satu sama lain dengan memakai kabel dalam satu lokasi, misalnya dalam satu kantor atau gedung. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya. &lt;br /&gt;Tahun 1989, Timothy Berners-Lee, ahli komputer dari Inggris menciptakan World Wide Web yaitu semacam program yang memungkinkan suara, gambar, film, musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tampilannya dan sangat bervariasi. Dahulu internet hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu dan dengan komponen tertentu saja. Tetapi saat ini orang yang berada dirumah pun bisa terhubung ke internet dengan menggunakan modem dan jaringan telepon. Selain itu, Internet banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga militer di seluruh dunia untuk memberikan informasi kepada masyarakat. &lt;br /&gt;Istilah INTERNET berasal dari bahasa Latin inter, yang berarti  “antara”. Secara kata per kata INTERNET berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, INTERNET menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah, apakah sistem DOS atau UNIX.&lt;br /&gt;Internet adalah semacam jaringan yang mampu menghubungkan kita dengan jaringan informasi dunia dan masyarakat global.(gregorius agung,2001:1). Menurut Brace, Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan berjuta jaringan komputer dan komputer pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer yang terhubung kepadanya bisa melakukan komunikasi satu sama lain. (Wikipedia Indonesia,12 maret 2008)&lt;br /&gt;                                  BAB III&lt;br /&gt;                                     PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pelaksanaan KTSP &lt;br /&gt;Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP diberlakukan di Indonesia mulai tahun ajaran 2006/2007, menggantikan Kurikulum 2004 (kurikulum bebasis kompetensi). KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.(wikipedia Indonesia,11 maret 2008)&lt;br /&gt;Pemberlakuan KTSP didasarkan pada peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 tahun 2006. Penyusunan KTSP selaian melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.&lt;br /&gt;Dilihat dari mekanisme penyusunannya, KTSP adalah kurikulum operasional  yang disusun secara sistematis dan terperinci yang meliputi penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta finalisasi, serta dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. &lt;br /&gt;Kurikulum tingkat satuan pendidikan ini merupakan kurikulum yang bersifat desentralistik, dimana setiap sekolah atau satuan sekolah merancang sendiri kurikulum yang akan dipakai. Dimana KTSP disusun oleh guru mata pelajaran, guru BK, kepala sekolah,komite sekolah, dan konselor. &lt;br /&gt;Jika dalam kurikulum sebelumnya guru hanya melaksanakan pembelajaran hanya berdasarkan kurikulum yang sudah disediakan oleh pemerintah, namun dalam kurikulum ini guru harus menyiapkan program pengajaran sendiri mulai dari mengumpulkan bahan materi sampai dengan membuat program pengajaran untuk setiap pertemuan. Hal ini berarti menuntut kreaivitas guru untuk bisa menyusun silabus untuk kelas yang diampunya.&lt;br /&gt;Jika pada kurikulum tahun 1994 siswa hanya berperan pasif dalam proses pembelajaran. Dimana siswa hanya duduk dan mendengarkan materi  dari guru saja tanpa diberikan stimulus untuk mencari pengetahuan sendiri. Sedangkan pada kurikulum tingkat satuan pendidikan siswa dalam proses pembelajaran juga dituntun agar aktif dalam pembelajaran, terutama aktif dalam menggali pengetahuan dari sumber lain. Dengan berlakunya system pembelajaran seperti ini sekolah dituntut untuk menyediakan sumber yang menyediakaninformasi yang lebih, salah satunya dengan menyediakan layanan internet dimana siswa bisa memperoleh informasi dari banyak sumber, bukan hanya dari buku-buku perpustakaan dan dari guru saja.&lt;br /&gt;B. Kendala yang Dihadapi dalam pelaksanaan KTSP&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan sekolah dituntut untuk merencanakan kurikulumya sendiri. Dan guru sebagai salah satu pihak pelaksana kurikulum juga dituntut untuk bisa menyiapkan program pengajaran dikelas. Dalam kaitannya dengan hal ini guru harus bisa menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, dimana siswa perperan aktif dalam proses pembelajaran. Untuk itu garus dituntut krreatifitasnyauntuk bisa bisa menyajikan materi yang bisa merangsang kreatifitas siswa. &lt;br /&gt;Selain itu dalam pelaksanaan kurikulum ini, siswa juga dituntut untuk berperan aktif didalam proses pembelajaran, karena dalam kurikulum ini guru hanya bersifat fasilitator saja.    &lt;br /&gt;Namun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang dialami sekolah dalam melaksanakan kurikulum ini. Karena dengan diberlakukannya kurikulum tingkat satuan pendidikan ini secara otomatis guru harus mengetahui semua perangkat KTSP dan mengetahui bagaimana pelaksanaannya. Beberepa hal yang menjadi kendala bagi guru adalah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Guru-guru masih kekurangan informasi dan juga stimulus mengenai pengembangan kurikulum berbasis sekolah.&lt;br /&gt;  Masih banyak guru-guru yang berpersepsi sebagai penerima-pasif pengambilan keputusan kurikulum.&lt;br /&gt;  Persoalan keahlian pengembangan kurikulum warga sekolah, dimana masih  banyak guru yang masih kekurangan pengetahuan dan pengalaman tentang pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;  Para guru masih kesulitan untuk mendapatkan materi sebgai bahan ajar.&lt;br /&gt; beberapa kendala diatas disebabkan oleh karena kurangnya informasi yang dibutuhkan oleh guru mengenai perolehan materi untuk bahan ajar dan juga informasi megenai pelaksanaan secara teknis kurikulum ini. Untuk mengatasi hal ini perlu adanya komunikasi antara guru dengan pihak yang sudah mengetahuui banyak tentang pelaksanaan KTSP. &lt;br /&gt;Selain itu yang menjadi kendala bagi siswa adalah siswa membutuhkan sumber yang bisa memberikan banyak informasi. Sedangkan  informasi yang disediakan sekolah lewat buku-buku perpustakaan dirasakan masih sangat kurang apalagi buku-buku yang berisi pengetahuan umum.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sarana yang digunakan untuk mengatasi kendala Guru dan Siswa &lt;br /&gt;Dengan melihat beberapa kendala yang dialami guru dan siswa maka perlu adanya solusi. Salah satu media yang bisa digunakan untuk menghadapi kendala di atas adalah dengan memanfaatkan internet sebagai media informasi. &lt;br /&gt;Manfaat yang dapat diambil dari penggunaan internet :&lt;br /&gt;Ada beberapa layanan dalam internet yang dapat dimanfaatkan bagi guru untuk mencari informasi mengenai pelaksanaan KTSP dan juga guru bisa mencari bahan sebagai materi dalam pembelajaran. Sedangkan bagi siswa, mereka bisa mencari informasi sebagai pengetahuan yang lebih yang tidak diperoleh dari guru maupun dari buku-buku perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan-layanan dalam internet yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk mengatasi kendalanya antara lain:&lt;br /&gt;Di antara keseluruhan fasilitas Internet tersebut terdapat lima aplikasi standar Internet yang dapat dipergunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu e-mail, Mailing List (milis), Newsgroup, File Transfer Protocol (FTP), dan World Wide Web (WWW). Adapun kegunaan dari masing-masing fasilitas tersebut adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;1. E-mail&lt;br /&gt;E-mail oleh para pengguna komputer di Indonesia juga disebut dengan surat elektronik, merupakan fasilitas yang paling sederhana, paling mudah penggunaannya dan dipergunakan secara luas oleh pengguna komputer. &lt;br /&gt;E-mail merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih melakukan komunikasi yang bersifat tidak sinkron (asynchronous communication mode) atau tidak bersifat real time. Tetapi justru karakteristik seperti itulah yang menjadikan e-mail menjadi sarana komunikasi paling murah. &lt;br /&gt;Dengan layanan ini manfaat yang dapat diambil oleh guru antara lain dapat bertukar pikiran dengan guru lain atau ahli kurikulum untuk menyusun kurikulum dalam menjabarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi indicator – indikator, silabus RPP dan penilaian.&lt;br /&gt;Untuk siswa layanan ini dapat digunakan untuk bertukar pikiran dengan siswa dari sekolah lain ataupun dengan guru jika tidak memungkinkan untuk bertatap muka.&lt;br /&gt;2. Mailing list&lt;br /&gt;Mailing list merupakan perluasan penggunaan e-mail, dengan fasilitas ini pengguna yang telah memiliki alamat e-mail bisa bergabung dalam suatu kelompok diskusi, dan melalui milis ini bisa dilakukan diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan secara bersama-sama, dengan saling memberikan saran pemecahan (brain storming). Komunikasi melalui milis ini memiliki sifat yang sama dengan e-mail, yaitu bersifat tidak sinkron (asynchronous communication mode) atau bersifat un-real time.&lt;br /&gt;Manfaat yang bisa diambil dengan menggunakan layanan ini adalah sebagai sarana bertukar pikir antar guru dalam satu satuan sekolah untuk membahas suatu rancangan kurikulum yang akan dibuat tanpa harus meluangkan waktu khusus untuk bertatap muka karena bisa dilakukan cara jarak jauh.&lt;br /&gt;Bagi siswa, layanan ini bisa dimanfaatkan untuk membuat kelompok diskusi, misalnya kelompok studi kimia,matematika atau yang lainnya dengan siswa seluruh Indonesia ataupu dengan siswa dari luar negeri.  &lt;br /&gt;3. FTP ( file transfer protocol)&lt;br /&gt;FTP adalah fasilitas Internet yang memberikan kemudahan kepada pengguna untuk mencari dan mengambil arsip file (down load) di suatu server yang terhubung ke Internet pada alamat tertentu yang menyediakan berbagai arsip (file), yang memang diizinkan untuk diambil oleh pengguna lain yang membutuhkannya. File ini bisa berupa hasil penelitian, artikel-artikel jurnal dan lain-lain.&lt;br /&gt;Di samping itu FTP juga dipergunakan untuk meng-upload file materi situs (homepage) sehingga bisa diakses oleh pengguna dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;Manfaat layanan ini bagi guru adalah guru bisa mencari informasi berupa arsip atau file dari sebuah institusi untuk membantu mengembangkan kreativitasnya dalam mengelola pembelajaran. Misalnya, guru bisa mengambil arsip dari puskur untuk menambah pengetahuannya mengenai penyusunan silabus. Sedangkan bagi siswa, manfaat yang bisa diambil adalah siswa bisa mengambil file-file yang diperlukan seperti contohnya artikel. Selain itu siswa bisa mengup load hasil karyanya agar bisa di nikmati oleh khalayak umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. News group &lt;br /&gt;Newsgroup dalam Internet adalah fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam pengertian waktu yang sama (real time), dan dengan demikian berarti komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi yang sinkron (synchronous communication mode). Bentuk pertemuan ini lazim disebut sebagai konferensi, dan fasilitas yang digunakan bisa sepenuhnya multimedia (audio-visual) dengan mengggunakan fasilitas video conferencing, ataupun text saja atau text dan audio dengan menggunakan fasilitas chat (IRC).&lt;br /&gt;             Dengan layanan ini bisa memungkinkan dilaksanakannya rapat bagi para guru jika tidak memungkinkan untuk bertemu langsung dan berkumpulpadasatu tempat karena jarak yang jauh dan waktu yang mendesak. Layanan ini sangat cocok untuk dimanfaatkan didalam dunia pendidikan di Indonesia karena wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau yang memiliki jarak yang jauh. Misalnya, dari kepala dinas propinsi ingin memberikan informasi yang mendesak bagi para guru di wilayahnya.        &lt;br /&gt;5. World Wide Web (WWW)&lt;br /&gt; Merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia, dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam format hypertext dan hypermedia, dengan menggunakan Hypertext Markup Language (HTML) yang memungkinkan terjadinya koneksi (link) dokumen yang satu dengan yang lain atau bagian dari dokumen yang satu dengan bagian yang lainnya, baik dalam bentuk teks, visual dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;WWW bersifat multimedia karena merupakan kombinasi dari teks, foto, grafika, audio, animasi dan video, dengan demikian maka WWW pada saat ini merupakan puncak pencapaian yang tidak mungkin dicapai oleh media-media yang tergabung di dalamnya secara sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan layanan ini guru bisa mendapatkan informasi mengenai KTSP dan juga mendapatkan materi yang bersifat multimedia, misal guru dapat mendownload gambar atau video sebagai bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;Bagi siswa layanan ini bermanfaat untuk menguatkan pengetahuannya mengenai materi yang berhubungan dengan gambar. Karena dengan layanan ini siswa bisa mengambil gambar, teks, dan video.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan:&lt;br /&gt;1. Dengan diberlakukannya KTSP guru-guru dituntut untuk dapat merancang kurikulum sendiri. Namun dalam pelaksanaannya masih ada kendala mengenai pengetahuan guru mengenai KTSP dan juga masih kurangnya materi yang  di miliki. Siswa juga dituntut lebih aktif mencari informasi dari sumber lain, karena guru hanya sebagai fasilitator.&lt;br /&gt;2. Internet merupakan salah satu media yang bisa mengatasi kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan KTSP. Dengan memanfaatkan layanan-layanan yang ada, antara lain: E-mail, mailing list, FTP (File transfer protocol), news group,dan world wide web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran &lt;br /&gt;Saran penulis dalam karya tulis ini adalah&lt;br /&gt;1. Diharapkan agar sekolah menyediakan fasilitas berupa layanan internet&lt;br /&gt;2. Guru dan siswa mau mempelajari bagaimana menggunakan internet dan memanfaatkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-490377284206567624?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/490377284206567624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=490377284206567624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/490377284206567624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/490377284206567624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/kelompok-7-pemanfaatan-internet-sebagai.html' title='kelompok 7 :  PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI PENUNJANG EFEKTIFITAS KTSP'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-7316455553548067349</id><published>2008-04-09T14:04:00.001+07:00</published><updated>2008-04-09T14:06:36.161+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH</title><content type='html'>OLEH Bedzy Riasari&lt;br /&gt;NIM 1102405034&lt;br /&gt;JUDUL  &lt;br /&gt;COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN ALTERNATIVE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA&lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Wahyu Widyaningsih 1102405008&lt;br /&gt;2) Desi Widi Hardini 1102405017&lt;br /&gt;3) Ari Suprihatin  1102405072&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;1) Tugas-tugas yang sulit dan yang sebaiknya diberikan pada yang pintar dan tidak membaginya kepada temannya yang lain &lt;br /&gt;2) Alur dalam makalah yang ditulis sudah jelas alurnya &lt;br /&gt;3) Masalah yang terjadi adalah bahwa siswa yang pintar akan semakin pintar, dan siswa yang bodoh maka akan semakin bodoh. sehingga    &lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;1) Pesentasi menggunakan media power point yang dibuat dalam preseantasi  kelompok ini sudah bagus&lt;br /&gt;2) Seharusnya anda mencari jurnal atau semacamnya yang menyatakan bahwa pelajaran matematika itu menakutkan bagi murid, bukan dengan kata-kata mungkin ataupun kira-kira.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;JUDUL &lt;br /&gt;PEMENFAATAN BLOGGER SEBAGAI SISTEM &lt;br /&gt;PEMBELAJARAN ON – LINE&lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Sigit Ery Setyo Pramudi 1102405013&lt;br /&gt;2) Adi Supriyadi  1102405074&lt;br /&gt;3) Nur Aeni W   1102405075&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;1) Makalah yang dibuat oleh kelompok ini bahwa dalam kegiatan perkuliahan dapat disampaikan  di dalam blog sehingga dosen yang penuh dengan ksibukan itu dapat memberikan materi di dalam blog untuk dijadikan materi pembelajaran&lt;br /&gt;2) Dalam makalah yang dibuat ternyata Blog juga bisa merepotkan dosen di dalam kegiatan perkuliahan&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;1) Penggunaan media flash yang ditampilkan untuk ukuran huruf atau front terlalu kecil&lt;br /&gt;2) Dalam presentasi menggunakan media ini, kelpompok anda dalam presentasinya bahwa pembukaan di media nya terlalu banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;JUDUL  &lt;br /&gt;EVALUASI &lt;br /&gt;PENYELENGGARAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI &lt;br /&gt;( TIK ) DI INDONESIA&lt;br /&gt;PENYAJI  &lt;br /&gt;1) AH Tasmuri                      1102405047&lt;br /&gt;2) Dwi Pramono                    1102405014&lt;br /&gt;3) Herman Malinton              11024050&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;1) Makalah yang dibuat oleh kelompok ini, judulnya kurang tepat&lt;br /&gt;2) Dalam makalah yang ditulis ternyata ada tulisan yang seharusnya tata tulis ada yang dicetak miring&lt;br /&gt;3) Pada makalah terdapat tabel, namun ada data tabel yang hilang dalam makalah yang dibuat&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;1) Penggunaan media power point yang dibuat oleh kelompok ini sebenarnya baik, namun data yang disampaikan kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;JUDUL&lt;br /&gt;PEMANFAATAN MACROMEDIA FLASH SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENGOPTIMALKAN PENYAMPAIAN MATERI PELAJARAN BERGAMBAR  &lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Eka Fitriani&lt;br /&gt;2) Hermawan&lt;br /&gt;3) Wahyu Budi Laksono&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;1) Dalam penjelasan di bagian tujuan, hendaknya tidak usah diberi beberapa yujuannya, apabila yang dijelaskan hanya 1 tujuan dari beberapa point tujuan yang ditulis.&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;1) Media yang digunakan adalah menggunakan flash sudah baik&lt;br /&gt;2) Namun dalam presentasi anda ternyata  penjelasan tujuannya yang banyak harusnya dijelaskan semuanya tiap point tidak hanya 1 point itu saja yang dijelaskan&lt;br /&gt;3) Dalam penjelasan media yang pasti gugup terlihat anda rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;JUDUL  &lt;br /&gt;KONSEP SMART AND CARD GAME&lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Hidayah Romadhon   Mahasiswa PGSD smt 11&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;1) Terdapat pertanyaan apakah anak SD mengetahui adanya perbedaan kata sampah yang kering dan adanya sampah yang basah ataupun kata-kata sampah organik maupun sampah non organik&lt;br /&gt;2) Sistemnya menyenangkan bagi siswa SD&lt;br /&gt;3) Kekuatan apakah benar-benar efektif dan konsep keberhasilan metode ini sering digunakan semakin baik bila seakin sering digunakan dalam proses pembelajaran&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;1) Power point yang digunakan masih terlalu sederhana&lt;br /&gt;2) Di dalam mengupayakan itu, tidak hanya dengan memberikan kesadaran akan lingkungan sekitar, namun dibutuhkannya program yang banyak dan perlu integrasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;JUDUL &lt;br /&gt;INISIASI DINI CARE SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN POSYANDU MENJADI MEDIA SOSIALISASI PROGRAM INISIASI DINI MASYARAKAT&lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Diah Mesti  1550406040&lt;br /&gt;2) Nur Rohmah   1550406043&lt;br /&gt;3) Arita Rahmadhani 1550404080&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;Makalah yang dibuat ini bahwa dengan adanya posyandu maka akan dengan mudah dala mensosialisasikan program inisiasi ini dengan mudah. &lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;Bahwa di Indonesia itu posyandu dalam sosialisasinya itu kurang. Sistem inisiasi dini kepada masyarakat bukan hanya pada program ini , namun juga pada program lainnya dan juga terbatasnya posyandu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;JUDUL &lt;br /&gt;COMPACT DISK OF AUTISM CHILDREN THERAPY &lt;br /&gt;( CD ACT )&lt;br /&gt;PAKET PANDUAN TERAPI ANAK AUTIS BAGI ORANGTUA &lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Dyan bayu puspitasari&lt;br /&gt;2) Maristya yoga pratama&lt;br /&gt;3) Bimma adi putra&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk dalam compact disk nya dan contohnya, dan bagaimana keefektifan yang bila menggunakan ini di dalam kenyataanya di dalam menggunakan format CD, dan di dalam makalah ini kurang teorinya dan juga kurang contoh dalam makalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;Media yang digunkan ialah media power point, namun power pointya masih ada tulisan yang harusnya ada di dalam kotak tetapi  keluar dari kotak yang dibuat. Penulisan yang digunakan pada power point yang dibuat oleh kelompok ini sudah baik, naun kurang dalam hal menariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;JUDUL  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“BERNYANYI UNTUK ALAM”&lt;br /&gt;SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MENJAGA LINGKUNGAN PADA ANAK-ANAK&lt;br /&gt;PENYAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Hendra Syah    1550405068&lt;br /&gt;2) Anon Kurniawan  1550405081&lt;br /&gt;3) Septyani Mufida  1550406041&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;Makalah yang kelompok anda tulis ini sudah ditulis dengan baik dan akalah yang anda buat menggunakan sistematika penulisan makalah secara baik.&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt; Media yang digunakan dalam presentasi ialah media power point namun warna terlau ramai dan warna dalam presentasi ini warnana contrast jadi membuat terlalu pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;JUDUL &lt;br /&gt;PENANAMAN NILAI MORAL MELALUI PGTK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;1) Ali Formen&lt;br /&gt;2) Luthfi&lt;br /&gt;3) Mintarsih &lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt; Pada makalah di bagian kata pengantar ataupun latar belakang dalam imajinasi anak belum mempunyai suatu kemampuan di dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Dalam hal ini juga anak didik tertarik pada pembelajaran bukan kepada tokohnya&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;  Media yang digunakan adalah media power point, namun kurang begitu menarik karena animasi yang ditampilkan terlalu banyak dan masih kurang kontras. Penulisan pada power point, masih terdapat kesalahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;JUDUL &lt;br /&gt;TRANSKEHO SEBAGAI PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; KEAKSARAAN FUNGSIONAL&lt;br /&gt;PENYAJI &lt;br /&gt;Andriyana Dwi Astuti 1201405045&lt;br /&gt;Dewi Kapita Sari  1201406011&lt;br /&gt;Ahmad Aqil Azis  1201407026&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MAKALAH&lt;br /&gt;  Makalah sudah baik, namun terlalu banyak  halamannya. Makalah yang ditampilkan sudah meemnuhi sistematika penulisan makalah secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR TENTANG MEDIA&lt;br /&gt;  Menggunakan media power point dalam pesentasi, namun erdapat tulisan yang salah. Power point sudah baik, namun isi makalah kurang dapat terwakili dengan adanya power point tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-7316455553548067349?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/7316455553548067349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=7316455553548067349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7316455553548067349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7316455553548067349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_8170.html' title='ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-5245456370865980782</id><published>2008-04-09T14:00:00.001+07:00</published><updated>2008-04-09T14:02:53.206+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH</title><content type='html'>OLEH SITI ASTUTI&lt;br /&gt;Makalah 1&lt;br /&gt;Judul  : Transkeho Sebagai Pembelajaran Keaksaraan Fungsional&lt;br /&gt;Penyusun : Adriana Dwi Astuti  Penyaji&lt;br /&gt; Dewi Kapita Sari  Penyaji&lt;br /&gt; Ahmad Aqil Aziz  Moderator&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Pada slide 1 animasi tidak sesuai sebaiknya animasi pada saat tulisan muncul diurutkan tidak asal muncul saja. Pada slide yang muncul terlebih dahulu nama penyusun akan tetapi hanya satu nama saja setelah yang lain muncul nama yanng muncul pada awal tadi justru hilang. Apabila sebelumnya muncul semua tanpa ada animasi kemunculan tulisan justru tidak jadi masalah.&lt;br /&gt;2. Pada slide 3 (permasalahan) animasi tulisan terlalu berlebihan yang akan membaca dibuat pusing. Sebaiknya untuk keperluan persentasi animasi yang digunakan cukup yang sederhana saja.&lt;br /&gt;3. Pada slide 4 (tujuan) animasi juga terlalu berlebihan seperti pada slide 2.&lt;br /&gt;4. Pada slide 6 (tinjauan pustaka) animasi gambar yang berputar pada slide mengganggu penampilan labih baik animasinya cukup di tempat saja tidak berputar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;5. Pada slide 10 apabila tulisan yang lain diberi custom animation maka semua juga diberi tanpa kecuali agar kehihatan sinkron.&lt;br /&gt;6. Pada slide 14 barisnya terlalu banyak lebih baik antara simpulan dan saran dibuat slide sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah:&lt;br /&gt;1. Dalam rumusan masalah tidak perlu dituliskan tujuannya cukup permasalahannya saja karena sudah ada poin tersendiri untuk penulisan tujuan.&lt;br /&gt;2. Makalahnya terlalu banyak sedangkan batas untuk penulisan makalah hanya 30 halaman saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 2&lt;br /&gt;Judul : Compact Disk of Autism Children Therapy ( CDACT )Paket Panduan Terapi Anak Autis Bagi Orangtua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun :  Dyan Bayu Puspitasari &lt;br /&gt; Maristya Yoga Pratama &lt;br /&gt; Bimma Adi Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Untu menjadikan slide persentasi labih menarik biasanya diberikan nada atau suara musik akan tetapi pemberian musik yang berlebihan akan menajadikan persentasi tidak lagi menarik justru akan menjadi terkesan ramai. Apabila ingin memberikan musik sebaiknya pada awal persentasi atau akhir persentasi saja, jika pemberian musik pada tiap slide dan musiknya berbeda-beda akan mengganggu persentasi yang mana suara orang yang menjelaskan akankalah dengan suara musik.&lt;br /&gt;2. Yang perlu diperhatikan lagi adalah tentang banyak baris pada tiap slide persentasi jangan melebihi 10 baris karena kalau terlalu banyak baris maka tulisannya akan menjadi kecil dan saat ditampilkan akan tidak jelas.&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Penulisan bahasa asing sudah ditulis dengan baik yaitu dicetak miring.&lt;br /&gt;2. Bahasa yang digunakan dalam penulisan makalah sudah ilmiah.&lt;br /&gt;3. Makalah yang dibuat masih kurang dalam pemberian teori-teori dan contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 3&lt;br /&gt;Judul : Cooperative Learning Sebagai Model Pembelajaran Alternative Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : Desi Widi Hardini   Penyaji&lt;br /&gt; Wahyu Widyaninngsih  Penyaji&lt;br /&gt; Ari Suprihatin   Moderator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Slide persentasinya sudah bagus&lt;br /&gt;2. Antara background dan warna tulisan selaras sehingga tulisannya jelas.&lt;br /&gt;3. Penjelasan yang dilakukan dengan gambar pada slide-slide persentasi akan menjadikan pembaca lebih jelas.&lt;br /&gt;4. Sangat kreatif dalam pembuatan slide persentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Sebaiknya mencari jurnal yang berisikan bahwa matematika itu menakutkan bagi murid jangan kira-kira atau mungkin.&lt;br /&gt;2. Dalam penulisan makalah alur berfikirnya sudah jelas.&lt;br /&gt;3. Rumusan masalah sudah tegas dijawab dan dijelaskan pada pembahasan.&lt;br /&gt;4. Masalah yang akan terjadi denagn menggunakan metode tersebut akan menjadikan siswa yang pintar menjadi makin pintar dan siswa yang bodoh menjadi makiin bodoh sehingga guru harus mengkondisikan, dan sebaiknnya di dalam makalah dituliskan tentang cara pengkondisian untuk guru dalam menghadapi masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 4&lt;br /&gt;Judul Makalah :Pemanfaatan Alat Peraga untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa dalam Pembelajaran Bhs. Indonesia dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning pada Sekolah Menengah Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun :Isud Margaratna R.   Moderator&lt;br /&gt; Resti Dewi Wijayanti  Penyaji&lt;br /&gt; Nicky Secioria   Operator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Font size pada setiap slide sudah sesuai dan barisnya juga sesuai tidak terlalu banyak&lt;br /&gt;2. Background slide sederhana dan tidak ramai sehingga kelihatan lebih nyaman dilihat.&lt;br /&gt;3. Warna background dan warna tulisan cocok sehingga tulisan dapat dibaca.&lt;br /&gt;4. Kalimat yang digunakan pada slide sedikit tetapi bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Setiap metode pembelajaran pasti akan mengalami hambatan pada pemakaiannya. Dalam makalah anda senaiknya dijelaskan hambatan-hambatan apa yang akan terjadi saat menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning dan dijelaskan pula cara-cara pemecahan masalahnya.&lt;br /&gt;2. Sistematika penulisan makalah sudah berurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 5&lt;br /&gt;Judul Makalah : P3K Sebagai Model Pendidikan Anak dalam Keluarga Lintas Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : Nur Cahyo    penyaji&lt;br /&gt; Khirul Umam  penyaji&lt;br /&gt; Mufani Jayanti  operator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media: &lt;br /&gt;1. Pada slide 2 (latar belakang) kelihatan membingungkan karena tanda panah tidak langsung menunjukkan pada kolom.&lt;br /&gt;2. Pada slide 5 (tujuan) font size tidak sama dan animasi pada saat kata tujuan muncul terlalu berlebihan.&lt;br /&gt;3. Perpaduan warna antar background dan warna tulisan sesuai sehingga saat slide ditampilkan tulisannya kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;1. Dalam pengetikan sebaiknya lebih teliti lagi karena masih ada istilah asing yang tidak dicetak miring.&lt;br /&gt;2. Makalah ini sebenarnya anda ingin mengenalkan islam akan tetapi yang lebih ditonjolkan justru mengenalkan Tuhan. Sebaiknya pembahasan menjawab apa yang ada pada rumusan masalah.&lt;br /&gt;3. Pada halaman 11 dibandingkan dengan halaman 23, disana pada dua bab yang berbeda akan tetapi dituliskan sama.&lt;br /&gt;4. Dalam judul dituliskan P3K akan tetapi dalam makalah tidak disebutkan istilah itu dan hanya disebutkan sekali saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 6&lt;br /&gt;Judul :“Cams Programe” Upaya untuk meningkatkan minat membaca anak melalui sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : Idaroyani   Penyaji&lt;br /&gt;  Nur Kholis Majid  Operator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Pada slide 2 (identitas penulis) antara background dan warna tulisan tidak sesuai sehingga tulisan menjadi tidak jelas dan kalihatan kabur.&lt;br /&gt;2. Pada slide 4 (rumusan masalah, tujuan, manfaat) terlalu banyak baris sehingga tulisan menjadi kecil sehingga orang yang akan membaca sudah menjadi tidak tertarik.&lt;br /&gt;3. Warna background dan warna tulisan tidak cocok sehingga menyebabkan tilisan sulit untuk dibaca.&lt;br /&gt;4. Pada slide 6 background kelihatan kabur sehingga pada saat membaca jadi tidak jelas.&lt;br /&gt;5. Pada bagian penutup sebaiknya ditul;iskan juga sarannya karena pada simpulan juga dituliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Penulisan Referensi masih ada kesalahan.&lt;br /&gt;2. Antar rumusan masalah dan tujuan tidak sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 7&lt;br /&gt;Judul : Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Dalam Pendidikan Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : AH Tasmuri   Penyaji&lt;br /&gt; Dwi Pramono  Operator&lt;br /&gt; Herman Malinton  Moderator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Pembuatan slide sudah bagus dan kreatif.&lt;br /&gt;2. Antara background dan warna tulisan sudah selaras sehingga tulisan dapat terbaca dengan jelas.&lt;br /&gt;3. Slide sederhana tetapi bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Judul masih kurang tepat terlalu luas dan susah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;2. Bahasa asing seharusnya dicetak miring, di dalam makalah tersebut masih ada bahasa asing yang dicetak biasa.&lt;br /&gt;3. Bahasa yang digunakan kurang ilmiah.&lt;br /&gt;4. Pada bagian simpulan terlalu banyak padahal yang namanya simpulan hanya ringkasan yang sedikit tetapi dapat mewakili keseluruhan isi makalah.&lt;br /&gt;5. Penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet masih salah seharusnya dituliskan penulisnya dan diambilnya atau di download tanggal berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 8&lt;br /&gt;Judul : Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media Interaktif   Untuk Mengoptimalkan Penyampaian Materi Pelajaran Bergambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : Wahyu Budi L.  Penyaji&lt;br /&gt; Hermawan Ardianto  Operator&lt;br /&gt; Eka Fitriani   Moderator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Media yang digunakan sangat bagus dan menarik serta kreatif dalam membuatnya.&lt;br /&gt;2. Contoh yang ditampilkan jelas untuk ditangkap sehingga orang akan tertarik menggunakan media tersebut.&lt;br /&gt;3. Pada saat kembali ke home setelah membuka halaman seperti latar belakang dan yang lainnya terlalu lama munculnya menyebabkan kebosanan saat menungu munculnya slide home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Penulisan tujuan tidak perlu ditulis angka satu (1) karena tidak ada nomer selanjutnya setelah angka satu sedangkan untuk menuliskan angka satu harus ada angka dua, tiga dan seterusnya.&lt;br /&gt;2. Kalimat yang dituliskan pada halaman 17 tentang flash sama dengan kalimat yang ada pada halaman 18 sebaiknya tidak perlu ditulis kembali.&lt;br /&gt;3. Untuk sistematika penulisan makalahnya sudah sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 9&lt;br /&gt;Judul Makalah : Aplikasi Macromedia Dremweaver  Untuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun : Bentar Saputro    operator&lt;br /&gt; Siti Nurwachidah F.  penyaji&lt;br /&gt; Akaat Hasjiandito  penyaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media: &lt;br /&gt;1. Media yang digunakan sudah bagus&lt;br /&gt;2. Tulisan dalam slide jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar makalah :&lt;br /&gt;1. Kalimat yang digunakan sudah baik akan tetapi dalam penulisannya masih kurang tepat. Sebaiknya dalam penulisan perlu diperhatikan dan dibutuhkan ketelitian. Di dalam makalah yang anda tulis masih ada bahasa asing yang tidak dicetak miring meskipun sudah ada yang ditulis dengan benar. &lt;br /&gt;2. Sistematika penulisan yang dibuat sudah baik dan urutannya sudah sesuai.&lt;br /&gt;3. Permasalahan yang ditulis pada rumusan masalah sudah dijawab dengan tepat pada pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah 10&lt;br /&gt;Judul  : “Kuerelasi” Media Pembangun Perilaku Anti Bullying (kekerasan) Di Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun :  Kuinnanti Husniah   Penyaji&lt;br /&gt; Ferditania Esti Rahayu  Penyaji&lt;br /&gt; Luluk Shoviana   Operator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Media:&lt;br /&gt;1. Antara Background dan warna tulisan sudah sesuai sehingga tulisan kelihatan jelas.&lt;br /&gt;2. Pada slide 3 gambar animasi yang digunakan cocok dengan bahasan kekerasan, itu akan menambah nilai plus pada tampilan.&lt;br /&gt;3. Ada beberapa slide yang backgrounnya tidak sesuai dengan bahasan yaitu gambar makanan itu tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah:&lt;br /&gt;1. Penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet masih salah sebaiknya dituliskan penulis dan tanggal diunduhnya.&lt;br /&gt;2. Pembahasan sudah menjawab dari rumusan masalah yang dituliskan.&lt;br /&gt;3. Penulisan makalahnya sudah baik dan bahasa yang digunakan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-5245456370865980782?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/5245456370865980782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=5245456370865980782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5245456370865980782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/5245456370865980782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_745.html' title='ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-3742817513608048058</id><published>2008-04-09T13:55:00.001+07:00</published><updated>2008-04-09T13:58:35.191+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH</title><content type='html'>OLEH ADE YUSUPA&lt;br /&gt;NIM 1102405069&lt;br /&gt;A. Judul:Smart Card Game  Upaya Untuk Meningkatkan Kecepatan Berhitung Dan Daya Berpikir&lt;br /&gt;Penyaji: Hidayat Romandhon&lt;br /&gt;Komentator:  bagaimana apabila siswa tersebut hanya tertarik kepada permainannya saja tetapi kurang memahami akan maksud pengunaan media tersebut&lt;br /&gt;Komentator   :jika sering digunakan akan cepat membuat murid bosan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Judul : Pemanfaatan  Macromedia Flash Sebagai Media Interakif Untuk Mengoptimalkan Penyampaian Materi Bergambar&lt;br /&gt;Penyaji : wahyu budi laksono&lt;br /&gt;   Hermawan A&lt;br /&gt;   Eka ftriani&lt;br /&gt;Kometator 1:tidak perlu ada nomor lain jika yang ditampilkan cuma satu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;C. Judul: Learning Style Appropriate (LSA) sebagai metode pembelajaran Bhs. Indonesia anak usia 8-10 tahun&lt;br /&gt;Penyaji :gladys dhiokita M , Nugrah astrinigtyas , Qonita&lt;br /&gt;Komentator 1:perlu diperhatikan bagaimana cara menyeimbangkan antara teori dan praktek agar seimbang,karena kebanyakan orang Indonesia hanya pintar dalam teori tetapi dalam prakteknya kurang&lt;br /&gt;Komentator 2:apabila guru hanya memberikan meteri terus tetapi murid jarang melakukan praktis hal ini dapat berakibat buruk terhadap si murid.&lt;br /&gt;Anak usia 8-10 tahun berajak pada pembelahan otak kanan dan kiri untuk pembentukan pada kemampuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Judul:program peningkatan kepekaaan anak-anak terhadap lingkungan&lt;br /&gt;Penyaji:hendra syah,Septyani mufida,Anon kurniawan&lt;br /&gt;Komentator:bahwa dalam mengupayakan program tersebut tidak hanya dengan lagu akan kesadaran lingkungan,tetapi dibutuhkan program yang banyak dan terintregrasi&lt;br /&gt;Komentatr:&lt;br /&gt;apakah anak SD mngetahui adanya perbedaan kata sampah kering dan  basah,organic dan unorganik&lt;br /&gt;Kekuatan program apakah dapat benar fektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Judul:inisiasi dini care:pemberdayaan posyandu sebagaimedia sosialisasi efektif inisiasi dini ke masyarakat&lt;br /&gt;penyaji:diah mesti&lt;br /&gt;Nur rahma&lt;br /&gt;Arita rahmadhani&lt;br /&gt;Komentator: bahwa di Indonesia posyandu kurang dalam mensosialisasikan inisiasi dini kepada masyarakat,bukan hanya progam ini aja tetapi juga program lainya dan terbatasnya posyandu&lt;br /&gt;Komentator dengan adanya posyandu,dapat mensosilisasikan program inisiasi dini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Judul:system pembelajaran online berbasis blog&lt;br /&gt;Penyaji: adi supriyadi&lt;br /&gt;Ery setyo pramudi&lt;br /&gt;Nur aeny&lt;br /&gt;Komentator: bawa dalam setiap perkuliahan dapat disampaikan dalam blog.sehingga yang penuh kesibukan dapat memberikan materi dalam blog untuk materi pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. judul:“kuerelasi” media pembelajaran perilaku anti bullying di sekolah&lt;br /&gt;Penyaji: kuinanti husniyah&lt;br /&gt;Ferdifania esti rahayu&lt;br /&gt;Luluk shoviana&lt;br /&gt;Komentator: harusnya diberi pengertian bullying (melukai.menyakiti) apabila I aplikasikan&lt;br /&gt;Komentator :bagaimana apabila ada sekolah yan menolak program ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Judul:”came programe’ sebagai upaya untuk menumbuhkan minat baca&lt;br /&gt;penyaji: ida royani&lt;br /&gt;nur kholis majid&lt;br /&gt;komentator: orang tidak tahu bagaimanakah came programe tersebut,hal ini sulit dipahami oleh orang&lt;br /&gt;komentator: sastra yang dimaksud sastra apa (dewasa / anak),referensi penulisan salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. judul:cooperative learning sebagai model pembelajaran alternative untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika&lt;br /&gt;penyaji: wahyu widyaningsih&lt;br /&gt;desi widi hardini&lt;br /&gt;ari suprihatin&lt;br /&gt;komentator:presentasi bagus&lt;br /&gt;harus mencari jurnal bahwa matematika itu menakutkan bagi murid jangan dikira-kira/ mungkin&lt;br /&gt;komentator:untuk tugas yang sulit,siswa lebih suka menyelesaikan sendiri dan sukar untuk menyelesaikan bersama.apabila ada soal mudah,siswa lebih menyepelekan,jadi bagaimana guru dapat mengkondisikan program tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. judul:meningkatakan humanisasi hubungan orang tua anak melalui homesscoling&lt;br /&gt;penyaji:indah suci lestari&lt;br /&gt;dzullifah&lt;br /&gt;khoiru nisa&lt;br /&gt;komentator:apakah tepat mendidik anak hanya dengan homescoling&lt;br /&gt;komentator apakah dengan homescoling dapat meningkatkan kesosialan dan keorganisasian anak tersebut&lt;br /&gt;apakah tepat homescoling dilakukan pada keluarga yang tidak mampu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-3742817513608048058?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/3742817513608048058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=3742817513608048058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/3742817513608048058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/3742817513608048058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_977.html' title='ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-6281777998483311396</id><published>2008-04-09T13:49:00.002+07:00</published><updated>2008-04-09T13:53:53.116+07:00</updated><title type='text'>ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH</title><content type='html'>OLEH BUDIONO&lt;br /&gt;NIM 1102405063&lt;br /&gt;Judul                       : “Konsep Smart Card Game” Upaya Untuk Meningkatkan Kecepatan Berhitung Dan Daya Berpikir( PGSD)&lt;br /&gt;Penyaji                 : Hidayat Romadhon&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu sederhana, background presentasi terlalu ramai&lt;br /&gt;Komentar Makalah     : Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan            semakin baik dengan proses pembelajaran yang menyenangkan jika sering digunakan akan cepat membuat murid bosan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                    : “Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai media interaktif untuk mengoptimalkan penyampaian materi pelajaran bergambar” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : Wahyu Budi Laksono, Eka Fitriani, Hermawan Ardianto&lt;br /&gt;Komentar Media : Media terlalu sulit dipahami untuk umum.&lt;br /&gt;Komentar Makalah   : Dari tujuan yang ditulis dalam karya ilmiah no tidak perlu jika yang dijelaskan hanya satu bahasan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Judul                           : “Penanaman nilai moral melalui Tokoh Pewayangan yaaitu Bima “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji   : Sri Lestari Ningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus Sya’diyah&lt;br /&gt;Komentar Media  : antara background dan text seragam &lt;br /&gt;Komentar Makalah    : Dalam pembelajaran imajinasi anak sulit untuk mengaplikasikan dengan penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                          : “Learning Styles Appropriate(LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak usia 8-10 tahun” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji   : Gladys Dhiokita Maruti, Nugrah Asriningtiyas, Qonita &lt;br /&gt;Komentar Media       : Style font terlalu dan kecil untuk presentasi, jadi untuk membaca terlalu sulit.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk anak masih belum sanggup untuk pengaplikasianya, perlu dierhatikan bagaimana cara menyeimbangkan antara teori dan praktek agar seimbang,karena kebanyakan orang Indonesia hanya pintar daam teori tetapi dalam prakteknya kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                           : “Beryanyi Untuk Alam” (PLS) &lt;br /&gt;Penyaji   : Hendra Syah, Septyani Mufida, Anon Kurniawan                                                                          &lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu Ramai, warna antara text dan background kontrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah    : Latar Belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaranya karena dalam makalah dibahas tentang kebakaran , pencurian yang belum cukup diketahui untuk anak-anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                      : “Inisiasi Dini Care” sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media SosialisasDini Masyarakat (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji : Diah Mesti, Nur Rosimah, Arita Rahmadhani&lt;br /&gt;Komentar Media :  Terlalu Monoton,Background kontras                                                                                                &lt;br /&gt;Komentar Makalah :  Di Indonesia posyandu kurang dalam mensosialisasikan inisiasi dini kepada masyarakat,bukan hanya progam ini aja tetai juga program lainya dan terbatasnya posyandu, dengan adanya posyandu,dapat mensosilisasikan program inisiasi dini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                           : ”Sistem Pembelajaran On-Line Berbasis Blog” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji : Adi Supriadi, Eri Sulistyo, Eni&lt;br /&gt;Komentar Media : Untuk font terlalu kecil serta dalam pembukaan(salam) terlalu lama sehingga penyampaian materi kuarang maksimal &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam perkuliahan sistem pembelajaran ini dalam sisi psikologi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                    : ”Kuerelasi Media Pembangu Perilaku Anti Bullying di Sekolah” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji :   Kuinanti Husniyah, Ferdifania sti Rahayu, Luluk Shoviana              &lt;br /&gt;Komentar Media        : Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga kurang menarik&lt;br /&gt;Komentar Makalah    : Dalam makalah terdapat kata yang tidak baku dalam pembahasann yaitu penggabungan antara bahasa indonesia  dengan bahasa asing. Konsep dari judul yang diambil kurang cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                           :”Cams Programe Upaya untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak (PGSD)                                           &lt;br /&gt;Penyaji : Ida royani, Nur Kholis Majid &lt;br /&gt;Komentar Media : Warna kontrast antara teks dan latar&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Penulisan referensi salah &lt;br /&gt;   Penulisan judul dalam kata Programe untuk umum mungkin hanya sedikit yang tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                         : ”Cooperatif Learning sebagai Modal Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji  : Wahyu Widianingsih, Desi Widi Hardini, Ari Suprihatin&lt;br /&gt;Komentar Media : Media cukup menarik dan memenuhi standart ketentuan presentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari poin-poin tertentu ada yang kurang dari cooperative learning dari mata pelajaran yang dibahas (matematika). Ada penulisan kata yang salah yaitu diminimalisir yang seharusnya diminimalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                    : ”Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT) Sebagai Media Training Bagi Orang Tua Agar Dapat Menerapi Anaknya Yang Menderita Autis” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji : Dyan Bayu  Puspitasari, Bimma Adi Putra, Maristya Yoga P.                                                                                           &lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton untuk sebuah presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Tingkat keefektifan kurang untuk sebuah terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                       : “Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan di Indonesia” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : AH Tasmuri, Dwi Pramono, Herman Malinton&lt;br /&gt;Komentar Media : Media monoton dan kurang menarik &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari judul tidak cocok untuk isi pembahasannya &lt;br /&gt;     Judul kurang tepat untuk LKTM harusnya untuk LKTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul                      : “Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua Anak Bagi Semua Kalangan Melalui Homeschooling “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji : Indah Suci Lestari, Dzulifah, Khoirun Nisa&lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton dan warna contrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk kesimpulan dalam presentasi ada tapi dalam cetak tidak a&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-6281777998483311396?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/6281777998483311396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=6281777998483311396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/6281777998483311396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/6281777998483311396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_8689.html' title='ANALISIS HASIL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-7362840429996454200</id><published>2008-04-09T12:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T12:46:44.369+07:00</updated><title type='text'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah  Hari Kamis Tgl : 03 Maret 2008</title><content type='html'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTM)&lt;br /&gt;Se-Fakultas Ilmu Pendidikan&lt;br /&gt;Tgl.03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;                                       Miftahul Ulum   1102405018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah&lt;br /&gt;Hari Kamis Tgl : 03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Beryanyi Untuk Alam” (PLS) &lt;br /&gt;Penyaji   : Hendra Syah, Septyani Mufida, Anon Kurniawan                                                                          &lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu Ramai, warna antara text dan background &lt;br /&gt;kontrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Latar Belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk &lt;br /&gt;pembelajaranya karena dalam makalah dibahas tentang kebakaran , pencurian yang belum cukup diketahui untuk anak-anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Inisiasi Dini Care” sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media &lt;br /&gt;SosialisasDini Masyarakat (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji  : Diah Mesti, Nur Rosimah, Arita Rahmadhani&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu Monoton,Background kontras                                                                                                &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam pembahasan makalah tidak perlu dicantumkan           &lt;br /&gt;tentang pasal-pasal dan ayat-ayat, fokuskan kepada &lt;br /&gt;inisiasi dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ”Sistem Pembelajaran On-Line Berbasis Blog” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji  : Adi Supriadi, Eri Sulistyo, Eni&lt;br /&gt;Komentar Media  : Untuk font terlalu kecil serta dalam pembukaan(salam) &lt;br /&gt;terlalu lama sehingga penyampaian materi kuarang &lt;br /&gt;maksimal &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam perkuliahan sistem pembelajaran ini dalam sisi  &lt;br /&gt;psikologi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ”Kuerelasi Media Pembangu Perilaku Anti Bullying di Sekolah” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji :   Kuinanti Husniyah, Ferdifania sti Rahayu, Luluk Shoviana              &lt;br /&gt;Komentar Media : Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga kurang menarik&lt;br /&gt;Komentar Makalah: Dalam makalah terdapat kata yang tidak baku dalam &lt;br /&gt;pembahasann yaitu penggabungan antara bahasa indonesia  &lt;br /&gt;dengan bahasa asing, Konsep dari judul yang diambil &lt;br /&gt;kurang cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ”Cams Programe Upaya untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak ”(PGSD)                                           &lt;br /&gt;Penyaji  : Ida royani, Nur Kholis Majid &lt;br /&gt;Komentar Media  : Warna kontrast antara teks dan latar&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Penulisan referensi salah &lt;br /&gt;Penulisan judul dalam kata Programe untuk umum &lt;br /&gt;mungkin hanya sedikit yang tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ”Cooperatif Learning sebagai Modal Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan &lt;br /&gt;Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : Wahyu Widianingsih, Desi Widi Hardini, Ari &lt;br /&gt;Suprihatin&lt;br /&gt;Komentar Media  : Media cukup menarik dan memenuhi standart &lt;br /&gt;ketentuan presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari poin-poin tertentu ada yang kurang dari &lt;br /&gt;cooperative learning dari mata pelajaran yang dibahas &lt;br /&gt;(matematika) Ada penulisan kata yang salah yaitu &lt;br /&gt;diminimalisir yang seharusnya diminimalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. ”Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT) Sebagai Media Training &lt;br /&gt;Bagi Orang Tua Agar Dapat Menerapi Anaknya Yang Menderita Autis” &lt;br /&gt;(Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji  : Dyan Bayu  Puspitasari, Bimma Adi Putra, Maristya &lt;br /&gt;Yoga P.                                                                                           &lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu monoton untuk sebuah presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Tingkat keefektifan kurang untuk sebuah terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam &lt;br /&gt;Pendidikan di Indonesia” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : AH Tasmuri, Dwi Pramono, Herman Malinton&lt;br /&gt;Komentar Media  : Media monoton dan kurang menarik &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari judul tidak cocok untuk isi pembahasannya &lt;br /&gt;Judul kurang tepat untuk LKTM harusnya untuk &lt;br /&gt;LKTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. “Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua Anak Bagi Semua Kalangan &lt;br /&gt;Melalui Homeschooling “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji  : Indah Suci Lestari, Dzulifah, Khoirun Nisa&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu monoton dan warna contrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk kesimpulan dalam presentasi ada tapi dalam &lt;br /&gt;cetak tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. “Konsep Smart Card Game” ( PGSD)&lt;br /&gt;Penyaji                 : Hidayat Romadhon&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu sederhana, background presentasi terlalu ramai&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Konsep keberhasilan metode ini semakin sering &lt;br /&gt;digunakan     semakin baik dengan proses &lt;br /&gt;pembelajaran yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. “Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai media interaktif untuk mengoptimalkan &lt;br /&gt;penyampaian materi pelajaran bergambar” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji    : Wahyu Budi Laksono, Eka Fitriani, Hermawan &lt;br /&gt;Ardianto&lt;br /&gt;Komentar Media : Media terlalu sulit dipahami untuk umum.&lt;br /&gt;Komentar Makalah   : Dari tujuan yang ditulis dalam karya ilmiah no tidak perlu jika yang dijelaskan hanya satu bahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. “Penanaman nilai moral melalui Tokoh Pewayangan yaaitu Bima “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji   : Sri Lestari Ningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus Sya’diyah&lt;br /&gt;Komentar Media  : antara background dan text seragam &lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dalam pembelajaran imajinasi anak sulit untuk mengaplikasikan dengan penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. “Learning Styles Appropriate(LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris &lt;br /&gt;untuk Anak usia 8-10 tahun” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji    : Gladys Dhiokita Maruti, Nugrah Asriningtiyas, Qonita&lt;br /&gt;Komentar Media  : Style font terlalu dan kecil untuk presentasi, jadi untuk membaca terlalu sulit.&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Untuk anak masih belum sanggup untuk pengaplikasianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-7362840429996454200?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/7362840429996454200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=7362840429996454200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7362840429996454200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/7362840429996454200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah_09.html' title='Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah  Hari Kamis Tgl : 03 Maret 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-2440102403579819442</id><published>2008-04-09T12:18:00.004+07:00</published><updated>2008-04-09T13:26:50.827+07:00</updated><title type='text'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah</title><content type='html'>Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTM)&lt;br /&gt;Se-Fakultas Ilmu Pendidikan&lt;br /&gt;Tgl.03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Mohammad Nur Saean   1102405078&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN&lt;br /&gt;UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah&lt;br /&gt;Hari Kamis Tgl : 03 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Konsep Smart Card Game” ( PGSD)&lt;br /&gt;Penyaji           : Hidayat Romadhon&lt;br /&gt;Komentar Media  : Terlalu sederhana, background presentasi terlalu ramai&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Konsep keberhasilan metode ini semakin sering digunakan     semakin baik dengan proses pembelajaran yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemanfaatan Macromedia Flash sebagai media interaktif untuk mengoptimalkan penyampaian materi pelajaran bergambar” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji   : Wahyu Budi Laksono, Eka Fitriani, Hermawan Ardianto&lt;br /&gt;Komentar Media : Media terlalu sulit dipahami untuk umum.&lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dari tujuan yang ditulis dalam karya ilmiah no tidak perlu jika yang dijelaskan hanya satu bahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penanaman nilai moral melalui Tokoh Pewayangan yaaitu Bima “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji        : Sri Lestari Ningsih, Tuffah Anzalmia’la, Fatimaatus Sya’diyah&lt;br /&gt;Komentar Media  : antara background dan text seragam &lt;br /&gt;Komentar Makalah  : Dalam pembelajaran imajinasi anak sulit untuk mengaplikasikan dengan penyampaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Learning Styles Appropriate(LSA) sebagai Metode Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak usia 8-10 tahun” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji   : Gladys Dhiokita Maruti, Nugrah Asriningtiyas, Qonita &lt;br /&gt;Komentar Media : Style font terlalu dan kecil untuk presentasi, jadi untuk membaca terlalu sulit.&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk anak masih belum sanggup untuk pengaplikasianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beryanyi Untuk Alam” (PLS) &lt;br /&gt;Penyaji  : Hendra Syah, Septyani Mufida, Anon Kurniawan                     Komentar Media : Terlalu Ramai, warna antara text dan background kontrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Latar Belakang terlalu berat bagi anak-anak untuk pembelajaranya karena dalam makalah dibahas tentang kebakaran , pencurian yang belum cukup diketahui untuk anak-anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inisiasi Dini Care” sebagai Upaya Pemberdayaan Posyandu menjadi Media SosialisasDini Masyarakat (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji       : Diah Mesti, Nur Rosimah, Arita Rahmadhani&lt;br /&gt;Komentar Media :  Terlalu Monoton,Background kontras                              Komentar Makalah : Dalam pembahasan makalah tidak perlu dicantumkan tentang pasal-pasal dan ayat-ayat, fokuskan kepada inisiasi dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sistem Pembelajaran On-Line Berbasis Blog” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji       : Adi Supriadi, Eri Sulistyo, Eni&lt;br /&gt;Komentar Media : Untuk font terlalu kecil serta dalam pembukaan(salam) terlalu lama sehingga penyampaian materi kuarang maksimal &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam perkuliahan sistem pembelajaran ini dalam sisi psikologi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kuerelasi Media Pembangu Perilaku Anti Bullying di Sekolah” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji       :   Kuinanti Husniyah, Ferdifania sti Rahayu, Luluk Shoviana       Komentar Media : Slide terlalu banyak dan terlalu monoton sehingga kurang menarik&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dalam makalah terdapat kata yang tidak baku dalam pembahasann yaitu penggabungan antara bahasa indonesia  dengan bahasa asing&lt;br /&gt;      Konsep dari judul yang diambil kurang cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cams Programe Upaya untuk Menumbuhkan Minat Baca Anak ”(PGSD)                       Penyaji       : Ida royani, Nur Kholis Majid &lt;br /&gt;Komentar Media : Warna kontrast antara teks dan latar&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Penulisan referensi salah &lt;br /&gt;   Penulisan judul dalam kata Programe untuk umum mungkin hanya sedikit yang tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cooperatif Learning sebagai Modal Pembelajaran Alternatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji        : Wahyu Widianingsih, Desi Widi Hardini, Ari Suprihatin&lt;br /&gt;Komentar Media : Media cukup menarik dan memenuhi standart ketentuan presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari poin-poin tertentu ada yang kurang dari cooperative learning dari mata pelajaran yang dibahas (matematika)&lt;br /&gt;    Ada penulisan kata yang salah yaitu diminimalisir yang seharusnya diminimalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Compact Disk of Autism Children Therapy (CDACT) Sebagai Media Training Bagi Orang Tua Agar Dapat Menerapi Anaknya Yang Menderita Autis” (Psikologi)&lt;br /&gt;Penyaji       : Dyan Bayu  Puspitasari, Bimma Adi Putra, Maristya Yoga P.        Komentar Media : Terlalu monoton untuk sebuah presentasi&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Tingkat keefektifan kurang untuk sebuah terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Evaluasi Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pendidikan di Indonesia” (KTP)&lt;br /&gt;Penyaji       : AH Tasmuri, Dwi Pramono, Herman Malinton&lt;br /&gt;Komentar Media : Media monoton dan kurang menarik &lt;br /&gt;Komentar Makalah : Dari judul tidak cocok untuk isi pembahasannya &lt;br /&gt;     Judul kurang tepat untuk LKTM harusnya untuk LKTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meningkatkan Harmonisasi Hubungan Orang Tua Anak Bagi Semua Kalangan Melalui Homeschooling “ (PGTK)&lt;br /&gt;Penyaji       : Indah Suci Lestari, Dzulifah, Khoirun Nisa&lt;br /&gt;Komentar Media : Terlalu monoton dan warna contrast&lt;br /&gt;Komentar Makalah : Untuk kesimpulan dalam presentasi ada tapi dalam cetak tidak ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-2440102403579819442?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/2440102403579819442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=2440102403579819442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/2440102403579819442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/2440102403579819442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/analisis-hasil-lomba-karya-tulis-ilmiah.html' title='Analisis Hasil Lomba Karya Tulis Ilmiah'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-1950682040945343348</id><published>2008-04-08T00:26:00.003+07:00</published><updated>2008-04-08T00:33:25.356+07:00</updated><title type='text'>Juara LKTM Tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SEhuJx6meyA/R_pZwejFSgI/AAAAAAAAAAY/R0xi5FJs1F0/s1600-h/IMG_0117.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SEhuJx6meyA/R_pZwejFSgI/AAAAAAAAAAY/R0xi5FJs1F0/s200/IMG_0117.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186556610239351298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selamat buat Wahyu Widyaningsih, Ari Suprihatin, dan Desi Widihardini. Semoga kalian tetap semangat jalan kalian masih panjang untuk menuju mahasiswa berprestasi. tingkatkan terus belajar kalian. Kita sekelas akan selalu memberikan support dan dukungan melalui do'a.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi semangat ya............&lt;br /&gt;Ingat kalian tidak hanya membawa nama baik kalian sendiri, tapi juga membawa nama baik Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan khususnya dan Fakultas Ilmu Pendidikan pada umumnya.&lt;br /&gt;BRAVo..........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-1950682040945343348?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/1950682040945343348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=1950682040945343348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1950682040945343348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1950682040945343348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/juara-lktm-tingkat-fakultas-ilmu.html' title='Juara LKTM Tingkat Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES 2008'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SEhuJx6meyA/R_pZwejFSgI/AAAAAAAAAAY/R0xi5FJs1F0/s72-c/IMG_0117.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-1896424774260988845</id><published>2008-04-07T21:38:00.000+07:00</published><updated>2008-04-07T21:40:59.113+07:00</updated><title type='text'>Aplikasi Macromedia Dremweaver Untuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website</title><content type='html'>Abstrak&lt;br /&gt;Bentar Saputro, Akaat Hasjiandito, Siti Nurwachidah Fibrianti. 2008. Aplikasi Macromedia Dremweaver untuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Macromedia Dreamweaver, Bahan Ajar, Website&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan jaman yang diiringi dengan kemajuan teknologi kini sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Manusia dalam kehidupannya sekarang banyak memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaannya, hal tersebut menimbulkan ketergantungan sehingga teknologi menjadi suatu hal kebutuhan yang primer. Tidak dipungkiri aktivitas sehari-hari manusia kini tidak lepas dari peran teknologi. Begitu juga dalam bidang pendidikan yang telah memanfaatan teknologi untuk memperlancar kegiatan pembelajaran agar mencapai hasil yang lebih baik.&lt;br /&gt;Melihat dari kenyataan yang ada di lapangan akhir-akhir ini, sering sekali muncul permasalahan. Sebagai contoh salah satunya adalah dalam hal pengadaan panduan atau sumber belajar seperti buku, lembar kerja siswa, modul, yang justru menjadi proyek sebagai lahan mencari keuntungan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab, selain itu juga hal tersebut cukup memberatkan orang tua peserta didik karena harus menanggung banyaknya paket buku yang harus dimiliki anaknya dimana tiap semester harus ganti dan kurang dapat dimanfaakan lagi untuk generasi berikutnya, karena mungkin kurikulumnya sudah berbeda. Salah satu ritual tahunan dunia pendidakan negeri ini adalah : ganti tahun beli buku cetak (text book) baru- meski isinya sama. Yang jadi korban mereka yang dananya terbatas. Pendidikan sudah mahal (mutu belum tentu bagus) dibebani lagi dengan biaya yang absurd. Tidak ada yang cukup berani untuk melawan arus dengan berkata : mari kita beli buku cetak lantas dijadikan aset sekolah. Murid cukup meminjam dan merawat.Buku teks mahasiswa saja tidak tiap tahun ganti , masak ilmu SD gonta-ganti tiap tahun.&lt;br /&gt;Masih banyak hal lagi yang harus menjadi pusat perhatian kita dalam bidang pendidikan. Namun kiranya kita tidak hanya berpangku tangan dan hanya mencari-cari kambing hitam saja dari semua permasalahn ini. Solusi, saran konkrit dan kerja keras kitalah yang akan membangun pendidikan yang lebih baik. Dari hal tersebutlah maka penulis berinisiatif untuk mengembangkan pembelajaran yang berbaisis Website dengan memanfaatkan macromedia dreamweaver .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kami panjatkan pada Allah SWT, karena tim penulis telah berhasil menyelesaikan karya ilmiah ini. Penulis menyadari berbagai keterbatasan kemampuan dalam upaya meningkatkan kreatifitas mahasiswa. Namun didorong oleh niat, komitment, serta kesungguhan untuk berkreatifitas dalam menyalurkan ide dan pemikiran menjadi sebuah karya ilmiah mewujudkan perubahan yang berhasil, tim penulis berhasil menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Aplikasi Macromedia Dremweaver untuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website.&lt;br /&gt;Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini tidak lepas dari dukungan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:&lt;br /&gt; Drs. Budiyono, M.S selaku ketua jurusan KURTEKDIK&lt;br /&gt; Heri Tri Lukman BS, SPd, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan masukan yang bermakna sehingga terciptalah karya tulis ini.&lt;br /&gt; Seluruh dosen-dosen jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang selalu memberikan semangat dan motivasi kepada kami.&lt;br /&gt;Akhirnya semoga karya ilmiah ini dapat dijadikan sumber yang bermanfaat. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan karya ilmiah ini, maka kritik serta saran yang bersifat membangun akan diterima secara terbuka, senang hati, dan ucapan terima kasih yang tiada terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 29 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Perkembangan jaman yang diiringi dengan kemajuan teknologi kini sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Manusia dalam kehidupannya sekarang banyak memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaannya, hal tersebut menimbulkan ketergantungan sehingga teknologi menjadi suatu hal kebutuhan yang primer. Tidak dipungkiri aktivitas sehari-hari manusia kini tidak lepas dari peran teknologi. Begitu juga dalam bidang pendidikan yang telah memanfaatan teknologi untuk memperlancar kegiatan pembelajaran agar mencapai hasil yang lebih baik.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan dari pendidikan diperlukan upaya lebih dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal dari negara-negara lain. Sebagai ilustrasi dari segi pendidikan bangsa Indonesia saat ini masih terbelakang dalam lingkup Asia, bahkan dalam lingkup yang lebih kecil lagi di Asia Tenggara. Padahal pada tahun 1970-an, Malaysia misalnya masih mengimpor banyak guru dari Indonesia. (Ikhwanuddin Syarief,2002). Banyak faktor menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia masih dikatakan rendah, antara lain sarana prasarana dan pendukung kegiatan pendidikan yang masih kurang, tenaga pengajar yang kurang berkompetensi, serta masih banyak lagi kendala yang berpengaruh disamping faktor yang paling utama yakni kesadaran terhadap arti penting pendidikan itu sendiri di mata masyarakat bangsa Indonesia&lt;br /&gt;Tanggung jawab lembaga pendidikan dalam memasuki era globalisasi baru yaitu harus menyiapkan peserta didiknya untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Sehingga lembaga pendidikan dituntut untuk mampu menghasilkan SDM-SDM unggul yang mampu bersaing dalam kompetisi global ini. Peningkatan kualitas dan kemampuan peserta didik dapat dilakukan dengan mudah salah satunya dengan memanfaatkan internet dan Website sebagai lahan untuk mengakses ilmu pengetahuan seluas-luasnya. Upaya ini dapat dilakukan dengan memulai membangun sebuah situs Website untuk masing-masing lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;Melihat dari kenyataan yang ada di lapangan akhir-akhir ini, sering sekali muncul permasalahan. Sebagai contoh salah satunya adalah dalam hal pengadaan panduan atau sumber belajar seperti buku, lembar kerja siswa, modul, yang justru menjadi proyek sebagai lahan mencari keuntungan oleh pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab, selain itu juga hal tersebut cukup memberatkan orang tua peserta didik karena harus menanggung banyaknya paket buku yang harus dimiliki anaknya dimana tiap semester harus ganti dan kurang dapat dimanfaakan lagi untuk generasi berikutnya, karena mungkin kurikulumnya sudah berbeda. Salah satu ritual tahunan dunia pendidakan negeri ini adalah : ganti tahun beli buku cetak (text book) baru- meski isinya sama. Yang jadi korban mereka yang dananya terbatas. Pendidikan sudah mahal (mutu belum tentu bagus) dibebani lagi dengan biaya yang absurd. Tidak ada yang cukup berani untuk melawan arus dengan berkata : mari kita beli buku cetak lantas dijadikan aset sekolah. Murid cukup meminjam dan merawat.Buku teks mahasiswa saja tidak tiap tahun ganti , masak ilmu SD gonta-ganti tiap tahun.&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan bahwa salah satu program jangka pendek yang akan dilakukannya dalam 100 hari kerja pertama adalah pengaturan kembali soal perbukuan. Berkaitan hal itu, Departemen Pendidikan Nasional tidak akan merekomendasikan lagi buku yang akan digunakan sebagai pegangan sekolah.&lt;br /&gt;Tugas yang selama ini dilakukan Pusat Perbukuan Depdiknas itu akan dilakukan secara langsung oleh sekolah, dengan pengawasan komite sekolah, ujar Mendiknas kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/11). Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi lagi pergantian buku paket sekolah setiap tahun.&lt;br /&gt;Menurut Bambang, terjadinya pergantian buku setiap tahun merupakan salah satu akibat dari berlangsungnya monopoli pemerintah dalam proses pengadaan buku pelajaran. Karena itu, untuk mencegah itu hal itu terus berlangsung, monopoli itu harus dihapuskan.&lt;br /&gt;”Kenapa buku tiap tahun ganti, karena itu dijadikan proyek. Supaya ada alasan untuk menjual buku baru, jadi yang tidak butuh pun dijadikan buku. Sekarang silakan sekolah memutuskan sendiri, buku mana yang akan digunakan, tetapi pilihan itu harus dikonsultasikan dan seizin komite sekolah,” katanya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh konkrit mengenai fenomena tersebut Mendiknas mengungkapkan Depdiknas akan berupaya menghilangkan monopoli dalam perbukuan. Struktur yang monopolistis itu kita hilangkan supaya pasar perbukuan menjadi kompetitif dan hidup, bukan hanya satu dua penerbit yang hidup. ”Tidak ada penyamaan buku, silahkan setiap sekolah menetapkan buku acuannya sendiri-sendiri,” ujar Bambang.&lt;br /&gt;Mengenai kualitas buku yang ada selama ini, Pusat Perbukuan Depdiknas setiap tahun mengeluarkan daftar buku pelajaran yang direkomendasikan sebagai buku pegangan. Menurut Ketua Pusat Perbukuan Depdiknas Sugiyanto, hal itu bertujuan menjaga kualitas buku pelajaran yang dipergunakan sebagai pegangan oleh sekolah.&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Bambang, monopoli dunia pendidikan terjadi karena semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan sebuah buku pelajaran, mulai dari penulis, penerbit hingga distributor, sudah ditunjuk terlebih dulu oleh pemerintah. Akibatnya, banyak penulis atau penerbit yang tidak memiliki kesempatan berkembang.&lt;br /&gt;”Sekarang ini yang terjadi adalah monopoli perbukuan, dimulai dengan pemerintah menunjuk seorang penulis nasional. Begitu ditunjuk satu, pengarang lain kan langsung mati, karena pasti nggak akan laku karena sudah ditetapkan bahwa satu-satunya buku yang digunakan secara nasional adalah buku tulisan pengarang yang ditunjuk pemerintah. Kemudian, langkah selanjutnya adalah menunjuk penerbit. Ada penerbit yang jadi kaya, tapi penerbit lainnya mati semua. Lalu percetakan, distributor, itu semua monopoli semua,” paparnya.&lt;br /&gt;Hal yang lebih kompleks lagi sekarang adalah kesibukan masing-masing pendidik di luar lembaga pendidikan sehingga peserta didik kadang tidak memperoleh materi dari pendidik saat itu juga. Kadang hal ini membuat peserta didik gigit jari. Diharapkan dengan adanya aplikasi macromedia dremweaver ini pendidik sudah menyiapkan materi-materi yang hendak disampaikan dalam desain yang bagus, sehingga ketika pelajaran atau mata kuliah kosong maka siswa tinggal mengaksesnya tanpa harus ditunggui oleh pendidik yang bersangkutan. Namun kiranya hal ini justru tidak menjadikan pendidik malas untuk masuk ke kelas.&lt;br /&gt;Dari hal tersebut diatas alangkah baiknya jika sumber belajar peserta didik kini dikemas dalam suatu desain Website yang apik. Peserta didik cukup dengan mengakses Website yang berkaitan maka materi pun akan segera diperoleh. Banyak manfaat positif yang diperoleh dari pengadaan pembelajaran berbasis Website ini diantaranya adalah peserta didik secara tidak langsung mempelajari teknologi khususnya internet sehingga dapat mengurangi gaptek untuk kalangan pelajar, pembelajaran bervariatif akan mengurangi kejenuhan peserta didik dalam menari ilmu, pembelajaran tidak terbatas oleh ruang dan waktu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Masih banyak hal lagi yang harus menjadi pusat perhatian kita dalam bidang pendidikan. Namun kiranya kita tidak hanya berpangku tangan dan hanya mencari-cari kambing hitam saja dari semua permasalahn ini. Solusi, saran konkrit dan kerja keras kitalah yang akan membangun pendidikan yang lebih baik. Dari hal tersebutlah maka penulis berinisiatif untuk mengembangkan pembelajaran yang berbaisis Website dengan memanfaatkan macromedia dreamweaver .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi macromedia dremweaver ?&lt;br /&gt;b. Mengapa pembelajaran di era globalisasi perlu memanfaakan Website?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Pembahasan&lt;br /&gt;Berdasarkan pada permasalahan pada point di atas, maka dapat dirumuskan dua tujuan utama dari karya tulis ini, yaitu:&lt;br /&gt;a. Meningkatkan keefektifan pembelajaran secara on line.&lt;br /&gt;b. Merekomendasikan pengembangan bahan ajar dengan pemanfaatan macromedia dremweaver&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;a. Manfaat Teoritis&lt;br /&gt;Dengan adanya pemanfaatan macromedia dremweaver, lembaga pendidikan dapat mengembangkan bahan ajar dengan optimal. Bersama-sama antara pendidik dan peserta didik akan memperoleh pengetahuan baru dan tercipta sistem pembelajaran tidak monoton.&lt;br /&gt;b. Manfaat Praktis&lt;br /&gt;Bagi pendidik akan memperoleh referensi baru mengenai cara transfer ilmu kepada peserta didik. Pembelajaran tidak menuntut harus tatap muka setiap saat. Sedangkan bagai peserta didik dapat dengan mudah dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dalam mengakses bahan ajar yang dibutuhkan setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Macromedia Dremweaver&lt;br /&gt;Macromedia Dreamweaver adalah atur cara penyunting HTML yang diperkembangkan oleh Macromedia (kini diambil alih oleh Adobe). Ia merupakan sistem penyuntingan yang menggabungkan daya pengeluaran WYSIWYG (What You See Is What You Get) dengan kuasa pengawalan kode HTML. Penggabungan ini adalah unik pada sekitar tahun 1990-an dan menyebabkan penggunaannya secara meluas. Macromedia Dreamweaver sekarang terdapat pula dalam versi Macintosh serta Windows, dan memegang lebih kurang 80 % daripada pasaran atur cara penyunting HTML yang profesional.&lt;br /&gt;Macromedia Dreamweaver merupakan software webdesign yang paling banyak digunakan di dunia. Dengan Macromedia Dreamweaver ini kita akan banyak belajar mengenai penggunaan Spry Fremawork untuk keperluan mendesain web yang profesional, di samping itu banyak pula diperoleh informasi mengenai bagaiamana meng-edit image, membuat template, menggunakan CSS dan membuat web foto album.&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah "Dreamweaver 8". Dreamweaver telah menerima beberapa anugerah, termasuknya "Persembahan Terbaik di Dunia Internet" ("Best Show at the Internet World"), peringkat lima yang berprestasi daripada DuniaMac (MacWorld), serta "Atur Cara Web Tahunan Yang Terbaik" dari "Majalah PC" (PC Magazine).&lt;br /&gt;Ciri-ciri Macromedia Dreamweaver&lt;br /&gt;Ciri-ciri ramah pengguna serta ciri-ciri atasannya menyebabkan Macromedia Dreamweaver menjadi pilihan terunggul, baik oleh pereka web yang profesional, maupun mereka yang baru mengerti mengenai internet.&lt;br /&gt;Ciri-ciri Dreamweaver yang terbaik termasuk kode HTML yang dikemas secara sederhana serta dihadapkan pada pilihan-pilihan HTML yang terbaru (seperti HTML Dinamik dan gaya sunting melata (cascading style sheet (CSS)). Dreamweaver juga mempunyai atur cara penyunting teks yang terpadu serta didukung dengan bahasa pemrograman atau JavaSkrip. Macromedia Dreamweaver memadukan BBEdit (atur cara HTML yang terpopular bagi Macintosh) dan Homesite (untuk Windows) dengan bentuk WYSIWYG yang mudah digunakan. Menggunakan program Dreamweaver para pengguna dapat menikmati manfaat bagaimana menyusun kode HTML yang baik.&lt;br /&gt;Beraneka ragam bentuk grafik Dreamweaver menggunakan ‘palet’ dan ‘template’ yang sudah tersedia untuk memudahkan pengguna-pengguna yang baru mulai belajar menciptakan Web yang didalamnya memuat berbagai ciri-ciri seperti animasi, borang interaktif dan penyelesaian e-commerse, walaupun mereka tidak memahami HTML.&lt;br /&gt;Dreamweaver memnyediakan pengguna memilih berbagai macam bentuk ‘template’ untuk membangun web yang baik. Macromedia Dreamweaver juga terdapat ‘tools’ yang memudahkan pengeditan untuk pengguna baru, seperti mencari dan mengganti garis-garis teks ataupun kode dengan apa saja parameter yang ditentukan. Panel perjalanan (behaviors panel) juga memudahkan penciptaan JavaSkrip yang menarik tanpa pengetahuan pengekodean HTML.&lt;br /&gt;Dengan munculnya versi MX, Macromedia menggabungkan ‘tools’ penciptaan kandungan web dinamis ke dalam Dreamweaver. Sesuai dengan istilah WYSIWYG HTML, Macromedia Dreamweaver memperbolehkan penguna untuk menghubungkan kepada pangkalan data (seperti MySQL) untuk menampilkan dan memaparkan kandungan atau isi web dengan menggunakan teknologi skrip seperti PHP, ASP dan ASP.net, tanpa pengalaman pengaturan / cara terlebih dahulu mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari penciptaan website melalui Macromedia Dreamweaver, antara lain:&lt;br /&gt;• Memudahkan dalam me-manage situs&lt;br /&gt;• Web yang dibuat tersusun secara hierarki&lt;br /&gt;• Memudahkan dalam mem-publis halaman situs (website)&lt;br /&gt;• Kita bisa menentukan teknologi server side yang digunakan&lt;br /&gt;• Memudahkan dalam pengaturan CSS (Cascading Style Sheet)&lt;br /&gt;Macromedia Dreamweaver merupakan software yang paling mudah untuk digunakan dalam mendesain web. Banyak sekali fitur-fitur didalamnya yang sangat memudahkan kita untuk merancang desain web tanpa harus mengerti kode-kode HTML. Kita dapat berkreasi sendiri didalamnya sesuai dengan jiwa seni kita yang kita miliki, karena pada program ini dituntut untuk mampu membuat desain web yang interaktif dan menarik. Untuk kalangan pendidik dapat memasukkan materi bahan ajarnya ke dalam bentuk web yang didesain menggunakan Macromedia Dreamweaver. Bagi para pemula program ini sangat memudahkan kita untuk dapat merancang desain web tanpa harus belajar mahal, pasalnya sekarang banyak sekali CD Tutorial yang menyajikan berbagai panduan untuk belajar secara autodidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bahan Ajar&lt;br /&gt;Pengertian Bahan Ajar&lt;br /&gt;Ada 3 pengertian menurut National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training, yaitu :&lt;br /&gt;• Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.&lt;br /&gt;• Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.&lt;br /&gt;• Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.&lt;br /&gt;Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai bila pebelajar dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya bahan ajar yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajarinya, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik. Selain itu juga gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (NASSP dalam Ardhana dan Willis, 1989 : 4). Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai pebelajar. Umumnya, dianggap bahwa gaya belajar seseorang berasal dari variabel kepribadian, termasuk susunan kognitif dan psikologis latar belakang sosio cultural, dan pengalaman pendidikan (Nunan, 1991: 168). Keanekaragaman Gaya belajar mahasiswa perlu diketahui pada awal permulaannya diterima pada suatu lembaga pendidikan yang akan ia jalani. Hal ini akan memudahkan bagi pebelajar untuk belajar maupun pembelajar untuk mengajar dalam proses pembelajaran. Pebelajar akan dapat belajar dengan baik dan hasil belajarnya baik, apabila ia mengerti gaya belajarnya. Hal tersebut memudahkan pembelajar dapat menerapkan pembelajaran dengan mudah dan tepat. Meningkatkan kemampuan intelegensinya (Kolb 1984 ), yang sangat mempengaruhi hasil belajar. Hasil belajar merupakan gambaran tingkat penguasaan mahasiswa terhadap sasaran belajar pada topik bahasan yang dieksperimenkan, yang diukur dengan berdasarkan jumlah skor jawaban benar pada soal yang disusun sesuai dengan sasaran belajar.&lt;br /&gt;Bahan Ajar vs. Buku Teks&lt;br /&gt;Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM.&lt;br /&gt;Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu.&lt;br /&gt;Ciri-ciri bahan ajar&lt;br /&gt; Menimbulkan minat baca&lt;br /&gt; Ditulis dan dirancang untuk siswa&lt;br /&gt; Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel&lt;br /&gt; Memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih&lt;br /&gt; Mengakomodasi kesulitan siswa&lt;br /&gt; Memberikan rangkuman&lt;br /&gt; Kepadatan berdasar kebutuhan siswa&lt;br /&gt; Dikemas untuk proses instruksional&lt;br /&gt; Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa&lt;br /&gt; Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Website&lt;br /&gt;Pengertian website atau situs.&lt;br /&gt;Website yaitu suatu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengkreasi atau membuat bahan belajar dalam jaringan online internet yang sekaligus dapat digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran komputer di kelas.&lt;br /&gt;Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).&lt;br /&gt;Unsur-unsur website atau situs.&lt;br /&gt;Untuk menyediakan keberadaan sebuah website, maka harus tersedia unsur-unsur penunjangnya, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Nama domain (Domain name/URL - Uniform Resource Locator)&lt;br /&gt;Pengertian Nama domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website pada dunia internet. Contoh : http://www.baliorange.net, http://www.detik.com&lt;br /&gt;Nama domain diperjualbelikan secara bebas di internet dengan status sewa tahunan. Nama domain sendiri mempunyai identifikasi ekstensi/akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi keberadaan website tersebut. Contoh nama domain ber-ekstensi internasional adalah com, net, org, info, biz, name, ws. Contoh nama domain ber-ekstensi lokasi Negara Indonesia adalah&lt;br /&gt; co.id (untuk nama domain website perusahaan),&lt;br /&gt; ac.id (nama domain website pendidikan),&lt;br /&gt; go.id (nama domain website instansi pemerintah),&lt;br /&gt; or.id (nama domain website organisasi).&lt;br /&gt;2. Rumah tempat website (Web hosting)&lt;br /&gt;Pengertian Web Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website.&lt;br /&gt;Web Hosting juga diperoleh dengan menyewa. Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran MB(Mega Byte) atau GB(Giga Byte). Lama penyewaan web hosting rata-rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa web hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun Luar Negri.&lt;br /&gt;3. Bahasa Program (Scripts Program)&lt;br /&gt;Adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website yang pada saat diakses. Jenis bahasa program sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat website semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus.&lt;br /&gt;Beragam bahasa program saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas website. Jenis jenis bahasa program yang banyak dipakai para desainer website antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java applets dsb. Bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan PHP, ASP, JSP dan lainnya merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs.&lt;br /&gt;Bahasa program ASP, PHP, JSP atau lainnya bisa dibuat sendiri. Bahasa program ini biasanya digunakan untuk membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi, email, mailing list dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat.&lt;br /&gt;4. Desain website&lt;br /&gt;Setelah melakukan penyewaan domain name dan web hosting serta penguasaan bahasa program (scripts program), unsur website yang penting dan utama adalah desain. Desain website menentukan kualitas dan keindahan sebuah website. Desain sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah website.&lt;br /&gt;Untuk membuat website biasanya dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa website designer. Saat ini sangat banyak jasa web designer, terutama di kota-kota besar. Perlu diketahui bahwa kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas designer. Semakin banyak penguasaan web designer tentang beragam program/software pendukung pembuatan situs maka akan dihasilkan situs yang semakin berkualitas, demikian pula sebaliknya. Jasa web designer ini yang umumnya memerlukan biaya yang tertinggi dari seluruh biaya pembangunan situs dan semuanya itu tergantung kualitas designer.&lt;br /&gt;Publikasi website.&lt;br /&gt;Keberadaan situs tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi.&lt;br /&gt;Publikasi situs di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pamlet-pamlet, selebaran, baliho dan lain sebagainya tapi cara ini bisa dikatakan masih kurang efektif dan sangat terbatas. Cara yang biasanya dilakukan dan paling efektif dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui search engine-search engine(mesin pencari, spt : Yahoo, Google, Search Indonesia, dsb)&lt;br /&gt;Cara publikasi di search engine ada yang gratis dan ada pula yang membayar. Yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama untuk bisa masuk dan dikenali di search engine terkenal seperti Yahoo atau Google. Cara efektif publikasi adalah dengan membayar, walaupun harus sedikit mengeluarkan akan tetapi situs cepat masuk ke search engine dan dikenal oleh pengunjung.&lt;br /&gt;Pemeliharaan Website.&lt;br /&gt;Untuk mendukung kelanjutan dari situs diperlukan pemeliharaan setiap waktu sesuai yang diinginkan seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar atau lain sebagainya. Tanpa pemeliharaan yang baik situs akan terkesan membosankan atau monoton juga akan segera ditinggal pengunjung.&lt;br /&gt;Pemeliharaan situs dapat dilakukan per periode tertentu seperti tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan sekali secara rutin atau secara periodik saja tergantung kebutuhan(tidak rutin). Pemeliharaan rutin biasanya dipakai oleh situs-situs berita, penyedia artikel, organisasi atau lembaga pemerintah. Sedangkan pemeliharaan periodik bisanya untuk situs-situs pribadi, penjualan/e-commerce, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Perkembangan desain Website di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup cerah, hal ini ditandai dengan masih banyaknya permintaan dari beberapa perusahaan untuk tereksploitasi secara luas melalui Internet. Banyaknya permintaan ini diawali dengan makin banyaknya jasa layanan penyedia akses ke jaringan Internet yang semakin memperluas daya jangkauannya, hingga minat untuk menjelajah juga mengalami tanda tanda kenaikan. Hal ini patut disyukuri sebagai limpahan berkah bagi para jasa layanan perancang Website dengan adanya kenaikan persentase minat pembuatan situs-situs tersebut. Dengan variatif beberapa jasa layanan tersebut mengatur layanan dengan beberapa fasilitas yang lebih memikat klien. Bersama untuk saling berbenah dan berkembang antara desainer Website dengan penyedia teknologi atau software menjadi titik tolak kebangkitan desain Website di Indonesia.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE PENULISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penulisan yang dipakai adalah penelusuran melalui pemberitaan dan penyampaian fakta-fakta di berbagai media, baik media elektronik maupun media cetak&lt;br /&gt;Permasalahan muncul dari pemberitaan mengenai banyaknya permasalahan pendidikan yang dari hari ke hari semakin memprihatinkan dan memerlukan pemecahan masalah sesegera mungkin, kemudian penulis mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan secara umum ke khusus dan kemudian mengolah data/informasi dan melakukan penelusuran referensi (kepustakaan) baik cetak maupun elektronik (internet), serta berdiskusi dengan teman-teman, kemudian menganalisis beserta dibantu oleh pakar (dosen).&lt;br /&gt;Setelah melakukan analisis mendalam dan sintesis masalah, penulis mengambil kesimpulan bahwa solusi yang paling efektif untuk pelaksanaan pembelajaran adalah dengan pemanfaatan macromedia dremweaver dalam pengembangan bahan ajarnya, dimana di dalamnya telah di isi materi sehingga peserta didik tinggal mengaksesnya. Dengan demikian pelaksanaan pembelajaran tanpa dihadiri oleh pendidik pun dapat berjalan dengan lancar. Diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan dalam kegaitan belajar mengajar ini.&lt;br /&gt;A. Metode Kajian Pustaka&lt;br /&gt;Metode dalam penulisan ini, menggunakan cara telaah pustaka. Telaah pustaka dari berbagai macam literature. Antara lain mereduksinya dari buku maupun mencari dari internet.&lt;br /&gt;B. Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;I. Judul&lt;br /&gt;II. Kata Pengantar&lt;br /&gt;III. Daftar Isi&lt;br /&gt;IV. BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1. Latar Belakang&lt;br /&gt;2. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;3. Tujuan&lt;br /&gt;4. Manfaat&lt;br /&gt;V. BAB II KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;VI. BAB III METODE PENULISAN&lt;br /&gt;1. Metode Kajian Pustaka&lt;br /&gt;2. Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;VII. BAB IV PEMBAHASAN&lt;br /&gt;VIII. BAB V PENUTUP&lt;br /&gt;1. Simpulan&lt;br /&gt;2. Saran&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Proses Pelaksanaan Pembelajaran dengan Memanfaatkan Aplikasi Macromedia Dremweaver&lt;br /&gt;Macromedia dreamweaver dalam penerapan pembelajaran merupakan bagian dari sistem pembelajaran online yang bermanfaat sebagai media penyampaian, dan harus disadari bahwa online learning bukanlah faktor tunggal yang menentukan kualitas pembelajaran. Teknologi juga dapat membantu untuk meningkatkan interaksi antar pengajar dan pelajar, dan membuat proses belajar yang berpusat pada pelajar (student oriented).&lt;br /&gt;Pengembang Macromedia dreamweaver harus mengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran harus dipilih untuk memotivasi para pebelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk manusia seutuhnya, melayani perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna, mendorong terjadinya interaksi, memberikan umpan balik, memfasilitasi belajar kontekstual, dan mendorong selama proses belajar. Terkait dengan hal tersebut ada 3 prinsip yang harus diperhaitkan dalam mengembangkan pembelajaran secara online Macromedia dreamweaver yaitu : 1) Behaviorime; 2) Kognitivisme; dan 3) Kontruktivisme. Strategi behaviorisme dapat digunakan untuk mengajar “apa”(fakta), strategi kognitivisme dapat digunakan untuk mengajar “bagaimana” (proses dan prinsip-prinsip). Strategi konstruktivisme dapat digunakan untuk mengajar “mengapa” (tingkat berfikir yang lebih tinggi yang dapat mengangkat makna personal dan keadaan dan belajar kontekstual).&lt;br /&gt;Implementasi macromedia dreamweaver pada online learning adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Belajar harus menjadi suatu proses aktif. Menjaga pebelajar tetap aktif melakukan aktivitas yang bermakna menghasilkan proses tingkat tinggi, yang memfasilitasi penciptaan makna personal.&lt;br /&gt;b) Pebelajar mengkonstruksi pengetahuan sendiri bukan hanya menerima apa yang diberi oleh instruktur. Konstruksi pengetahuan difasilitasi oleh pembelajaran online interaktif yang bagus, karena siswa harus mengambil inisiatif untuk berinteraksi dengan pebelajar lain dan dengan instruktur, dan karena agenda belajar dikontrol oleh pebelajar sendiri.&lt;br /&gt;c) Bekerja dengan pebelajar lain memberi pebelajar pengalaman kehidupan nyata melalui kerja kelompok, dan memungkinkan mereka menggunakan keterampilan meta-kognitif mereka.&lt;br /&gt;d) Pebelajar harus diberi control proses belajar. Harus ada bentuk bimbingan penemuan dimana pebelajar dibiarkan untuk menentukan keputusan terhadap tujuan belajar, tetapi dengan bimbingan dari instruktur.&lt;br /&gt;e) Pebelajar harus diberi waktu dan kesempatan untuk refleksi. Pada saat belajar online siswa perlu merefleksi dan menginternalisasi informasi.&lt;br /&gt;f) Belajar harus dibuat bermakna bagi siswa. Materi belajar harus memasukan contoh-contoh yang berhubungan dengan pebelajar sehingga mereka dapat menerima informasi yang diberikan.&lt;br /&gt;g) Belajar harus interaktif dan mengangkat belajar tingkat yang lebih tinggi dan kehadiran sosial, dan membantu mengembangkan makna personal. Pebelajar menerima materi pelajaran melalui teknologi, memproses informasi, dan kemudian mempersonalisasi dan mengkontekstualisasi informasi tersebut.&lt;br /&gt;Implementasi bahan ajar dalam pembelajaran macromedia Dreamweaver&lt;br /&gt;Implementasi bahan ajar sebagai Paradigma Online Learing, dilihat dari perspektif bidang ilmu teknologi pembelajaran berada pada kawasan pertama, yaitu kawasan Desain, lebih fokus lagi pada sub kawasan Desain Sistem Pembelajaran (DSP). Teknologi pembelajaran memiliki lima kawasan yang menjadi bidang garapnya, baik sebagai objek formal maupun objek materinya, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengolahan, evalusi sumber dan proses belajar. Oleh karenanya aplikasi teknologi pembelajaran juga tidak terlepas dari lima kawasan tersebut. Seels dan Richey (1994: 122) menjelaskan bahwa demi menjaga keutuhan definisi (teknologi pembelajaran. pen.) kegiatan-kegiatan dalam setiap kawasan teknologi pembelajaran dapat dikaitkan baik kepada proses maupun sumber pembelajaran. Seels dan Richey juga membuat gambar tentang hubungan antara kawasan dan kegiatan dalam bidang sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: Hubungan antara Kawasan dan Kegiatan dalam Bidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain Sistem Pembelajaran (DSP) adalah prosedur yang terorganisasi yang meliputi langkah-langkah: 1) penganalisaan, yaitu proses perumusan apa yang akan dipelajari; 2) perancangan, yaitu proses penjabaran bagaimana hal tersebut akan dipelajari; 3) pengembangan, yaitu proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pembelajaran; 4) pelaksanaan, yaitu pemanfaatan bahan dan strategi yang bersangkutan; dan 5) penilaian, yaitu proses penentuan ketepatan pembelajaran (Seels dan Richey, 1994: 33).&lt;br /&gt;1. Pendekatan Desain Sistem Pembelajaran&lt;br /&gt;Langkah dalam Desain Sistem Pembelajaran (DSP) yang pertama adalah merumuskan materi yang akan dipelajari siswa. Perlu dirumuskan aspek-aspeknya. Pertama, apa saja materinya, apakah bersifat kognitif, afektif atau psikomotorik, berapa porsinya, dan sebagainya. Kedua, bagaimana metode instruktur dalam media Online Learning dalam proses pembelajarannya, prasyarat apa saja yang perlu diberikan kepada siswa dan sebagainya. Ketiga, sarana tambahan apa yang perlu diberikan. Keempat, lingkungan maya yang bagaimana yang diperlukan untuk mendukung pelajaran tersebut.&lt;br /&gt;2. Aspek Strategi Pembelajaran&lt;br /&gt;Aspek ini pada dasarnya adalah menjawab bagaimana materi Online Learning tersebut dipelajari. Pada aspek inilah bahan ajar mempunyai peran yang sangat signifikan. Ide-ide dalam artikel di atas dapat diimplementasikan pada perancangan aspek Strategi Pembelajaran ini.&lt;br /&gt;3. Aspek Desain Bahan Pembelajaran&lt;br /&gt;Langkah ketiga dalam Mendesaian Sistem Pembelajaran adalah pengembangan, yaitu proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pembelajaran. Proses penulisan bahan pembelajaran harus memperhatikan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;a. Kejelasan tujuan pembelajaran (realistis dan terukur);&lt;br /&gt;b. Relevansi tujuan pembelajaran dengan Kurikulum/SK/KD;&lt;br /&gt;c. Ketepatan penggunaan media yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran;&lt;br /&gt;d. Kesesuaian materi, pemilihan media dan evaluasi (latihan, test, kunci jawaban) dengan tujuan pembelajaran;&lt;br /&gt;e. Sistematika yang runut, logis, dan jelas;&lt;br /&gt;f. Interaktivitas;&lt;br /&gt;g. Penumbuhan motivasi belajar;&lt;br /&gt;h. Kontekstualitas;&lt;br /&gt;i. Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar;&lt;br /&gt;j. Kejelasan uraian materi, pembahasan, contoh, simulasi, latihan;&lt;br /&gt;k. Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran;&lt;br /&gt;l. Relevansi dan konsistensi alat evaluasi;&lt;br /&gt;m. Pemberian umpan balik terhadap latihan dan hasil evaluasi.&lt;br /&gt;Proses pemanfaatan bahan dan strategi tersebut harus memperhatikan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;a. Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media pembelajaran;&lt;br /&gt;b. Reliabilitas (kehandalan);&lt;br /&gt;c. Maintainabilitas (dapat dipelihara/dikelola dengan mudah);&lt;br /&gt;d. Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya);&lt;br /&gt;e. Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan;&lt;br /&gt;f. Kompatibilitas (media pembelajaran dapat diinstalasi/dijalankan diberbagai hardware dan software yang ada);&lt;br /&gt;g. Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam eksekusi;&lt;br /&gt;h. Dokumentasi program media pembelajaran yang lengkap meliputi: petunjuk instalasi (jelas, singkat, lengkap), trouble shooting (jelas, terstruktur, dan antisipatif), desain program (jelas dan menggambarkan alur kerja program);&lt;br /&gt;i. Reusabilitas (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain).&lt;br /&gt;4. Aspek Pemanfaatan Bahan&lt;br /&gt;Selain harus memperhatikan aspek-aspek di atas, langkah pemanfaatan juga dapat menggunakan komunikasi visual sebagai strategi pembelajaran, dengan memperhatikan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;a. Komunikatif: visualisasi mendukung materi ajar, agar mudah dicerna oleh siswa;&lt;br /&gt;b. Kreatif: visualisasi diharapkan disajikan secara unik dan tidak klise (sering digunakan), agar menarik perhatian;&lt;br /&gt;c. Sederhana: visualisasi tidak rumit, agar tidak mengurangi kejelasan isi materi ajar dan mudah diingat;&lt;br /&gt;d. Unity: menggunakan bahasa visual yang harmonis, utuh, dan senada, agar materi ajar dipersepsi secara utuh (komprehensif);&lt;br /&gt;e. Penggambaran objek dalam bentuk image (citra) yang representatif;&lt;br /&gt;f. Pemilihan warna yang sesuai, agar mendukung kesesuaian antara konsep kreatif dan topik yang dipilih;&lt;br /&gt;g. Tipografi (font dan susunan huruf), untuk memvisualisasikan bahasa verbal agar mendukung isi pesan, baik secara fungsi keterbacaan maupun fungsi psikologisnya;&lt;br /&gt;h. Tata letak (lay-out): peletakan dan susunan unsur-unsur visual terkendali dengan baik, agar memperjelas peran dan hirarki masing-masing unsur tersebut;&lt;br /&gt;i. Unsur visual bergerak (animasi dan/atau movie), animasi dapat dimanfaatkan untuk mensimulasikan materi ajar dan video untuk mengilustrasikan materi secara nyata;&lt;br /&gt;j. Navigasi (icon) yang familiar dan konsisten agar efektif dalam penggunaannya.&lt;br /&gt;5. Penilaian, Umpan Balik dan Perbaikan Terus Menerus&lt;br /&gt;Langkah kelima dalam mendesain sistem pembalajaran adalah penilaian, yaitu proses penentuan ketepatan pembelajaran. Setiap bab menyajikan rangkuman/kesimpulan dan atau soal latihan untuk mengukur keberhasilan belajar peserta didik dan sekaligus mengevaluasi ketepatan strategi pembelajaran. Penilaian ini mutlak dilakukan sebagai sistem manajemen mutu dan pengendalian proses belajar mengajar sehingga terjadi umpan balik dan perbaikan secara terus menerus (continous improvement).&lt;br /&gt;B. Pentingnya Pembelajaran di Era Globalisasi dengan Memanfaakan Website&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin hari semakin bertambah pesat dan masuknya internet ke sekolah-sekolah membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Dahulu internet dianggap oleh sebagian orang begitu tabu, karena di internet banyak menyajikan situs-situs porno dan lain-lainnya yang negatif.&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat pesat, menurut catatan www.internetworldstats.com/ saat ini ada satu milyard pengguna internet di dunia. Penetrasi internet di Asia adalah 10%, sedangkan di Amerika mencapai 67%. Indonesia menduduki urutan ke 13 pengguna internet dunia dengan jumlah pengguna internet tahun 2006, sebanyak 18 juta orang. Angka itu mencapai 10 kali lebih besar dibanding lima tahun lalu. Tidak berlebihan apabila ada yang mengatakan bahwa TIK membawa gelombang baru menuju perubahan besar dalam sejarah kebudayaan manusia.&lt;br /&gt;Ada perumpamaan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dalam menghadapi perkembangan TIK. Perumpamaan tersebut ialah, apabila TIK tersebut diibaratkan arus badai, maka setidak-tidaknya ada tiga kemungkinan sikap kita menghadapinya, yaitu mencoba bertahan melawan arus, hanyut terbawa arus, atau memanfaatkan arus. Dalam perumpamaan ini, sikap yang paling tepat adalah yang terakhir, memanfaatkan arus sebagai sumber energi. Demikian pula dalam dunia pendidikan. Arus TIK telah masuk ke dunia pendidikan. Hadirnya TIK di sekolah, di ruang kelas, di rumah, bahkan di kamar tidur siswa, tidak lagi dapat dibendung. Hadirnya TIK bukan lagi sebuah pilihan, kita memilih ataupun tidak, era TIK telah hadir.&lt;br /&gt;TIK mempunyai potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pada blue print TIK Depdiknas, stidak-tidaknya disebutkan ada tujuh fungsi TIK dalam pendidikan, yakni sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, sebagai infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;1. Pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi macromedia dremweaver pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan sistem pembelajaran online. Implementasi macromedia dreamweaver pada online learning adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Belajar harus menjadi suatu proses aktif..&lt;br /&gt;b. Pebelajar mengkonstruksi pengetahuan sendiri bukan hanya menerima apa yang diberi oleh instruktur.&lt;br /&gt;c. Bekerja dengan pebelajar lain memberi pebelajar pengalaman kehidupan nyata melalui kerja kelompok, dan memungkinkan mereka menggunakan keterampilan meta-kognitif mereka.&lt;br /&gt;d. Pebelajar harus diberi control proses belajar.&lt;br /&gt;e. Pebelajar harus diberi waktu dan kesempatan untuk refleksi.&lt;br /&gt;f. Belajar harus dibuat bermakna bagi siswa.&lt;br /&gt;g. Belajar harus interaktif dan mengangkat belajar tingkat yang lebih tinggi dan kehadiran sosial, dan membantu mengembangkan makna personal.&lt;br /&gt;2. Pentingnya pembelajaran di era globalisasi dengan memanfaakan website&lt;br /&gt;Hal ini terjadi karena website mempunyai potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pada blue print TIK Depdiknas, stidak-tidaknya disebutkan ada tujuh fungsi TIK dalam pendidikan, yakni sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, sebagai infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;1. Salah satu pengembangan berbasis web yang menarik adalah dengan menggunakan program macromedia dreamweaver guna membangunn website yang dapat meningkatkan pembelajaran yang lebih berkulalitas.&lt;br /&gt;2. Sumber belajar tidak harus selamanya dalam bentuk buku atau media cetak, alangkah baiknya jika dikembangakan dalam media elektronik dan dikemas dalam bentuk yang lebih menarik.&lt;br /&gt;3. Bahan ajar yang berbasis web sewaktu-waktu isinya dapat diperbaharui sesuai dengan kebutuhan peserta didik.&lt;br /&gt;4. Apabila bahan ajar ditampilkan dalam bentuk yang menarik diharapkan pebelajar lebih termotivasi dalam KBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juju, dominikus. 2007. Dreamweaver CS3. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;Odan, faridah. 2004. Gonta ganti buku di tiap tahun ajaran baru. Diakses pada http://faridah-ohan.blogspot.com. Tanggal 27 Maret 2008&lt;br /&gt;Sinar harapan. 2005. Depdiknas Hapus Monopoli Buku Pelajaran. Diakses pada http://www.sinarharapan.co.id/berita/0411/24/nas05.html. tanggal 27 Maret 2008&lt;br /&gt;Pengembangan bahan ajar. Diakses pada http://www.depdiknas.go.id. Pada tanggal 27 Maret 2007&lt;br /&gt;Saputro, Hendro W. 2003. Pengertian Website dan Unsur-unsurnya. Diakses pada http://www.balebengong.net/2007/08/01/pengertian-website-dan-unsur-unsurnya/n. Tanggal 29 Maret 2008&lt;br /&gt;Artikel bebas dari ensiklopedia bebas. Macromedia Dreamweaver. Diakses pada http://www wikipedia.com. pada tanggal 29 Maret 2008.&lt;br /&gt;Seels, Barbara B. &amp; Richey, Rita C. 1994. Teknologi Pembelajaran: Definisi dan Kawasannya. Penerjemah Dewi S. Prawiradilaga dkk. Jakarta: Kerjasama IPTPI LPTK UNJ.&lt;br /&gt;Terry Anderson &amp; Fathi Elloumi (Eds.). 2004. Theory and Practice of Online Learning. Canada. Athabasca University.&lt;br /&gt;Lukman. 2004. Teori Belajar Dalam Desain Sistem Pembelajaran OnlineLearning. Diakses pada: http://www.geocities.com/ Tanggal 30 Maret 2008&lt;br /&gt;Koesnandar.2007. Pengembangan bahan ajar berbasis web. Diakses pada : http://www.e-dukasi.net/artikel/index.php?id=54. Tanggal 30 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA PENULIS&lt;br /&gt;Nama : Bentar Saputro&lt;br /&gt; TTL : Bogor, 15 Juni 1987&lt;br /&gt; Riwayat Pendidikan&lt;br /&gt; SD : SD N 2 Pandansari&lt;br /&gt; SMP : SMP N 1 Sruweng&lt;br /&gt; SMA : MA Ma’arif 1 Kebumen&lt;br /&gt; Perguruan Tinggi : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan S1&lt;br /&gt;Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES&lt;br /&gt; Pengalaman Organisasi dan Pelatihan :&lt;br /&gt;a. Pengurus Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Unnes 2005/2006&lt;br /&gt;b. Anggota Karisma HIMA Kurtekdik FIP Unnes 2006/2007&lt;br /&gt;c. Ketua Dept. Infokom HIMA Kurtekdik FIP Unnes 2007/2008&lt;br /&gt;d. Fungsionaris BEM FIP UNNES Th. 2008&lt;br /&gt;e. Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Dasar Th. 2006&lt;br /&gt;f. Pelatihan Website Design dengan Macromedia Dreamweaver Th. 2007&lt;br /&gt;g. Pelatihan Troubleshooting dan jaringan komputer Th. 2007&lt;br /&gt;h. Pelatihan website pembelajaran e-learning menggunakan MOODLE Th. 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-1896424774260988845?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/1896424774260988845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=1896424774260988845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1896424774260988845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/1896424774260988845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/aplikasi-macromedia-dremweaver-untuk.html' title='Aplikasi Macromedia Dremweaver Untuk Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-4141723070980026319</id><published>2008-04-02T14:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-02T15:04:56.870+07:00</updated><title type='text'>PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS</title><content type='html'>ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigit, Bambang, Joko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif berkembang atas dasar pembelajaran konvensional yang tidak bisa memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran. Dalam realita yang ada di kelas, siswa merasa kurang termotivasi dalam belajar karena cara pengajaran guru yang konvensional. Pengajaran yang terkesan konvensional mengakibatkan siswa merasa sukar dalam pemahaman materi yang di berikan guru.  Akibatnya minat belajar siswa mengalami penurunan dan selanjutnya prestasi belajarpun menurun. Hal ini adalah indikator di dalam mengetahui  kualitas pembelajaran yang ada. Berawal dari hal tersebut, pembelajaran dengan menggunakan multimedia yang menggabungkan berbagai unsure media seperti video, suara, animasi, teks, dan gambar yang di kemas di dalam satu wadah yang bersifat interaktif, kreatif, dan menyenangkan.&lt;br /&gt;Akibat pengembangan multimedia tersebut, dalam pembelajaran diharapkan siswa dapat termotivasi dalam memahami materi pembelajaran karena pembelajarn di sampaikan secara interaktif dan menyenangkan. Sehingga akan terjadi peningkatan kualitas dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: Pembelajaran konvensional, Multimedia Interaktif, Kualitas Pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan sistemastis, yang dilakukan orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan (Achmad Munib, 2004:34). Pendidikan ialah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat (M. Ngalim Purwanto, 2002:10). Dalam arti lain, pendidikan merupakan pendewasaan peserta didik agar dapat mengembangkan bakat, potensi dan ketrampilan yang dimiliki dalam menjalani kehidupan, oleh karena itu sudah seharusnya  pendidikan didesain guna memberikan pemahaman serta meningkatkan prestasi belajar peserta didik (siswa).&lt;br /&gt;Prestasi belajar siswa di sekolah sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dari siswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi ini dimungkinkan karena faktor belajar siswa yang kurang efektif, bahkan siswa sendiri tidak merasa termotivasi di dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Sehingga menyebabkan siswa kurang atau bahkan tidak memahami materi yang bersifat sukar yang di berikan oleh guru tersebut.&lt;br /&gt; Kecenderungan pembelajaran yang kurang menarik ini merupakan hal yang wajar di alami oleh guru yang tidak memahami kebutuhan dari siswa tersebut baik dalam karakteristik, maupun dalam pengembangan ilmu. Dalam hal ini peran seorang guru sebagai pengembang ilmu sangat besar  untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi peserta didik bukan hanya pembelajaran berbasis konvensional. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari  suasana pembelajaran yang kondusif serta hubungan komunikasi antara guru, siswa dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;Berangkat dari hal tersebut multimedia interaktif dalam kelas dikembangkan  atas dasar  asumsi bahwa proses komunikasi di dalam pembelajaran akan lebih bermakna (menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untuk memahami materi karena penyajiannya yang interaktif), jika memanfaatkan berbagai media sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Dari segi pengertian, multimedia interaktif dapat di artikan sebagai kombinasi berbagai unsur media yang terdiri dari teks, grafis, foto, animasi, video, dan suara yang disajikan secara interaktif dalam media pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;Dalam bahasan karya tulis ini, ruang lingkupnya dibatasi dalam pembahasan pengembangan pembelajaran dengan pemanfaatan multimedia interaktif dalam mununjang proses pengajaran guna meningkatkan kualitas pembelajaran serta implementasi pembelajaran multimedia interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan pokok yang akan dijadikan bahan kajian dalam karya tulis ini secara lebih lanjut, antara lain :&lt;br /&gt;1. Pembelajaran konvensional yang lebih cenderung membosankan dan kurang interaktif dan komunikatif dalam mentransfer pengetahuan.&lt;br /&gt;2. Menurunnya motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajran. &lt;br /&gt;3. Kemampuan dan ketrampilan pendidik yang masih minim dalam mendesain pembelajaran. &lt;br /&gt;4. Pergeseran praktik pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan multimedia pada pembelajaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Tujuan&lt;br /&gt;Berdasarkan pada permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan tiga tujuan utama dari karya tulis ini, yaitu:&lt;br /&gt;1. Memberikan gambaran secara kongkrit Multimedia Pembelajaran Interaktif.&lt;br /&gt;2. Memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran didalam kelas dengan memanfaatkan Multimedia Pembelajaran Interaktif.&lt;br /&gt;3. Merekomendasikan kepada pendidik untuk menerapkan Multimedia Pembelajaran Interaktif sebagai alternatif pembelajaan yang mengasikkan dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Manfaat&lt;br /&gt;Manfaat yang diharapkan dari penyusun terhadap  penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Secara teoritis diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif guna meminimalisasi kejenuhan dan kebosanan dalam pembelajaran konvensional di kelas. Yang mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi berkurang untuk memahami materi yang diberikan guru.&lt;br /&gt;2. Secara praktis selanjutnya diharapkan konsep pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif dapat direkomendasikan sebagai inovasi dalam dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dan akhirnya pembelajaran akan menjadi lebih berkualitas di bandingkan pembelajaran secara konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;LANDASAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengembangan Media Pendidikan &lt;br /&gt;1. Media Pendidikan&lt;br /&gt;Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas, namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;Mengapa harus dibutuhkan media di dalam proses pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul adalah mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran. Sebelumnya, Kita harus mengetahui terlebih dulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran. Karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata dan tulisan) maupun non-verbal, proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding.&lt;br /&gt;Dalam penafsiran tersebut ada kalanya berhasil, dan adakalanya tidak berhasil atau gagal. Dengan kata lain dapat dikatakan kegagalan /ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar, dibaca,dilihat atau diamati. Kegagalan/ketidakberhasilan itu di sebabkan oleh gangguan yang menjadi penghambat komunikasi yang dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima. Lantas dimana fungsi media? Ada baiknya kita melihat diagram cone of learning dari Edgar Dale yang secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media dalam pendidikan:&lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan media mempunyai kegunaan, antara lain:&lt;br /&gt;1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.&lt;br /&gt;2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.&lt;br /&gt;3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.&lt;br /&gt;4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori &amp; kinestetiknya.&lt;br /&gt;5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman &amp; menimbulkan persepsi yang sama.&lt;br /&gt;Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985:&lt;br /&gt;1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar&lt;br /&gt;2. Pembelajaran dapat lebih menarik&lt;br /&gt;3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar&lt;br /&gt;4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek&lt;br /&gt;5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan&lt;br /&gt;6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan&lt;br /&gt;7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan&lt;br /&gt;8. Peran guru berubahan kearah yang positif&lt;br /&gt;Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan yang akurat dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah, hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing, sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu perlu dicermarti daftar kelompok media instruksional menurut Anderson, 1976 berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK MEDIA MEDIA INSTRUKSIONAL&lt;br /&gt;1. Audio  pita audio (rol atau kaset)&lt;br /&gt; piringan audio&lt;br /&gt; radio (rekaman siaran)&lt;br /&gt;2. Cetak  buku teks terprogram&lt;br /&gt; buku pegangan/manual&lt;br /&gt; buku tugas&lt;br /&gt;3. Audio – Cetak  buku latihan dilengkapi kaset&lt;br /&gt; gambar/poster (dilengkapi audio)&lt;br /&gt;4. Proyek Visual Diam  film bingkai (slide)&lt;br /&gt; film rangkai (berisi pesan verbal)&lt;br /&gt;5. proyek visual diam dengan audio  film bingkai (slide) suara&lt;br /&gt; film rangkai suara&lt;br /&gt;6. Visual Gerak  film bisu dengan judul (caption)&lt;br /&gt;7. Visual Gerak dengan Audio  film suara&lt;br /&gt; video/vcd/dvd&lt;br /&gt;8. Benda  benda nyata&lt;br /&gt; model tirual (mock up)&lt;br /&gt;9. Komputer  media berbasis komputer; CAI (Computer Assisted Instructional) &amp; CMI (Computer Managed Instructiona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klasifikasi &amp; Jenis Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI  JENIS MEDIA &lt;br /&gt;Media yang tidak diproyeksikan Realia, model, bahan grafis, display&lt;br /&gt;Media yang diproyeksikan OHT, Slide, Opaque&lt;br /&gt;Media audio Audio K aset, Audio V ission, aktive Audio Vission&lt;br /&gt;Media video Video&lt;br /&gt;Media berbasis komputer Computer A ssisted I nstructional &lt;br /&gt;( Pembelajaran Berbasis Komputer)&lt;br /&gt;Multimedia kit Perangkat praktikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media yang Tidak Diproyeksikan&lt;br /&gt;• Realita : Benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar&lt;br /&gt;• Model : Benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda&lt;br /&gt;sesungguhnya&lt;br /&gt;• Grafis : Gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan (Grafik, Chart, Poster, Kartun)&lt;br /&gt;• Display : Medium yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu sehingga dapat dilihat informasi dan pengetahuan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Media Video&lt;br /&gt;a. Kelebihan&lt;br /&gt; Dapat menstimulir efek gerak&lt;br /&gt; Dapat diberi suara maupun warna&lt;br /&gt; Tidak memerlukan keahlian khusus dalam penyajiannya.&lt;br /&gt; Tidak memerlukan ruangan gelap dalam penyajiannya&lt;br /&gt;b.  Kekurangan&lt;br /&gt; Memerlukan peralatan khusus dalam penyajiannya&lt;br /&gt; Memerlukan tenaga listrik&lt;br /&gt; Memerlukan keterampilan dan kerja tim dalam pembuatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Media Berbasiskan Komputer&lt;br /&gt;Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan(Heinich,et.al 1996):&lt;br /&gt;• Praktek dan latihan (drill &amp; practice)&lt;br /&gt;• Tutorial&lt;br /&gt;• Permainan (games)&lt;br /&gt;• Simulasi (simulation)&lt;br /&gt;• Penemuan (discovery)&lt;br /&gt;• Pemecahan Masalah (Problem Solving)&lt;br /&gt;Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:&lt;br /&gt;1 Perangkat keras -dan lunak- yang mahal dan cepat ketinggalan jaman&lt;br /&gt;2 Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;3 Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemakaian Komputer dalam Proses Belajar&lt;br /&gt;Dalam pemakaian computer dikenal dua istilah yatitu CAI dan CMI yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer.&lt;br /&gt; CAI yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI dapat sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.&lt;br /&gt; CMI; digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat, seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku/e-library, kegiatan administratif sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi dll. &lt;br /&gt;Pada masa sekarang CMI &amp; CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-Learning, dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tujuan Pemakaian Komputer dalam Proses Pembelajaran &lt;br /&gt;Dalam pemakaian komputer ada tiga ranah tujuan yang ada, antara lain:&lt;br /&gt; Tujuan Kognitif&lt;br /&gt;Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri.&lt;br /&gt; Tujuan Psikomotor&lt;br /&gt;Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games &amp; simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.&lt;br /&gt; Tujuan Afektif&lt;br /&gt;Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Multimedia Pembelajaran Interaktif&lt;br /&gt;1. Pengertian &lt;br /&gt;Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.&lt;br /&gt;Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manfaat Multimedia Pembelajaran&lt;br /&gt;Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.&lt;br /&gt;Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu:&lt;br /&gt;1 Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dll.&lt;br /&gt;2 Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dll.&lt;br /&gt;3 Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu  mesin,  beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll.&lt;br /&gt;4 Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dll.&lt;br /&gt;5 Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dll.&lt;br /&gt;6 Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karakteristik Media dalam Multimedia Pembelajaran&lt;br /&gt;Sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran.  &lt;br /&gt;Karakteristik multimedia pembelajaran adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.&lt;br /&gt;2. Bersifat interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna.&lt;br /&gt;3. Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain.&lt;br /&gt;Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memenuhi fungsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.&lt;br /&gt;2. Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri.&lt;br /&gt;3. Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan.&lt;br /&gt;4. Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Format Multimedia Pembelajaran&lt;br /&gt;Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Tutorial&lt;br /&gt;Format sajian ini merupakan multimedia pembelajaran yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar, baik diam atau bergerak dan grafik. Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap bahwa pengguna telah membaca, menginterpretasikan  dan menyerap konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan dengan materi berikutnya. Jika jawaban atau respon pengguna salah, maka pengguna harus mengulang memahami konsep tersebut secara keseluruhan ataupun pada bagian-bagian tertentu saja (remedial). Kemudian pada bahagian akhir biasanya akan diberikan serangkaian pertanyaaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahaman pengguna atas konsep atau materi yang disampaikan.&lt;br /&gt;b. Drill dan Practise&lt;br /&gt;Format ini dimaksudkan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran di dalam suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu konsep. Program ini juga menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan maka soal atau pertanyaan yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam  kombinasi yang berbeda.&lt;br /&gt;Program ini juga dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep tertentu. Pada bahagian akhir, pengguna juga bisa melihat skor akhir yang dia capai, sebagai indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam memecahkan soal-soal yang diajukan.&lt;br /&gt;c. Simulasi&lt;br /&gt;Multimedia pembelajaran dengan format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat terbang, di mana pengguna seolah-olah melakukan aktifitas menerbangkan pesawat terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga nuklir dan lain-lain. Pada dasarnya format ini mencoba memberikan pengalaman masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, seperti pesawat yang akan jatuh atau menabrak, peusahaan akan bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.&lt;br /&gt;d. Percobaan atau Eksperimen&lt;br /&gt;Format ini mirip dengan format simulasi, namjun lebih ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen, seperti kegiatan praktikum di laboratorium IPA, biologi atau kimia. Program menyediakan serangkaian peralatan dan bahan, kemudian pengguna bisa melakukan percobaan atau eksperimen sesuai petunjuk dan kemudian mengembangkan eksperimen-eksperimen lain berdasarkan petunjuk tersebut. Diharapkan pada akhirnya pengguna dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan eksperimen yang mereka lakukan secara maya tersebut. &lt;br /&gt;e. Permainan&lt;br /&gt;Tentu saja bentuk permaianan yang disajikan di sini tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kualitas Pembelajaran. &lt;br /&gt;Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan. Secara definitif efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya (Etzioni,1964). Efektivitas ini sesunguhnya merupakan suatu konsep yang lebih luas mencakup berbagai faktor di dalam maupun di luar diri seseorang. Dengan demikian efektivitas tidak hanya dapat dilihat dari sisi produktivitas, akan tetapi juga dapat pula dilihat dari sisi persepsi atau sikap orangnya. Di samping itu, efektivitas juga dapat dilihat dari bagaimana tingkat kepuasan yang dicapai oleh orang (Robbins, 1997).&lt;br /&gt;Dengan demikian efektivitas merupakan suatu konsep yang sangat penting, karena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan seseorang dalam mencapai sasarannya atau suatu tingkatan terhadap manatujuan - tujuan dicapai (Prokopenko,1987), atau tingkat pencapaian tujuan (Hoy dan Miskel,1992). Sementara itu belajar dapat pula dikatakan sebagai komunikasi terencana yang menghasilkan perubahan atas sikap, keterampilan, dan pengetahuan dalam hubungan dengan sasaran khusus yang berkaitan dengan pola berperilaku yang diperlukan individu untuk mewujudkan secara lengkap tugas atau pekerjaan tertentu (Bramley,1996). Dengan demikian, yang dimaksud dengan efektivitas belajar adalah tingkat pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran seni. Pencapaian tujuan tersebut berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap melalui proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Dengan pemahaman tersebut di atas, maka dapat dikemukakan aspek-aspek efektivitas belajar sebagai berikut : (1) peningkatan pengetahuan, (2) peningkatan ketrampilan, (3) perubahan sikap, (4) perilaku , (5) kemampuan adaptasi, (6) peningkatan integrasi, (7) peningkatan partisipasi, dan (8) peningkatan interaksi kultural. Hal ini penting untuk dimaknai bahwa keberhasilan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa ditentukan oleh efektivitasnya dalam upaya pencapaian kompetensi belajar.&lt;br /&gt;UNESCO (1996) menetapkan empat pilar pendidikan yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh pengelola dunia pendidikan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan (learning to know)&lt;br /&gt;2. Belajar untuk menguasai keterampilan (learning to do)&lt;br /&gt;3. Belajar untuk hidup bermasyarakat (learning to live together)&lt;br /&gt;4. Belajar untuk mengembangkan diri secara maksimal (learning to be).&lt;br /&gt;1. Learning to know&lt;br /&gt;Dalam hal ini posisi seorang guru seyogyanya berfungsi sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Di samping itu guru juga dituntut untuk dapat berperan aktif sebagai teman sejawat dalam berdialog dengan siswa dalam mengembangkan penguasaan pengetahuan maupun ilmu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Learning to do &lt;br /&gt;Akan bisa berjalan jika sekolah memfasilitasi siswa untuk mengaktualisasikan keterampilan yang dimilikinya, serta bakat dan minatnya. Pendeteksian bakat dan minat siswa dapat dilakukan melalui tes bakat dan minat (attitude test). Walaupun bakat dan minat anak banyak dipengaruhi unsur keturunan (heredity) namun tumbuh berkembangnya bakat dan minat tergantung pada lingkungannya. Dewasa ini, keterampilan bisa digunakan menopang kehidupan seseorang bahkan keterampilan lebih dominan daripada penguasaan pengetahuan dalam mendukung keberhasilan kehidupan seseorang. Untuk itu pembinaan terhadap keterampilan siswa perlu mendapat perhatian serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Learning to live together &lt;br /&gt;Salah satu fungsi lembaga pendidikan adalah tempat bersosialisasi, tatanan kehidupan, artinya mempersiapkan siswanya untuk dapat hidup bermasyarakat. Situasi bermasyarakat hendaknya dikondisikan di lingkungan pendidikan. Kebiasaan hidup bersama, saling menghargai, terbuka, memberi dan menerima, perlu ditumbuhkembangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. learning to be &lt;br /&gt;Pengembangan diri secara maksimal erat hubungannya dengan bakat dan minat, perkembangan fisik dan kejiwaan, tipologi pribadi anak serta kondisi lingkungannya. Bagi anak yang agresif, proses pengembangan diri akan berjalan bila diberi kesempatan cukup luas untuk berkreasi. Sebaliknya bagi anak yang pasif peran guru sebagai pengarah sekaligus fasilitator sangat dibutuhkan untuk pengembangan diri siswa secara maksimal. Kemampuan diri yang terbentuk di sekolah secara maksimal memungkinkan anak untuk mengembangkan diri pada tingkat yang lebih tinggi. Keempat pilar akan berjalan dengan baik jika diwarnai dengan pengembangan keberagamaan. Nilai-nilai keberagamaan sangat dibutuhkan bagi setiap warganegara Indonesia dalam menapaki kehidupan di dunia ini. Pengintegrasian nilai-nilai agama ke dalam mata pelajaran yang diajarkan/dipelajari siswa akan lebih efektif dalam pembentukan pribadi anak yang ber-Ketuhahan Yang Maha Esa daripada diajarkan secara monolitik yang penuh dengan konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendekatan Penulisan&lt;br /&gt;Prosedur pengumpulan data dalam karya tulis ini menggunakan metode librarian research atau studi pustaka terhadap kasus dan konsep yang berhubungan dengan pengembangan pembelajaran berbasis multimedia dalam peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sumber Penulisan&lt;br /&gt;Pengolahan data yang telah terkumpul dari studi pustaka kemudian dikelompokkan dalam beberapa kategori-kategori tertentu berdasarkan pada data, konsep, teori, sebab, akibat, pendapat ahli, kelemahan, dan kelebihan konsep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sasaran Penulisan&lt;br /&gt;Dari beberapa data yang telah dikelompokkan dalam beberapa kategori tersebut kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui keefektifan pembelajaran berbasis multimedia diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tahapan Penulisan&lt;br /&gt;Penulis dalam menuangkan gagasannya memalui berbagai proses yang pokok pembahasan masalah atau inti dari karya tulis ini, maka konsep atau teori tersebut dijadikan pisau analisis dalam membahas permasalahan yang diajukan pada pendahuluan. Pembahasan ini merupakan jawaban dari permasalahan yang telah diajukan. Dari pembahasan ini kemudian diketahui pokok-pokok permasalahan yang dimaksud. Setelah itu digagaslah pemecahan masalah berupa rekonseptualisasi pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengambangan Multimedia Pembelajaran Interaktif &lt;br /&gt; Dalam buku Tip dan Trik Pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif (Direktorat Pendidikan SMA, 2006), secara prosedural langkah-langkah pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat digambarkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif dimulai dari analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan pemilihan topik, penyusunan garis besar isi, penulisan naskah, pelaksanaan produksi, evaluasi dan revisi, serta finalisasi. &lt;br /&gt;Dalam menganalisis kebutuhan ada hal-hal yang perlu diperhatikan, diantaranya : 1.) Melakukan analisis terhadap tuntutan kurikulum (SKL, SK, KD, indikator). 2.) Melakukan analisis terhadap kebutuhan di lapangan. 3.) Melakukan analisis potensi ICT untuk pemecahan masalah/kebutuhan pembelajaran.  4.) Analisis kebijakan.  5.) Membubuhkan tanda daftar materi final.  6.) Mendokumentasikan daftar materi final dalam bentuk hard copy dan soft copy.  &lt;br /&gt;Sedangkan di dalam mengidentifikkasi topik, kita perhatikan : &lt;br /&gt;- Menyusun daftar topic berdasarkan hasil analisis&lt;br /&gt;- Menentukan tim penulis, pengkaji materi dan pengkaji media&lt;br /&gt;- Menentukan skala prioritas topic&lt;br /&gt;- Menugaskan tim penulis, pengkaji materi, dan pengkaji media&lt;br /&gt;- Membubuhkan tanda prioritas topik final&lt;br /&gt;- Mendokumentasikan topik final dalam bentuk hard copy dan soft copy &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengidentifikasi topik yang akan diangkat selanjutnya kita menyusun garis besar isi multimedia pembelajaran interaktif, mulai dari penyusunan peta materi, peta kompetensi, GBIM dan JM. Berdasarkan garis besar isi multimedia pembelajaran interaktif barulah penulisan naskah dilaksanakan mulai dari :  &lt;br /&gt; Menetapkan format penulisan naskah&lt;br /&gt; Menentukan tim penulis naskah, pengkaji materi, dan pengkaji media&lt;br /&gt; Menugaskan penulisan naskah dan pengkajian&lt;br /&gt; Menyusun flowchart&lt;br /&gt; Melakukan pengkajian terhadap flowchart&lt;br /&gt; Melakukan perbaikan flowchart sesuai hasil kajian&lt;br /&gt; Melakukan penulisan naskah&lt;br /&gt; Melakukan pengkajian terhadap naskah&lt;br /&gt; Melakukan perbaikan naskah sesuai hasil kajian&lt;br /&gt; Membubuhkan tanda naskah final&lt;br /&gt; Mendokumentasikan naskah final dalam bentuk hard copy dan soft copy &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi dari multimedia pembelajaran interaktif merupakan penyusunan dan memproduksi multimedia pembelajaran interaktif, dan dievaluasi serta di kaji ulang apakah sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran. Bagian akhir dalam penyusunan multimedia pembelajaran interaktif adalah finalisasi, yang merupakan proses penerapan multimedia pembelajaran interaktif disekolah-sekolah. &lt;br /&gt;Langkah-langkah yang lebih rinci dari proses pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat dilihat pada bagan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagan proses penulisan naskah, sumber Koesnandar 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, proses produksi Multimedia Pembelajaran Interaktif juga merupakan suatu siklus yang berkelanjutan sebagai digambarkan pada bagan berikut ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagan proses produksi MPI, sumber Koesnandar 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;B. Dampak Multimedia Pembalajaran Interaktif&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal bahwa terpaan teknologi berupa perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware) sudah sekian menyatu dengan kehidupan manusia modern. Dalam bidang pembelajaran, kehadiran media pembelajaran misalnya sudah dirasakan banyak membantu tugas guru dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Dalam era teknologi dan informasi ini, pemanfaatan kecanggihan teknologi untuk kepentingan pembelajaran sudah bukan merupakan hal yang baru lagi. Salah satu media pembelajaran baru yang akhir-akhir ini semakin menggeserkan peranan guru hidup adalah teknologi multimedia yang tersedia melalui perangkat komputer. &lt;br /&gt;Dengan teknologi ini, kita bisa belajar apa saja, kapan saja dan di mana saja. Di Indonesia, meskipun teknologi ini belum digunakan secara luas namun cepat atau lambat teknologi ini akan diserap juga ke dalam sistem pembelajaran di sekolah. Dalam tulisan ini akan dikemukakan beberapa persoalan yang muncul sebagai akibat dari diterapkannya teknologi ini dalam latar pendidikan.&lt;br /&gt;Pertama, berkaitan dengan orientasi filosofis. Ada dua masalah orientasi filosofis yang muncul akibat penerapan teknologi multimedia ini yakni masalah yang berasal dari pandangan kaum objektivis dan yang berasal dari pandangan kaum konstruktivis. Kaum objektivis menilai desain multimedia sebagai sesuatu yang sangat riil yang dapat membantu pendidikan siswa menuju kepada tujuan yang diharapkan (Jonassen, 1991). Materi yang berwujud pengetahuan atau ketrampilan yang hendak dicapai oleh siswa harus dirancang secara jadi oleh para pengembang instruksional dan dikemas dalam teknologi multimedia ini.&lt;br /&gt;Sebaliknya kaum konstruktivis berpendapat bahwa pengetahuan hendaklah dibentuk oleh siswa sendiri berdasarkan penafsirannya terhadap pengalaman dan gejala hidup yan dialami (Merril, 1991).  Belajar adalah suatu interpretasi personal terhadap pengalaman dan kenyataan hidup yang dialami. Berdasarkan pandangan ini maka belajar bersifat aktif, kolaboratif dan terkondisi dalam konteks dunia yang riil.&lt;br /&gt;Kedua, berhubungan dengan lingkungan belajar. Lingkungan belajar multimedia interaktif dapat dikategorikan dalam tiga jenis yakni lingkungan belajar preskriptif, demokratis dan sibernetik (Schwier, 1993). Masing-masing lingkungan belajar memiliki orientasi dan kekhasan sendiri-sendiri. Lingkungan preskriptif menekankan bahwa prestasi belajar merupakan pencapaian dari tujuan-tujuan belajar yang ditetapkan secara eksternal. Interaksi belajar terjadi antara siswa dengan bahan-bahan belajar yang sudah tersedia dan belajar merupakan suatu kegiatan yang bersifat prosedural. Lingkungan belajar demokratis menekankan kontrol proaktif siswa atas proses belajarnya sendiri, yang mencakup penetapan tujuan belajar sendiri, kontrol siswa terhadap urutan-urutan pembelajaran, hakekat pengalaman dan kedalaman materi belajar yang dicarinya. Sedangkan lingkungan belajar sibernetik menekankan saling ketergantungan antara sistem belajar dan siswa. &lt;br /&gt;Ketiga, berhubungan dengan desain instruksional. Pada umumnya, desain pembelajaran multimedia dibuat berdasarkan besar kecilnya kontrol siswa atas pembelajarannya. Sebagian besar peneliti mengatakan bahwa siswa bisa diberdayakan melalui kontrol yang lebih besar atas belajarnya tetapi siswa bisa juga dihambat melalui kontrol atas belajarnya. Dalam lingkungan yang demokratis dan sibernetik, kegiatan pembelajaran multimedia bervariasi dan tersedia untuk siswa pada saat kapan saja dan dalam berbagai bentuk sehingga bisa mernuaskan kebutuhan-kebutuhan yang ditetapkan siswa sendiri. Dalam lingkungan belajar preskriptif, kontrol eksternal nampaknya dipaksakan selama tahap awal belajar dan semakin berkurang ketika sudah terlihat kemajuan yang berarti dalam diri siswa berupa perubahan perilaku ke arah yang diharapkan.&lt;br /&gt;Keempat, berkaitan dengan umpan balik. Sifat dari umpan balik dalam pembelajaran multimedia sangat bervariasi tergantung pada lingkungan di mana multimedia itu digunakan. Dalam lingkungan belajar preskriptif, umpan balik sering mengambil bentuk koreksi dan deteksi terhadap kesalahan yang dibuat. Dalam lingkungan belajar demokratis, umpan balik sering mengambil bentuk nasehat atau anjuran, yakni sekedar pemberitahuan kepada siswa tentang akibat-akibat yang muncul dari suatu pilihan tertentu atau juga berisi rekomendasi. Dalam lingkungan belajar sibernetik, umpan balik merupakan suatu negosiasi atau perundingan. Siswa menetapkan arah atau petunjuk sendiri dan membuat pilihannya sendiri dan sistem belajar akan berusaha mempelajari pola-pola yang muncul sehubungan dengan kebutuhan siswa itu dan memberikan respon terhadap siswa dengan menyediakan tantangan-tantangan baru.&lt;br /&gt;Kelima, sifat sosial dari jenis pembelajaran ini. Banyak kritik telah dilontarkan terhadap pembelajaran multimedia sebagai pembelajaran yang bersifat isolatif sehingga bertentangan dengan tujuan sosial dari sekolah. Siswa seolah-olah dikondisikan untuk menjadi individualis-individualis dan kontak sosial dengan teman-teman menjadi sesuatu yang asing. Itulah beberapa masalah yang perlu diantisipasi bila suatu saat nanti sekolah memutuskan untuk menggunakan tekonologi multimedia dalam kegiatan pembelajarannya. Apapun teknologi yang akan dipergunakan hendaknya memperhatikan aspek-aspek tujuan pendidikan yang lebih luas seperti aspek psikologis, sosial, moral, di samping aspek kognitif-intelektualnya.&lt;br /&gt;Salah satu usaha yang dikembangkan untuk mengantisipasi sejumlah potensi masalah di atas maka akhir-akhir ini perhatian pendidik mulai diarahkan kepada belajar kooperatif dalam pembelajaran multimedia (Klien &amp; Pridemore, 1992). Hooper (1992) memperluas pendekatan belajar kooperatif ini dalam lingkungan belajar yang berbasis komputer. &lt;br /&gt;Ia mengemukakan beberapa keuntungan dan penerapan belajar kooperatif dalam pembelajaran multimedia antara lain : 1) adanya ketergantungan dan tanggung jawab dari setiap anggota kelompok. 2) Adanya interaksi yang promotif di mana usaha seorang individu akan mendukung usaha anggota kelompok lainnya. 3) Kesempatan latihan untuk bekerjasama. 4) Pengembangan dan pemeliharaan kelompok. Proses kelompok yang terjadi di dalam lingkungan belajar ini bisa mendorong anggota kelompok untuk merefleksikan efektif atau tidaknya strategi yang digunakan.&lt;br /&gt;C. Peningkatan Kualitas Pembalajaran  &lt;br /&gt;Perbaikan kualitas pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, pengadaan buku paket dan buku bacaan atau buku referensi, serta alat-alat pendidikan/pembelajaran. Peningkatan kualitas proses pembelajaran dilakukan melalui in-service training guru yang sasarannya adalah meningkatkan penguasaan landasan kependidikan, materi pembelajaran (subject matter), metode dan strategi mengajar, pembuatan dan penggunaan alat pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran. &lt;br /&gt;Guru memegang peran penting dan strategis dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran sebagai suatu aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa berkaitan langsung dengan aktivitas guru, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sebagai suatu sistem kegiatan, proses pembelajaran selalu melibatkan guru. Keterlibatan guru tersebut mulai dari pemilihan dan pengurutan materi pembelajaran, penerapan dan penggunaan metode pembelajaran, penyampaian materi pembelajaran, pembimbingan belajar, sampai pada kegiatan pengevaluasian hasil belajar.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan peran tersebut, suatu proses pembelajaran akan berlangsung secara baik jika dilaksanakan oleh guru yang memiliki kualitas kompetensi akademik dan profesional yang tinggi atau memadai. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan diupayakan melalui pengutamaan peningkatan mutu guru. Selengkap dan secanggih apa pun prasarana dan sarana pendidikan, tanpa didukung oleh mutu guru yang baik, prasarana dan sarana tersebut tidak memiliki arti yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;Secara subtantif-teoretis, taraf prestasi atau kualitas pendidikan dikategorikan baik didasari atas prestasi atau tingkat kecerdasan siswa yang secara umum baik; siswa akan berprestasi atau cerdas tidak terlepas dari prestasi atau kecerdasan yang dimiliki gurunya; guru akan berprestasi atau cerdas terkait dengan prestasi atau kecerdasan yang dimiliki dosennya (gurunya ketika menimba ilmu di LPTK); dosen akan berprestasi atau cerdas bergantung kepada fasilitas atau sarana yang dimiliki institusinya, baik saat mendalami ilmu maupun ketika melaksanakan tugasnya. &lt;br /&gt;Kedua, merosotnya mutu guru juga diperparah oleh LPTK swasta yang ’membabi buta’ menggelar pendidikan tenaga kependidikan dengan segala keterbatasan (input, proses, dan outcome). Betapa banyak pihak-pihak yang menyelenggarakan pendidikan tenaga kependidikan berkedok mencerdaskan bangsa (sebenarnya membodohkan bangsa). Hal itu terlihat, antara lain, dari proses rekrutmen yang tanpa standardisasi yang jelas, proses pembelajaran yang setengah- setengah fasilitas penunjang yang sangat minim, dan outcome yang tingkat standar kompetensi kependidikan, keguruan, dan keilmuannya dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dalam pembahasan karya ilmiah ini terdapat beberapa kesimpulan, diantaranya;&lt;br /&gt; Pembelajaran dengan menggunakan multimedia muncul dan berkembang berdasarkan permasalahan yang muncul dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran dan kejenuhan dan kurang komunikatifnya penyampaian matari pelajaran di dalam kelas yang dapat memotivasi belajar peserta didik.&lt;br /&gt; Pemanfaatan pembelajaran dengan menggunakan multimedia menjadi suatu solusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas, dan menjadikan suatu alternatif keterbatasan kesempatan mengajar yang dilaksanakan pendidik.&lt;br /&gt; Pembelajaran dengan menggunakan multimedia bertujuan untuk memudahkan proses pembelajaran dan menumbuhkan kekreatifan dan keinovasian pendidik dalam mendesain pembelajaran yang komunikatif dan interaktif serta sebagai jalan permasalahan ditengah kesibukan pendidik.&lt;br /&gt; Pengembangan multimedia dalam pembelajaran selanjutnya di      manfaatkan ke dalam pembelajarn di kelas untuk menggantikan ataupun sebagai pelengkap dalam pembelajaran konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rekomendasi&lt;br /&gt;Pembahasan karya ilmiah tentang pengembangan multimedia dalam pembelajaran bermaksud memberikan rekomendasi, kepada;&lt;br /&gt; Pemerintah melalui Dinas pendidikan di harapkan untuk dapat mensosialisasikan dan menggalakan pembalajaran dengan menggunakan multimedia di tiap- tiap  sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengawasan proses demi keberlanjutan progaram tersebut.&lt;br /&gt; Kepada sekolah untuk dapat berperan aktif memotivasi para pendidik di dalam mengembangkan ketrampilan dan daya kretifitasnya untuk menyusun pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif sebagai alat dan fasilitas pembelajaran&lt;br /&gt; Pendidik disatuan pendidikan agar dapat menerapkan mekanisme pembelajaran multimedia dalam memberikan stimulus proses pembelajaran untuk memotivasi peserta didik mengikuti pengajaran.&lt;br /&gt; Kepada lembaga pendidikan untuk mengikutsertakan guru TIK di dalam pengembangn pembelajaran dengan menggunakan multimedia, dan ikut serta berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan dalam tehnik pengajarannya.&lt;br /&gt; Dinas pendidikan di daerah – daerah secara rutin harus mengadakan pelatihan – pelatihan pengembangan multimedia ke dalam pembelajaran kepada guru – guru, agar guru – mempunyai keahlian dalam konsep maupun praktek untuk menggunakan multimedia sebagai fasilitas pembelajaran di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas, Yusuf. (2007). Pembelajaran dan Instruksi pendidikan. Yogyakarta: IRCiSoD.&lt;br /&gt;Green L (1996). Creatives Silde/Tape Programs. Colorado: Libraries Unlimited, Inc. Littleton.&lt;br /&gt;Minib, Achmad (2004). Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT MKK UNNES.&lt;br /&gt;Nasution, S. (2000). Didaktik: Asas-asas Mangajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Uno, Hamzah B. (2006). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Hackbarth S. (1996). The Educational Technology Hanbook. New Jersey: Educational Technology Publication, Englewood Cliffs.&lt;br /&gt;Roestiyah (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.&lt;br /&gt;Hannafin, M. J., Peck, L. L. (1998). The Design Development and Education of Instructional Software. New York: Mc. Millan Publ., Co.&lt;br /&gt;Yamin, Martinis (2007). Profesionalisasi Guru &amp; Implementasi KTSP. Jakarta: Tim Gaung Persada Press. &lt;br /&gt;Heinich, R., et. al. (1996) Instructional Media and Technologies for Learning. New Jersey: Prentice Hall, Englewood Cliffs.&lt;br /&gt;E. Dale, Audiovisual Method in Teaching, 1969, NY: Dyden Press&lt;br /&gt;Purwanto, M Ngalim (2002). Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Bloom, S. Benyamin (1956). Taxonomy of Educational Objective The Classification of Educational Goal.&lt;br /&gt;Kadir, abdul &amp; Triwahyuni, Terra Ch. Pengnalan Teknologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-4141723070980026319?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/4141723070980026319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=4141723070980026319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4141723070980026319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/4141723070980026319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/04/pengembangan-pembelajaran-dengan.html' title='PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-8284169234919209940</id><published>2008-03-26T22:48:00.001+07:00</published><updated>2008-03-26T22:53:23.536+07:00</updated><title type='text'>KELOMPOK 4. TEHNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN DI SEKOLAH DASAR</title><content type='html'>Oleh : Dwi Puspitasari, Wiji Suryani, dan Eka Fitriana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Latar belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara yang sudah maju pendidikan dipandang sebagai sarana utama untuk memecahkan masalah sosial. Dengan menyelesaiakan masalahsosial yang ada maka dalam perkembanganya setiap masalah yang lain akan dengn mudah terselesaikan karena adanya sumber daya manusia yang mendukung dalan setiap produk yang akan diberikan. Berbeda dengan di negara kita yang tergolong pendidikannya paling terbelakang diantara negara-negara di kawasan ASEAN, bahkan dengan Myanmar dan Vietnam pun kita ketinggalan dalam beberapa hal.&lt;br /&gt;Mungkinkah ini terjadi karena Evaluasi Hasil Belajar di negara kita kurang mendukung ataupun ada yang salah dalam penyusunan evaluasinya ?&lt;br /&gt;Masih banyak masalah yang melanda dunia pendidikan di negara kita. Kalaupun di rinci mungkin beleum terselesaikan sampai entah kapan. Dalam menyusun Evaluasi Hasil Belajar, pemerintah memberikan kebebasan di setiap sekolah-sekolah ataupun instansi-instansi yang terkait dalam bidang pendidikan untuk memberikan yang terbaik bagi para siswanya dalam mengenyam pendidikan dan menerima setiap pelajaran yang diberikan oleh setiap guru.&lt;br /&gt;Sehinggadapat meningkatakan kualitas dan mutu daripada sekolahnya itu sendiri dan SDM kita nantinya bisa bersaing dengan Sdm dari luar negeri.Semua ini memang harus di imbangi dengan dana yang mendukung di dalamnya. Anggaran pendidikan sangat penting untuk menunjang seseuatu yang bermutu, ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah kita untuk menaikkan mutu dan kualitas SDM di negara kita.&lt;br /&gt;Diakui bahwa kritik- kritik tentang sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang, dan sistem kurikulum yang sering berubah setiap tahun ajaran baru membuat sebagian dari pengurus-pengurus seluruh sekolah dan instansi-instansi harus merubah program yang terdapat dalam Evaluasi Belajar. Namun masalah yang paling parah pada setiap sistem pendidikan di negara ini adalah kurangnya Evaluasi dalan setiap mata pelajaran yang akan diberikan.&lt;br /&gt;Sering terjadinya perubahan kurikulum dalam sistem pendidikan kita terutama disebabkan oleh :&lt;br /&gt;1.Kurangnya informasi yang dapat diandalkan tentang hasil pendidikan, praktek dan programnya.&lt;br /&gt;2.Kurangnya sistem yang standar untuk memperoleh informasi tersebut.&lt;br /&gt;Kesadaran akan hal tersebut merupakan salah satu langkah ke arah perbaikan, evaluasi dapat memberikan pendekatanyang lebih banyak lagi dalam memberikan informasi kepada dunia pendidikan untuk mengembangkan sistem pendidikan.&lt;br /&gt;Dalam upaya memperbaiki suatu tahap pembelajaran di perlukan evaluasi. Kegagalan pembelajaran mungkin terjadi pada perencanaan, pelaksanaan maupun hasil belajar itu sendiri.&lt;br /&gt;Maka evaluasi pendidikan hendaknya mencakup evaluasi program, proses dan hasil. Selamaini evaluasi yang dilakukan guru-guru di sekolah umumnya adalah evaluasi hasil belajar. Evaluasi adalah suatu seni atau kreatifitas evaluator dalam rangka untuk mendapatkan data yang falit. Dalam evaluasi hasil belajar penggunaan angket sangat lemah, sebab karena kebanyakan responden tidak jujur dan cara mengatasinya dapat dilengkapi dengan hasil wawancara dan observasi.&lt;br /&gt;Penilaian evaluasi merupakan kegiatn pengumpulan data secara sistematis guna membantu para pengambil keputuisan untuk menjawab pertanyaan. Penilaian biasanya dilakukan untuk kepentingan dalam beberapa keputusan yang akan diambil misalnya: tentang akan digunakan atau tidaknya sesuatu sistem, stategi, dan metode dalam setiap evaluasi hasil belajar. Memulai penilaian atau evaluasi harus berawal dari Das solen (harapan)baru kemudian membuat instrument.&lt;br /&gt;Dalam evaluasi tidak hanya menggunakan proses dan hasil tetapi juga dengan menggunakan program evaluasi. Selama ini evaluasi dalam pembelajaran menggunakan beberapa program evaluasi. Program sendiri mengandung pengertian “rencana”.Jadi program adalah sederetan kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena suatu program merupakan kegiatan yang direncanakan maka tentu saja perencanaan itu diarahkan pada pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka program itu bertujuan dan keberhasilannya dapat di ukur, Memang dapat dikatakan bahwa setiap orang yang membuat program kegiatan tentu ingin tahu sejauh mana program terebut dapat terlaksana. Pencapaian tujuan tersebut di ukur dengan cara dan alat tetentu. Kegiatan yag bertujuan untuk mengukur keberhasilan tersebut di kenal dengan evaluasi program.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;B.Tujuan evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapain tujuan instruksional peserta didik sehingga dapat di upayakan tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;2.Mendeskripsikan kecakapan belajar mahasiswa&lt;br /&gt;3.Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran&lt;br /&gt;4.Menentukan tindak lanjut hasil penilaian melakukan perbaikan program&lt;br /&gt;5.Memberikan pertanggung jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Rumusan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang mendasari program evaluasi hasil belajar adalah:&lt;br /&gt;1.Cara menganalisisbutir-butir soal dalam bentuk esay ataupun dalam bentuk objektif.&lt;br /&gt;2.Menentukan batas kelulusan.&lt;br /&gt;3.Menganilisis skor baku (ZT)&lt;br /&gt;4.Mengukur konversi nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Fungsi evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dari evaluasi hasil belajar adalah untuk:&lt;br /&gt;1.Mengetahui kemajuan, perkembangan, keberhasilan siswa.&lt;br /&gt;2.Mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran.&lt;br /&gt;3.Keperluan bimbingan dan penyuluhan.&lt;br /&gt;4.Pengembangan perbaikan kurikulum&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengetian evaluasi&lt;br /&gt;Banyak definisi evaluasi dapat diperoleh dari buku-buku yang di tulis oleh ahlinya antara lain definisi yang di tulis oleh Ralph Tyler, yaitu Evaluasi adalah proses yang menentukan sampai sejauh mana tujuan pendidikan dapat di capai (Tyler, 1950. Hal. 69).&lt;br /&gt;Pengertian Evaluasi Hasil Belajar sendiri adalah dilihat dari beberapa pengertian. Mengukur : Membandingkan sesuatu dengan satu ukuran ( kuantitatif ) mengetahui keadaan suatu hal menurut apa adanya yang biasanya dinyatakan dalam bilangan taupun penertian “mengukur “ yang lain adalah mengidentifikasi besarnya gejala atau objek.&lt;br /&gt;Contoh Pengukuran saat kita melakukan ataupun mengerjakan tes dalam bentuk kuantitatif dalan suatu evaluasi.&lt;br /&gt;Pengertian “Menilai “ adalah Keputusan terhadap sesuatu ukuran “ baik-buruk” ( kualitatif )- pemberian makna dari hasil pengukuran dengan suatu acuan yang relevan sehingga diperoleh hasil dan kualitas yang bagus.&lt;br /&gt;Adapun penertian “menilai “ yang lain adalah mengidentifikasikan besar kecilnya suatu objek dengan suatu kriterium kemudian diambil keputusan.&lt;br /&gt;Contoh Penilaian saat kita merata-rata hasil tes yang dikerjakan tadi menurut standart nilai dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif.&lt;br /&gt;Jadi pengertian Evaluasi Hasil Belajar seluruhnya adalah langkah mengukur dan menilai. Evaluasi pengajaran, penaksiran atau penilaian terhadap pertumbuha dan perkembangan mahasiswa yang didasarkan pada tujuan yang telah di tetapkan di dalam kurikulum.&lt;br /&gt;Syarat-syarat alat ukur:&lt;br /&gt;1.Valid ( tepat) mampu mengukur yang seharusnya&lt;br /&gt;2.Reliable (tetap)&lt;br /&gt;3.Praktis&lt;br /&gt;4.Objektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian harus melalui pengukuran :&lt;br /&gt;Macam data&lt;br /&gt;Data kualitatif adalah data yang berupa diskripsi atau kata-kata&lt;br /&gt;Data kuantitatif adalah data yang berupa angka&lt;br /&gt;Pengukuran – pengujian – penilaian.&lt;br /&gt;Pengujian untuk menentukan data dari pengukuran yang akan dipakai.&lt;br /&gt;Penilaian adalah kegiatan untuk menafsirkan&lt;br /&gt;Dalam penilaian dipersiapkan dulu alat ukur:&lt;br /&gt;1.Kognitif ( alat ukur: berupa test yang berhubungan dengan pemikiran)&lt;br /&gt;pengetahuan dan pemahaman ( tingkat rendah)&lt;br /&gt;Aplikasi (penerapan)&lt;br /&gt;Analisis (mengurai)&lt;br /&gt;Sintesis (menggabungkan)&lt;br /&gt;2.Afektif adalah berhubungan dengan rasa, perilaku. Meliputi:&lt;br /&gt;Penerimaan&lt;br /&gt;Pembentukan&lt;br /&gt;Pola hidup&lt;br /&gt;3.Psikomotorik adalah (alat ukur: berupa test psikomotor). Meliputi:&lt;br /&gt;Mengindra (persepsi)&lt;br /&gt;Mengadopsi(meniru)&lt;br /&gt;Kreatifitas (menceritkan sesuatu yang baru)&lt;br /&gt;Konsep pengukuran dan penilaian adalah:&lt;br /&gt;Konsep pengukuran adalah kegiatan yang ditujukan untuk mengidentifikasi besar kecilnya gejala dapat dengan menggunakan alat-alat yang sudah ditera atau yang belum.Contohnya yaitu tes ujian.&lt;br /&gt;Konsep penilaian adalah hasil pengukuran berupa angka jika dibandingkan dengan sesuatu patokan kemudian dibuat pertimbangan maka akan diperoleh hasil. Contohnya kecepatan lari seseorang dan tingkat intelegensi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Tujuan penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dilakukan evaluasi dalam setiap mata pelajaran yang di berikan oleh guru adalah :&lt;br /&gt;1.Untuk seleksi&lt;br /&gt;2.Untuk mengetahui kemampuan siswa&lt;br /&gt;3.Untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa&lt;br /&gt;4.Untuk penempatan&lt;br /&gt;5.Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan belajar-mengajar&lt;br /&gt;6.Untuk memotivasi siswa&lt;br /&gt;7.Untuk mengeksplorasi diri&lt;br /&gt;8.Untuk pelaporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Macam-macam alat evaluasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tes :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Non Tes :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.Sistem Evaluasi hasil belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian dapat dilakukan dalam pembelajaran atau setelah pembelajaran.&lt;br /&gt;Pembelajaran tergantung dari kurikulum yang digunakan.&lt;br /&gt;KTSP merupakan pengembangan KBK sebagai sistem penilaian masih berdasarkan kompetensi.&lt;br /&gt;Kompetensi tidak dapat di ukur secara langsung, harus dijabarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;( Kemampuan minimal yang di miliki )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;( Tujuan dapat beruoapernyataan yang menggunakan kata kerja operasional atau dapat dihitung )&lt;br /&gt;Pembuatan Butir-Butir soal untu mengetahui pencapaian indicator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.Tehnik/Sistem Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem evaluasi berkelanjutan artinya setiap kompetensi dasar dibuat indicator kemudian diujikan. Disebut berkelanjutan karena penilaian yang dilakukan dapat dipakai untuk penilaian berikutnya. Pendekatan kriteria atau patokan atau PAP (penilaian acuan patokan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan tes meliputi:&lt;br /&gt;1.Untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa.&lt;br /&gt;2.Untuk mengetahui atau mengukur pertumbuhan dan perkembangan siswa.&lt;br /&gt;3.Untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa.&lt;br /&gt;4.Untuk mengetahui hasil pengajaran.&lt;br /&gt;5.Untuk mengetahui pencapaian kurikulum.&lt;br /&gt;6.Untuk mendorong siswa belajar.&lt;br /&gt;7.Untuk mendorong agar dapat mengajar dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.Kelebihan dan kelemahan tes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam alat evaluasi tes dibagi menjadi dua yaitu tes Essay dan Objektif. Memberikan evaluasi kepada siswa sangat penting dalam memberikan kontribusi kepada sisiwa agar bisa menunjukkan kemampuan masing-masing dalam menunjukkan kualitas yang ada pada diri siswa tersebut.&lt;br /&gt;Biasanya guru dalam memberikan tes kepada siswa tidak selamanya bisa di mengerti oleh siswa, maka disini siswa bisa menentukan memekai tes mana yang bisa mereka anggap mudah untuk memperoleh nilai yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan tes esay.&lt;br /&gt;_ Menyusun soal dengan sangat mudah.&lt;br /&gt;_ Siswa bebas menjawab.&lt;br /&gt;_Siswa melatih mengemukakan gagasan.&lt;br /&gt;_ Lebih ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;_Kurang efektif untuk materi yang skopnya luas.&lt;br /&gt;_ Jawabannya hitrogen menyulitkan siswa.&lt;br /&gt;_ Baik buruk lisan panjang pendek, tidak sama jawaban menimbulkan evaluasi yang kurang objektif.&lt;br /&gt;_ Salah pengertian dalam memahami soal tes&lt;br /&gt;_ Koreksi memerlukam waktu dan ketelitian.&lt;br /&gt;Kelebihan tes objektif&lt;br /&gt;_Menilai dan pelajaran skopnya luas.&lt;br /&gt;_ Jawaban bebas terpimpin&lt;br /&gt;_ dinilai secara objektif.&lt;br /&gt;_ Pemeriksaan mudah dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;_ Kurang memberi kesempatan menyatakan gagasan.&lt;br /&gt;_ Siswa mencoba berspikuasi&lt;br /&gt;_ Memerlukan ketelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Evaluasi hasil Belajar&lt;br /&gt;Di dalam setiap pembelajaran pada saat semua bab sudah di berikan oleh seorang guru siswa perlu mendapat evaluasi pada setiap mata pelajaran yang telah di terima selama ini. Biasanya evaluasi di berikan guru per minggu,agar siswa tidak lupa dengan apa yang di ajarkan selama sepekan dan guru bisa menilai prestasi siswanya melalui proses evaluasi.&lt;br /&gt;Tehnik evaluasi dalam pembelajaran di Sekolah Dasar dengan menggunakan analisis Tes secara Essay dan Objektif. Analisis objektifnya sendiri dengan soal bertipe PAN yaitu anak di bandingkan dengan kelompok, dan tipe PAP yaitu anak di bandingkan dengan kriteria masing- masing individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam- macam bentuk soal:&lt;br /&gt;1.Soal essay( tes uraian)&lt;br /&gt;Secara umum tes essay adalah pertanyaan yang menurut siswa menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Maka dalam tes dituntut kemampuan siswa untuk menggeneralisasikan gagasannya melalui bahasan, tulisan (Nana Sujana, 1992: 35), Sehingga tipe essay tes lebih bersifat power tes.&lt;br /&gt;Bentuk essay tes atau uraian dibedakan menjadi tiga&lt;br /&gt;a.Pertanyaan bebas, bentuk pertanyaan diarahkan pada pertanyaan bebas dan jawaban siswa tidak dibatasi tergantung pada pandangan siswa.&lt;br /&gt;b.Pertanyaan terbatas, pertanyaan pada hal-hal tetentu atau ada pembatasan tetentu. Pembatasan dapat dilaihat dari segi ruang lingkupnya, sudut pandang jawaban dan indicator.&lt;br /&gt;c.Pertanyaan terstruktur, merupakan bentuk antara soal-soal objektif dan essay. Soal dalam bentuk ini merupakan serangkaian jawaban singakat sekalipun bersifat terbuka dan bebas jawabannya.&lt;br /&gt;2. Soal objektif&lt;br /&gt;Tes ini lebih baru dari tes essay tetapi tes ini banyak digunakan dalam menilai hasil belajar di sekolah-sekolah. Hal ini disebabkan antara lain karena luasnya bahan pelajaran yang dapat diacapai dalam tes dan mudahnya menilai jawaban siswa. Tes ini dikategorikan selalu menghasilkan nilai yang sama meskipun yang menilai guru yang berbeda atau guru yang sama pada waktu yang berbeda. Tes objektif lebih dikategorikan pada spit tes.&lt;br /&gt;Tes soal objektif dibagi menjadi 4:&lt;br /&gt;a. True fals ( benar salah)&lt;br /&gt;Pertanyaannya berupa kalimat-kalimat pertanyyan yang mengandung dua kemungkinan benar salah. Tentu siswa di minta untuk menentukan kalimat yang mana dianggap benar salah.&lt;br /&gt;b.Matching tes ( menjodohkan), tes menjodohkan tes ini terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama berisi kata-kata pertanyaan diman akata-kata ini memiliki jodoh atau pasangannya pada kelompok kedua. Tugas siswa ialah menjodohkan masing-masing kata atau pertanyaan tersebut dari kelompok satu dan kelompok kedua.&lt;br /&gt;c.Fill- in tes ( tes isian) tes isian siswa diminta untuk mengisikalimat yang masih kosong. Kadang-kadang berupa cerita bagian yang penting dihilangkan. Siswa diminta untuk mengisi bagian yang kosong tersebut. Misalnya, pada tanggal ….Republik Indonesia menyatakan kemerdekaan.&lt;br /&gt;d.Multiplae choice (pilihan ganda) tes pilihan ganda untuk setiap pertanyaan disediakan 3,4,5, alternative jawaban. Untuk itu siswa diminta memilih satu jawaban yang paling benar dari alternative jawaban tersebut. Misalnya, pendiri organisasi muhamadiyah adalah a. KH. Ahcmad Dahlan&lt;br /&gt;b. KH. Muhammad Mansyur.&lt;br /&gt;c. KH. A. Ashar Basyir d. KH. AR Fahrudin.&lt;br /&gt;Persoalan yang dihadapi pilihan ganda adalah untuk menyediakan sejumlah jawaban yang baik memang sukar, antara lain jangan sampai jawaban yang benar itu begitu menyolok, sehingga siswa cenderung mudah menebak untuk memilih jawaban tesebut. selain itu, juga membuat pengecoh soal serhingga tidak mudah ditebak oleh siswa. Maka untuk menghindari itu sebaiknya jawaban sedikitnya antara 4 atau 5 dan jawaban masing-masing pertanyaan hendaknya dibuat variasi dan konstan jawabannya.&lt;br /&gt;Langkah penyusunan alat atau penulisan Evaluasi Hasil Belajar adalah:&lt;br /&gt;- Tentukan TIU dan TIK&lt;br /&gt;TIU merupakan pernyataan yang barang kali masih memberikan kemungkinan dengan interprestasi terutama tentang prestasi macam apa diharapkan dari sasaran belajar melalui proses belajar tertentu.&lt;br /&gt;TIK dapat dikatakan operasional atau spesifik, maka TIK lebih memperlihatkan perumusan bahan perilaku sasaran didik secara terperinci yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam program pengajaran TIU dan TIK yang menjadi sasaran dari hasil belajar. Maka langkah-langkah menyusun soal adalah:&lt;br /&gt;a.Soal disesuaikan TIU dan TIK yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;b.Memperhatikan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.&lt;br /&gt;c.Menentukan ability yang diukur atau soal mampu mengungkap kemampuan dalam ability tersebut.&lt;br /&gt;d.Menentukan materi yang akan ditanyakan dan dituangkan dalam bentuk kisi-kisi soal.&lt;br /&gt;Prinsip dasar EHB&lt;br /&gt;a.Hasil sesuai dengan TIU dan TIK&lt;br /&gt;b.Mengukur sampel representatif .&lt;br /&gt;c.Mencakup bermacam bentuk soal.&lt;br /&gt;d.Memperbaiki cara belajar-mengajar&lt;br /&gt;e.Didesain untuk memperoleh hasil yang di inginkan&lt;br /&gt;f.Reliable dan Valid&lt;br /&gt;g.Kemampuan diskriminatif&lt;br /&gt;h.Objektif dan praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan kisi-kisi soal&lt;br /&gt;Untuk menjaga agar soal tes yang kita susun tidak menyimpang dari bahan atau materi serta aspek yang akan diungkapkan dalam tes, buatlah sebuah table spesifikasi atau kisi-kisi. Kisi-kisi soal adalah sebuah table yang memuat perincian materi dan tingkah laku beserta imbangan atau proporsi yang dihenddaki oleh penilai atau guru.&lt;br /&gt;Dalam kisi-kisi akan dicantumkam bahan pengajaran yang hendak diukur, jenis kompetensi yang akan diukur, jumlah soal, bentuk soal, taraf kesukaran maupun waktu yang cocok untuk melakukan ujian. Contoh: table spesifikasi atau kisi-kisi yang dimulai dari pengisian sel-sel baru kemudian diperoleh jumlah soal tiap pokok materi.&lt;br /&gt;Tabel yang ditampilkan adalah&lt;br /&gt;1.Contoh table spesifikasi penyusunan soal mata pelajaran disekolah dasar yang sudah terisi dengan butir soal.&lt;br /&gt;2.Tabel spesifikasi atau kisi-kisi penyusunan soal pelajaran di SD yang menggunakan model pengisian terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Table spesifikasi penyusunan soal pelajaran SD yang sudah terisi dengan butir soal.&lt;br /&gt;Aspek&lt;br /&gt;Yang diukur&lt;br /&gt;Ingatan&lt;br /&gt;Pemahaman&lt;br /&gt;Aplikasi&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;Materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50%&lt;br /&gt;30%&lt;br /&gt;20%&lt;br /&gt;100%&lt;br /&gt;BAB1&lt;br /&gt;40%&lt;br /&gt;A = 8&lt;br /&gt;B = 5&lt;br /&gt;C = 3&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;BAB2&lt;br /&gt;30 %&lt;br /&gt;D = 6&lt;br /&gt;E = 4&lt;br /&gt;F = 2&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;BAB3&lt;br /&gt;30 %&lt;br /&gt;G = 6&lt;br /&gt;H = 4&lt;br /&gt;I = 2&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;40 Soal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Suharsini Arikunto, 1995:196 )&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Table spesifikasi ( kisi-kisi ) Penyusunan soal pelajaran SD yang menggunakan model pengisian sel-sel terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek&lt;br /&gt;Yang diukur&lt;br /&gt;Ingatan&lt;br /&gt;Pemahaman&lt;br /&gt;Aplikasi&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;Materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50%&lt;br /&gt;30%&lt;br /&gt;20%&lt;br /&gt;100%&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40%&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt;C&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30%&lt;br /&gt;D&lt;br /&gt;E&lt;br /&gt;F&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30%&lt;br /&gt;G&lt;br /&gt;H&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;JUMLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40 SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Suharsini Arikunto, 1995:196)&lt;br /&gt;Berdasarkan waktu yang telah ditentukan maka akan diperkirakan dibuat 40 butir soal. Tiap sel dilakukan distribusi imbangan jumkah soal sebagai berikut:&lt;br /&gt;Contoh treatment:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Sel A = = 8 butir soal&lt;br /&gt;2.Sel B = soal = 4,8 butir soal ( bulatkan menjadi 5)&lt;br /&gt;Demikian seterusnya setelah dihitung dengan cara yang sama, terdapat angka-angjka yang menggambarkan banyak butir soal seperti yang tercantum pada tiap aspek.&lt;br /&gt;Koreksi essay tes dan skor&lt;br /&gt;Untuk mengoreksi soal essay merupakan hal yang sulit, karena selain harus membaca satu persatu lembar jawaban, juga jawaban yang panjang dan kadang berbelit-belit, juga tulisan yang sulit dibaca. Selain itu juga subjektifitas guru sering berpengaruh dalam mengoreksi tes essay.&lt;br /&gt;Untuk itu ada cara pemeriksaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.Usaha membuat kunci jawaban soal.&lt;br /&gt;b.Tentukan masing-masing bobot soal atau gunakan sistem bobot.&lt;br /&gt;c.Ada dua langkah melakukan koreksi dengan cara semua jawaban satu persatu siswa dan diberi skor. Atau mengoreksi nomor per nomor untuk siswa dan diberi semua skor.&lt;br /&gt;d.Skors: Digunakan skala 1- 10 atau 10 – 100&lt;br /&gt;e.Guru mengusahakan jangan memberikan angka nol untuk tiap soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menganalisis butir soal dengan :&lt;br /&gt;PAN ( Penilaian Acuan Norma ) dianalisis secara tingkat kesukaran, daya pembeda, distactor.&lt;br /&gt;Perbandingan antara banyaknya peserta yang menjawab butir itu dengan benar dengan banyaknya peserta.&lt;br /&gt;Ket: nb = b.p. butir-butir&lt;br /&gt;ns = b.p. tes&lt;br /&gt;0≤p ≤ 1 kritria butir dianggap baik &lt;=&gt; 0,3 ≤ p ≤ 0,7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAP (Penilaian Acuan Patokan)&lt;br /&gt;1.Tingkat Pencapaian Butir&lt;br /&gt;Ket: nb = b.p benar&lt;br /&gt;ns = b.p tes P=&lt;br /&gt;p = tingkat pencapaian butir&lt;br /&gt;2.Daya beda butir&lt;br /&gt;Ket: r = daya beda butir&lt;br /&gt;Pa =&lt;br /&gt;Pb =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nba = Banyak peserta benar kel. Atas&lt;br /&gt;nbb = Banyak peserta benar kel. bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;r= PA-PB =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir1, r =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir 2, r =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir 10, r =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria: butir baik  r ≥ 0,3&lt;br /&gt;-1 ≤ r ≤1 , r &lt; 0 butir jelek (dibuang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir yang baik (PAN)&lt;br /&gt;1.Indeks kesukaran memenuhi 0,3 ≤ p ≤0,7&lt;br /&gt;2.Indeks daya beda memenuhi r ≥ 0,3&lt;br /&gt;3.Khusus butir PG, pengecoh berfungsi setiap pilihan jawaban ada yang memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta butir yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D E F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0,3&lt;br /&gt;A B C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0,03 0,7 Indeks Kesukaran (P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;E = Butir yang diterima&lt;br /&gt;A, C = Butir yang jelek&lt;br /&gt;B, D, F = Butir yang tanggung&lt;br /&gt;Butir Uraian&lt;br /&gt;Sb =&lt;br /&gt;Ket: Sb = Skor butir&lt;br /&gt;a = Skor perolehan butir&lt;br /&gt;b = Skor maks&lt;br /&gt;c = Bobot soal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;1.Skor maks 5, skor perolehan 3, bobot 1,5&lt;br /&gt;Sbi =&lt;br /&gt;Stot = Sbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.A  PG : 20&lt;br /&gt;Uraian : 15&lt;br /&gt;Skor: 20. 2,5 +15&lt;br /&gt;= 65&lt;br /&gt;Menganalisis butir soal dengan PAN dapat dianalisis secara :&lt;br /&gt;Tingkat Kesukaran ( TK )  menjadi acuan guru sejauh mana kesukaran soal yang dibuat. Fungsinya merangsang siswa untuk memecahkan soal yanh dihadapi.&lt;br /&gt;Daya pembeda ( DP )  untuk membedakan siswa yang mempunyain rata-rata tinggi dan rendah. Fungsinya agar guru mampu membedakan kemampuan siswanya.&lt;br /&gt;Distaktor&lt;br /&gt;PAP ( Penilaian Acuan Patokan )&lt;br /&gt;Cara menanilisis dengan PAP lebih mengutamakan pengetahuan yang di miliki oleh siswa di bandingkan dengan kriteria .&lt;br /&gt;Dalam PAP criteria butir yang baik P≈1. Daya pembeda di sini tidak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan dan kekurangan PAN dan PAP adalah:&lt;br /&gt;Kelebihan PAN&lt;br /&gt;Bagi guru mudah menilai karena tidak ada patokan.&lt;br /&gt;Bagi siswa bisa menjawab pertanyaan dengan jawaban seluas mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan PAN&lt;br /&gt;Guru sulit menentukan soal yang akan dikajikan pada siswa.&lt;br /&gt;Siswa tidak tahu nilai secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan PAP&lt;br /&gt;Bagi guru mudah menuilai karena ada patokan&lt;br /&gt;Bagi siswa bisa menghafal mata pelajaran&lt;br /&gt;Kekurangan PAP&lt;br /&gt;Bagi guru referensi soal sedikit&lt;br /&gt;Bagi siwa sulit menghafal karena setiap mata pelajaran diikuti beberapa materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan batas kelulusan&lt;br /&gt;Yaitu dengan batas lulus actual dan batas lulus ideal.&lt;br /&gt;Batas lulus aktual rumusnya: X + 0,25.SD&lt;br /&gt;Ket: Untuk mencari X= x Skor maximum&lt;br /&gt;Mencari SD= x X ideal&lt;br /&gt;Contoh soal : Terlampir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganalisis skor baku ( Z,T )&lt;br /&gt;Skor Z =&lt;br /&gt;Contoh 1 : Martina mempunyai nilai x = 75, SD = 100, X = 60&lt;br /&gt;Ditanyakan skor Z?&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Z=&lt;br /&gt;=&lt;br /&gt;= 1,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 2 : Skor matematika 6,5 X = 6 SD = 0,8. Z?&lt;br /&gt;Jawab: Z=&lt;br /&gt;=&lt;br /&gt;= 0,625&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 3: Skor Bahasa inggris 80 X = 75 SD = 10 Z?&lt;br /&gt;Jawab : Z =&lt;br /&gt;=&lt;br /&gt;=0,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya adalah nilai matematika lebih tinggi di bandingkan dengan nilai bahasa inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SKOR T yaitu tidak berhubungan dengan koma atau minus dengan mengkalikan bilangan 10 di tambah 50.&lt;br /&gt;Misalnya, Score 0,625= ( 10x0,625 ) + 50&lt;br /&gt;= 6,25 +50&lt;br /&gt;= 56,25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengukur Konversi Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengukur konversi nilai dengan analisis anates&lt;br /&gt;Prosentase jumlah 90 - 99&lt;br /&gt;80 - 89&lt;br /&gt;70 - 79&lt;br /&gt;60 - 69&lt;br /&gt;&lt; 60&lt;br /&gt;Menggunakan nilai rata-rata (SD)&lt;br /&gt;Nilai konversi&lt;br /&gt;Huruf&lt;br /&gt;Standar 10&lt;br /&gt;Standar 100&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;C&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;D&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;(Gagal)&lt;br /&gt;( Gagal)&lt;br /&gt;(Gagal)&lt;br /&gt;Nilai Konversi&lt;br /&gt;Persentase jumlah&lt;br /&gt;huruf&lt;br /&gt;Standar 10&lt;br /&gt;Standar 4&lt;br /&gt;54-50&lt;br /&gt;A&lt;br /&gt;9/10&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;48-53&lt;br /&gt;B&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;42-47&lt;br /&gt;C&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;36-41&lt;br /&gt;D&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;36&lt;br /&gt;Gagal&lt;br /&gt;Gagal&lt;br /&gt;Gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh soal:&lt;br /&gt;Diketahui X-40 SD=4. Hitinglah !&lt;br /&gt;Rumus: M + 2,25. SD  10  40 + 2,25. 4 = 49&lt;br /&gt;M + 1,75. SD  9  40 + 1.75. 4 = 47&lt;br /&gt;M + 1,25. SD  8  40 + 1,25. 4 = 45&lt;br /&gt;M + 0,75. SD  7  40 + 0,75. 4 = 43&lt;br /&gt;M + 0,25. SD  6  40 + 0,25. 4 = 41&lt;br /&gt;M + 0,25. SD  5  40 + 0,25. 4 = 39&lt;br /&gt;M + 0,75. SD  4  40 + 0,75. 4 = 37&lt;br /&gt;M + 1,25. SD  3  40 + 1,25. 4 = 35&lt;br /&gt;M + 1,75. SD  2  40 + 1,75. 4 = 33&lt;br /&gt;M + 2,25. SD  1  40 + 2,25. 4 = 31&lt;br /&gt;Sesuai dengan data dan perhitungan diatas dapat disimpulkan hasil evaluasi dari seluruh siswa satu kelas siswa yang termasuk dalam kategori lulus adalah yang nilainya 41 ke atas, sedangkan yang gagal yang nilainya 39 ke-bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan&lt;br /&gt;a.Sebelum melaksanakan evaluasi seorang perlu mengetahui prosedur atau langkah-langkah yang sistematis agar evaluasi dapat diteliti, relevan dan menyeluruh.&lt;br /&gt;b.Evaluasi yang baik haruslah didasarkan pada tujuan yang ditetapkan oleh pengajar dan kemudian benar-benar diusahakan pencapaiannya oleh pengajar dan peserta didik&lt;br /&gt;c.Evaluasi dapat memberikan manfaat untuk menggali sejauh mana tujuan suatu program dapat tercapai, apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum&lt;br /&gt;d.Evaluasi dapat menunjukkan jabaran terhadap sebab-sebab kegagalan maupun keberhasilan suatu program pendidikan&lt;br /&gt;e.Evaluasi sangat bermanfaat untuk mendapatkan kepuasan psikologis bagi orang-orang yang sedang belajar, karena dengan evaluasi mereka dapat mengetahui hasil dari usaha belajar yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran-saran&lt;br /&gt;Bagi guru sangatlah bagus apabila menerapkan evaluasi hasil belajar, karena dengan evaluasi dapat menggali suatu pengalaman yang pernah dilakukan dalam proses belajar. Dan evaluasi merupakan kegiatan yang luas, kompleks dan terus menerus mengetahui proses dan hasil pelaksanaan sisitem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Ngalim Purwanto, 1991: Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Remaja Rosdakarya Bandung.&lt;br /&gt;Nana Sudjana, 1992: Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Remaja Rosdakarya, Bandung.&lt;br /&gt;Nasrum Harapap, dkk, 1982: Teknik Penilaian Hasil Belajar, Bulan Bintang, Jakarta.&lt;br /&gt;Suharmisi Arikunto, 1986: Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bina Aksara.&lt;br /&gt;Suke Silverius, 1991: Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, Gramedia, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6261307097338833513-8284169234919209940?l=tpcommunity05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/feeds/8284169234919209940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6261307097338833513&amp;postID=8284169234919209940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8284169234919209940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6261307097338833513/posts/default/8284169234919209940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/03/kelompok-4-tehnik-menyusun-alat.html' title='KELOMPOK 4. TEHNIK MENYUSUN ALAT EVALUASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN DI SEKOLAH DASAR'/><author><name>TP '05 COMMUNITY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14134992412573338761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_SEhuJx6meyA/R869bs7xt2I/AAAAAAAAAAM/zJOqiaB-Yy4/S220/IMG_0002.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6261307097338833513.post-5848952109043982074</id><published>2008-03-05T23:48:00.002+07:00</published><updated>2008-03-05T23:52:08.403+07:00</updated><title type='text'>KEL. 3 COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA</title><content type='html'>Oleh : Wahyu Widyaningsih, Desi Widihardini, dan Ari Suprihatin&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pendidikan sedang mengalami krisis, perubahan-perubahan yang cepat di luar pendidikan menjadi tantangan-tantangan yang harus dijawab oleh dunia pendidikan. Jika praktek-praktek pengajaran dan pendidikan di Indonesia tidak dirubah, bangsa Indonesia akan ketinggalan oleh negara-negara lain.&lt;br /&gt;Pada abad 21 ini, praktek-praktek pembelajaran dan pendidikan di sekolah-sekolah perlu diperbaharui. Peranan dunia pendidikan dalam mempersiapkan anak didik agar optimal dalam kehidupan bermasyarakat, maka proses dan model pembelajaran perlu terus diperbaharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pembaharuan proses tersebut, terletak pada tanggung jawab guru, bagaimana pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh anak didik secara benar. Dengan demikian, proses pembelajaran ditentukan sampai sejauh guru dapat menggunakan metode dan model pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran itu banyak macamnya, setiap model pembelajaran sangat ditentukan oleh tujuan pembelajaran dan kemampuan guru dalam mengelola proses pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika sebagai suatu pertanda perkembangan intelegensi manusia, matematika juga merupakan salah satu cara mengembangkan cara berpikir oleh karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK. Sehingga matematika perlu dibekalkan pada peserta didik sejak usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Namun mutu pendidikan Indonesia, terutama dalam mata pelajaran matematika, masih rendah. Data UNESCO menunjukkan, peringkat matematika Indonesia berada di deretan 34 dari 38 negara. Sejauh ini, Indonesia masih belum mampu lepas dari deretan penghuni papan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian tim Programme of International Student Assessment (PISA) 2001 menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 41 negara pada kategori literatur matematika. Sementara itu, menurut penelitian Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) 1999, matematika Indonesia berada di peringkat ke-34 dari 38 negara (data UNESCO). Hal itu terungkap dalam konferensi pers The First Symposium on Realistic Teaching in Mathematics di Majelis Guru Besar (MGB) ITB, Jln. Surapati No.1, Bandung, Senin (16/1). Pada saat itu peringkat Indonesia berada di bawah Malaysia dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, berdasarkan hasil penelitian TIMMS yang dilakukan oleh Frederick K. S. Leung pada tahun 2003, jumlah jam pengajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Singapura. Dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika. Sementara di Malaysia hanya mendapat 120 jam dan Singapura 112 jam. Namun, hasil penelitian yang dipublikasikan di Jakarta pada 21 Desember 2006 itu menyebutkan, prestasi Indonesia berada jauh di bawah kedua negara tersebut. Prestasi matematika siswa Indonesia hanya menembus skor rata-rata 411. Sementara itu, Malaysia mencapai 508 dan Singapura 605 (400= rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, dan 625 = tingkat lanjut). Waktu yang dihabiskan siswa Indonesia di sekolah tidak sebanding dengan prestasi yang diraih. Hal ini terjadi karena ada sesuatu dengan metode pengajaran matematika di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data-data di atas sudah saatnya guru matematika membuka paradigma baru dalam pola pengajaran matematika di kelas. Kegiatan pembelajaran matematika dilakukan dengan mengaitkan antara pengembangan diri  dengan proses pembelajaran dikelas melalui pengalaman-pengalaman belajar yang inovatif, menantang dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu model pembelajaran yang dapat mengakomodasi kepentingan untuk mengkolaborasikan pengembangan diri di dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Ide penting dalam pembelajaran kooperatif adalah membelajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini sangat penting bagi siswa, karena pada dunia kerja sebagian besar dilakukan secara kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yaitu siswa belajar dalam kelompok kecil yang heterogen dan dikelompokkan dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Jadi dalam setiap kelompok terdapat peserta didik yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Dalam menyelesaikan tugas, anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami bahan pembelajaran. Belajar belum selesai jika salah satu teman belum menguasai bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran matematika akan mengaktifkan siswa serta menyadarkan siswa bahwa matematika tidak selalu membosankan. Guru hanya sebagai fasilitator untuk membentuk dan mengembangkan pengetahuan itu sendiri, bukan untuk memindahkan pengetahuan. Melalui pembelajaran kooperatif siswa diharapkan dapat meningkatkan  kemampuan berpikir dan motivasi dalam belajar matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang diatas, hal-hal yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah&lt;br /&gt;1. Mengapa Cooperative Learning perlu dilaksanakan dalam mata pelajaran matematika?&lt;br /&gt;2. Bagaimana pelaksanaan Cooperative Learning dalam mata pelajaran matematika?&lt;br /&gt;3. Apa kelebihan dan kelemahan Cooperative Learning dalam mata pelajaran matematika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari permasalahan-permasalahan diatas, maka tujuan penulisan karya tulis ini adalah&lt;br /&gt;1. Untuk menjelaskan pentingnya Cooperative Learning dalam mata pelajaran matematika.&lt;br /&gt;2. Untuk menjelaskan mengenai pelaksanaan Cooperative Learning dalam mata pelajaran matematika.&lt;br /&gt;3. Untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan Cooperative Learning dalam mata pelajaran matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.  Bagi siswa&lt;br /&gt;karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, meningkatkan keaktifan siswa,  mengembangkan jiwa kerja sama saling menguntungkan, menghargai satu sama lain, membangun kepercayaan diri dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika serta sebagai metode yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.&lt;br /&gt;b.  Bagi penulis&lt;br /&gt;Karya tulis ini dapat digunakan untuk Menambah pengetahuan dan pengalaman.&lt;br /&gt;c.  Bagi guru&lt;br /&gt;Karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pembelajaran dikelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Cooperative Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Cooperative Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pembelajaran cooperative learning (MPCL) beranjak dari dasar pemikiran "getting better together", yang menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif kepada siswa untuk memperoleh, dan mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan-keterampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Melalui MPCL, siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan oleh guru dalam PBM, melainkan bisa juga belajar dari siswa lainnya, dan sekaligus mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain. Proses pembelajaran dengan MPCL ini mampu merangsang dan menggugah potensi siswa secara optimal dalam suasana belajar pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2 sampai 6 orang siswa (Stahl, 1994). Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan berkembang suasana belajar yang terbuka dalam dimensi kesejawatan, karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling membutuhkan. Pada saat itu juga siswa yang belajar dalam kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya (peer group) dan belajar secara bekerjasama (cooperative).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Unsur-unsur dan Ciri-ciri Cooperative Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lundgren (Sukarmin, 2002:2), Unsur-unsur dasar yang perlu ditanamkan pada diri siswa agar cooperative learning lebih efektif adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”&lt;br /&gt;b. Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi.&lt;br /&gt;c. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama.&lt;br /&gt;d. Para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara anggota kelompok.&lt;br /&gt;e. Para siswa akan diberikan suatu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.&lt;br /&gt;f. Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar.&lt;br /&gt;g. Para siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Nur (2001: 3) pembelajaran yang menggunakan model cooperative learning pada umumnya memiliki cirri-ciri sebagai berikut : &lt;br /&gt;a. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.&lt;br /&gt;b. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.&lt;br /&gt;c. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, bangsa, suku, dan jenis kelamin yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;d. Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Model Cooperative Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Student teams achievement division (STAD)&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1) Membentuk kelompok yang anggotanya   4 orang.&lt;br /&gt;2) Guru menyajikan materi pelajaran.&lt;br /&gt;3) Guru memberi tugas untuk dikerjakan, anggota kelompok yang mengetahui jawabannya memberikan penjelasan kepada anggota kelompok.&lt;br /&gt;4) Guru memberikan pertanyaan/kuis dan siswa menjawab pertanyaan/kuis dengan tidak saling membantu.&lt;br /&gt;5) Pembahasan kuis&lt;br /&gt;6) Kesimpulan &lt;br /&gt;b. Jigsaw (model tim ahli)&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1) Siswa dikelompokkan dengan anggota  4 orang&lt;br /&gt;2) Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda&lt;br /&gt;3) Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli)&lt;br /&gt;4) Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai&lt;br /&gt;5) Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi &lt;br /&gt;6) Pembahasan &lt;br /&gt;7) Penutup &lt;br /&gt;c. Group investivigation go a round&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1) Membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari  5 siswa&lt;br /&gt;2) Memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat analitis&lt;br /&gt;3) Mengajak setiap siswa untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati.&lt;br /&gt;d. Think pair and share&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1) Guru menyampaikan inti materi&lt;br /&gt;2) Siswa berdiskusi dengan teman sebelahnya tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru&lt;br /&gt;3) Guru memimpin pleno dan tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya&lt;br /&gt;4) Atas dasar hasil diskusi, guru mengarahkan pembicaraan pada materi/permasalahan yang belum diungkap siswa&lt;br /&gt;5) kesimpulan&lt;br /&gt;e. Make a match (membuat pasangan)&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi kartu berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban)&lt;br /&gt;2) Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.&lt;br /&gt;3) Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban)&lt;br /&gt;4) Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin&lt;br /&gt;5) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya&lt;br /&gt;6) Kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Motivasi&lt;br /&gt;Salah satu aspek psikologis yang ada pada diri seseorang adalah motivasi. Menurut Egsenck (Slameto, 2003:170) motivasi merupakan suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsisten, serta arah umum dari tingkah laku manusia. Seseorang termotivasi atau terdorong untuk melakukan sesuatu karena adanya tujuan atau kebutuhan yang hendak dicapai. Tujuan atau kebutuhan tersebut akan mengarahkan perilaku seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslow mengidentifikasikan 2 jenis kebutuhan,yaitu kebutuhan dasar dan meta kebutuhan (Anni, 2004:123). Kebutuhan dasar merupakan kebutuhan akibat kekurangan (deficiency needs). Sedangkan meta kebutuhan adalah kebutuhan untuk pertumbuhan (growth needs). Setiap individu termotivasi untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan dari hierarki paling bawah berupa kebutuhan untuk mempertahankan hidup sampai pada kebutuhan tertinggi, yaitu aktualisasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi berdasarkan sifatnya menurut Sardiman (1987) ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ekstrinsik.&lt;br /&gt;a. Motivasi Intrinsik&lt;br /&gt;Motivasi intrinsik adalah motivasi yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu ada perangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, tingkah laku yang dilakukan seseorang disebabkan oleh kemauan sendiri bukan dorongan dari luar.&lt;br /&gt;b. Motivasi Ekstrinsik.&lt;br /&gt;Motivasi ekstrinsik merupakan motif yang aktif dan berfungsi karena adanya dorongan atau rangsangan dari luar. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laku yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak diluar tingkah laku tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenneth H. Hover (Sardiman, 1987) mengungkapkan bahwa motivasi yang berasal dari dalam diri individu (Intrinsik) lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksa dari luar (ekstrinsik). Hal ini berdasarkan kepuasan yang diperoleh individu itu sesuai dengan ukuran yang ada dalam diri individu itu sendiri. Walaupun demikian, motivasi ekstrinsik tetap diperlukan, sebab keadaan seseorang itu bersifat dinamis (berubah-ubah), terkadang mempunyai motivasi yang tinggi, kadang mempunyai motivasi yang rendah bahkan motivasi tersebut hilang sama sekali. Dengan adanya motivasi ekstrinsik tersebut pada akhirnya akan mendukung motivasi intrinsik yang telah ada, bahkan dapat ikut membangkitkannya. Dengan demikian, sebagai daya pengggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat penting karena motivasi tersebut akan menentukan intensitas usaha yang dilakukan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, bahwa dengan memiliki motivasi yang besar maka terjadi proses pengungkapan potensi diri, proses peningkatan potensi, dan proses pemanfaatan potensi. Maka ketika memanfaatkan potensi unggul yang dimiliki akan muncul kreativitas individu atau motivasi kelompok. Pada akhirnya kreativitas tersebut menghasilkan kinerja (performance) yang efektif dan efisien sehingga kita memperoleh akutalisasi yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pembelajaran Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik (siswa) yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Dengan demikian pembelajaran matematika adalah suatu proses atau kegiatan guru mata pelajaran matematika dalam mengajarkan matematika kepada siswanya yang didalamnya terkandung upaya guru untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi,minat, bakat, dan kebutuhan siswa tentang matematika yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa dalam mempelajari matematika tersebut (Suyitno, 2004:2).&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE PENULISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan kajian pustaka dan kajian pemikiran yang penulis lakukan. Sumbernya  diperoleh dari berbagai literature yang mendukung, artikel-artikel yang relevan dan dilengkapi dengan informasi-informasi dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang ditempuh dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Menemukan dan mengidentifikasikan masalah&lt;br /&gt;Hasil penelitian TIMMS yang dilakukan oleh Frederick K. S. Leung pada tahun 2003, jumlah jam pengajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Singapura. Dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika. Sementara di Malaysia hanya mendapat 120 jam dan Singapura 112 jam. Namun, hasil penelitian yang dipublikasikan di Jakarta pada 21 Desember 2006 itu menyebutkan, prestasi Indonesia berada jauh di bawah kedua negara tersebut. Prestasi matematika siswa Indonesia hanya menembus skor rata-rata 411. Sementara itu, Malaysia mencapai 508 dan Singapura 605 (400= rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, dan 625 = tingkat lanjut). Waktu yang dihabiskan siswa Indonesia di sekolah tidak sebanding dengan prestasi yang diraih. Hal ini terjadi karena ada sesuatu dengan metode pengajaran matematika di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis mencoba untuk memperkenalkan cooperative learning yang diterapkan dalam pembelajaran matematika. Dengan Cooperative learning, motivasi siswa dalam belajar matematika dapat meningkat, mengingat waktu yang dihabiskan siswa untuk belajar disekolah lebih banyak. &lt;br /&gt;2. Mencari berbagai literatur yang relevan dengan penulisan karya tulis&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilakukan dengan harapan akan diperoleh suatu pedoman literatur yang relevan dan terkait dengan pemecahan permasalahan karya tulis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengadakan kajian kepustakaan&lt;br /&gt;Didasarkan pada kerangka permasalahan yang penulis kemukakan dalam karya tulis ini, maka penulis mencoba untuk mengkaji, menganalisa, dan mengkorelasikan pemikiran penulis, sehingga akan diperoleh suatu kajian dan analisa secara mendalam terhadap penulisan yang penulis uraikan. Dengan kajian tersebut penulis diharapkan akan menghasilkan pemecahan masalah serta analisa yang jelas terhadap permasalahan yang akan dipecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merumuskan alternatif pemecahan masalah&lt;br /&gt;Langkah ini berupa penerapan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyusun karya tulis&lt;br /&gt;Penulisan karya tulis ini berdasarkan langkah-langkah sebagaimana telah dikemukakan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pentingnya Cooperative Learning &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pembelajaran kooperatif lebih banyak meningkatkan belajar dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar individual atau kompetitif (Nur, 2001: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan belajar tidak bergantung pada usia siswa, mata pelajaran, atau aktivitas belajar. Tugas-tugas belajar yang kompleks seperti pemecahan masalah, berpikir kritis dan pembelajaran konseptual meningkat secara nyata pada waktu digunakan strategi-strategi kooperatif. Siswa sering beranggapan bahwa belajar telah selesai setelah mereka menguasai sejumlah fakta. Bagaimanapun juga mereka lebih memiliki kemungkinan menggunakan tingkat berpikir yang lebih tingi selama dan setelah diskusi dalam kooperatif daripada apabila mereka bekerja secara competitive atau individual. Jadi, materi yang dipelajari siswa melekat untuk periode waktu yang lebih lama. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa di dalam setting kelas, remaja belajar lebih banyak dari satu teman ke teman yang lain diantara siswa daripada guru. Konsekuensinya, pengembangan komunikasi yang efektif seharusnya tidak ditinggalkan demi kesempatan belajar itu. Metode pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa untuk berinteraksi. Pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang sangat positif terhadap siswa yang rendah hasil belajarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tujuan pembelajaran kooperatif (Mulyasa, 2004) yaitu:&lt;br /&gt;1. Hasil akademik&lt;br /&gt; Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang mempunyai orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini , siswa kelompok atas akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang terdapat di dalam materi tertentu.&lt;br /&gt;2. Penerimaan terhadap perbedaan individu&lt;br /&gt; Efek penting yang kedua dari model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan yang luas terhadap orang berbeda ras, budaya, kelas sosial, kemampuan maupun ketidakmampuan.&lt;br /&gt;3. Pengembangan keterampilan sosial&lt;br /&gt; Tujuan penting Ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pembelajaran  matematika dengan cooperative learning dapat meningkatkan daya nalar dan daya pikir anak serta  dapat mengurangi kegiatan menghafal. Anak dapat merasakan bahwa berpikir lebih baik dari pada menghafal sehingga mereka akan lebih termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Coopertive learning yang meningkatkan hubungan kerjasama antar teman memacu  anak untuk semakin maju dan bekerja keras dan hasil dari cooperative learning akan membantu masyarakat untuk mendapatkan seorang yang bekerja keras dan dapat bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PELAKSANAAN COOPERATIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelaksanaan Cooperative Learning&lt;br /&gt;Tahap pelaksanaan pembelajaran kooperatif menurut Sukarmin (2002:4)&lt;br /&gt;FASE TINGKAH LAKU GURU&lt;br /&gt;Fase 1&lt;br /&gt;Menyampaiakan tujuan dan memotivasi siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 2&lt;br /&gt;Menyajikan informasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 3&lt;br /&gt;Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 4&lt;br /&gt;Membimbing kelompok bekerja dan belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 5&lt;br /&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 6&lt;br /&gt;Memberikan penghargaan &lt;br /&gt;Guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru menyampaikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru mencari cara-cara untuk mneghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sukarmin (2002: 5) Untuk kelancaran cooperative learning sebelum melakukan tahapan-tahapan tersebut perlu dilakukan persiapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Persiapan materi &lt;br /&gt;Materi yang akan disajikan dalam cooperative learning dirancang sedemikian hingga sesuai dengan bentuk pembelajaran yang diselenggarakan secara kelompok. Sebelum menyajikan materi pembelajaran terlebih dahulu dibuat lembar kegiatan yang akan dipelajari siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif. (Lampiran 1)&lt;br /&gt;2. Pembentukan kelompok kooperatif&lt;br /&gt;Jumlah anggota dalam setiap kelompok kooperatif adalah 4-5 orang. Kelompok yang dibentuk ini bersifat heterogen secara akademik, yaitu terdiri dari siswa pandai, sedang dan kurang. Selain mempertimbangkan kemampuan akademik, perlu juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas lainnya, misalnya jenis kelamin dan latar belakang sosial. &lt;br /&gt;3. Penentuan skor dasar&lt;br /&gt;Selanjutnya diinformasikan skor dasar tiap anggota. Skor dasar berasal dari skor tes individu pada evaluasi sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir cooperative learning dilakukan evaluasi dan penghargaan kelompok. Evaluasi dikerjakan secara individu dalam waktu 45 menit sampai 60 menit. Pada saat evaluasi ini siswa harus menunjukkan apa yang telah ia pelajari saat bekerja dengan kelompoknya. Skor yang diperoleh siswa dalam evaluasi selanjutnya diproses untuk menentukan nilai perkembangan individu yang akan disumbangkan sebagai skor kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan bentuk penghargaan kelompok dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Menghitung skor individu dan skor kelompok &lt;br /&gt;Penghitungan skor tes individu ditujukan untuk menentukan nilai perkembangan individu yang akan disumbangkan sebagai skor kelompok. Nilai perkembangan individu dihitung berdasarkan selisih pemerolehan skor tes terdahulu dengan skor tes terakhir. Dengan cara ini setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk memberi sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya. &lt;br /&gt;Tabel nilai perkembangan individu&lt;br /&gt;Skor tes Nilai perkembangan&lt;br /&gt;- lebih dari 10 poin dibawah skor dasar&lt;br /&gt;- 10 poin hingga 1 poin dibawah skor dasar&lt;br /&gt;- Sama dengan skor dasar sampai 10 poin diatasnya&lt;br /&gt;- Lebih dari 10 poin diatas skor dasar&lt;br /&gt;- Nilai sempurna (tidak berdasarkan skor dasar). 5&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Memberi penghargaan prestasi kelompok&lt;br /&gt;Skor dihitung berdasarkan rata-rata nilai perkembangan yang disumbangkan anggota kelompok. Berdasarkan rata-rata nilai perkembangan yang diperoleh, terdapat tiga tingkat penghargaan yang diberikan untuk penghargaan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel penghargaan kelompok&lt;br /&gt;Nilai rata-rata kelompok penghargaan&lt;br /&gt;5 - 14&lt;br /&gt;15 - 24&lt;br /&gt;25 - 30 Hebat&lt;br /&gt;Sangat hebat&lt;br /&gt;super&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penerapan Cooperative Learning pada Matematika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini contoh penerapan cooperative learning pada mata pelajaran matematika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Model pembelajaran STAD pada sub pokok materi barisan bilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)&lt;br /&gt;Mata Pelajaran  : Matematika&lt;br /&gt;Satuan Pendidikan         : SMP&lt;br /&gt;Kelas/Semester         : VII/2&lt;br /&gt;Pokok Bahasan         : Segiempat&lt;br /&gt;Sub Pokok Bahasan        : Persegi Panjang&lt;br /&gt;     Alokasi Waktu                       : 2 x 40 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Standar Kompetensi&lt;br /&gt;Mengidentifikasi garis, sudut, dan bangun datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;B. Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;Menentukan sifat-sifat dan menghitung besaran-besaran segiempat.&lt;br /&gt;C. Indikator&lt;br /&gt;1. Menjelaskan pengertian persegi panjang menurut sifat-sifatnya.&lt;br /&gt;2. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya.&lt;br /&gt;3. Menghitung rumus keliling dan luas persegi panjang.&lt;br /&gt;D. Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat:&lt;br /&gt;1. Menjelaskan pengertian persegi panjang menurut sifat-sifatnya.&lt;br /&gt;2. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari diagonal, sisi dan sudutnya.&lt;br /&gt;3. Menghitung rumus keliling dan luas persegi panjang.&lt;br /&gt;E. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;Persegi panjang&lt;br /&gt;F. Sarana dan Sumber belajar&lt;br /&gt;Sarana belajar       : Lembar Kerja Siswa(LKS), penggaris, kapur, balck board.&lt;br /&gt;Sumber belajar     : Matematika untuk SMP kelas VII( Penerbit: Erlangga,YRAMA WIDYA).&lt;br /&gt;G. Metode Pembelajaran&lt;br /&gt;Model pembelajaran   : Kooperatif tipe STAD&lt;br /&gt;Metode pembelajaran : Kombinasi ceramah, Tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.&lt;br /&gt;H. Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;br /&gt;a. Guru mengkondisikan fisik.&lt;br /&gt;b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;c. Guru menjelaskan kepada siswa tentang model pembelajaran yang akan dilakukan yaitu STAD.&lt;br /&gt;d. Guru menyampaikan motivasi kepada siswa tentang manfaat mempelajari materi segiempat&lt;br /&gt;e. Guru menyampaikan apersepsi yaitu mengingatkan kembali tentang garis dan sudut dengan menggunakan metode tanya jawab.&lt;br /&gt;2. Inti &lt;br /&gt;a. Guru menjelaskan pengertian, sifat-sifat, keliling dan luas persegi panjang dengan metode tanya jawab.&lt;br /&gt;b. Guru membentuk kelompok dan mengatur tempat duduk siswa agar setiap anggota kelompok dapat saling bertatap muka. Setiap kelompok 4 siswa.&lt;br /&gt;c. Guru membagikan LKS. Setiap kelompok diberi 2 LKS untuk dikerjakan bersama&lt;br /&gt;d. Bila ada kesulitan, sebaiknya siswa bertanya kepada anggota kelompok yang lain sebelum bertanya kepada guru.&lt;br /&gt;e. Ketua kelompok harus memastikan bahwa semua anggota kelompok sudah memahami dan mengerjakn LKS yang diberikan guru.&lt;br /&gt;f. Guru berkeliling untuk mengawasi kinerja kelompok&lt;br /&gt;g. Guru memberi kunci jawaban LKS agar siswa dapat memeriksa jawabannya sendiri. Guru tetap sebagai narasumber atau fasilitator jika diperlukan.&lt;br /&gt;h. Setelah selesai mengerjakan LKS secara tuntas, guru memberikan kuis yang dikerjakan secara individu dan tidak boleh bekerja sama.&lt;br /&gt;i. Setelah selesai mengerjakan kuis, guru langsung membahas bersama siswa untuk melihat hasilnya. Siswa yang memperoleh nilai tertinggi diberi tepuk tangan.&lt;br /&gt;j. Guru menyuruh siswa untuk kembali ketempat duduk masing-masing.&lt;br /&gt;3. Penutup&lt;br /&gt;a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan metode tanya jawab.&lt;br /&gt;b. Guru memberikan tugas rumah yang dikerjakan secara individu.&lt;br /&gt;I. Penilaian&lt;br /&gt;1. Jenis tagihan         : Kuis dan LKS (lampiran 2 &amp;3)&lt;br /&gt;2. Bentuk tes             : Uraian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Model pembelajaran JIGSAW pada sub pokok materi barisan bilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan Pendidikan  : SMP &lt;br /&gt;Mata Pelajaran  : Matematika&lt;br /&gt;Kelas / Semester  : VII / II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar Kompetensi  : Memahami Konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya.&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar  :&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang.&lt;br /&gt;2. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Indikator    :&lt;br /&gt;1. Memahami pengertian persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang.&lt;br /&gt;2. Memahami sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan laying-layang.&lt;br /&gt;3. Menentukan rumus keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Alokasi Waktu   : 6 x 40 menit ( 3 pertemuan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;1. Memahami pengertian persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang.&lt;br /&gt;2. Memahami sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan laying-layang.&lt;br /&gt;3. Menentukan rumus keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;Persegi Panjang, Persegi, dan Jajargenjang.&lt;br /&gt;C. Metode Pembelajaran&lt;br /&gt;Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.&lt;br /&gt;D. Langkah-langkah Pembelajaran&lt;br /&gt;1.  Pendahuluan&lt;br /&gt;a. Guru menyiapkan kondisi fisik kelas.&lt;br /&gt;b. Guru menyiapkan media dan sumber belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;d. Guru menyampaikan motivasi tentang pentingnya materi segiempat dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;2. Kegiatan Inti &lt;br /&gt;a. Penguasaan Materi&lt;br /&gt;1) Guru menyampaikan sekilas tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari sebagai pengetahuan awal siswa.&lt;br /&gt;2) Guru membagi siswa dalam kelompok pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan kemampuan yang heterogen.&lt;br /&gt;3) Guru membagi LKS kepada setiap anggota asal. &lt;br /&gt;4) Guru membimbing dan mengarahkan tiap-tiap kelompok untuk membagi tugas pada masing-masing anggota kelompok.&lt;br /&gt;5) Masing-masing anggota kelompok yang mempunyai tanggung jawab yang sama berkumpul membentuk kelompok yang baru yang disebut kelompok ahli.&lt;br /&gt;6) Siswa mendiskusikan tugasnya dalam kelompok ahli.&lt;br /&gt;7) Guru memantau kerja tiap-tiap kelompok ahli dan memberikan bimbingan.&lt;br /&gt;b. Penularan Materi&lt;br /&gt;1) Siswa kembali ke kelompok asal masing-masing.&lt;br /&gt;2) Tiap anggota kelompok asal saling menularkan, bertanya, menjelaskan dan menggali informasi dan pengetahuan tentang materi yang didiskusikan dalam kelompok ahli kemudian menyatukan semua pengetahuan yang diperoleh menjadi satu kesatuan pengetahuan yang baru.&lt;br /&gt;c. Guru membahas LKS bersama siswa.&lt;br /&gt;d. Siswa bersama guru menarik kesimpulan pembelajaran.&lt;br /&gt;e. Guru memberikan kuis yang harus dikerjakan secara individu oleh siswa.&lt;br /&gt;3. Penutup&lt;br /&gt;a. Dengan bimbingan guru siswa diminta membuat rangkuman pelajaran.&lt;br /&gt;b. Guru memberikan PR.&lt;br /&gt;E. Alat dan Sumber Belajar&lt;br /&gt;1. Alat Belajar  : Model daerah jajargenjang&lt;br /&gt;2. Sumber Belajar  :  &lt;br /&gt;-  LKS&lt;br /&gt;-  Matematika untuk SMP Kelas VII &lt;br /&gt;    ( Penerbit Erlangga )&lt;br /&gt;F. Penilaian &lt;br /&gt;1. Jenis tagihan  : Tes&lt;br /&gt;2. Teknik    : Kuis dan LKS &lt;br /&gt;3. Bentuk Instrumen   : Uraian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN COOPERATIVE LEARNING&lt;br /&gt;Kelebihan cooperative learning yaitu:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan harga diri tiap individu&lt;br /&gt;2. Penerimaan terhadap perbedaan individu yang lebih besar.&lt;br /&gt;3. Konflik antar pribadi berkurang&lt;br /&gt;4. Sikap apatis berkurang&lt;br /&gt;5. Pemahaman yang lebih mendalam&lt;br /&gt;6. Motivasi lebih besar&lt;br /&gt;7. Hasil belajar lebih tinggi&lt;br /&gt;8. Retensi atau penyimpanan lebih lama&lt;br /&gt;9. Meningkatkan kebaikan budi,kepekaan dan toleransi.&lt;br /&gt;10. Cooperative learning dapat mencegah keagresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan cooperative learning yaitu:&lt;br /&gt;1. Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan dikelas dan siswa tidak belajar jika mereka di tempatkan dalam grup.&lt;br /&gt;2. Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. Siswa yang tekun merasa temannya yang kurang mampu hanya menumpang pada hasil jerih payahnya.&lt;br /&gt;3. Perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus menyesuaikan diri dengan kelompok.&lt;br /&gt;4. Banyak siswa takut bahwa pekerjaan tidak akan terbagi rata atau secara adil, bahw
