KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN Angakatan 2005 | Kurtekdik '05 Community : Ulul Fadly | Dwi Puspitasari | Devi Anjar | Wahyu Widyaningsih | Resti Dewi | Devi Ari | Satriyo Abdi Yudo| Ery Setyo | Dwi Pramono | Siti Astuti | Desi Widi | Miftahul ulum | Sigit Prasetyo | Suci Rokhani | Bentar Saputro | Ratih Anggita | Siti Nurwachidah | Bedzy Riasari | M.Sidiq | Khusnul Khoifah | Wahyu Budi L. | Dewi Indah Puspo | Okta Permata | Bambang Dwi | M.Q Zaman | Hermawan | AH. Tasmuri | Cahyo Adi | Aris Munandar | Akaat Hasjiandito | Joko Susanto | Titin Ernawati | Lilis Andriani | Wiji Suryani | Budiono | Eka Fitriana | Eka Fitriani | Yanuar Eska | Sri Susilowati | Anna Meriana | Ade Yusupa | Anindita Widya W| Miftachul Fauzy | Ari Suprihatin | M.Nur Huda | Adi Supriyadi | Nur Aeni W. | Didik Hartawan | M.Nur Saean | Herman Malinton | Nicky Secioria |

28 Mei 2008

STRATEGI MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH DASAR

STRATEGI MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA
PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
PADA SEKOLAH DASAR

Disusun oleh:
Budiono 1102405063
Yanuar Eska P 1102405066
Okta Permata P 1102405041





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa tidak hanya berasal dari kata-kata yang dikeluarkan oleh ucapan (vokal) namun juga menggunakan bahasa, isyarat atau bahasa gambar. Peradapan manusia kuno sebelum mengenal tulisan adalah menggunakan bahasa gambar. Bahasa itu sendiri berfungsi sebagai alat komunikasi yang diperggunakan secara luas dalam setiap aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, bisnis, hiburan dan sebagainya.
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain. Selain itu, Pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya
Pada hakikatnya pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh sebab itu, tujuan utama pembelajaran bahasa inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa inggris, baik secara lisan maupun tertulis. Pengertian komunikasi yang dimaksud adalah memahami dan menggungkapkan informasi, pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa inggris (Depdiknas, 2003:4)
Anita Lie, Sekjen Dewan Pendidikan Jatim; Associate Director Asia Teel (Teachers Of English As a Foreign Language) menyatakan bahwa belajar bahasa inggris disekolah dasar (SD) dan menenggah (SMP/SMA/SMK) mempunyai dua tujuan. Pertama, siswa perlu menyiapkan diri agar bis membaca buku teks dalam bahasa inggris ditingkat perguruan tinggi. Kedua, kemampuan berbahasa inggris masih digunakan sebagai factor penentu guna mendapatkan pekerjaan dan Imbalan menarik.
Bahasa inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam Bahasa inggris.
Tingkat kemampuan itu mencakup performative, functional, informational, dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).
Pembelajaran bahasa khususnya bahasa inggris memiliki tujuan agar peran siswa terampil berbahasa yang mencakup masalah ketrampilan berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Salah satu metode pembelajaran kosakata yang dirasa cukup menarik adalah pembelajaran dengan menggunakan permainan. Pembelajaran dengan menggunakan permainan akan sangat efektif untuk menjelaskan suatu pengertian niskala (abstrak) atau konsep yang sering sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dengan permainan, siswa dapat merumuskan pemahaman tentang suatu konsep: kaidah-kaidah asas (prinsip), unsur-unsur pokok, proses, hasil, dampak dan seterusnya (Suyatna, 2005 : 12)
Metode pembelajaran dengan permainan (learning games) yang merupakan kombinasi dengan media pembelajaran adalah pembelajaran dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan kosakata pada pembelajaran bahasa inggris SD.
Terdorong oleh hal-hal diatas itulah yang mendorong penulis untuk melakukan penulisan karya ilmiah mengenai “Pemanfaatan Media Gambar untuk meningkatkan kosakata pada pembelajaran bahasa inggris kelas V SD.

B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang diajukan membahas tentang :
1. Pembelajaran pada umumnya masih bersifat konvensional. Guru kurang kreatif dan miskin inovasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Bahkan terkesan guru hanya ingin penyampaian materi itu cepat selesai tanpa memperdulikan bagaimana proses pembelajaran yang berlansung dan keluaran yang dihasilkan.
2. Kurangnya motivasi dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas, siswa cenderung kurang aktif sehingga sehingga menyebabkan pembelajaran bersifat teacher-centered. Siswa hanya menerima materi, menulis, dan mengikuti semua yang dilakukan guru, akibatnya pembelajaran hanya bersifat verbalistik.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut, maka Rumusan masalah yang diajukan mengenai :
1. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan kosa kata dengan menggunakan media gambar pada pembelajaran bahasa inggris sekolah dasar?


D. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui apakah Pemanfaatan media gambar dapat meningkatkan kemampuan kosakata pada pembelajaran bahasa inggris anak SD.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penulisan karya ilmiah ini adalah:
1. Memberikan motivasi serta pertimbangan dalam penyediaan dan pemilihan media pembelajaran yang tepat untuk memperlancar proses belajar mengajar. Selain itu dapat memberikan masukan kepada guru untuk selalu menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan menarik.
2. Dapat meningkatkan kemampuan dalam belajar mengajar bahasa inggris di SD terutama yang berkaitan dengan kemampuan kosakata.
3. Memberikan masukan tentang manajemen guru dalam mengelola proses pembelajaran (khususnya dalam penggunaan media ataupun metode yang trpat) agar tujuan pendidikan secara instruksional tercapai optimal.















BAB II
LANDASAN TEORI
1. Pembelajaran bahasa inggris
1.1 Pengertian Pembelajaran
Suatu proses belajar harus ad interaksi anatara siswa dan guru. Hal ini harus terjadi agar dalam suatu PBM (proses belajar mengajarar) tidak terasa monoton dan hanya bisa berinterksi satu arah. Interaksi siswa dan guru yang baik akan dapat meningkatakan atau memajukan proses belajar mengajar yamg baik.
Interaksi ini mencakup segala hal yang terjadi dalam proses pembelajaran Saat guru menerangkan suatu pelajaran dan siswa dapat menanggapi dengan baik memperhatikan guru, ini yang disebut interaksi yang tidak monoton. Dalam hal interksi seperti ini jika guru bertanya dan murid bisa menjawab ini juga interaksi yang tidak monoton.
Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian ini dimaksud dengan interksi dlam proses pembelajaran adalah hubungan timbal balik antara guru dan siswa sehingga mendapatkan suasana yang kondusif dalam upaya memajukan suatu proses pembelajaran.
Sedangkan belajar merupakan proses memperoleh kecakapan, ketrampilan dan sikap. Gagne (1984) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses dimana organisme berubah perilakunya diakibatkan pengalaman.
Menurut Gagne dalam Yamin, 2005: 17, belajar merupakan kegiatan yang kompleks dimana setelah belajar tidak hanya memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai, akan tetapi siswa harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan pemikirannya karena belajar merupakan proses kognitif. Lingkungan sekitar banyak mempengaruhi sikap dan perilaku masing-masing individu, seperti pola berfikir, bertindak, berbicara, sikap, gaya bahasa, watak dan lain sebagainya. Lingkungan pendidikan terdiri dari rumah tangga, sekolah, dan lingkungan lainnya.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu pertanda bahwa seorang telah belajar suatu adalah perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (apektif).

1.2 Pembelajaran Bahasa Inggris SD
Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan buaya.
Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan menghasilkan teks lisan dan tulis yang direalisasikan dalam 4 keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.
Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu. Tingkat Literasi mencakup performative, fungsional, infomational dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan kedalam bahasa sasaran.
Pembelajaran bahasa Inggris ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat finctional, yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya keperguruan tinggi. Tinggi literasi epistemic dianggap terlalu tinggi untuk dapat dicapai oleh peserta didik karena bahasa Inggris di Indonesia merupakan bahasa asing.
Adapun tujuan dan ruang lingkup pembelajaran bahasa inggris bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional.
2. Memiliki kesadaran tentang hakekat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global.
3. Mengembangkan peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.
Fungsi Mata Pelajaran Bahasa Inggris :
a. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris, baik dalam bentuk lisan atau tertulis. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).
b. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa baik bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu melalui perbandingan kedua bahasa tersebut.
c. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian siswa dapat melintasi budaya dan melibatkan diri dalam keragaman.



2. Media Gambar
2.1Media gambar sebagai salah satu media pembelajaran
Dalam pengajaran bahasa inggris sebagai bahasa asing media mempunyai peran penting karena beberapa alasan. Media pembelajaran membantu guru dalam mengatur proses pengajarannya serta penggunaan waktu di kelas dengan bijak. Media pembelajaran yang biasa digunakan meliputi permainan, video, CD, VCD, tape, dan sebagainya. Ketersediaan media di suatu kelas akan mempengaruhi pembelajaran siswa dimana penempatan media yang sesuai akan mendukung proses pencapaian pembelajaran itu sendiri.

2.2 Pengertian Media Gambar
Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai derngan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Alat peraga dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak sekolah dasar.Sehingga tidak tergantung pada gambar dalam buku teks ,tetapi dapat lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar media inggris. Media Intervi menurut Heinrich ( 1981) adalah yang media digunakan untuk membawa pesan dengan suatu tujuan. Jadilah kelebihan alat peraga visual khususnya sebagai salah satu dari media pembelajaran yang efektif

Dibawah ini beberapa pengertian media gambar, diantaranya :
b. Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk 2 dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, strip, opaque proyektor ( Hamalik, 1994 : 95 )
c. Media gambar adalah media yang paling umum dipakai, yang merupakan bahasan umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja ( Sadiman, 1996 : 29 )
d. Media gambar merupakan peniruan dari benda-benda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa serta ukurannya relatif terhadap lingkungan ( Soelarko, 1980 : 3 )
Manfaatmedia pembelajaran bagi guru adalah :
1. Memudahkan pengertian ketika anak-anak sedang mendengarkan
2. Dapat melafalkan dengan baik arti dari kosa kata
3. Dapat membaca dengan benar
4. Tersedianya suatu topik kata
5. Memudahkan jalan komunikasi antara guru dan murid
Ada berbagai macam yang alat peraga visual yang secara efektif dapat digunakan oleh para guru di dalam kelas.Guru sekolah dasar harus menggunakan beberapa alat peraga visual dalam pembelajaran untuk memudahkan mengajar.Sebagian dari alat peraga visual yang kita dapat digunakan adalah , gambar-gambar, tabel, poster, kartun dan benda nyata.
Gambar yang berwarna – warni dapat membuat murid dalam belajar bahasa inggris menjadi semangat. gambar ini dapat menerjemahkan konsep abstrak menjadi lebih realistis dan berwujud,sehingga murid tidak hanya dapat membayangkan saja.Dengan mengambil gambar-gambar dari surat kabar, majalah dan kalender tentu tidak membutukan biaya mahal. Disamping itu suasana pembelajaran menjadisemakin menyenangkan. Ini dapat dilakukan disemua tingkatan disekolah dasar.
Simpulannya media gambar adalah perwujudan lambang dari hasil peniruan-peniruan benda, pemandangan, curahan pikiran, atau ide-ide yang divisualisasikan kedalam bentuk 2 dimensi. Bentuknya dapat berupa gambar situasi dan lukisan yang berhu7bungan denagn pokok bahasan.
1. Fungsi Media Gambar
Pemanfaatan media pembelajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu fungsi utama dari media pembelajaran adlah sebagai alat bantu mengajar yang dipergunakan guru. Secara garis besar fungsi utama penggunaan media gambar adalah :
a. Fungsi edukatif; artinya mendidik dan memberikan pengaruh positif pada pendidikan.
b. Fungsi sosial; artinya memberikan informasi yang autentik dan pengalaman berbagai bidang kehidupan dan memberikan konsep yang sama kepada setiap orang.
c. Fungsi ekonomis; artinya memberikan produksi melalui pembinaan prestasi kerja secara maksimal.
d. Fungsi politis; berpengaruh pada politik pembangunan.
e. Fungsi seni budaya dan telekomunikasi, yang mendorong dan menimbulkan ciptaan baru, termasuk pola usaha penciptaan teknologi kemediaan yang modern (Hamalik, 1994 : 12)
Fungsi-fungsi tersebut diatas terkesan masih bersifat konseptual. Fungsi praktis yang dijalankan oleh media pengajaran adalah sebagai berikut :
a. Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi pesrta didik, misalnya kaset video rekaman kehidupan di luar sangat diperlukan oleh anak yang tinggal didaerah pegunungan.
b. Mengatasi batas ruang dan kelas, misalnya gambar tokoh pahlawan yang dipasang diruang kelas.
c. Mengatasi keterbatasan kemampuan indera
d. Mengatasi peristiwa alam, misalnya rekaman peristiwa letusan gunung berapi untuk menerangkan gejala alam.
e. Menyederhanakan kompleksitas meteri.
f. Memungkinkan siswa mengadakan kontak langsung dengan masyarakat atau alam sekitar (Rohani ,1997 : 6-7).
2. Karakteristik Media
Menurut Rahadi ( 2003 : 27-28) ada beberapa karakteristik media gambar :
1). Harus autentik, artinya dapat menggambarkan obyek atau peristiwa seperti jika siswa melihat langsung
2). Sederhana, komposisinya cukup jelas menunjukkan bagian-bagian pokok dalam gambar tersebut
3). Ukuran gambar proporsionsl, sehingga siswa mudah membayangkan ukuran yang sesungguhnya benda atau objek yang digambar.
4). Memadukan antara keindahan dengan kesesuiannya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4). Gambar harus message. Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Kelebihan Media Gambar :
 Sifatnya konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal.
 Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
 Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
 Memperjelas masalah bidang apa saja
 Harganya murah dan mudah didapat serta digunakan ( Sadiman; 1996: 31 )
Adapun kelemahan Media Gambar :
 Hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa.
 Gambar diinterpretasikan secara personal dan subyektif.
 Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran (Rahadi, 2003 :27).

Menurut Sudjana (2001 :12) tentang bagaimana siswa belajar melalui gambar-gambar adalah sebagai berikut :
a. Ilustrasi gambar merupakan perangkat tingkat abstrak yang dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu, melalui penafsiran kata-kata.
b. Ilustrasi gambar merupakan perangkat pengajaran yang dapat menarik minat belajar siswa secara efektif.
c. Ilustrasi gambar membantu para siswa membaca buku pelajaran terutama dalam penafsiran dan mengingat-ingat materi teks yang menyertainya.
d. Dalam booklet, pada umumnya anak-anak lebih menyukai setengah atau 1 halaman penuh bergambar disertai beberapa petunjuk yang jelas.
e. Ilustrasi gambar isinya harus dikaitkan dengan kehidupan nyata, agar minat para siswa menjadi efektif.
f. Ilustrasi gambar isinya hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan dengan gerakan mata pengamat dan bagian-bagian yang paling penting dari ilustrasi itu harus dipusatkan pada bagian sebelah kiri atas medan gambar.
Dengan demikian media gambar merupakan salah satu teknik media pembelajaran yang efektif kerena mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat dan terpadu melaui pengungkapan kata-kata dan gambar.

3. Tinjauan Tentang Kosakata
Kosakata merupakan semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa, kekayaan kata yang dimiliki oleh seorang pembicara atau penulis. Kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan ( TIM penyusun Kamus Pusat Bahasa, 1995 : 327), sedangkan menurut Zainuddin (1992 : 8), kosakata digunakan untuk mewakili suatu nama, sifat, bentuk dan jenis benda, bisa menggunakan kesatuan bahasa yang bermakna, yang disebut kata atau kelompok kata.
Kualitas keterampilan berbahasa seseorang jelas bergantung kepada kualitas dan kuantitas yang dimilikinya. Semakin kaya kosakata yang dimiliki semakin besar pula kemungkinan terampil berbahasa. Sehingga bisa dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas, tingkatan dan kedalaman kosakata seseorang merupakan indeks pribadi yang terbaik bagi perkembangan mentalnya (Tarigan, 1993 : 2-3). Hal ini selaras dengan pandangan Dale dalam Tarigan (1985 : 3) yang memberikan pandangan tentang pentingnya memahami kosakata sebagai berikut :
1. Kuantitas dan kualitas penguasaan kosakata seseorang merupakan indeks pribadi yang terbaik bagi perkembangan mentalnya.
2. Perkembangan kosakata merupakan perkembangan konseptual.
3. Semua pendidikan pada prinsipnya merupakan pengembangan kosakata.
4. Program yang sistematis bagi pengembangan kosakata dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kemampuan dan status sosial.
5. Faktor geografis mempengaruhi perkembangan kosakata, dan
6. Penelaahan kosakaa yang efektif hendaknya beranjak dari kata-kata yang sudah diketahui menuju kata-kata yang belum atau tidak diketahui.
Tujuan pengajaran bahasa ialah agar para siswa terampil berbahasa yang mencakup mesalah keterampilan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa keterampilan berbahasa membutuhkan penguasaan kosakata yang memadai. Penguasaan kosakata yang memadai itu menentukan kualitas orang seorang dalam berbahasa.
Dengan menguasai kosakata yang memadai dan pelatihan yang cukup diharapkan dapat mencapai hal berikut :
a. Meningkatkan kemampuan para siswa
b. Meningkatkan taraf perkembangan konseptual para siswa
c. Mempertajam proses berfikir dan
d. Mempelajari kosakata secara umum kita perkenalkan kosakata dasar
(http: // www.ialf.edu)
Pada kelas awal seperti kelas VII SMP/MTs, pembelajaran bahasa asing dengan pengenalan kosakata dasar. Alasannya agar mempermudah siswa mempelajari bahasa, khususnya bahasa Inggris karena dikenalkan dengan kata-kataa sederhana dari lingkungan sekitar dirinya. Kosakata dasar atau basic vocabulary adalah kata0kata yang tidak mudah berubah atau sedikit sekali kemungkinannya dipungut dari bahasa lain (Tarigan,1993 :3) kedalam kosakata dasar ini telah termasuk :
a. Istilah kekerabatan : misalnya ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, bibi, paman, dll
b. Nama bagian tubuh : misalnya kepala, rambut, hidung, telinga, pipi, gigi, kaki, tangan, jari, dll
c. Kata ganti (diri, penunjuk) : misalnya saya, kamu, dia, mereka, kalian, sana, situ, itu, ini, dll
d. Kata bilangan pokok : misalnya satu, dua, tiga, lima, tijuh, sepuluh, duapuluh, seratus, seribu, sepuluh ribu, dll
e. Kata kerja pokok : misalnya makan, minum, tidur, mandi, memasak, menulis, membaca, dll
f. Kata keadaan pokok : misalnya suka, duka, senang, susah, lapar, malam, siang, pagi, dll
g. Benda-benda universal : misalnya tanah, air, sepi, udara, langit, bulan, bintang, matahari, binatang, tumbuh-tumbuhan, dll
Menurut Tarigan ( 1993 : 23 ), kosakata selain untuk meningkatkan kuntitas dan kualitas kosakata para siswa, namun dapat bertujuan untuk :
a. Meningkatkan taraf kehidupan siswa
b. Meningkatkan taraf kemampuan mental para siswa
c. Meningkatkan perkembangan konseptual para siswa
d. Mempertajam proses berfikir kritis para siswa
e. Memperluas cakrawala pandangan hidup para siswa.

B. Standar Kompetensi Dasar

Kelas IV Semester I
No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1





2



















3






4 Mendengarkan
Memahami instruksi
sangat sederhana dengan
tindakan dalam konteks
kelas
Berbicara
Mengungkapkan
instruksi dan informasi
sangat sederhana dalam
konteks kelas















Membaca
Memahami tulisan
Bahasa inggris sangat
Sederhana dalam konteks kelas


Menulis
Mengeja dan menyalin
tulisan bahasa inggris
sangat sederhana dalam
konteks kelas


 Merespon dengan melakukan tindakan sesuai instruksi secara berterima dalam konteks kelas
 Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal dalam konteks kelas


 Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: mengenalkan diri, memberi salam/ sapaan, memberi salam perpisahan, dan memberi aba-aba
 Bercakap-cakap untuk meminta/ memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, meminta barang, dan memberi barang
 Bercakap-cakap untuk meminta/ memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: berterima kasih, meminta maaf, memberi maaf, melarang, memuji, dan mengajak
 Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: thank you, sorry, please, dan excuse me

 Membaca nyaring dengan melafalkan alphabet dan ucapan yang tepat yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana
 Memahami kalimat dan pesan tertulis sangat sederhana
 Mengeja ujaran bahasa inggris sangat sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang benar yang melibatkan kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana
 Menyalin tulisan bahasa inggris sangat sederhana secara tepat dan berterima seperti: ucapan selamat dan pesan tertulis
Kelas IV Semester 2
No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

5





6






















7








8 Mendengarkan
Memahami instruksi
Sangat yang sederhana dengan tindakan dalam konteks sekolah

Berbicara
Mengungkapkan
instruksi dan informasi
sangat sederhana dalam
konteks sekolah


















Membaca
Memahami tulisan
Bahasa inggris sangat Sederhana dalam konteks sekolah




Menulis
Mengeja dan menyalin
Kalimat yang sangat sederhana dalam konteks sekolah




 Merespon instruksi sangat sederhana dengan tindakan secara berterima dalam konteks sekolah
 Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal

 Bercakap-cakap untuk menyertai tindakan secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi contoh melakukan sesuatu, memberi aba-aba, dan memberi petunjuk
 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi jasa/barang secara berterima yang melibatkan tindak tutur: meminta bantuan, memberi bantuan, meminta barang, dan memberi barang
 Bercakap-cakap untuk meminta/memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur: memberi informasi, memberi pendapat, dan meminta kejelasan
 Mengungkapkan kesantunan secara berterima yang melibatkan ungkapan: do you mind ... dan Shall we ...





 Membaca nyaring dengan ucapan, tekanan, dan intonasi secara tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa, kalimat sangat sederhana, dan teks sangat sederhana
 Memahami kalimat, pesan tertulis dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima

 Mengeja kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima
 Menyalin dan menulis kalimat sangat sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang tepat seperti: ucapan selamat, ucapan terima kasih, dan ucapan simpati


BAB IV
PEMABAHASAN

1. Cara meningkatkan kemampuan kosakata dengan menggunakan media gambar
Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai derngan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Banyak cara yang digunakan guru untuk meningkatkan kemampuan kosakata, antara lain:
1. Gambar yang berwarna – warni dapat membuat murid dalam belajar bahasa inggris menjadi semangat. gambar ini dapat menerjemahkan konsep abstrak menjadi lebih realistis dan berwujud,sehingga murid tidak hanya dapat membayangkan saja.Dengan mengambil gambar-gambar dari surat kabar, majalah dan kalender tentu tidak membutukan biaya mahal. Disamping itu suasana pembelajaran menjadisemakin menyenangkan. Ini dapat dilakukan disemua tingkatan disekolah dasar
2.menggunakan benda-benda nyata seperti mainan, boneka, buah-buahan dari plastik,alat-alat dapur,alat-alat pertukangan,alat-alat olah raga dan lain-lain.Dengan adanya benda-benda nyata tersebut dapat membantu murid-murid untuk melihat, menyentuh, mempelajari benda-benda tersebut.
3. Para guru dapat juga membuat kartu dengan gambar dan kartu dengan kata-kata, untuk digunakan permainan.Itu memudahkan para siswa untuk mempraktekkan kosa kata mereka. Permainan ini biasanya di lakukan berpasangan atau berkelompok
Dengan cara-cara tersebut siswa dapat dengan mudah memahami dan mengingat banyak kosakata. Yang nantinya dapat mempermudah siswa dalam proses belajar. Penguasaan kosakata dalam pembelajaran Bahasa Inggris sangatlah penting. Misalnya, Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational, dan epistemic.Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).
Pembelajaran bahasa khususnya bahasa inggris memiliki tujuan agar peran siswa terampil berbahasa yang mencakup masalah ketrampilan berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Salah satu metode pembelajaran kosakata yang dirasa cukup menarik adalah pembelajaran dengan menggunakan permainan. Pembelajaran dengan menggunakan permainan akan sangat efektif untuk menjelaskan suatu pengertian niskala (abstrak) atau konsep yang sering sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dengan permainan, siswa dapat merumuskan pemahaman tentang suatu konsep: kaidah-kaidah asas (prinsip), unsur-unsur pokok, proses, hasil, dampak dan seterusnya (Suyatna, 2005 : 12).








BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Pada hakikatnya pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh sebab itu, tujuan utama pembelajaran bahasa inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa inggris, baik secara lisan maupun tertulis. Pengertian komunikasi yang dimaksud adalah memahami dan menggungkapkan informasi, pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa inggris.
Para guru dapat juga membuat kartu dengan gambar dan kartu dengan kata-kata, untuk digunakan permainan.Itu memudahkan para siswa untuk mempraktekkan kosa kata mereka. Permainan ini bias dilakukan pasangan atau berkelompok
Alat peraga dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak sekolah dasar.Sehingga tidak tergantung pada gambar dalam buku teks ,tetapi dapat lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar media inggris. Media Interview menurut Heinrich ( 1981) adalah yang media digunakan untuk membawa pesan dengan suatu tujuan. Jadilah kelebihan alat peraga visual khususnya sebagai salah satu dari media pembelajaran yang efektif
B. Saran
Para guru dapat juga membuat kartu dengan gambar dan kartu dengan kata-kata, untuk digunakan permainan.Itu memudahkan para siswa untuk mempraktekkan kosa kata mereka. Permainan ini bias dilakukan pasangan atau berkelompok
Kita tidak perlu menggunakan media yang mahal,dapat kita gunakan hal – hal yang ada di sekitar kita yang tidak memerlukan biaya. Guru dapat menggunakan surat kabar dan majalah bekas sebagai sarana untuk media pembelajaran.Hal ini tentu tidak memerlukan biaya banyak..
DAFTAR PUSTAKA

Hamalik. 1994. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti
Sadiman, Arif. 1996. Media Pendidikan. Jakarta: Raja
Soelarko. 1980. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud
Rohani, Ahmad. 1997. Media Instruktsional Edukarif. Jakarta: Rineka Cipta
Rahadi, Ansto. 2003. Media Pembelajaran Jakarta : Dikjen Dikti Depdikbud
Sudjana. 2001. Media Pengajaran. Jakarta : Sinar Baru Algensindo
Tarigan, Henry. 1985. Penggalan Kosakata. Jakarta: Rineka Cipta
Tarigan, Henry. 1993. Pengajaran Kosakata. Jakarta: Rineka Cipta
Nasution. 1996. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara
Nasution. 2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Nasution. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara

Read More......

19 Mei 2008

PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN VIDEO CD GUNA MENGIMBANGI TUNTUTAN PENDIDIKAN YANG SEMAKIN KOMPLEK

NAMA : ANNA MERINA
NIM : 1102405068
JUR : KURTEKDIK


PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN VIDEO CD GUNA MENGIMBANGI TUNTUTAN PENDIDIKAN YANG SEMAKIN KOMPLEK


A. Latar Belakang
Salah satu kebijakan pendidikan yang dituangkan dalam Propenas 1999- 2004 adalah peningkatan mutu pendidikan nasional. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dan akan terus dilakukan, di antaranya dengan melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai sarana dan sumber belajar di sekolah. Hal itu sejalan dengan undang-undang No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mensyaratkan agar setiap satuan pendidikan jalur sekolab menyediakan sarana belajar yang memadai sebagai pendukung pelaksanaan pendidikan.
Sesuai dengan sifatnya, media audio visual memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media lainnya. Media audio visual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini penggunaan media pendidikan, khususnya media audiovisual, sudah merupakan suatu tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan sifat pembelajaran yang semakin kompleks.
Terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai hanya dengan mengandalkan penjelasan guru. Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimat diperlukan adanya pemanfaatan media, salah satunya adalah media audio visual.
Dalam rangka itu maka sesuai tugas dan fungsinya, Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (PUSTEKKOM) telah mengembangkan sejumlah program video pembelajaran yang ditujukan bagi siswa SD, SLIP, dan SMU. Program tersebut saat ni sudah tersebar di beberapa sekolah.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa berbagai media yang ada termasuk program video pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini antara lain disebabkan tidak siapnya sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk memanfaatkan program media. Untuk itulah buku ml disusun berbagai upaya agar program video CD pembelajaran bisa dimanfaatkan secara optimal.
B. Pengertian
VideoNCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencema materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik.
Secara fisik Video CD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau CD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor. Program video yang dimaksud dalam pedoman ni adalah program-program yang diproduksi oleh PUSTEKKOM DEPDIKNAS.
C. Tujuan
Tujuan Umum :
Secara umum tujuan penyusunan pedoman pemanfaatan mi adalah agar pemanfaatan program Video CD Pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.
Tujuan Khusus:
Secara khusus Pedoman mi dimaksudkari untuk membantu agar:
1. Kepala sekolah dapat mengelola kegiatan pemanfaatan program video pembelajaran di sekolahnya.
2. Guru dapat memanfaatkan program video pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
3. Pembina dan pengawas pendidikan dapat membina pemanfaatan VCD pembelajaran pada sekolah-sekolah di wilayahnya.
Pedoman ini ditujukan bagi:
1. Pembina dan pengawas pendidikan
2. Para pelaksana perididikan pada tingkat sekolah (kepala sekolah dan guru)
D. Sasaran
Para siswa khususnya SD, SLTP dan SMU
E. Pemanfaatan
Ø Pola-pola Pemanfaatan
Cara memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan karakteristik materi dan masing-masing program, misalnya:
· Program diputar dan awal hingga akhir dan dilkuti dengan diskusi atau tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi.
· Program diputar bagian per bagian, kemudian dapat diselingi dengan diskusi, penjelasan atau bermain peran dan diakhiri dengan evaluasi.
· Dengan cara lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Pemanfaatan program video pembelajaran mi dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, atau individual.
1. Pola Kiasikal
Pola kiasikal adalah pola pemanfaatan video pembelajaran yang dilakukan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam sistem ini program video bisa berlungsi sebagai pengayaan atas materi yang diajarkan oleh guru di kelas.
Namun demikian program video pembelajaran juga bisa menjadi materi pokok, sedangkan pendalamannya dilakukan melalui penjelasan guru. Hal ini tergantung isi materi yang terdapat dalam program apakah matennya merupakan program pokok atau program pengayaan.
Dalam pemanfaatan secara kiasikal guru hendaknya dapat merangsang siswa agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif, misalnya dengan memberikan sugesti, pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas yang jawaban atau petunjuknya terdapat di dalam program.
Dalam pemanfaatan secara klasikal hendaknya digunakan TV monitor berwarna minimal ukuran 21 inch. Letakkanlah pesawat TV pada ketinggian yang cukup agar siswa yang duduk di bagian paling belakang masih dapat menyaksikan gambar secara jelas. Akan lebih bagus lagi bila penayangannya menggunakan LCD proyektor, karena gambar dapat diproyeksikan dengan ukuran yang Iebih besar.
Bagaimana tempat duduk siswa diatur? Agar siswa bisa menyaksikan gambar pada pesawat TV dengan nyaman, perlu dilakukan pengaturan tempat duduk siswa.
Jarak tempat duduk siswa yang paling dekat dengan TV adalah 4 x lebar layar televisi, sedangkan tempat duduk terjauh adalah 12 x lebar layar TV. Tempat duduk harus berada pada area sudut 90°, karena siswa yang duduk di luar titik pandang itu tidak dapat menyaksikan program dengan baik.
Juga ketinggian letak TV harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tempat duduk siswa. Setelah menyaksikan tayangan program usahakan ada kegiatan tindak lanjut. Tindak lanjut dapat berupa diskusi atau tugas-tugas yang berhubungan dengan materi yang dibicarakan dalam program.
Tugas yang diberikan misalnya secara kelompok meneliti sesuatu dan melaporkan hasilnya atau tugas-tugas terapan Iainnya. Apapun bentuk tugas lanjutan, petunjuk yang diberikan kepada siswa harus jelas.
2. Pola Kelompok Kecil
Jika program video dimaflfaatkan oleh sekelompok kecil siswa (antara 5-10 orang), maka pemanfaatan program tersebut disebut pola kelompok kecil. Pola ini akan lebih efektif bila dikaitkan dengan tugas kelompok. Tiap kelompok diberikan tugas yang berbeda, untuk memanfaatkan program. Pemanfaatannya bisa dilakukan di sekolah atau bisa juga di salah satu rumah siswa di luar jam pelajaran.
Konsekuensinya pihak sekolah hams menyediakan fasilitas kepada siswa untuk dapat memanfaatkan program di luar jam sekolah. Jika pemanfaatannya di salah satu rumah anggota kelompok, maka pihak sekolah cukup menyediakan software (CD) untuk dipinjamkan ke siswa dan ke esokan hannya harus sudah dikembalikan agar dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
Kepada tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain (yang tidak sedang presentasi) boleh menyanggah, menambah/menyempurnakan bahkan mengurangi. Dalam presentasi hasH kelompok mi guru berfungsi sebagal fasilitator.
3. Pola individual
Secara individual siswa diperkenankan memanfaatkan program video pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah masing-masing. Pemanfaatan secara individual ini bisa atas inisiatif siswa itu sendiri, atau bisa juga atas inisiatif guru. Tetapi akan lebih bagus bila inisiatif itu datang dan siswa, karena hal ini berarti siswa akan lebih termotivasi. OIeh karena itu guru harus pandai-pandai merangsang siswa agar timbul kebutuhannya untuk menyaksikan program.
Akan lebih baik jika pihak sekolah memiliki kopi program Iebih dan 3 buah untuk setiapjudulnya. Dengan demikian pelayanan pembelajaran kepada siswa akan lebih sempurna, sehingga sekolah diharapkan memiliki tulusan yang lebih berkualitas.
Ø Langkah Pemanfaatan
1. Persiapan sebelum memanfaatkan program video pembeIajarafl~ guru hendaknya metakukan hat-hal sebagai benkut.
a. Menyusun jadwal pemanfaatafl disesuaikafl dengan topik dan program belajar yang sudah dibuat.
b. Memeriksa kelengkapan peralatan termasuk menyesuaikan tegangan peralatan dengan tegangan listrik yang tersedia di sekolah.
c. Mempelajari bahan penyerta.
d. Mempelajari isi program sekaligus menandai bagian-bagian yang perlu atau tidak perlu disajikan dalam kegiatan pembelajaran.
e. Memeriksa kesesuaian isi program video dengan judul yang tertera.
f. Meminta siswa agar mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan lain yang diperlukan.
g. Mengatur tempat duduk siswa agar semua siswa dapat metihat dan mendengar dengan balk.
2. Pelaksanaan
Selama memanfaatkan program video pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:
· Sebelum menghidupkan & memulai program video pembelajaran mengajak siswa agar memperhatikan materi yang akan dipelajari dengan balk.
· Memberikan penjelasan terhadap materi yang diajarkan
· Menjelaskan tujuan dan materi pokok dan program yang akan dimanfaatkan.













Read More......

15 Mei 2008

komentar

anindita widya w
1102405070


komentar untuk kelompoknya fauzi:
presentasi yang disampaikan sudah cukup bagus dengan power point yang menarik, jawaban yang diberikan pada penanya cukup baik dan dapat mempertahankan argumenya.


Read More......

Komentar Seminar Kelas

satriyo abdi yudo
1102405012


Untuk kelompoknya Saean, dkk :
1. presentasi kurang menarik karena laptop mati dan hanya membaca makalah saja
2. dalam makalah tidak ada pembahasan yang jelas, yaitu "apa masalah yang diangkat dan bagaimana solusi pemecahan masalahnya"
3. latar belakang masih terlalu luas, tidak mengena pada masalah yang akan dibahas
4. pembagian tugas sudah cukup baik, karena semuanya menjawab pertanyaan yang diajukan pembahas dan audiens.




Read More......

12 Mei 2008

Komentar presentasi mata kuliah seminar




Read More......

10 Mei 2008

SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI PEMBELAJARAN


JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN (ANGKT.2005)MEMPERSEMBAHKAN

SEMINAR NASIONAL
“Pengembangan dan Implementasi TIK untuk Peningkatan Pembelajaran yang Berkualitas”
BAGI YANG MAU MENDAFTAR SILAHKAN HUBUNGI cONTACT PERSON KAMI.....

TEMA
“Pengembangan dan Implementasi TIK untuk Peningkatan Pembelajaran yang Berkualitas”
Sub tema :
1.Pemanfaatan Blog Pembelajaran,
2.Keefektifan pembelajaran dengan pemanfaatan TIK,
3.Implementasi TIK di Satuan Pendidikan.

PEMBICARA:
1.Budi Putra, S.S (CEO Blogging Network)
2.Dr. Iqbal Wibisono, M.H (Ketua Komisi E Bid. Kesra DPRD Jateng)
3.Mampuono, S.Pd (Juara I Innovative Teaching Learning
Microsoft se-Asia Pasifik)

PELAKSANAAN KEGIATAN
Waktu Kegiatan
Hari/ tanggal : Kamis, 29 Mei 2008
Waktu : 08-00 – 13.00
Tempat : Gedung Serba Guna (GSG) FIP UNNES

Biaya Pendaftaran :
• Rp. 15.000,- (Mahasiswa S1)
• Rp. 50.000,- (Guru, Dosen S1/S2)
• Rp. 60.000,- (Umum)
• Rp.100.000,-(Pemakalah Pendamping)

Contact Person:
o Akaat H. (085647609436)
o Wahyu BL. (085225696423)
o Bentar Sp. (0817297381)

PALING LAMBAT TANGGAL 27 MEI 2008

Read More......